Memilih pekerjaan pertama berarti memilih tempat Anda belajar bekerja, bukan sekadar tempat menerima gaji. Saat ada beberapa tawaran, urutan penilaian yang membantu adalah isi pekerjaan, orang yang akan menjadi atasan Anda, dan jalur belajar yang tersedia. Gaji tetap penting, tetapi pada pekerjaan pertama ia bukan satu-satunya angka yang menentukan perjalanan Anda beberapa tahun ke depan.
Pekerjaan pertama punya bobot berbeda dari pekerjaan berikutnya. Di sinilah Anda membentuk kebiasaan kerja, belajar cara berkomunikasi dengan tim, dan mengumpulkan contoh kerja yang akan Anda ceritakan di lamaran selanjutnya. Karena itu, pilihan pertama sering menentukan seberapa cepat Anda berkembang, meskipun ia tidak menentukan seluruh karier Anda.
Artikel ini membahas cara memilih ketika Anda sudah memegang lebih dari satu tawaran, atau ketika harus memutuskan antara tawaran yang ada dan menunggu peluang lain. Kalau Anda masih di tahap mencari dan melamar, mulailah dari cara mendapatkan pekerjaan pertama. Saran di bawah tidak berlaku kalau Anda menerima tawaran karena kebutuhan mendesak; dalam keadaan itu, menerima yang paling cepat memberi penghasilan adalah keputusan yang masuk akal.
Bandingkan isi pekerjaan, bukan jabatannya
Nama jabatan sering terdengar bagus tanpa menjelaskan apa yang Anda kerjakan. Yang perlu Anda ketahui adalah tugas harian, keluaran yang diharapkan, dan cara keberhasilan diukur. Tanyakan ketiganya saat wawancara atau saat menerima tawaran. Jawaban yang kabur adalah tanda bahwa perannya belum jelas, dan peran yang tidak jelas biasanya membuat pekerja baru kebingungan.
Perhatikan juga bagian pekerjaan yang tidak menyenangkan. Setiap pekerjaan punya bagian seperti itu: laporan bulanan, panggilan pelanggan, atau pekerjaan administrasi. Kalau Anda bisa menerima bagian itu, pekerjaannya lebih mungkin bertahan lama. Kalau bagian itu terasa berat sejak awal, pertimbangkan apakah Anda bersedia menjalaninya setiap hari.
Nilai seberapa banyak Anda akan belajar hal baru dalam satu tahun pertama. Pekerjaan yang menantang tetapi didampingi memberi pertumbuhan lebih besar daripada pekerjaan yang mudah tetapi berulang. Namun pekerjaan yang menantang tanpa pendampingan bisa membuat Anda tenggelam. Keseimbangannya berbeda untuk setiap orang, jadi pilih yang sesuai dengan kesiapan Anda.
Nilai atasan dan tim
Atasan langsung adalah orang yang paling menentukan pengalaman kerja Anda di tahun pertama. Ia yang memberi tugas, menilai hasil, dan menentukan apakah Anda mendapat kesempatan belajar. Karena itu, perhatikan cara ia berbicara saat wawancara: apakah ia menjelaskan pekerjaan dengan jelas, apakah ia menjawab pertanyaan Anda dengan sungguh-sungguh, dan apakah ia menyebut hal yang akan Anda pelajari.
Kalau memungkinkan, tanyakan komposisi tim dan siapa yang akan mendampingi Anda di awal. Tim yang berisi orang dengan pengalaman beragam memberi tempat bertanya. Tim yang hanya berisi satu orang senior yang sibuk bisa berarti Anda akan belajar sendiri. Tidak ada jawaban yang selalu benar, tetapi informasinya membantu Anda menimbang.
Perhatikan juga cara perusahaan memperlakukan pelamar. Proses seleksi yang kacau, janji yang berubah, atau komunikasi yang lambat tanpa penjelasan adalah petunjuk tentang cara perusahaan bekerja. Sebagian perusahaan memperbaiki diri setelah Anda masuk, tetapi polanya biasanya terlihat sejak awal.
Pertimbangkan gaji sebagai satu bagian
Gaji adalah bagian penting, tetapi bandingkan dengan benar. Gaji yang lebih tinggi dengan biaya perjalanan yang besar, jam kerja yang lebih panjang, atau tunjangan yang lebih sedikit belum tentu lebih menguntungkan. Hitung perkiraan pengeluaran bulanan untuk setiap tawaran: transportasi, makan, dan tempat tinggal kalau harus pindah. Selisih yang terlihat besar bisa menyusut setelah biaya dihitung.
Tanyakan komponen gaji secara utuh: gaji pokok, tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap, dan potongan yang berlaku. Istilah gaji bruto dan netto penting dipahami karena keduanya berbeda. Perbedaan keduanya dijelaskan di perbedaan gaji bruto dan netto, dan cara menilai kewajaran angkanya ada di berapa gaji pertama yang wajar. Jangan membandingkan angka bruto satu tawaran dengan angka netto tawaran lain.
Kalau tawaran yang Anda inginkan memberi gaji lebih rendah, Anda boleh menegosiasikannya. Panduannya ada di cara negosiasi gaji pertama. Namun siapkan batas bawah Anda sebelum berbicara, dan siap menolak kalau tawarannya di bawah batas itu. Negosiasi yang dilakukan tanpa batas bawah mudah berakhir dengan menerima apa pun.
Periksa kontrak sebelum memutuskan
Sebelum menandatangani, baca kontrak kerja dengan teliti. Perhatikan masa kerja, cara pemutusan, kewajiban pemberitahuan, jam kerja, dan ketentuan lain yang mengikat. Kontrak adalah dokumen yang paling sering diabaikan pelamar pertama, padahal isinya menentukan hak dan kewajiban Anda. Cara membacanya dibahas di cara membaca kontrak kerja.
Perhatikan juga status pekerjaannya: tetap, kontrak berdurasi tertentu, atau percobaan. Setiap status punya konsekuensi berbeda. Perbedaannya dijelaskan di perbedaan karyawan kontrak dan tetap. Kalau ada hal yang tidak Anda pahami, tanyakan sebelum menandatangani, bukan setelah bekerja.
Cara memutuskan ketika tawarannya seimbang
Kalau dua tawaran terasa sama kuat, susun daftar sederhana. Tulis kriteria yang Anda anggap penting, lalu beri nilai setiap tawaran pada kriteria itu. Kriteria yang sering membantu: kesempatan belajar, kualitas atasan, jarak dan biaya, gaji dan tunjangan, serta prospek jangka menengah. Cara ini bukan untuk mencari angka yang paling tinggi, melainkan untuk melihat kriteria mana yang paling menentukan bagi Anda.
Kalau setelah daftar itu masih bimbang, pilih yang memberi kesempatan belajar lebih besar, asalkan gajinya masih bisa Anda hidupi. Alasannya: keahlian yang Anda kumpulkan di pekerjaan pertama akan menentukan tawaran yang datang berikutnya. Selisih gaji kecil sekarang bisa tertutup dalam beberapa tahun, sedangkan kebiasaan kerja yang buruk atau keterampilan yang tidak berkembang lebih sulit diperbaiki.
Kalau Anda menolak tawaran, lakukan dengan sopan dan cepat. Sampaikan terima kasih, sebutkan bahwa Anda menerima tawaran lain, dan jaga hubungan baik. Dunia kerja lebih kecil dari yang terlihat, dan orang yang Anda temui sekarang bisa menjadi kolega atau atasan Anda nanti.
Kapan saran ini tidak berlaku
Kalau Anda membutuhkan penghasilan segera, ambil tawaran yang paling cepat memberi kepastian, lalu lanjutkan mencari. Saran memilih dengan tenang hanya berlaku kalau Anda punya waktu dan pilihan. Ketika kebutuhan mendesak, bertahan hidup lebih dulu, lalu perbaiki arah pada pekerjaan berikutnya.
Kalau Anda sudah menerima tawaran tetapi ragu setelahnya, jangan buru-buru membatalkan. Periksa dulu alasan keraguan Anda: apakah informasi yang kurang, atau memang ada hal yang tidak sesuai. Kalau ternyata informasi yang kurang, tanyakan. Kalau memang tidak sesuai, mundur dengan sopan lebih baik daripada bekerja dengan hati yang tidak tenang.
Kalau tawaran datang dari perusahaan yang meminta biaya di muka, berhati-hatilah. Perusahaan yang sah tidak meminta pelamar membayar untuk mendapatkan pekerjaan. Periksa reputasi perusahaan lewat kanal resmi sebelum mengambil keputusan.
Pertanyaan yang sering muncul
Antara gaji besar dan tempat belajar, mana yang dipilih? Untuk pekerjaan pertama, tempat belajar biasanya lebih menentukan. Namun kalau selisih gajinya sangat besar dan kondisi belajar di tawaran kedua wajar, keputusannya bisa berbeda. Sesuaikan dengan kebutuhan Anda.
Apakah boleh menerima tawaran sambil menunggu tawaran lain? Bisa, asalkan Anda menghormati tenggat yang diberikan dan tidak mengingkari janji. Kalau Anda meminta waktu tambahan, sampaikan alasannya dengan jujur.
Bagaimana kalau tawaran yang saya inginkan tidak kunjung datang? Tetapkan batas waktu untuk diri Anda sendiri. Kalau batas itu lewat, ambil tawaran terbaik yang tersedia, lalu lanjutkan belajar di sana. Menunggu tanpa batas membuat peluang yang sudah ada ikut hilang.
Apakah pekerjaan pertama harus sesuai jurusan? Tidak harus. Banyak orang bekerja di bidang yang tidak sesuai jurusannya dan berkembang dari sana. Yang penting pekerjaan itu memberi pengalaman yang bisa Anda ceritakan nanti.
Apakah saya perlu meminta pendapat orang lain? Boleh, tetapi keputusan tetap milik Anda. Dengarkan pengalaman orang yang sudah bekerja, lalu sesuaikan dengan kondisi Anda sendiri, termasuk kebutuhan keluarga dan kondisi kesehatan.
Menutup keputusan dengan rapi
Setelah memutuskan, urus dua hal: konfirmasi tertulis kepada perusahaan yang Anda pilih, dan pemberitahuan sopan kepada yang Anda tolak. Simpan salinan kontrak dan dokumen penerimaan di tempat yang mudah ditemukan. Kalau ada berkas yang perlu digabung menjadi satu PDF, Gabung PDF bisa dipakai untuk menyatukannya.
Peta lengkap topik karier ada di Karier Jangka Panjang. Kalau Anda sedang menyiapkan lamaran untuk tawaran berikutnya, mulai dari CV ATS dan Lamaran Kerja, lalu susun CV-nya di Pembuat CV.