Kompres pdf ijazah 1mb dikerjakan lewat Kompres PDF satu kali dari pindaian asli, lalu memastikan hasil akhir di bawah 1 MB dengan margin aman sekitar 750 KB sampai 850 KB dan nomor seri, nama, serta stempel tetap terbaca pada zoom 100 persen. Teks vektor tetap tajam karena yang diturunkan hanya resolusi gambar berlebih, bukan bentuk hurufnya. Ukuran sebelum dan sesudah tampil setelah proses sehingga kamu tahu persis apakah ijazah depan belakang sudah masuk batas atau masih perlu rapikan sumber.

Ijazah menuntut ketelitian lebih tinggi daripada dokumen lain karena memuat nomor seri kecil, foto, tanda tangan pejabat, dan stempel yang semuanya harus terlihat. Mulai dari pindaian yang lurus dan terang, proses sekali, baca seluruh nomor tanpa menebak, lalu simpan dengan nama yang jelas. Jika hasil masih di atas 1 MB, kembali ke pindaian asli dan rapikan dulu, jangan memproses hasil yang sudah dikecilkan.

Syarat dan batas yang mengikat

Batas 1 MB untuk ijazah hanya mengikat bila tertulis di pengumuman atau Buku Petunjuk tahun berjalan. Portal SSCASN BKN menyediakan menu Formasi, FAQ, Dasar Hukum, dan Buku Petunjuk, dan batas unggah dibaca dari Buku Petunjuk seleksi yang sedang dibuka, bukan dari artikel ini. Sebagian instansi meminta ijazah dan transkrip digabung dalam satu PDF 1 MB, sebagian meminta ijazah sendiri 1 MB dan transkrip sendiri 1 MB, sebagian lagi memakai angka 500 KB atau 800 KB. Baca kolom unggahan dengan teliti dan catat apakah ijazah diminta satu halaman depan saja atau depan belakang dalam satu berkas.

NgeditPDF tidak berafiliasi dengan BKN, BUMN, FHCI, Polri, Dukcapil, DJP, OJK, atau bank. Layanan ini hanya menyiapkan berkas. Bila pengumuman instansi menulis syarat berbeda dari artikel ini, ikuti pengumuman instansi.

Syarat dokumen, ukuran maksimal, format, jumlah e-materai, dan template surat berubah tiap tahun dan tiap instansi. Cek selalu Buku Petunjuk dan pengumuman instansi tahun berjalan di portal resmi (SSCASN BKN untuk CASN, kanal resmi FHCI/BUMN untuk rekrutmen BUMN). NgeditPDF hanya membantu menyiapkan berkas, bukan situs resmi pemerintah.

Ciri ijazah yang kuat dikecilkan ke 1 MB

Ijazah yang kuat dikecilkan mempunyai pindaian lurus dengan seluruh tepi masuk, cahaya merata tanpa bayangan, dan teks tercetak tajam sejak awal. Foto pemilik terlihat jelas, stempel menunjukkan lingkaran dan sebagian teks, tanda tangan tidak putus, dan nomor seri di sudut terbaca tanpa menebak. Dari sumber seperti ini, satu kali proses umumnya membawa 2 MB sampai 3 MB turun ke 700 KBan tanpa pengorbanan keterbacaan.

Ijazah yang lemah biasanya difoto miring di atas meja dengan bayangan tangan, tepi terpotong, atau diambil dari fotokopi yang sudah kabur. Ijazah model ini terlihat lolos dalam thumbnail tetapi pecah pada nomor seri setelah dikecilkan. Perbaikannya bukan mengulang proses, melainkan meminjam dokumen asli bila memungkinkan atau meminta salinan legalisir yang lebih tajam, lalu memindai ulang dengan benar.

Perhatikan sisi belakang ijazah bila diminta. Sisi belakang sering berisi nilai, catatan, atau legalisir dengan huruf lebih kecil daripada sisi depan. Huruf kecil itu menjadi penentu kualitas karena membutuhkan resolusi lebih tinggi untuk tetap terbaca. Saat memeriksa hasil, baca sisi belakang sama telitinya dengan sisi depan, jangan hanya memeriksa foto dan nama di depan.

Simpan pindaian asli ijazah di folder terpisah dan jangan menimpanya. Beri nama ijazah-asli-depan dan ijazah-asli-belakang agar jelas. Setiap percobaan mulai dari folder asli supaya kualitas tidak menurun bertahap akibat pemrosesan berulang dari file yang sama.

Langkah kompres ijazah ke bawah 1 MB

  1. Letakkan ijazah asli di bidang datar dengan cahaya merata dari dua sisi. Pastikan tidak ada lipatan bayangan di tengah.
  2. Pindai atau foto dengan posisi sejajar bingkai, sisakan sedikit margin, dan pastikan seluruh tepi masuk termasuk sudut nomor seri.
  3. Potong latar meja yang ikut terpindai agar hanya kertas ijazah yang tersisa dengan margin tipis. Latar yang lebar menambah ukuran tanpa isi.
  4. Jika depan belakang diminta satu PDF, satukan dari foto yang sudah rapi. Untuk foto JPG, PNG, atau WebP, Foto ke PDF menerima hingga 20 foto dalam satu proses menjadi PDF A4 210 x 297 mm dengan margin 20 mm.
  5. Jika sudah berbentuk PDF per sisi, gabungkan dari file asli lewat Gabung PDF yang menerima 2 sampai 20 PDF berurutan dengan pratinjau yang urutannya bisa digeser. Teks vektor tetap tajam dan penanda buku dipertahankan.
  6. Buka Kompres PDF di peramban. Tanpa akun tersedia 20 pemrosesan per hari dengan 10 MB per berkas dan 10 berkas per proses, paket Gratis 30 pemrosesan per hari dengan 30 MB per berkas dan 20 berkas, paket Berbayar tanpa batas jumlah pemrosesan dengan 200 MB per berkas dan 20 berkas.
  7. Unggah PDF ijazah dari versi asli dan jalankan proses satu kali sampai selesai. Catat ukuran sebelum dan sesudah yang tampil.
  8. Unduh dengan nama yang memuat ukuran, misalnya ijazah-nama-780KB.pdf.
  9. Buka hasil pada zoom 100 persen lalu 150 persen. Baca nomor seri, nama, tempat tanggal lahir, tanggal lulus, nomor induk bila ada, serta pastikan foto, stempel, dan tanda tangan berbentuk jelas di kedua sisi.
  10. Jika hasil di kisaran 750 KB sampai 850 KB dan semua terbaca tanpa menebak, pindahkan ke folder final dan jangan diproses lagi.

Target 750 KB sampai 850 KB memberi margin aman terhadap selisih hitung kilobyte antara perangkat dan portal. Hasil 995 KB terlihat lolos di laptop tetapi bisa terbaca 1.002 KB di portal lalu ditolak. Margin seratus kilobyte lebih menghilangkan risiko itu tanpa perbedaan kualitas yang terlihat pada ijazah yang sumbernya baik.

Hasil uji layanan memberi gambaran realistis. PDF pindaian 1,43 MB menjadi 262 KB atau turun 82 persen, sedangkan PDF berisi 8 foto 45,9 MB menjadi 4,46 MB atau turun 90,3 persen. Ijazah satu sampai dua halaman umumnya jatuh di antara kedua contoh itu, sehingga target 1 MB realistis dalam satu kali proses bila sumbernya rapi.

Perlakuan berkas perlu dipahami karena ijazah memuat data pribadi permanen. Berkas tidak ditulis ke penyimpanan permanen, isinya lewat di memori dan hasilnya dikirim ke peramban. Tetap gunakan jaringan pribadi, tutup tab setelah selesai, hapus file percobaan, dan baca kebijakan privasi bila perlu kepastian tertulis.

Bila ijazah masih di atas 1 MB

Periksa resolusi pindaian bila file awal 5 MB untuk dua halaman. Pindaian resolusi maksimal untuk ijazah berwarna menyimpan detail yang tidak dibutuhkan portal validasi. Pindai ulang pada resolusi sedang dengan mode warna, karena stempel dan foto memang butuh warna, tetapi tidak butuh resolusi tertinggi. Hitam putih tidak disarankan untuk ijazah bila stempel dan foto wajib terlihat berwarna.

Periksa latar dan bingkai bila file berasal dari foto HP. Foto 12 megapiksel yang diambil dari jarak jauh menyimpan banyak area meja di sekeliling kertas. Potong rapat, luruskan, dan pastikan kertas mengisi hampir seluruh bingkai sebelum dijadikan PDF. Perbaikan bingkai sering menurunkan ukuran awal 20 sampai 40 persen sebelum dikompres.

Periksa halaman ganda bila PDF tiba tiba berukuran dua kali lipat. Ijazah depan yang terpindai dua kali karena tombol pindai tertekan ulang membuat file membengkak tanpa manfaat. Buka halaman per halaman dan pastikan hanya halaman yang diminta pengumuman yang ada.

Pahami bahwa PDF teks digital nyaris tidak berubah setelah dikompres karena tidak ada gambar berlebih yang bisa diturunkan. Kompres menurunkan resolusi gambar berlebih, bukan merapikan struktur saja. Jika ijazah digital dari kampus berukuran 1,2 MB dan tidak turun, masalahnya pada gambar latar, logo besar, atau foto resolusi tinggi di dalamnya. Minta salinan digital yang lebih ringan bila instansi mengizinkan, atau bandingkan dengan versi pindai hemat yang terbaca.

Jangan mengejar angka dengan mengubah isi. Jangan mengubah nama, nomor seri, nilai, IPK, tahun lulus, foto, tanda tangan pejabat, atau stempel. Jangan membuka password milik orang lain dan jangan mengedit isi scan ijazah. Bila data di ijazah salah, urus perbaikan ke sekolah atau kampus penerbit lalu pindai ulang dokumen yang sudah benar.

Memeriksa keterbacaan khusus ijazah

Baca nomor seri karakter per karakter karena satu karakter salah baca bisa dianggap dokumen berbeda. Untuk ijazah perguruan tinggi, nomor ijazah bisa dicek di portal PISN Kemdiktisaintek dengan memilih perguruan tinggi, program pendidikan, dan program studi lalu memasukkan nomor ijazah atau NIM. Portal itu terintegrasi dengan PDDikti, dan bila nomornya tidak ditemukan, PISN menyarankan menghubungi perguruan tinggi penerbit. Bedakan angka 0 dengan huruf O, angka 1 dengan huruf I, dan angka 8 dengan huruf B pada font cetakan ijazah lama. Jika ragu pada satu karakter, perbesar ke 200 persen dan bandingkan dengan dokumen pendukung seperti transkrip.

Periksa konsistensi nama dan tanggal antara ijazah dan dokumen lain. Nama di ijazah, transkrip, dan KTP harus sama ejaannya. Perbedaan gelar, singkatan, atau ejaan nama depan perlu mengikuti instruksi instansi tentang dokumen pendukung, bukan diperbaiki dengan mengedit gambar pindaian.

Periksa stempel dan legalisir bila ada. Stempel legalisir basah sering lebih kabur daripada cetakan asli. Pastikan lingkaran stempel, nama instansi di dalamnya, dan tanda tangan pejabat legalisir masih terlihat bentuknya. Jika stempel hilang menjadi blok setelah dikompres, sumbernya kurang tajam dan perlu dipindai ulang, bukan diproses ulang dari hasil yang sama.

Cetak uji satu halaman bila memungkinkan. Ijazah yang terlihat bagus di layar HP kadang menunjukkan garis tipis putus setelah dicetak, dan verifikator sering mencetak berkas. Cetak uji memastikan garis bingkai ijazah dan tabel di sisi belakang tetap utuh.

Jalur lain bila sumber belum tepat

Jika ijazah masih foto miring atau gelap, ambil ulang dulu karena kompres tidak memperbaiki fokus dan cahaya. Setelah foto lurus dan terang, jadikan PDF A4 baru lalu kompres sekali. Memperbaiki sumber selalu memberi hasil lebih baik daripada mengulang proses pada file yang sama.

Jika kolom meminta ijazah dan transkrip dalam satu PDF 1 MB, gabungkan dari file asli baru kecilkan sekali. Urutan yang umum adalah ijazah depan, ijazah belakang bila diminta, lalu transkrip berurutan, tetapi ikuti urutan di pengumuman bila ada. Setelah urutan benar, kompres hasil gabungan dan cek apakah masih di bawah 1 MB dengan keterbacaan terjaga di semua halaman.

Jika jatah harian habis, lihat halaman harga dan prioritaskan ijazah karena hampir selalu wajib. Catat ukuran tiap hasil agar tidak mengulang proses yang sama.

Untuk dasar pindaian baca Scan Ijazah, Scan KTP, dan Scan KK. Untuk konsep umum baca Kompres PDF dan Gabung PDF. Peta seleksi ada di Berkas Seleksi dengan induk Panduan Dokumen dan Administrasi.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah ijazah boleh difoto HP untuk target 1 MB? Boleh bila fotonya lurus, terang merata, seluruh tepi masuk, dan tidak ada bayangan. Foto yang baik lalu dijadikan PDF A4 dan dikompres sekali umumnya masuk 1 MB dengan jelas. Foto miring atau gelap sebaiknya diulang karena hasilnya pecah pada nomor seri.

Apakah sisi belakang wajib disertakan? Ikuti pengumuman instansi tahun berjalan. Sebagian instansi meminta depan saja, sebagian meminta depan belakang dalam satu PDF. Jangan menebak dari kebiasaan tahun lalu karena ketentuan berubah tiap tahun dan tiap instansi.

Bagaimana bila nomor seri kecil buram setelah dikompres? Kembali ke pindaian asli dan perbaiki sumbernya, misalnya pindai ulang sedikit lebih tajam atau potong lebih rapat, lalu proses sekali lagi. Jangan memproses hasil yang sudah buram karena detail yang hilang tidak kembali.

Bolehkah menggabung ijazah dan transkrip lalu kompres ke 1 MB? Boleh bila kolom meminta satu PDF berisi keduanya. Gabungkan file asli dulu, cek urutan, lalu kompres sekali. Pastikan nomor di ijazah dan transkrip terbaca semua sebelum diunggah.

Kenapa ukuran ijazah digital tidak turun? Karena berisi teks vektor dan gambar dengan resolusi yang memang sudah hemat sehingga nyaris tidak berubah. Periksa gambar latar dan logo besar di dalamnya, atau bandingkan dengan versi pindai hemat yang masih terbaca.

Kunci ijazah yang terbaca sebelum pindah dokumen

Simpan file 750 KB sampai 850 KB yang nomor seri, nama, foto, stempel, dan tanda tangannya sudah lolos baca zoom di kedua sisi, lalu cocokkan dengan kolom portal sebelum mengunggah.

Sumber resmi

Diperiksa terakhir pada 20 Oktober 2026. Syarat dan angka resmi bisa berubah tiap tahun, jadi rujuk halaman di bawah untuk ketentuan yang berlaku.

  • SSCASN BKN: portal seleksi CASN dari Badan Kepegawaian Negara yang menyediakan menu Formasi, FAQ, Dasar Hukum, dan Buku Petunjuk.
  • Penomoran Ijazah dan Sertifikat Profesi Nasional (PISN): portal Kemdiktisaintek untuk verifikasi nomor ijazah dengan memilih perguruan tinggi, program pendidikan, dan program studi, serta menyarankan menghubungi perguruan tinggi penerbit bila nomor tidak ditemukan.
  • PDDikti Kemdiktisaintek: pangkalan data resmi informasi perguruan tinggi, program studi, mahasiswa, dan dosen.