Cara mendapatkan pekerjaan pertama adalah dengan melamar ke posisi yang memang terbuka untuk pemula, memakai CV yang berisi kegiatan nyata alih-alih pengalaman kerja yang belum ada, lalu melamar secara terarah dan menyiapkan wawancara. Yang membuat lamaran gagal biasanya bukan kurangnya pengalaman, melainkan CV yang tidak menunjukkan apa pun dan lamaran yang dikirim ke posisi yang salah.
Artikel ini untuk Anda yang belum pernah bekerja atau baru lulus. Pengalaman bisa digantikan oleh bukti lain: tugas kuliah, kegiatan organisasi, proyek pribadi, kerja lepas, atau kegiatan sukarela. Yang tidak bisa digantikan adalah kejelasan: perekrut harus bisa memahami dalam beberapa detik siapa Anda dan posisi apa yang Anda cari.
Bedanya dengan mencari magang terletak pada tujuan dan tanggung jawabnya. Magang berorientasi belajar dengan durasi terbatas; pekerjaan pertama adalah posisi dengan tanggung jawab dan upah penuh. Lamaran untuk pekerjaan pertama perlu menunjukkan kesiapan bekerja, bukan hanya keinginan belajar.
Memilih posisi yang terbuka untuk pemula
Tidak semua lowongan menuntut pengalaman. Lowongan yang menyebut "fresh graduate", "tanpa pengalaman", atau "diutamakan bersedia belajar" adalah tempat yang paling masuk akal untuk memulai. Baca deskripsinya sampai habis, karena kadang syarat pengalaman tertulis di bagian bawah.
Posisi yang banyak dibuka untuk pemula biasanya ada di fungsi yang bisa dipelajari sambil bekerja, misalnya administrasi, layanan pelanggan, penjualan, atau dukungan operasional. Posisi yang menuntut keahlian teknis mendalam biasanya lebih ketat, meskipun ada juga yang menerima pemula dengan portofolio.
Perhatikan juga ukuran perusahaan. Perusahaan kecil sering lebih fleksibel soal pengalaman dan memberi tanggung jawab lebih luas sejak awal. Perusahaan besar biasanya punya program khusus lulusan baru dengan jadwal pendaftaran tertentu.
Menyusun CV yang mengisi kekosongan pengalaman
CV tanpa pengalaman kerja tetap bisa kuat kalau disusun dengan benar. Urutan bagiannya disesuaikan: pendidikan dan kegiatan diletakkan lebih awal, karena itu bagian yang paling meyakinkan saat ini.
Ringkasan di bagian atas berisi dua sampai tiga kalimat. Sebutkan latar belakang pendidikan, satu atau dua keterampilan yang relevan, dan posisi yang dituju. Hindari kalimat umum seperti "saya orang yang rajin dan cepat belajar" tanpa bukti.
Bagian pendidikan memuat program studi, perguruan tinggi, dan perkiraan tanggal kelulusan. Cantumkan mata kuliah atau tugas akhir yang berhubungan dengan posisi yang dilamar kalau ada.
Bagian pengalaman diisi dengan hal yang benar-benar dikerjakan. Kegiatan organisasi, kepanitiaan, kerja lepas, membantu usaha keluarga, atau proyek pribadi semuanya bisa masuk. Tulis dengan kata kerja dan hasil, bukan daftar jabatan.
Bagian keterampilan memuat kemampuan yang relevan dan jujur tingkatnya. Sebutkan perangkat lunak yang Anda kuasai kalau lowongan menyebutkannya.
Gunakan format satu kolom dengan teks asli supaya terbaca mesin penyaring. Prinsipnya ada di CV ATS, dan Anda bisa menyusunnya lewat Pembuat CV. Pemeriksa otomatis di sana menandai bagian yang belum lengkap.
Mengubah kegiatan menjadi pengalaman yang bernilai
Kegiatan yang tampak biasa bisa ditulis sebagai pengalaman kerja kalau Anda menjelaskan tindakannya. Kuncinya adalah kata kerja dan hasil.
Mengurus keuangan kegiatan bisa ditulis sebagai pencatatan dan pelaporan anggaran, lengkap dengan jumlah dana yang dikelola kalau angkanya Anda ketahui. Mengatur acara bisa ditulis sebagai koordinasi jadwal, peserta, dan kebutuhan acara. Menjual barang secara online bisa ditulis sebagai pengelolaan pesanan, komunikasi pembeli, dan pencatatan stok.
Yang tidak boleh dilakukan adalah mengarang angka atau memperbesar peran. Tulis apa adanya, karena wawancara akan menguji cerita itu.
Kalau kegiatan Anda sangat sedikit, kerjakan satu proyek kecil sebelum melamar. Proyek itu memberi bahan untuk CV sekaligus menunjukkan inisiatif. Pilih proyek yang berkaitan dengan posisi yang dituju.
Melamar secara terarah
Kirim lamaran ke posisi yang benar-benar cocok dengan latar belakang Anda, bukan ke semua lowongan yang terlihat. Setiap lamaran sebaiknya disesuaikan: kata kunci di CV, surat lamaran, dan berkas yang dilampirkan.
Untuk setiap lamaran, baca ulang deskripsi lowongannya dan tandai kata kunci yang paling sering muncul. Pastikan kata kunci itu ada di CV Anda secara wajar, bukan ditumpuk di akhir.
Surat lamaran ditulis singkat dan spesifik. Sebut posisi yang dilamar, mengapa Anda cocok, dan satu hal yang membuat Anda tertarik pada perusahaan itu. Hindari surat yang bisa dipakai untuk perusahaan mana pun tanpa perubahan.
Catat setiap lamaran yang dikirim: nama perusahaan, posisi, tanggal, dan berkas yang dilampirkan. Catatan ini berguna saat ada panggilan atau saat Anda perlu menindaklanjuti.
Menghadapi wawancara pertama
Wawancara pertama biasanya membahas tiga hal: diri Anda, alasan melamar, dan kesiapan bekerja. Siapkan jawaban singkat untuk masing-masing, lalu latih dengan suara keras.
Pertanyaan tentang diri Anda dijawab dengan pola yang jelas: latar belakang, keterampilan yang relevan, dan posisi yang dituju. Cukup satu sampai dua menit.
Pertanyaan tentang kelebihan dan kekurangan dijawab dengan jujur. Untuk kekurangan, pilih hal yang benar-benar Anda sadari dan sebutkan cara Anda mengatasinya. Untuk kelebihan, sertakan contoh nyata, bukan kata sifat.
Pertanyaan tentang ekspektasi gaji sering muncul di wawancara pertama. Untuk pelamar tanpa pengalaman, sebaiknya Anda sudah memiliki gambaran kisaran untuk posisi itu, lalu menyampaikan angka dengan tenang. Kalau belum tahu, katakan bahwa Anda terbuka berdiskusi.
Siapkan juga pertanyaan untuk pewawancara. Tanyakan tentang pekerjaan sehari-hari, tim, dan hal yang diharapkan dari posisi itu. Pertanyaan seperti ini menunjukkan Anda membayangkan diri bekerja di sana.
Berkas dan tata cara pengiriman
Kirim berkas dalam bentuk PDF, bukan foto. PDF menjaga tata letak tetap sama dan lebih mudah dibaca. Kalau ada beberapa berkas, gabungkan menjadi satu supaya tidak terpisah, misalnya dengan Gabung PDF.
Periksa nama berkas sebelum mengirim. Gunakan nama yang jelas, misalnya "CV Nama Posisi.pdf", bukan nama bawaan yang berisi angka acak.
Perhatikan juga cara pengirimannya. Kalau lewat surel, tulis subjek yang jelas dan badan surel yang singkat. Kalau lewat aplikasi lowongan, ikuti kolom yang disediakan dan jangan mengirim berkas lewat jalur pribadi kecuali diminta.
Kalau belum juga dipanggil
Kalau sudah mengirim banyak lamaran tanpa panggilan, jangan langsung menyimpulkan bahwa masalahnya adalah pengalaman. Periksa tiga hal: kesesuaian posisi, isi CV, dan cara pengiriman.
Pertama, mungkin posisinya terlalu tinggi. Coba perluas ke posisi yang lebih terbuka untuk pemula, termasuk di perusahaan yang belum Anda pertimbangkan. Kedua, mungkin CV-nya belum menunjukkan hal yang dicari. Bandingkan isi CV dengan deskripsi lowongan, lalu perbaiki bagian yang tidak cocok. Ketiga, mungkin berkasnya sulit dibuka atau tidak lengkap.
Minta masukan dari orang yang sudah bekerja di bidang itu. Pembacaan oleh orang lain sering menemukan masalah yang tidak terlihat saat Anda membaca CV sendiri.
Kapan cara ini perlu disesuaikan
Kalau Anda lulus dari bidang yang membutuhkan izin atau sertifikasi, pastikan syaratnya terpenuhi sebelum melamar. Lamaran tanpa syarat resmi biasanya langsung gugur.
Kalau Anda membutuhkan penghasilan segera, pertimbangkan pekerjaan lepas atau pekerjaan sementara di bidang yang terdekat. Pengalaman itu tetap berhitung, dan penghasilan yang berjalan membuat Anda bisa melamar dengan lebih tenang.
Kalau Anda sudah punya pengalaman lepas yang cukup banyak, susun CV-nya seperti pengalaman kerja biasa. Yang dinilai adalah pekerjaan yang Anda kerjakan dan hasilnya, bukan status tetap atau lepasnya.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah fresh graduate bisa melamar posisi yang meminta pengalaman satu tahun? Bisa dicoba kalau keterampilan Anda cocok, tetapi peluangnya lebih kecil. Sebaiknya fokus pada posisi yang memang terbuka untuk pemula sambil sesekali mencoba posisi yang sedikit di atasnya.
Apakah nilai kuliah memengaruhi? Sebagian perusahaan memeriksanya, sebagian tidak. Kalau nilai Anda baik, cantumkan. Kalau tidak, tonjolkan kegiatan dan proyek yang relevan.
Berapa banyak lamaran yang perlu dikirim? Tidak ada angka pasti, karena tergantung posisi dan kondisi pasar. Yang lebih penting adalah kualitas setiap lamaran: disesuaikan, lengkap, dan dikirim ke posisi yang cocok.
Apakah perlu mencantumkan foto di CV? Tidak wajib. Kalau tidak diminta, tidak perlu. Yang lebih penting adalah memastikan isi CV mudah dibaca dan tidak ada data kontak yang salah.
Bagaimana kalau tidak punya pengalaman organisasi? Gunakan tugas kuliah, proyek pribadi, kerja lepas, atau kegiatan sukarela. Kalau semuanya belum ada, kerjakan satu proyek kecil dulu sebelum melamar.
Mulai dari satu lamaran yang rapi
Pilih satu posisi yang benar-benar cocok, lalu susun CV khusus untuk posisi itu di Pembuat CV dengan format CV ATS. Setelah lamaran pertama terkirim, pelajari polanya dan lanjutkan ke posisi berikutnya. Panduan wawancaranya ada di Wawancara Kerja. Peta keputusan karier ada di Karier Jangka Panjang, dan panduan seluruh silo CV ada di Panduan CV dan Karier.