Psikotes kerja adalah rangkaian tes tertulis yang dipakai perusahaan untuk melihat kemampuan berpikir, ketelitian, dan kecenderungan perilaku pelamar. Jenisnya bermacam-macam, mulai dari deret angka dan penalaran verbal, tes kecepatan seperti Kraepelin, hingga tes gambar seperti Wartegg. Karena bentuknya banyak, kata psikotes lebih tepat dipahami sebagai payung dari beberapa tes, bukan satu ujian tunggal.

Halaman ini membahas jenis-jenis psikotes kerja secara umum dan cara mempersiapkannya. Kalau yang Anda cari adalah penjelasan satu tes tertentu, pembahasannya terpisah: tes kraepelin untuk tes hitung cepat, tes wartegg untuk tes gambar, dan tes excel kerja untuk tes keterampilan komputer.

Jenis psikotes yang sering dipakai

Tes penalaran. Bagian ini mengukur cara Anda melihat pola dan menarik kesimpulan. Bentuk soalnya antara lain deret angka, deret huruf, analogi kata, dan penalaran logis. Jawabannya biasanya tunggal, dan yang menentukan adalah ketepatan serta kecepatan.

Tes ketelitian dan kecepatan. Anda diminta mengerjakan soal sederhana sebanyak mungkin dalam waktu terbatas. Tes Kraepelin termasuk kelompok ini. Yang dinilai adalah jumlah jawaban benar sekaligus kestabilan kerja dari awal sampai akhir.

Tes kepribadian. Tidak ada jawaban benar atau salah di bagian ini. Pernyataan-pernyataan disusun untuk melihat kecenderungan Anda, dan yang dinilai adalah konsistensi jawaban. Menjawab dengan gambar diri yang terlalu sempurna justru membuat hasilnya terlihat tidak wajar.

Tes gambar. Anda diminta melengkapi atau menggambar sesuatu, misalnya pada tes Wartegg. Tidak ada nilai seni dalam tes ini; yang dibaca adalah cara Anda menyusun gambar, urutan pengerjaannya, dan bagian mana yang Anda tekankan.

Tes situasi kerja. Anda diberi situasi rekaan, lalu diminta memilih tindakan yang paling mendekati kebiasaan Anda. Soalnya sering berbentuk pilihan ganda dengan beberapa jawaban yang semuanya terdengar masuk akal.

Yang sebenarnya dinilai

Untuk tes berpikir, yang dinilai adalah ketepatan dan kecepatan. Dua orang bisa menjawab benar semua, tetapi yang menyelesaikan lebih banyak dalam waktu sama punya nilai berbeda. Karena itu, melatih kecepatan sama pentingnya dengan memahami jenis soalnya.

Untuk tes kepribadian, yang dinilai adalah kecocokan dengan tuntutan posisi dan konsistensi jawaban. Perusahaan tidak mencari satu tipe orang yang sempurna; mereka melihat apakah cara Anda bekerja sesuai dengan pekerjaan yang akan diisi. Bagian pemasaran dan bagian keuangan bisa membutuhkan kecenderungan yang berbeda.

Untuk tes gambar dan situasi, yang dinilai adalah cara Anda mengambil keputusan. Urutan mengerjakan, bagian yang Anda dahulukan, dan cara Anda menanggapi soal yang tidak jelas ikut terbaca dari hasilnya.

Cara mempersiapkan diri

Kenali jenis tesnya lebih dulu. Kalau undangan seleksi menyebut tahapan yang akan dijalani, catat tes apa saja yang muncul. Kalau tidak disebut, tanyakan lewat saluran yang tersedia, karena pertanyaan seperti itu wajar.

Latih jenis soal yang bisa dilatih. Deret angka, analogi kata, dan soal hitung cepat bisa dikenali polanya lewat latihan. Kerjakan beberapa set soal dengan batas waktu, lalu periksa bagian mana yang paling banyak menghabiskan waktu.

Untuk tes kepribadian, jangan menghafal jawaban. Baca pernyataannya dengan tenang dan pilih yang paling mendekati kebiasaan Anda. Kalau Anda mengarang, jawaban Anda akan saling bertentangan di bagian yang mengulang pertanyaan serupa, dan polanya terlihat.

Siapkan perlengkapan pada malam sebelumnya: alat tulis, papan jalan, kartu peserta, dan pakaian yang rapi. Sebagian tes berlangsung pagi, jadi tidur yang cukup lebih berguna daripada belajar semalam penuh.

Membaca instruksi dan lembar jawaban

Setiap bagian biasanya punya instruksinya sendiri, dan instruksi itu sering berubah di tengah tes. Ada bagian yang meminta jawaban dilingkari, ada yang meminta ditulis di kotak, dan ada yang meminta Anda memilih lebih dari satu jawaban. Salah membaca instruksi bisa menghabiskan seluruh jawaban di bagian itu.

Perhatikan juga contoh soal yang biasanya diberikan sebelum bagian dimulai. Contoh itu menunjukkan bentuk jawaban yang benar, bukan isinya. Luangkan beberapa detik untuk memastikan Anda mengerti cara mengisinya sebelum waktu mulai berjalan.

Kalau lembar jawabannya terpisah dari buku soal, biasakan berpindah baris dengan hati-hati. Kesalahan nomor yang bergeser satu baris bisa merusak banyak jawaban sekaligus, dan waktu untuk memperbaikinya sering tidak tersedia.

Mengatur waktu saat tes berlangsung

Baca petunjuk setiap bagian sampai selesai sebelum mulai. Banyak peserta kehilangan nilai karena mengerjakan bagian yang salah atau melewati batas waktu yang berbeda dari perkiraannya.

Kerjakan soal yang mudah lebih dulu di bagian yang punya banyak soal. Jangan berhenti terlalu lama di satu soal sulit; tandai dan lanjutkan. Kembali ke soal yang ditandai kalau waktunya masih ada.

Untuk tes kecepatan seperti Kraepelin, jaga ritme yang stabil. Kecepatan yang melonjak lalu turun drastis terbaca sebagai kerja yang tidak konsisten. Lebih baik stabil di kecepatan yang bisa Anda pertahankan sampai bagian terakhir.

Untuk tes kepribadian, jangan mengubah jawaban karena mengira ada pola yang dicari. Baca ulang hanya kalau Anda benar-benar ragu, bukan untuk menyesuaikan dengan dugaan.

Kesalahan yang sering terjadi

Kesalahan pertama, datang tanpa tahu jenis tesnya. Peserta yang mengira hanya akan menghadapi wawancara bisa kaget saat diminta mengerjakan soal hitung cepat. Membaca undangan sampai selesai menghindari kejutan ini.

Kesalahan kedua, mengosongkan banyak jawaban. Di sebagian tes, jawaban kosong tidak mengurangi nilai, dan jawaban salah juga tidak. Kalau aturannya tidak menyebut hukuman, jangan biarkan banyak kotak kosong.

Kesalahan ketiga, menjawab tes kepribadian dengan gambar diri yang terlalu sempurna. Jawaban yang mengaku tidak pernah salah, tidak pernah marah, dan selalu sempurna justru membuat hasilnya mencurigakan.

Kesalahan keempat, lupa waktu karena terlalu teliti di satu bagian. Perhatikan jam dan bagi waktu per bagian sebelum mulai mengerjakan.

Kesalahan kelima, membawa catatan atau alat bantu yang dilarang. Periksa aturan yang tertulis di undangan, dan jangan membawa apa pun yang tidak disebutkan.

Kapan saran ini tidak berlaku

Kalau perusahaan memakai platform tes daring dengan pengawas, ikuti seluruh aturannya. Aturan tentang kamera, pindah jendela, dan waktu pengerjaan bisa berbeda dari tes tatap muka.

Kalau lowongannya mensyaratkan tes bahasa atau tes keterampilan khusus, siapkan tes itu secara terpisah. Kemampuan mengerjakan soal penalaran tidak menggantikan latihan keterampilan yang diuji.

Kalau instansi menyediakan pengumuman resmi berisi tahapan dan materi seleksi, ikuti pengumuman itu dan jangan berpatokan pada kebiasaan umum. Ketentuan tiap instansi bisa berbeda, jadi periksa pengumumannya sendiri sebelum menyusun jadwal latihan.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah psikotes bisa dipelajari? Sebagian bisa. Jenis soalnya bisa dikenali dan dilatih, terutama tes penalaran dan tes kecepatan. Yang tidak bisa dipelajari adalah jawaban yang dianggap benar di tes kepribadian, karena di bagian itu yang dinilai adalah kejujuran dan konsistensi.

Berapa lama waktu persiapan yang cukup? Beberapa hari latihan sudah membantu, terutama untuk mengenali bentuk soal. Yang lebih menentukan adalah tidur cukup dan datang tepat waktu.

Apakah jawaban kosong lebih baik daripada jawaban salah? Tergantung aturan tesnya. Kalau aturannya tidak menyebut pengurangan nilai untuk jawaban salah, mengisi jawaban lebih baik daripada mengosongkan. Baca petunjuknya lebih dulu.

Apakah hasil psikotes menentukan diterima atau tidak? Hasil psikotes adalah satu bagian penilaian. Wawancara, pengalaman, dan kecocokan dengan posisi ikut menentukan. Hasil tes yang biasa saja tidak otomatis menggugurkan Anda.

Apakah boleh menebak jawaban? Boleh kalau aturannya tidak melarang. Kalau ada pengurangan nilai untuk jawaban salah, tebakan sembarangan bisa merugikan. Sesuaikan dengan aturan yang tertulis.

Apakah tes kepribadian punya jawaban yang benar? Tidak ada jawaban benar atau salah. Yang ada adalah jawaban yang konsisten dengan diri Anda dan cocok dengan tuntutan posisi. Menjawab jujur adalah cara paling aman.

Dari mengenal tes ke langkah berikutnya

Setelah mengenali jenis tesnya, latih bagian yang paling asing bagi Anda, lalu siapkan juga wawancaranya. Urutan persiapannya ada di cara mempersiapkan wawancara kerja, dan cara menghadapi sesi dengan beberapa penguji ada di wawancara panel. Kalau tesnya berupa keterampilan komputer, pembahasannya ada di tes excel kerja. Peta lengkap topik ini ada di Wawancara Kerja, panduan karier lainnya di Panduan CV dan Karier, dan kalau CV yang Anda kirim perlu dirapikan dulu, kerjakan di Pembuat CV.