Cara menjawab kelebihan dan kekurangan adalah menyebut dua atau tiga kelebihan yang benar-benar terpakai di posisi yang dilamar, masing-masing dengan satu contoh singkat, lalu satu kekurangan nyata yang sedang Anda perbaiki, beserta usaha yang sudah Anda lakukan. Jangan menyebut kekurangan yang tidak nyata, dan jangan menyebut kelebihan tanpa contoh. Pertanyaan ini bukan jebakan; pewawancara ingin melihat apakah Anda mengenal diri sendiri dengan jujur.

Banyak pelamar menghabiskan waktu menyusun kalimat pembuka yang terdengar pintar, padahal yang dinilai adalah isinya. Kelebihan yang disebut tanpa bukti hanya klaim, dan kekurangan yang tidak nyata membuat pewawancara meragukan semua jawaban Anda yang lain.

Panduan ini membahas dua pertanyaan yang biasanya diajukan berurutan. Kalau pewawancaranya bertanya satu saja, siapkan tetap keduanya, karena pertanyaan lanjutannya bisa muncul kapan saja.

Kenapa jawaban "terlalu perfeksionis" tidak lagi meyakinkan

Jawaban itu sudah terlalu sering dipakai sehingga hampir setiap pewawancara pernah mendengarnya puluhan kali. Ketika Anda menyebutnya, yang terdengar bukan kesadaran diri, melainkan keinginan menyembunyikan kekurangan. Akibatnya, pewawancara biasanya bertanya lanjut: "Bisa beri contoh kapan hal itu merugikan pekerjaan Anda?" Kalau Anda tidak punya contohnya, jawaban itu langsung runtuh.

Ada juga kekurangan yang terdengar mengesankan, misalnya "terlalu banyak bekerja" atau "terlalu keras pada diri sendiri". Pola yang sama berlaku: tanpa contoh yang benar-benar merugikan, jawaban itu tidak dipercaya.

Kekurangan yang dipilih sebaiknya nyata, tidak melanggar syarat utama posisi, dan sudah ada usahanya. Kalau kekurangan itu justru syarat utama, misalnya posisi akuntan dan Anda tidak teliti, itu bukan pilihan yang tepat untuk disebut.

Memilih kelebihan yang relevan

Mulai dari iklan lowongan. Baca tanggung jawab dan syaratnya, lalu pilih kelebihan yang memang dipakai untuk pekerjaan itu. Untuk posisi administrasi, kelebihan yang relevan adalah kerapian pencatatan atau ketelitian. Untuk posisi penjualan, kelebihan yang relevan adalah kemampuan berbicara dengan orang baru.

Pilih dua atau tiga kelebihan, jangan lebih. Daftar yang panjang membuat semuanya terdengar sama penting, dan pewawancara tidak punya waktu menguji semuanya. Dua kelebihan dengan contoh yang jelas lebih kuat daripada enam kata sifat.

Hindari kata sifat yang bisa diklaim semua orang, seperti pekerja keras, mudah beradaptasi, dan disiplin. Kata-kata itu tidak salah, tetapi tanpa contoh yang spesifik, artinya kosong. Kalau Anda memang ingin menyebutnya, sebut sebagai pembuka lalu langsung ke contohnya.

Contoh jawaban kelebihan

Misalnya Anda melamar posisi staf administrasi dan ingin menyebut ketelitian. Jawabannya bisa berbunyi seperti ini. "Salah satu kelebihan saya ketelitian dalam mencatat. Di pekerjaan saya sekarang, saya yang memeriksa pesanan pelanggan sebelum dikirim. Situasinya, sering ada pesanan yang jumlahnya berbeda antara catatan dan barangnya. Saya membuat daftar periksa sederhana dan memakainya setiap kali ada pesanan besar. Hasilnya, kesalahan kirim yang harus dikembalikan jadi jarang terjadi."

Untuk posisi yang menuntut komunikasi, contohnya bisa berbeda. "Saya cukup tenang berbicara dengan orang baru. Di tempat kerja saya sebelumnya, saya sering menjadi orang yang menghubungi pemasok. Situasinya, pemasoknya berganti-ganti, jadi saya harus berkenalan dengan orang baru tiap beberapa bulan. Saya biasa mencatat nama dan kebiasaan kerja mereka supaya komunikasinya lebih cepat. Hasilnya, pemesanan barang jarang tertunda karena salah paham."

Perhatikan bahwa kedua contoh itu punya situasi, tindakan, dan hasil. Pola ini membuat kelebihan Anda bisa dibayangkan sedang dipakai di pekerjaan yang dilamar.

Memilih kekurangan yang jujur tapi tidak merugikan

Ada empat syarat untuk kekurangan yang aman disebut. Pertama, nyata, dalam arti Anda benar-benar pernah merasakannya. Kedua, tidak menjadi syarat utama posisi yang dilamar. Ketiga, sudah ada usaha perbaikan yang bisa Anda ceritakan. Keempat, dampaknya tidak besar sampai merusak pekerjaan Anda sebelumnya.

Contoh kekurangan yang biasanya aman: kurang percaya diri saat berbicara di depan banyak orang, terlalu lama mengerjakan tugas yang menuntut detail karena tidak ingin ada kesalahan, sulit mendelegasikan pekerjaan karena terbiasa mengerjakan sendiri, atau perlu waktu lebih lama untuk menguasai aplikasi baru.

Contoh kekurangan yang berisiko: tidak teliti untuk posisi akuntan, tidak bisa bekerja dengan tenggat untuk posisi yang tenggatnya ketat, atau sulit bekerja dalam tim untuk posisi yang seluruh pekerjaannya berkelompok. Bukan berarti Anda harus berbohong; pilihlah kekurangan lain yang sama nyatanya tetapi tidak menabrak inti posisinya.

Contoh jawaban kekurangan

Misalnya kekurangan Anda adalah kurang percaya diri saat berbicara di depan banyak orang. Jawabannya bisa berbunyi seperti ini. "Saya kurang nyaman berbicara di depan banyak orang. Situasinya, dulu saya diminta memimpin rapat mingguan dan saya terlalu gugup sampai penjelasan saya berbelit. Setelah itu saya berlatih menyiapkan poin utama di kertas dan memulai rapat dari poin itu. Hasilnya, rapat-rapat berikutnya berjalan lebih lancar, meski saya masih perlu berlatih untuk forum yang lebih besar."

Misalnya kekurangan Anda sulit mendelegasikan pekerjaan. Jawabannya bisa seperti ini. "Saya cenderung mengerjakan sendiri pekerjaan yang saya rasa bisa saya selesaikan lebih cepat, dan itu membuat saya kelelahan saat pekerjaan sedang banyak. Situasinya, ada satu proyek yang seluruh laporannya saya kerjakan sendiri sampai lembur beberapa hari. Setelah itu saya belajar membagi tugas berdasarkan kemampuan anggota tim dan menetapkan tenggat kecil di tengah jalan. Hasilnya, proyek berikutnya selesai tanpa lembur berlebihan."

Kedua contoh itu tidak menyebut kekurangan yang menghancurkan, tidak memakai alasan palsu, dan menunjukkan usaha perbaikan. Itu yang dicari.

Urutan penyampaian

Kalau pewawancara menanyakan keduanya dalam satu pertanyaan, jawab kelebihan lebih dulu. Urutan itu memberi konteks sebelum Anda menyebut kekurangan, sehingga kekurangannya terbaca sebagai bagian dari gambaran yang utuh.

Kalau pertanyaannya dipisah, jawab sesuai urutan yang ditanyakan. Jangan menunda jawaban atau meminta bertukar urutan; itu terlihat seperti menghindar.

Untuk kekurangan, jangan berhenti di pengakuannya. Selalu tutup dengan usaha dan hasil perbaikannya. Kalau perbaikannya belum membuahkan hasil, katakan apa adanya, misalnya "sampai sekarang saya masih berlatih, dan saya sudah merasa lebih siap dibanding tahun lalu". Kejujuran seperti itu lebih kuat daripada hasil yang dibesar-besarkan.

Variasi pertanyaan yang perlu disiapkan

Pertanyaan tentang kelebihan dan kekurangan datang dalam beberapa bentuk. "Apa kelebihan Anda", "apa kekurangan Anda", "apa satu hal yang ingin Anda perbaiki dari diri Anda", dan "apa yang biasanya dikatakan rekan kerja tentang Anda". Semuanya bisa dijawab dengan bahan yang sama.

Untuk pertanyaan "apa yang dikatakan rekan kerja", jawab dengan hal yang benar-benar pernah Anda dengar, bukan pujian yang Anda karang. Kalau Anda tidak pernah mendengarnya, katakan bahwa Anda belum pernah menanyakannya, lalu sebutkan kelebihan yang Anda yakini dari hasil kerja Anda.

Untuk pertanyaan "hal yang ingin diperbaiki", pilih kekurangan yang sama dengan jawaban Anda sebelumnya. Menyebut kekurangan yang berbeda-beda untuk pertanyaan serupa membuat jawaban Anda terlihat tidak konsisten.

Kapan saran ini tidak berlaku

Kalau perusahaan meminta jawabannya lewat formulir tertulis, tulis dengan panjang yang wajar dan tetap sertakan contoh. Jangan mengisi dengan satu kata sifat saja.

Kalau wawancaranya dalam bahasa Inggris, siapkan versi bahasa Inggris untuk kelebihan dan kekurangan yang sama. Menerjemahkan langsung sering menghasilkan kalimat yang terlalu kaku.

Kalau Anda melamar posisi yang sangat teknis, kelebihan yang disebut sebaiknya berupa keterampilan yang bisa diuji, misalnya penguasaan alat tertentu, bukan sifat pribadi. Sesuaikan dengan arah pertanyaan pewawancaranya.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah kekurangan harus benar-benar kekurangan? Ya. Kalau kekurangannya tidak nyata, pertanyaan lanjutannya akan membongkar jawaban Anda. Pilih kekurangan yang nyata tetapi tidak menjadi syarat utama posisinya.

Berapa jumlah kelebihan yang ideal disebut? Dua atau tiga. Lebih dari itu membuat waktunya habis untuk daftar, bukan contoh. Pilih yang paling dekat dengan kebutuhan posisi.

Bagaimana kalau kelebihan saya tidak ada di syarat lowongan? Sebut kelebihan yang bisa dipindahkan ke pekerjaan itu, misalnya cara Anda mengatur pekerjaan atau cara Anda berkomunikasi. Jangan memaksakan kelebihan yang tidak berkaitan.

Apakah boleh menyebut kekurangan yang sama di beberapa wawancara? Boleh, asal kekurangan itu tetap tidak menabrak syarat utama posisinya. Untuk posisi yang berbeda, kelebihan yang ditonjolkan biasanya perlu diganti.

Bagaimana kalau pewawancara meminta contoh dan saya tidak punya? Katakan belum punya contohnya, lalu ceritakan hal terdekat yang pernah Anda alami. Mengarang contoh berisiko karena pertanyaan lanjutannya akan menanyakan detail yang tidak Anda miliki.

Menyiapkan bahan sebelum wawancara

Tulis dua kelebihan dan satu kekurangan beserta contohnya dalam pola situasi, tindakan, dan hasil. Bacakan sekali dengan suara keras, lalu simpan catatannya. Bahan lain yang perlu disiapkan ada di cara mempersiapkan wawancara kerja, dan daftar pertanyaan lengkapnya ada di pertanyaan wawancara kerja. Pastikan juga kelebihan yang Anda sebut benar-benar tercermin di CV, yang bisa Anda rapikan di Pembuat CV. Peta kelompok ini ada di Wawancara Kerja.