Profil LinkedIn yang menarik bagi HRD bukan profil yang paling ramai, melainkan yang paling mudah dipahami. Perekrut membuka profil dengan satu pertanyaan: orang ini cocok untuk posisi apa? Kalau jawabannya tidak terlihat dari beberapa baris pertama, sisa profil tidak akan dibaca. Karena itu, pekerjaan utamanya adalah membuat profil jelas, lengkap, dan konsisten, bukan membuatnya terlihat sibuk.

LinkedIn adalah aplikasi lain di luar layanan ngeditpdf.com, dan tampilannya bisa berubah dari waktu ke waktu. Prinsip di artikel ini tidak bergantung pada tombol tertentu: tulis dengan kata yang dipakai industri Anda, isi bagian yang benar-benar penting, dan jangan mengarang apa pun.

Apa yang sebenarnya dinilai HRD

Perekrut memakai LinkedIn seperti mesin pencari. Mereka mengetik kata kunci posisi, lalu menyaring hasilnya. Dari daftar hasil, yang terlihat hanya foto, judul profil, jabatan saat ini, dan lokasi. Empat hal itu yang menentukan apakah profil Anda dibuka atau dilewati.

Setelah profil dibuka, yang dinilai bertambah: apakah pengalaman kerja menjelaskan peran dengan cukup rinci, apakah keahlian yang diminta lowongan tercantum, dan apakah ada bukti hasil. Perekrut juga memeriksa konsistensi antara profil dan CV, karena keduanya dibaca berurutan. Ketidakcocokan kecil, misalnya tanggal yang berbeda, bisa menimbulkan pertanyaan yang tidak perlu.

Bagian yang sering diabaikan adalah kejelasan kontak. Kalau perekrut harus menebak alamat surel Anda atau menunggu balasan pesan, ia bisa beralih ke kandidat lain. Pastikan cara menghubungi Anda terlihat di bagian yang semestinya.

Empat bagian yang paling menentukan

Bagian pertama adalah foto dan latar profil. Foto yang jelas, menghadap kamera, dengan latar sederhana sudah cukup. Anda tidak perlu foto studio. Yang penting wajahnya terlihat, bukan logo atau gambar pemandangan.

Bagian kedua adalah judul profil atau headline. Ini baris yang paling sering dibaca orang. Judul yang baik menyebut posisi atau keahlian utama, bukan hanya nama perusahaan. Judul yang hanya berbunyi "Mahasiswa" atau "Mencari Kerja" tidak memberi perekrut alasan untuk membuka profil.

Bagian ketiga adalah bagian Tentang. Di sini Anda menjelaskan dengan kalimat sendiri apa yang Anda kerjakan, keahlian yang Anda bawa, dan arah karier yang Anda tuju. Bagian ini melengkapi judul, bukan mengulanginya.

Bagian keempat adalah pengalaman kerja. Setiap entri sebaiknya menjawab di mana, kapan, sebagai apa, dan apa yang berubah karena pekerjaan Anda. Uraian yang hanya menyalin deskripsi tugas tidak menambah apa pun.

Menulis dengan kata yang dipakai industri

Kata kunci adalah bahan bakar pencarian. Kalau lowongan menulis "administrasi", "rekonsiliasi", atau "layanan pelanggan", kata-kata itu sebaiknya muncul di profil Anda dengan wajar. Cara paling mudah menemukannya adalah membaca beberapa deskripsi lowongan untuk posisi yang Anda tuju, lalu mencatat istilah yang berulang.

Jangan menumpuk kata kunci di akhir bagian. Profil yang penuh daftar kata terlihat seperti jaring, bukan orang. Sebut istilahnya sekali di tempat yang memang membahas hal itu, misalnya di uraian pengalaman atau di daftar keahlian.

Perhatikan juga variasi ejaan. Sebagian perusahaan menulis "HRD", sebagian "Human Resources", sebagian "People Operations". Kalau Anda mengenal beberapa sebutan untuk pekerjaan yang sama, pakai yang paling sering muncul di lowongan, dan sebutkan variasi lain kalau memang perlu.

Bukti hasil, bukan klaim

Kalimat seperti "profesional dan pekerja keras" tidak bisa diperiksa, dan karena itu tidak menolong. Yang menolong adalah keterangan yang konkret: apa yang Anda kerjakan, untuk siapa, dan hasil apa yang terlihat. Angka boleh dipakai kalau Anda benar-benar bisa mempertanggungjawabkannya, misalnya jumlah berkas yang Anda tangani atau jumlah pelanggan yang Anda layani.

Kalau angka tidak tersedia, tulis hasilnya dalam bentuk lain. Perubahan proses, tugas yang Anda ambil alih, atau masalah yang selesai tetap bisa diceritakan tanpa angka. Yang penting, jangan mengarang. Perekrut yang berpengalaman bisa menanyakan detail di wawancara, dan klaim yang tidak bisa dijelaskan merusak seluruh profil.

Konsistensi dengan CV dan dokumen lain

Profil LinkedIn dan CV sering dibaca berurutan, jadi keduanya harus bercerita hal yang sama. Nama perusahaan, jabatan, dan tanggal harus cocok. Perbedaan penekanan tidak masalah: CV bisa lebih rinci untuk posisi tertentu, sedangkan profil menampilkan gambaran umum. Yang berbahaya adalah perbedaan fakta.

Cara menyelaraskan keduanya dibahas di cara membuat CV yang konsisten dengan LinkedIn. Untuk lamaran, siapkan CV dengan Pembuat CV dan ekspor sebagai PDF, karena berkas lamaran sebaiknya dikirim dalam bentuk PDF, bukan foto.

Kebersihan profil dan data pribadi

Cantumkan hanya kontak yang memang untuk urusan profesional. Alamat rumah, nomor identitas, dan data keluarga tidak perlu ada di profil publik. Kalau Anda sedang bekerja dan tidak ingin atasan tahu, atur visibilitas sebelum mengubah apa pun, bukan sesudah, karena perubahan bisa muncul di notifikasi.

Periksa juga tautan yang Anda pasang. Portofolio, akun profesional, atau berkas yang bisa diunduh sebaiknya diarahkan ke satu tempat yang rapi. Kalau berkasnya berupa beberapa dokumen, gabungkan dulu dengan Gabung PDF supaya perekrut tidak perlu membuka banyak tautan.

Merawat profil tanpa menguras waktu

Sisihkan waktu beberapa menit setiap beberapa bulan untuk tiga hal: memperbarui pengalaman kalau ada perubahan, memastikan keahlian masih relevan, dan memeriksa apakah informasi kontaknya masih benar. Profil yang dibiarkan kosong selama setahun tidak muncul di pencarian sebaik profil yang dirawat.

Kalau Anda sedang giat melamar, periksa profil sebelum mengirim lamaran. Pastikan judul, ringkasan, dan pengalaman sudah cocok dengan posisi yang dituju, karena perekrut biasanya membuka profil setelah membaca lamaran.

Kesalahan yang membuat profil dilewati

Kesalahan pertama adalah profil yang isinya kosong. Foto tidak ada, judul hanya menyebut status, dan pengalaman tidak diisi. Untuk perekrut, profil seperti itu tidak memberi informasi apa pun.

Kesalahan kedua adalah menulis pengalaman sebagai daftar tugas. Uraian tugas menjelaskan posisinya, bukan kontribusi Anda.

Kesalahan ketiga adalah kata kunci yang tidak cocok. Profil boleh saja bagus, tetapi kalau tidak memuat istilah yang dipakai lowongan, ia tidak akan muncul di pencarian.

Kesalahan keempat adalah membiarkan perbedaan antara profil dan CV. Dua dokumen yang saling bertentangan membuat perekrut ragu.

Kesalahan kelima adalah menganggap LinkedIn satu-satunya jalur. Untuk posisi tertentu, jalur lain lebih cepat, dan itu dibahas di cara mencari kerja di LinkedIn.

Kapan saran ini tidak berlaku

Kalau posisi yang Anda tuju direkrut lewat walk-in interview, rekomendasi langsung, atau jalur resmi instansi, profil LinkedIn tidak banyak berpengaruh. Ikuti alur yang diminta perusahaan.

Kalau bidang Anda menilai karya lebih dulu, misalnya desain, fotografi, atau penulisan, portofolio yang rapi lebih menentukan daripada kelengkapan profil. LinkedIn tetap berguna sebagai tempat memperkenalkan diri, tetapi bukan penentu utama.

Kalau Anda memang tidak ingin ditemukan perekrut, jangan paksakan. Profil yang terbuka bukan kewajiban untuk semua orang, dan ada pekerjaan yang justru menghargai kerahasiaan.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah profil LinkedIn harus punya foto? Sebaiknya ya, karena profil dengan foto lebih mudah diingat. Foto yang jelas dan rapi sudah cukup; tidak perlu foto formal berlatarbelakang putih.

Apakah HRD melihat aktivitas saya? Sebagian melihat, sebagian tidak. Yang lebih penting adalah isi profil. Aktivitas yang wajar, misalnya menulis satu dua kalimat tentang pekerjaan, bisa membantu, tetapi tidak wajib.

Seberapa sering profil perlu diperbarui? Setiap kali ada perubahan pekerjaan, keahlian baru, atau hasil baru. Di luar itu, memeriksanya beberapa bulan sekali sudah cukup.

Bolehkah menulis posisi yang saya inginkan di judul profil? Boleh, selama jujur. Tulis keahlian atau arah yang memang Anda tekuni, bukan jabatan yang belum Anda miliki.

Mulai dari bagian yang paling menentukan

Urutan yang paling masuk akal: rapikan foto dan judul lebih dulu, lanjutkan ke bagian Tentang, lalu pengalaman kerja. Setelah itu, selaraskan dengan CV dan pastikan berkas lamaran Anda dikirim sebagai PDF. Untuk memahami peta lengkapnya, buka Karier Jangka Panjang dan Panduan CV dan Karier. Kalau CV Anda belum disusun, mulai dari Pembuat CV dan pilih jalur ATS untuk lamaran yang diproses sistem.