Negosiasi gaji pertama dilakukan dengan menyiapkan tiga hal sebelum percakapan dimulai: angka yang Anda harapkan, angka yang menurut data pembanding wajar, dan batas bawah yang tidak Anda lewati. Setelah itu, sampaikan dengan tenang, dengarkan tawaran, lalu tanggapi tanpa tergesa. Yang menentukan hasil bukan suara yang keras, melainkan kejelasan angka dan alasan di belakangnya.
Banyak orang melewatkan negosiasi karena takut tawarannya dicabut. Kekhawatiran itu wajar, tetapi perusahaan yang sudah mengeluarkan biaya untuk merekrut jarang membatalkan tawaran hanya karena pelamar mengajukan angka atau pertanyaan. Yang lebih sering terjadi adalah tawaran diterima apa adanya, lalu penyesalan muncul saat slip gaji pertama dibaca.
Siapkan tiga angka sebelum berbicara
Tiga angka itu adalah target, wajar, dan batas bawah. Target adalah angka yang Anda harapkan tercapai. Wajar adalah angka yang menurut data pembanding masuk akal untuk posisi, daerah, dan tingkat pengalaman Anda. Batas bawah adalah angka terendah yang masih bisa Anda terima tanpa mengganggu kebutuhan hidup.
Susun ketiganya dari data, bukan dari perasaan. Cara mengumpulkan pembanding dijelaskan di berapa gaji pertama yang wajar. Setelah angkanya terkumpul, tulis di kertas dan hafalkan urutannya. Percakapan gaji berlangsung cepat, dan angka yang tidak dihafal mudah bergeser karena tekanan.
Kapan negosiasi sebaiknya dilakukan
Idealnya negosiasi terjadi setelah Anda menerima penawaran resmi, bukan di wawancara pertama. Pada tahap itu perusahaan sudah memutuskan memilih Anda, sehingga ruang diskusinya lebih besar. Kalau pewawancara menanyakan ekspektasi gaji lebih dulu, jawab dengan rentang yang sudah Anda siapkan, lalu lanjutkan pembicaraan. Cara menjawab pertanyaan itu dibahas di cara menanyakan gaji saat wawancara.
Kalau tawaran datang tanpa rincian tertulis, minta komponennya lebih dulu: upah pokok, tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap, dan potongan. Bernegosiasi tentang satu angka total tanpa mengetahui isinya seperti menawar barang tanpa tahu apa yang termasuk.
Cara menyampaikan angka dengan tenang
Sampaikan angka dengan satu kalimat pendek, lalu berhenti. Contohnya: berdasarkan riset saya untuk posisi ini, saya berharap berada di kisaran berikut. Sebut rentang yang batas bawahnya adalah angka wajar Anda, bukan batas bawah Anda. Dengan begitu, masih ada ruang turun tanpa melewati garis yang Anda jaga.
Hindari kata yang melemahkan, seperti maaf, mungkin, atau kalau boleh. Hindari juga mengarang alasan pribadi yang tidak perlu. Alasan yang paling kuat adalah nilai yang Anda bawa: keterampilan, pengalaman, dan hasil yang bisa ditunjukkan. Setelah menyampaikan angka, diam dan biarkan lawan bicara merespons. Diam beberapa detik terasa lama, tetapi jeda itu bagian dari percakapan.
Menanggapi tawaran yang masuk
Kalau tawaran yang masuk sesuai harapan, Anda tetap boleh meminta waktu untuk membacanya. Jangan menerima angka besar secara lisan di tempat. Minta penawaran tertulis, periksa komponennya, lalu bandingkan dengan yang Anda siapkan.
Kalau tawaran lebih rendah dari harapan, jangan langsung menolak atau langsung menerima. Tanyakan apakah angkanya masih bisa ditinjau, lalu sebutkan angka Anda sekali lagi dengan tenang. Kalau perusahaan menyebut batas anggaran, tanyakan kapan upah ditinjau dan apa syaratnya. Jawaban yang jelas memberi gambaran apakah selisihnya sementara atau permanen.
Kalau tawaran datang lewat telepon, Anda tidak wajib menjawab saat itu juga. Katakan bahwa Anda menghargai tawarannya dan ingin membacanya lebih dulu, lalu minta dikirim secara tertulis. Menunda jawaban satu sampai dua hari adalah hal yang wajar dan justru menunjukkan Anda menimbangnya dengan serius. Yang perlu dihindari adalah membiarkan tawaran menggantung tanpa kabar terlalu lama, karena perusahaan juga punya batas waktu.
Melatih percakapan sebelum hari-H
Percakapan gaji jarang berjalan persis seperti bayangan, karena itu latihan singkat membantu. Minta teman atau anggota keluarga berperan sebagai pewawancara, lalu praktikkan tiga hal: menyebut rentang, menjawab kalau ditanya lebih dulu, dan menanggapi tawaran rendah. Cukup sekali atau dua kali, sekitar lima belas menit.
Saat berlatih, perhatikan hal kecil yang sering membuat percakapan melemah: nada suara yang menurun di akhir kalimat, kata pengisi yang berulang, dan kebiasaan meminta maaf sebelum berbicara. Rekam suara Anda sekali, lalu dengarkan. Banyak orang baru sadar setelah mendengar rekamannya bahwa kalimat yang terasa tegas di kepala terdengar ragu saat diucapkan.
Latihan juga membuat angka Anda melekat. Dalam percakapan yang menegangkan, orang cenderung menyebut angka yang salah atau langsung menerima tawaran pertama. Angka yang sudah dilatih keluar lebih tenang dan konsisten, dan ketenangan itulah yang membuat lawan bicara menanggap Anda serius.
Kalau tawaran berada di bawah batas bawah
Kalau tawaran tertulis berada di bawah batas bawah Anda dan tidak ada ruang perbaikan, menolak adalah keputusan yang sah. Sampaikan dengan sopan tanpa menjelaskan panjang lebar: terima kasih atas tawarannya, tetapi angkanya belum bisa saya terima. Jaga hubungan baik, karena industri bergerak dalam lingkaran yang kecil.
Sebelum menolak, periksa kembali batas bawah Anda. Kalau angka itu disusun dari kebutuhan hidup yang nyata, jangan turunkan hanya karena takut kehilangan kesempatan. Menurunkan batas bawah saat terdesak membuat kesepakatan yang sama tidak lagi berarti.
Hal lain yang bisa dinegosiasikan
Gaji bukan satu-satunya hal yang bisa dibicarakan. Kalau anggaran upah benar-benar terbatas, tanyakan hal lain yang bernilai: tunjangan tetap, jadwal kerja yang lebih fleksibel, hari kerja remote, alat kerja, biaya pelatihan, atau tanggal mulai. Semua itu punya nilai nyata meski tidak muncul di slip gaji.
Yang perlu dijaga, jangan menukar hak dasar dengan kenaikan kecil. Pastikan Anda tetap terdaftar di program jaminan sosial dan potongan yang berlaku tetap sah. Setelah kesepakatan tercapai, minta semuanya tertulis di penawaran atau kontrak. Periksa juga isinya dengan teliti, seperti dijelaskan di cara membaca kontrak kerja.
Kesalahan yang sering terjadi
Menyebut angka tanpa data pembanding. Angka yang terasa tinggi bagi Anda bisa jauh di bawah pasar, dan sebaliknya. Selalu kumpulkan pembanding lebih dulu.
Menyampaikan batas bawah sebagai angka pembuka. Begitu angka itu disebut, sulit menaikkannya lagi. Buka dengan angka wajar atau target.
Menerima tawaran lisan tanpa rincian. Rincian komponen menentukan berapa yang benar-benar masuk rekening. Pahami isinya lewat cara membaca slip gaji.
Bernegosiasi setelah menandatangani kontrak. Setelah tanda tangan, ruang negosiasi hampir tertutup. Sampaikan keberatan sebelum menandatangani.
Kapan saran ini tidak berlaku
Sebagian posisi memiliki skala upah yang sudah ditetapkan dan tidak bisa dinegosiasikan, misalnya program magang, program pemerintah, atau posisi dengan struktur gaji yang seragam. Pada kasus itu, tanyakan komponen dan jadwal peninjauannya, lalu putuskan berdasarkan angka yang ada.
Kalau Anda sangat membutuhkan pekerjaan ini dan belum punya pilihan lain, prioritasnya bisa berbeda. Terima dulu, lalu siapkan negosiasi berikutnya saat peninjauan upah. Itu keputusan yang sah, selama Anda tahu angka yang Anda terima dan konsekuensinya.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah negosiasi bisa membuat tawaran dicabut? Jarang. Perusahaan yang sudah memilih Anda biasanya ingin menyelesaikan prosesnya. Risikonya lebih besar kalau Anda menyampaikan angka dengan nada menuntut atau mengarang data.
Sebaiknya menyebut rentang atau satu angka? Rentang lebih aman karena memberi ruang diskusi. Pastikan batas bawah rentang adalah angka yang benar-benar bisa Anda terima.
Bolehkah menanyakan gaji sebelum wawancara? Boleh, terutama kalau lowongan tidak mencantumkan kisaran. Tanyakan dengan singkat dan sopan, lalu lanjutkan ke hal lain.
Bagaimana kalau perusahaan bertanya riwayat gaji sebelumnya? Jawab dengan jujur atau alihkan ke ekspektasi Anda untuk posisi ini. Yang penting, angka yang Anda sebut konsisten dengan data pembanding Anda.
Apakah perlu menegosiasi lagi setelah diterima? Tidak di awal. Fokuskan diri pada pekerjaan, lalu ajukan peninjauan saat ada dasar yang jelas, misalnya hasil kerja atau perubahan tanggung jawab.
Setelah kesepakatan tercapai
Pastikan angka yang disepakati tertulis di penawaran dan kontrak. Simpan salinannya, lalu bandingkan dengan slip gaji pertama. Kalau ada selisih, tanyakan lebih awal selagi catatannya masih segar.
Untuk menyiapkan lamaran berikutnya, susun CV di Pembuat CV, dan pelajari seluruh prosesnya di Wawancara Kerja. Peta lengkap topik ini ada di Karier Jangka Panjang.