Cara menjawab kenapa melamar di perusahaan ini adalah menyambungkan tiga hal: satu hal nyata tentang perusahaan yang Anda ketahui, kebutuhan posisi yang dilamar, dan pengalaman atau keterampilan yang Anda bawa. Jawabannya cukup dua sampai empat kalimat. Yang dinilai bukan panjangnya, melainkan apakah alasan Anda spesifik untuk perusahaan itu, bukan kalimat yang bisa dipakai untuk melamar ke mana saja.

Pertanyaan ini muncul di hampir semua wawancara, dan jawabannya sering terdengar seragam: perusahaan besar, lingkungan kerja yang baik, kesempatan berkembang. Semua itu tidak salah, tetapi tidak menunjukkan bahwa Anda tahu perusahaan mana yang sedang Anda masuki. Kalau alasan Anda bisa dipindahkan ke perusahaan lain tanpa mengubah satu kata pun, pewawancara tidak mendapat jawaban.

Panduan ini membahas cara menyusun alasan yang jujur dan spesifik. Alasan yang kuat tidak harus mulia; cukup nyata, masuk akal, dan bisa Anda jelaskan kalau ditanya lanjut.

Apa yang sebenarnya dicari pewawancara

Ada tiga hal yang biasanya dicek dari pertanyaan ini. Pertama, apakah Anda melamar dengan sadar atau sekadar mengirim ke banyak tempat. Kedua, apakah Anda paham pekerjaan yang akan Anda jalani. Ketiga, apakah alasan Anda bertahan, dalam arti kemungkinan Anda keluar dalam waktu singkat.

Pewawancara juga memakai jawaban ini untuk menilai kecocokan. Kalau Anda menyebut hal yang Anda cari, misalnya pekerjaan yang banyak berhubungan dengan data, dia bisa menilai apakah posisi itu memang berisi pekerjaan tersebut. Kalau tidak, lebih baik Anda tahu sekarang daripada setelah masuk.

Karena itu jawaban yang jujur lebih berguna untuk kedua pihak. Jawaban yang dipoles untuk menyenangkan pewawancara justru menyulitkan Anda sendiri kalau ternyata pekerjaannya tidak sesuai.

Kerangka tiga bagian

Bagian pertama, satu hal tentang perusahaan. Pilih satu hal yang benar-benar Anda ketahui dan berkaitan dengan posisi yang dilamar. Bisa produk atau layanannya, cara kerjanya, atau kabar terbaru yang relevan. Satu hal saja cukup; yang penting Anda bisa menjelaskan kenapa hal itu menarik bagi Anda.

Bagian kedua, kebutuhan posisinya. Sebut satu atau dua tanggung jawab utama dari iklan lowongan yang paling dekat dengan Anda. Ini menunjukkan bahwa Anda membaca iklannya sampai selesai, bukan hanya judulnya.

Bagian ketiga, pengalaman Anda. Tutup dengan hal yang Anda bawa dan bisa dipakai untuk kebutuhan itu. Bisa pengalaman kerja, pengalaman organisasi, atau keterampilan yang Anda pelajari sendiri. Jangan mengklaim hal yang tidak ada di CV Anda, karena pertanyaan lanjutannya biasanya mengejar bagian ini.

Contoh jawaban yang sudah bekerja

Misalnya Anda melamar posisi staf keuangan di sebuah koperasi dan sebelumnya bekerja di toko. Jawabannya bisa berbunyi seperti ini. "Yang membuat saya melamar adalah koperasi ini melayani anggotanya sendiri, jadi pencatatannya harus rapi karena menyangkut uang orang banyak. Di posisi ini saya lihat tanggung jawabnya mencakup pembukuan harian dan rekonsiliasi. Di pekerjaan saya sekarang, saya yang mencatat penjualan harian dan mencocokkannya dengan setoran. Bagian pencocokan itu yang paling saya kuasai, dan saya ingin mengerjakannya di skala yang lebih besar di sini."

Perhatikan bahwa contoh itu tidak memuji perusahaan dengan kata-kata besar. Dia menyebut satu hal nyata tentang koperasi, menyebut tanggung jawab dari iklan, lalu menyambungkannya dengan pengalaman yang benar-benar dia miliki.

Contoh jawaban untuk fresh graduate

Misalnya Anda melamar posisi pemasaran di sebuah perusahaan yang menjual produk lewat kanal daring. Jawabannya bisa seperti ini. "Saya tertarik karena penjualan perusahaan ini lewat kanal daring, dan saya mengikuti beberapa unggahannya. Posisi yang saya lamar menangani konten dan laporan kinerja mingguan. Selama kuliah saya mengelola akun himpunan dan membuat laporan sederhana tiap bulan, jadi saya sudah pernah mengerjakan bagian menulis dan membaca angkanya. Saya ingin belajar mengerjakannya dengan ukuran yang lebih jelas di sini."

Kalau Anda belum punya pengalaman yang persis sama, sebutkan hal yang bisa dipindahkan, misalnya cara Anda menyusun jadwal atau cara Anda membaca data. Jangan memaksakan pengalaman yang jauh hanya karena terdengar lebih mengesankan.

Cara melakukan riset yang cukup

Riset yang cukup tidak memerlukan berjam-jam. Mulai dari iklan lowongannya sendiri, lalu buka kanal resmi perusahaan. Cari tahu tiga hal: apa yang mereka kerjakan, siapa pelanggan atau pengguna layanannya, dan satu hal terbaru yang berkaitan dengan posisi Anda.

Kalau perusahaan itu kecil dan informasinya sedikit, gunakan apa yang ada. Wawancara dengan pemilik usaha kecil biasanya menghargai jawaban yang menyebut alasan praktis, misalnya Anda tinggal dekat, tertarik pada bidang usahanya, atau ingin belajar langsung dari pemiliknya. Alasan seperti itu nyata dan tidak perlu dipaksakan menjadi kalimat yang mulia.

Hindari menyebut hal yang tidak bisa Anda jelaskan. Kalau Anda menyebut nilai perusahaan, siapkan contoh bagaimana nilai itu terlihat di pekerjaan sehari-hari. Kalau Anda menyebut produknya, pastikan Anda pernah melihat produk itu, bukan hanya membacanya sekilas.

Alasan yang jujur tapi tetap boleh dipakai

Tidak semua alasan harus berupa kekaguman pada perusahaan. Ada alasan praktis yang sah dan bisa disampaikan dengan sopan. Misalnya posisi itu sesuai dengan arah karier yang Anda tuju, pekerjaannya menantang hal yang ingin Anda kuasai, atau bidangnya dekat dengan pengalaman Anda sebelumnya.

Kalau alasan Anda memang kebutuhan, misalnya harus bekerja sambil kuliah dan posisi itu jadwalnya cocok, sampaikan dengan singkat. Yang perlu dihindari adalah alasan yang hanya menyebut keuntungan pribadi tanpa menyambungkannya dengan pekerjaan, misalnya "saya butuh pekerjaan".

Alasan tentang gaji sebaiknya tidak dipakai sebagai pembuka. Gaji memang penting, tetapi pertanyaan ini tentang motivasi kerja, bukan tentang angka. Pembahasan gaji punya bagiannya sendiri di cara menjawab ekspektasi gaji.

Yang sebaiknya dihindari

Jangan menjelekkan perusahaan atau atasan sebelumnya sebagai alasan melamar. Meskipun hal itu benar, jawaban seperti itu membuat pewawancara membayangkan Anda berbicara tentang mereka dengan cara yang sama di kemudian hari. Sampaikan alasan yang berorientasi ke depan, seperti yang dibahas di cara menjawab kenapa resign.

Jangan menyebut alasan yang terdengar seperti kebetulan, misalnya "saya tidak sengaja melihat iklannya". Kalimat itu jujur, tetapi membuat minat Anda terlihat kecil. Ganti dengan hal yang membuat Anda memutuskan untuk melamar setelah melihat iklannya.

Jangan mengulang isi CV dari awal. Pewawancara sudah membacanya. Cukup pilih satu pengalaman yang paling dekat dengan posisi, lalu sambungkan dengan alasan Anda.

Menyesuaikan untuk wawancara lanjutan

Di wawancara tahap kedua atau dengan calon atasan langsung, jawaban bisa lebih teknis. Sebut hal yang lebih spesifik tentang pekerjaannya, misalnya cara tim bekerja, alat yang dipakai, atau ukuran keberhasilan di posisi itu. Riset untuk tahap ini perlu lebih dalam daripada tahap pertama.

Kalau Anda sudah pernah diwawancarai di perusahaan yang sama, sebutkan hal baru yang Anda pelajari dari wawancara sebelumnya, misalnya penjelasan tentang tantangan tim. Itu menunjukkan bahwa Anda mendengarkan dan makin yakin, bukan sekadar mengulang alasan yang sama.

Kapan saran ini tidak berlaku

Kalau Anda melamar lewat agen tenaga kerja dan belum tahu perusahaan penempatannya, jawab dengan alasan yang berkaitan dengan posisinya. Baru sesuaikan alasan tentang perusahaan ketika Anda sudah tahu tempatnya.

Kalau posisinya berada di bawah satu perusahaan besar dengan banyak unit usaha, sebutkan unit atau bidang yang Anda lamar, bukan hanya nama perusahaannya. Alasannya bisa lebih spesifik dan lebih meyakinkan.

Kalau wawancaranya dalam bahasa Inggris, latih versi bahasa Inggrisnya. Kerangkanya sama, tetapi kalimat tentang produk atau layanan perlu Anda latih sendiri supaya tidak tersendat.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah boleh menyebut gaji sebagai alasan? Boleh, tetapi jangan dijadikan alasan utama. Sebut alasan tentang pekerjaannya lebih dulu, dan simpan pembahasan angka untuk pertanyaan gaji.

Bagaimana kalau saya belum tahu banyak tentang perusahaan? Cukup tahu tiga hal: bidang usahanya, produk atau layanannya, dan satu hal yang berkaitan dengan posisi Anda. Jangan mengarang hal yang tidak Anda pahami.

Apakah alasan "butuh pekerjaan" boleh disampaikan? Boleh, tetapi sambungkan dengan pekerjaan yang dilamar. Misalnya, Anda butuh penghasilan tetap dan posisi ini sesuai dengan keterampilan yang Anda punya.

Bagaimana kalau saya melamar karena lokasinya dekat? Sebutkan singkat sebagai alasan tambahan, bukan alasan utama. Lokasi memang penting, tetapi yang dinilai dari pertanyaan ini adalah minat Anda pada pekerjaannya.

Apakah jawaban yang sama boleh dipakai di beberapa perusahaan? Kerangkanya boleh, isinya jangan. Bagian tentang perusahaan harus diganti sesuai tempatnya, dan bagian pengalaman disesuaikan dengan kebutuhan posisinya.

Menyiapkan jawaban ini

Tulis satu kalimat tentang perusahaan, satu kalimat tentang kebutuhan posisinya, dan satu kalimat tentang pengalaman Anda. Baca dengan suara keras, lalu potong bagian yang tidak perlu. Daftar pertanyaan lain yang perlu disiapkan ada di pertanyaan wawancara kerja, dan cara menyiapkan seluruh bahannya ada di cara mempersiapkan wawancara kerja. Pastikan pengalaman yang Anda sebut benar-benar tercermin di CV, yang bisa Anda susun di Pembuat CV. Peta kelompok ini ada di Wawancara Kerja.