Cara menjawab ekspektasi gaji adalah menyampaikan rentang, bukan satu angka. Rentang itu Anda susun sendiri dari informasi yang berhasil Anda kumpulkan: kisaran untuk posisi serupa, tingkat pengalaman Anda, beban dan tanggung jawab posisinya, serta kebutuhan Anda. Halaman ini tidak memuat angka pasar, karena angka yang pantas berbeda untuk setiap posisi, industri, ukuran perusahaan, dan daerah. Yang bisa dibagikan di sini adalah cara mengumpulkan informasinya dan cara menyampaikannya.
Pertanyaan tentang gaji sering dianggap jebakan. Padahal ini percakapan biasa tentang angka, dan pewawancara memang perlu tahu apakah anggaran perusahaan bertemu dengan harapan Anda. Menyebut angka yang terlalu tinggi bisa menggugurkan peluang, dan angka yang terlalu rendah membuat Anda sulit menaikkannya kembali. Karena itu yang perlu disiapkan adalah rentang beserta alasannya, bukan satu angka hafalan.
Panduan ini berlaku untuk wawancara kerja umum. Kalau instansi atau perusahaan menetapkan besaran gaji secara sepihak, misalnya untuk penerimaan tertentu yang diatur pengumuman resmi, ikuti ketentuan itu dan tidak perlu menawar.
Kenapa rentang lebih aman daripada satu angka
Satu angka mengunci Anda. Kalau Anda menyebut satu angka yang ternyata di bawah anggaran perusahaan, Anda kehilangan kesempatan mendapat lebih. Kalau angkanya di atas anggaran, Anda bisa langsung dianggap tidak cocok meskipun sebenarnya masih ada ruang.
Rentang memberi ruang bergerak untuk kedua pihak. Anda menunjukkan batas bawah yang bisa diterima dan batas atas yang pantas untuk posisi itu. Kalau perusahaan menawarkan angka di tengah rentang, percakapan masih bisa berlanjut.
Rentang juga melindungi Anda dari pertanyaan lanjutan. Ketika pewawancara bertanya "kenapa angkanya segitu", Anda bisa menjelaskan dasarnya: pengalaman, cakupan pekerjaan, dan informasi yang Anda kumpulkan. Jawaban yang punya dasar lebih sulit dipatahkan daripada angka yang disebut asal.
Mengumpulkan informasi tanpa mengarang
Sumber pertama adalah iklan lowongan itu sendiri. Sebagian iklan mencantumkan rentang gaji, dan itu titik awal terbaik karena berasal dari perusahaan yang sedang Anda lamar. Kalau iklannya tidak mencantumkan, lanjutkan ke sumber lain.
Sumber kedua adalah lowongan serupa di perusahaan lain. Buka beberapa iklan untuk posisi dan tingkat yang mirip, di daerah yang sama, lalu catat rentang yang dicantumkan. Kalau tidak ada yang mencantumkan angka, catat saja tingkat jabatan dan cakupan pekerjaannya sebagai pembanding.
Sumber ketiga adalah orang yang bekerja di bidang itu. Kalau Anda punya kenalan yang bekerja di posisi serupa, tanyakan kisaran di tempatnya dengan sopan. Banyak orang mau berbagi kalau Anda menjelaskan bahwa Anda sedang menyiapkan lamaran, dan tidak menanyakan gaji pribadinya secara rinci.
Sumber keempat adalah data gaji yang diterbitkan lembaga resmi atau platform lowongan, kalau ada dan bisa Anda akses. Periksa tahun datanya dan cakupannya. Data yang lama atau cakupannya terlalu luas sebaiknya dipakai sebagai gambaran, bukan patokan.
Sumber kelima adalah kebutuhan Anda sendiri. Hitung pengeluaran pokok bulanan, lalu tentukan angka terendah yang masih membuat Anda bisa bekerja dengan tenang. Angka ini tidak perlu disampaikan ke pewawancara; gunanya untuk menjaga agar Anda tidak menyebut rentang yang terlalu rendah.
Menyusun rentang dari informasi itu
Setelah informasi terkumpul, susun tiga angka: batas bawah, angka yang Anda harapkan, dan batas atas. Batas bawah adalah angka terendah yang masih bisa Anda terima. Angka harapan adalah yang paling realistis menurut informasi Anda. Batas atas adalah angka yang pantas untuk pengalaman dan cakupan pekerjaan Anda.
Rentang yang disampaikan ke pewawancara biasanya antara angka harapan dan batas atas. Jangan menyampaikan batas bawah Anda, karena di situlah Anda akan berhenti kalau perusahaan menawar. Selisih antara batas bawah dan batas atas sebaiknya tidak terlalu lebar, supaya rentangnya tetap terlihat masuk akal.
Sesuaikan rentang dengan cakupan pekerjaan, bukan hanya dengan jabatannya. Dua posisi dengan nama yang sama bisa punya tanggung jawab berbeda, misalnya satu mengurus satu cabang dan satu mengurus beberapa cabang. Semakin luas cakupannya, semakin tinggi angkanya.
Contoh menyusun dan menyampaikan rentang
Misalnya Anda melamar posisi staf administrasi di kota tempat Anda tinggal. Dari beberapa iklan serupa, Anda menemukan dua yang mencantumkan rentang, dan dari kenalan Anda mendapat gambaran kisaran di perusahaan lain. Anda lalu menetapkan batas bawah, angka harapan, dan batas atas berdasarkan tiga informasi itu dan pengeluaran pokok Anda.
Saat ditanya, Anda bisa menyampaikan seperti ini. "Untuk posisi ini, berdasarkan informasi yang saya kumpulkan dari lowongan serupa dan pengalaman saya dua tahun di bidang administrasi, rentang yang saya harapkan ada di antara X dan Y. Angka itu saya hitung dengan mempertimbangkan cakupan pekerjaannya, termasuk pengelolaan arsip dan laporan bulanan. Kalau ada komponen lain di luar gaji pokok, saya terbuka untuk membahasnya."
Perhatikan bahwa contoh itu tidak menyebut angka pasar tertentu; X dan Y adalah angka yang Anda isi sendiri dari hasil pengumpulan informasi Anda. Yang bisa dicontoh adalah bentuk kalimat dan alasannya, bukan angkanya.
Kalau pewawancara menyebut angkanya lebih dulu dan angka itu masih di dalam rentang Anda, Anda bisa menerima sambil menanyakan komponen lain, misalnya tunjangan atau jadwal peninjauan gaji. Kalau angkanya di bawah batas bawah Anda, sampaikan dengan tenang bahwa angkanya belum sesuai harapan Anda, lalu sebutkan rentang Anda. Kalau tidak ada titik temu, itu bukan kegagalan; anggarannya memang tidak cocok.
Kalau ditanya riwayat gaji sebelumnya
Sebagian pewawancara menanyakan gaji terakhir sebagai patokan. Anda tidak wajib menyebut angka persisnya. Anda bisa mengalihkan jawaban ke harapan Anda untuk posisi ini: "Gaji terakhir saya mencerminkan posisi dan cakupan yang berbeda dari posisi ini, jadi saya lebih nyaman membahas rentang untuk posisi ini."
Kalau Anda memilih menyebutkan gaji sebelumnya, siapkan penjelasan kenapa angka untuk posisi baru berbeda. Misalnya cakupan pekerjaannya lebih luas, ada tanggung jawab tambahan, atau posisinya berbeda tingkat. Jangan membesar-besarkan angka gaji lama, karena perusahaan bisa meminta bukti di tahap berikutnya.
Kalau Anda fresh graduate dan belum punya gaji sebelumnya, katakan saja belum punya. Lalu langsung sebut rentang yang Anda susun dari lowongan serupa dan kebutuhan Anda.
Menyampaikan dengan tenang
Sebutkan rentang dengan kalimat pendek dan tanpa nada meminta maaf. Kalimat yang terlalu banyak penjelasan melemahkan posisi Anda. Sampaikan angkanya, lalu diam sebentar dan biarkan pewawancara merespons.
Jangan menaikkan atau menurunkan rentang secara mendadak di tengah percakapan hanya karena pewawancara bereaksi. Kalau Anda sudah menyebut rentang, bertahanlah pada rentang itu. Kalau ada informasi baru yang membuat rentangnya perlu disesuaikan, jelaskan alasannya.
Kalau pertanyaannya muncul di awal wawancara, Anda boleh menundanya dengan sopan. Contohnya: "Boleh saya tahu dulu rincian tanggung jawab dan komponen paketnya? Setelah itu saya bisa menyampaikan rentang yang lebih tepat." Cara ini wajar dan sering dipakai.
Kapan saran ini tidak berlaku
Kalau instansi menetapkan gaji berdasarkan pengumuman resmi, besaran itu sudah ditentukan dan tidak bisa ditawar. Jangan memaksakan negosiasi pada ketentuan yang sudah tertulis.
Kalau Anda melamar lewat agen tenaga kerja, tanyakan sejak awal apakah gaji sudah ditetapkan klien atau masih bisa dibahas. Agen biasanya tahu batas anggarannya dan bisa memberi gambaran sebelum Anda menyebut rentang.
Kalau ini wawancara pertama dan Anda benar-benar belum punya gambaran sama sekali, jujurlah bahwa Anda masih mengumpulkan informasi, lalu sebutkan rentang sementara yang bisa Anda pertanggungjawabkan. Jangan menyebut angka kosong yang tidak punya dasar.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah harus menyebut angka saat ditanya? Sebaiknya ya, karena menolak menjawab berulang kali membuat pewawancara ragu. Sampaikan rentang, bukan satu angka, dan sebutkan bahwa Anda terbuka membahas komponen lainnya.
Bagaimana kalau angka saya jauh di atas anggaran? Tanyakan apakah ada komponen lain yang bisa dibahas, atau apakah ada penyesuaian setelah masa percobaan. Kalau tidak ada titik temu, lebih baik Anda tahu sekarang.
Apakah boleh menanyakan gaji sebelum wawancara? Boleh, terutama untuk menanyakan apakah posisinya sudah punya rentang anggaran. Sampaikan lewat kanal yang sopan dan jangan menjadikannya pertanyaan pertama.
Bagaimana kalau gaji yang ditawarkan lebih rendah dari rentang saya, tetapi pekerjaannya menarik? Anda bisa menimbang komponen lain, seperti jarak, jadwal, kesempatan belajar, atau waktu peninjauan gaji. Kalau semuanya tidak menutup selisihnya, wajar untuk menolak dengan sopan.
Apakah rentang yang disebut di awal bisa berubah setelah tahu rincian pekerjaannya? Bisa, asal Anda menjelaskan alasannya. Sebutkan informasi baru yang membuat rentangnya perlu disesuaikan, misalnya cakupan kerja yang lebih luas dari perkiraan Anda.
Menyiapkan sebelum wawancara
Kumpulkan informasi dari beberapa sumber, susun tiga angka Anda, lalu latih satu kalimat penyampaiannya. Sebutkan angka dengan tenang, tanpa membaca catatan. Kalau Anda belum punya CV yang rapi, susun dulu di Pembuat CV, karena CV yang jelas memudahkan pembahasan pengalaman yang mendasari rentang Anda. Daftar pertanyaan lain ada di pertanyaan wawancara kerja, cara menyiapkan seluruh bahannya ada di cara mempersiapkan wawancara kerja, dan peta kelompok ini ada di Wawancara Kerja.