Mempersiapkan wawancara kerja berarti menyiapkan tiga bahan: cerita tentang pengalaman Anda, pengetahuan tentang posisi dan perusahaan, dan pertanyaan yang ingin Anda ajukan. Ketiganya dikerjakan dua sampai tiga hari sebelum hari-H, bukan pada malam sebelumnya. Yang perlu diingat bukan kalimatnya, melainkan isi ceritanya, supaya jawaban tetap terdengar wajar ketika pertanyaannya berubah susunannya.
Persiapan yang cukup mengubah wawancara dari ujian menjadi percakapan. Kalau bahan sudah ada, Anda tidak perlu menebak apa yang akan ditanya; Anda tinggal memilih cerita yang paling dekat dengan pertanyaannya. Sebaliknya, jawaban hafalan mudah terlihat karena kalimatnya umum dan tidak menyebut hal yang hanya Anda tahu.
Panduan ini membahas persiapan untuk wawancara umum satu lawan satu, baik tatap muka maupun daring. Kalau perusahaannya memakai format khusus, seperti wawancara panel, presentasi kasus, atau simulasi kerja, ikuti instruksi dari perusahaan dan pakai bagian yang relevan saja.
Tiga bahan yang perlu disiapkan
Bahan pertama adalah cerita. Siapkan tiga sampai lima pengalaman yang bisa diceritakan dalam satu menit, masing-masing berisi situasi, tindakan, dan hasil. Cerita boleh datang dari pekerjaan, organisasi, proyek kuliah, atau kegiatan relawan. Yang penting bukan besar kecilnya, melainkan peran Anda di dalamnya.
Bahan kedua adalah pengetahuan tentang posisi dan perusahaannya. Baca ulang iklan lowongannya, catat tanggung jawab dan syaratnya, lalu cari tahu apa yang perusahaan itu kerjakan. Tujuannya bukan menghafal profil perusahaan, melainkan menyambungkan pengalaman Anda dengan kebutuhan posisinya.
Bahan ketiga adalah pertanyaan untuk pewawancara. Siapkan dua atau tiga pertanyaan tentang pekerjaannya, timnya, atau cara kerja di sana. Wawancara yang selesai tanpa pertanyaan dari Anda terbaca sebagai kurang minat. Hindari pertanyaan yang jawabannya jelas ada di situs perusahaan.
Menyusun cerita dengan pola situasi, tindakan, hasil
Pola situasi, tindakan, hasil membuat cerita Anda punya arah. Mulai dari keadaannya, sebutkan apa yang Anda lakukan, lalu tutup dengan hasilnya. Cerita yang tidak punya hasil terasa menggantung; cerita yang tidak menyebut tindakan Anda sulit dinilai karena pewawancara tidak tahu bagian mana yang Anda kerjakan.
Contoh singkat. Situasinya, laporan bulanan tim selalu terlambat karena datanya dikumpulkan lewat pesan pribadi. Tindakan Anda, mengusulkan satu berkas bersama dengan format yang sama, lalu mengingatkan pengisiannya dua hari sebelum tenggat. Hasilnya, laporan bulan berikutnya selesai tanpa lembur, dan format itu dipakai terus.
Perhatikan bahwa contoh di atas tidak menyebut angka besar. Hasil yang jujur dan bisa Anda jelaskan lebih kuat daripada hasil yang terdengar hebat tetapi tidak bisa Anda uraikan ketika ditanya lanjut. Kalau hasilnya memang berupa angka, siapkan penjelasan dari mana angka itu datang dan bagaimana Anda mengukurnya.
Meneliti posisi dan perusahaan
Sumber pertama adalah iklan lowongannya sendiri. Di situ tertulis tanggung jawab, syarat, dan kadang cara kerja timnya. Baca bagian itu pelan-pelan, lalu tandai dua atau tiga hal yang paling sering muncul, misalnya kemampuan menyusun laporan atau berkomunikasi dengan banyak pihak.
Sumber kedua adalah kanal resmi perusahaan: situs, akun media sosial, atau pengumuman terbaru. Cukup cari tahu apa yang mereka kerjakan, siapa pelanggannya, dan hal baru yang sedang mereka bangun. Kalau ada kabar terbaru yang berkaitan dengan posisi yang Anda lamar, itu bisa dipakai untuk menunjukkan bahwa Anda mengikuti perkembangan.
Riset juga berguna untuk menilai apakah perusahaan itu cocok. Wawancara adalah percakapan dua arah, dan Anda berhak tahu kondisi tempat yang mungkin menjadi tempat kerja Anda. Kalau ada hal yang mengganjal, siapkan pertanyaan yang sopan untuk menanyakannya di akhir.
Menyiapkan berkas dan logistik
Bawa salinan CV Anda, baik cetak maupun digital. Salinan itu dipakai kalau pewawancara menanyakan hal yang tidak ada di berkasnya, dan untuk memastikan CV yang Anda kirim memang versi terbaru. Kalau CV Anda masih perlu diperbaiki, susun lebih dulu di Pembuat CV jalur ATS supaya formatnya rapi dan bagian yang kosong tidak ikut tercetak.
Periksa jalur dan waktu perjalanan kalau wawancaranya tatap muka. Datang sekitar sepuluh sampai lima belas menit lebih awal, karena datang terlalu awal juga merepotkan penerima. Pakaian mengikuti norma perusahaan; kalau Anda belum tahu normanya, berpakaian lebih rapi sedikit daripada perkiraan Anda.
Untuk wawancara daring, periksa kamera, mikrofon, koneksi, dan pencahayaan sehari sebelumnya. Pilih tempat yang tenang dengan latar yang rapi, dan posisikan kamera sejajar mata. Masuk ke ruang virtualnya dua atau tiga menit lebih awal, lalu matikan ponsel atau aktifkan mode senyap.
Latihan yang membantu dan yang tidak
Latihan yang membantu adalah membacakan cerita Anda dengan suara keras satu kali. Dengan begitu Anda tahu bagian mana yang terasa janggal dan kalimat mana yang terlalu panjang. Rekam sekali kalau perlu, lalu dengarkan; kebanyakan orang berbicara lebih cepat daripada yang mereka kira.
Latihan yang tidak membantu adalah menghafal naskah sampai kata per kata. Naskah membuat jawaban kaku, dan begitu pertanyaannya berbeda sedikit, Anda kehilangan kalimat berikutnya. Latih urutan ceritanya, bukan susunan katanya.
Latihan juga bisa dilakukan dengan orang lain. Minta dia mengajukan pertanyaan lanjutan, misalnya "lalu apa yang Anda lakukan" atau "apa hasilnya". Pertanyaan lanjutan inilah yang biasanya menentukan penilaian, bukan jawaban pembukanya.
Urutan mengerjakan persiapan
Hari pertama, kumpulkan ceritanya. Tulis lima pengalaman yang paling relevan, masing-masing dalam tiga kalimat: situasi, tindakan, hasil. Jangan mengedit kalimatnya dulu; yang penting isinya lengkap.
Hari kedua, lakukan riset dan susun pertanyaan. Baca iklan lowongan dan kanal resmi perusahaan, catat tiga hal yang Anda pahami, lalu tulis dua atau tiga pertanyaan untuk pewawancara. Hari kedua juga waktu yang tepat untuk menyiapkan berkas dan memeriksa logistik.
Hari ketiga, berlatih. Bacakan cerita Anda dengan suara keras, ukur durasinya, dan potong bagian yang tidak perlu. Setelah itu, simpan catatannya dan berhenti berlatih; menambah latihan pada malam sebelum wawancara biasanya hanya menambah gugup.
Kapan saran ini tidak berlaku
Kalau perusahaan menyelenggarakan wawancara dengan format khusus, ikuti formatnya. Wawancara panel, wawancara kelompok, dan presentasi kasus punya aturan masing-masing, dan saran umum tentang wawancara satu lawan satu tidak selalu cocok.
Kalau lowongannya mensyaratkan tes tertentu, siapkan tes itu secara khusus. Tes teknis, tes bahasa, dan tes keterampilan punya bahan latihan sendiri, dan kemampuan berbicara tidak menggantikannya.
Kalau instansi atau perusahaan menyediakan pengumuman resmi berisi tahapan seleksi, pengumuman itulah yang mengikat. Jangan berpatokan pada kebiasaan umum kalau ketentuannya sudah ditulis.
Pertanyaan yang sering muncul
Berapa lama waktu persiapan yang cukup? Sekitar dua sampai tiga hari sebelum wawancara, dengan total beberapa jam saja. Yang menentukan bukan lamanya, melainkan apakah tiga bahan sudah siap dan pernah dibacakan sekali dengan suara keras.
Apakah boleh membawa catatan kecil? Untuk wawancara daring, catatan kecil di samping layar boleh saja, asal tidak dibaca. Untuk wawancara tatap muka, salinan CV sudah cukup. Membaca catatan di depan pewawancara membuat jawaban terdengar seperti laporan.
Bagaimana kalau saya lupa detail tentang perusahaan? Akui saja dengan tenang dan alihkan ke hal yang Anda pahami, misalnya tanggung jawab posisinya. Mengarang jawaban lebih berisiko daripada mengakui bahwa Anda belum sempat membaca bagian itu.
Apakah perlu menghubungi karyawan yang bekerja di sana? Boleh, kalau ada kenalan dan pertanyaannya wajar. Jangan meminta informasi rahasia atau hal yang bersifat pribadi. Informasi dari kenalan berguna untuk menyesuaikan jawaban, bukan untuk dihafal.
Apakah persiapan yang sama bisa dipakai untuk beberapa wawancara? Sebagian besar bisa, terutama cerita pengalamannya. Yang berubah adalah bagian riset dan pertanyaan untuk pewawancara, karena keduanya bergantung pada posisi dan perusahaan yang berbeda.
Mulai dari persiapan
Mulai dari bahan yang paling sering dipakai: pastikan CV Anda sudah rapi dan cocok dengan posisi yang dilamar lewat Pembuat CV, lalu susun ceritanya. Gambaran pertanyaan yang perlu disiapkan ada di pertanyaan wawancara kerja, dan panduan menjawab pertanyaan pembukanya ada di cara menjawab perkenalkan diri. Peta lengkap kelompok ini ada di Wawancara Kerja, dan panduan CV serta karier lainnya ada di Panduan CV dan Karier.