Kompres PDF untuk CPNS dikerjakan dengan mengecilkan resolusi gambar berlebih di dalam PDF lewat Kompres PDF, lalu memeriksa ukuran hasil dan keterbacaan teks sebelum diunggah ke portal pendaftaran. Teks vektor tetap tajam karena yang diturunkan hanya gambar pindaian yang resolusinya berlebihan, bukan struktur hurufnya. Ukuran sebelum dan sesudah tampil setelah proses, jadi kamu bisa memastikan berkas sudah di bawah batas yang tertulis di pengumuman.

Mulai selalu dari berkas asli yang paling tajam, bukan dari hasil kompres sebelumnya. Satu kali proses dari file asli memberi hasil lebih bersih daripada mengompres berkas yang sudah dikompres berulang kali. Setelah itu periksa pada zoom 100 persen, baca nomor, nama, tanggal, dan tanda tangan, lalu simpan dengan nama yang jelas agar tidak tertukar saat unggah.

Syarat dan batas yang mengikat

Batas ukuran CPNS tidak sama untuk semua dokumen dan tidak sama antar seleksi. FAQ SSCASN untuk seleksi Sekolah Kedinasan 2026 memberi contoh resminya: KTP maksimal 200 KB (JPG), transkrip 400 KB (PDF), surat lamaran 400 KB (PDF), rapor 500 KB (PDF), ijazah 700 KB (PDF), dan dokumen lainnya 1 MB (PDF). Seleksi lain bisa memakai angka berbeda, dan tahun berikutnya angkanya bisa berubah. Buku Panduan Pendaftaran SSCASN menyebut tab Dokumen menampilkan jenis dokumen yang wajib diunggah beserta format dan ukuran maksimalnya, sesuai ketentuan yang diisi admin instansi untuk formasi yang dilamar. Karena itu angka yang mengikat adalah yang tertulis di Buku Petunjuk dan pengumuman instansi tahun berjalan, bukan angka yang dihafal dari tahun lalu atau dari grup chat.

Catat batas tiap dokumen dalam satu tabel sederhana sebelum mengecilkan apa pun. Tulis nama dokumen, format yang diminta, batas maksimal dari pengumuman, ukuran file yang kamu punya, dan selisihnya. Cara ini mencegah kesalahan umum, yaitu mengecilkan semua berkas ke satu angka yang sama padahal tiap kolom unggahan punya batas sendiri.

NgeditPDF tidak bekerja sama dengan BKN, BUMN, FHCI, Polri, Dukcapil, DJP, OJK, atau bank, dan tidak menerbitkan syarat resmi. Layanan ini hanya membantu menyiapkan berkas agar sesuai syarat yang sudah ditetapkan instansi. Jika ada perbedaan antara artikel ini dan pengumuman instansi, ikuti pengumuman instansi.

Syarat dokumen, ukuran maksimal, format, jumlah e-materai, dan template surat berubah tiap tahun dan tiap instansi. Cek selalu Buku Petunjuk dan pengumuman instansi tahun berjalan di portal resmi (SSCASN BKN untuk CASN, kanal resmi FHCI/BUMN untuk rekrutmen BUMN). NgeditPDF hanya membantu menyiapkan berkas, bukan situs resmi pemerintah.

Kapan cara ini dipakai dan kapan tidak

Cara ini dipakai ketika PDF hasil pindaian melebihi batas unggah tetapi isinya masih harus dalam format PDF. Kondisi yang paling sering adalah scan ijazah, transkrip, KTP, KK, SKCK, surat lamaran, dan surat pernyataan yang dipindai dalam resolusi tinggi sehingga ukurannya beberapa megabyte. Kompres tepat untuk kasus ini karena menurunkan resolusi gambar berlebih tanpa mengubah jumlah halaman dan urutan dokumen.

Cara ini juga dipakai ketika satu dokumen terdiri dari beberapa halaman gambar, misalnya ijazah depan belakang atau surat pernyataan dua halaman yang difoto lalu dijadikan PDF. Hasil uji menunjukkan PDF pindaian 1,43 MB menjadi 262 KB (82 persen) dan PDF berisi 8 foto 45,9 MB menjadi 4,46 MB (90,3 persen). Angka itu memberi gambaran bahwa PDF berbasis gambar memang bisa turun jauh, bukan sekadar rapih struktur.

Cara ini tidak dipakai ketika PDF sudah di bawah batas atau ketika PDF berisi teks vektor tanpa gambar. PDF teks nyaris tidak berubah ukurannya setelah dikompres, jadi memprosesnya berulang kali hanya membuang waktu. Periksa dulu ukuran file di file manager, jika sudah di bawah batas dengan margin aman, langsung lanjut ke pemeriksaan keterbacaan dan jangan dikompres lagi.

Cara ini juga tidak dipakai untuk mengubah isi dokumen. Jangan mengubah NIK, nama, nilai, IPK, gaji, tanda tangan orang lain, membuka password milik orang lain, atau mengedit isi scan KTP, SKCK, dan bukti potong. Jika data di pindaian salah, perbaiki dokumen aslinya melalui instansi penerbit, lalu pindai ulang. Kompres hanya mengecilkan ukuran, bukan memperbaiki data.

Cara kompres PDF untuk CPNS langkah demi langkah

  1. Kumpulkan semua PDF asli dalam satu folder khusus pendaftaran, misalnya folder CPNS 2026 dengan subfolder asli dan hasil. Simpan salinan asli agar tidak tertimpa hasil kompres.
  2. Catat ukuran tiap berkas dan batas dari pengumuman. Klik kanan lalu properti di komputer, atau lihat detail di aplikasi file manager di HP, untuk melihat ukuran dalam KB atau MB.
  3. Buka Kompres PDF di peramban. Tanpa akun tersedia 20 pemrosesan per hari dengan maksimal 10 MB per berkas dan 10 berkas per proses, paket Gratis dengan akun memberi 30 pemrosesan per hari dengan 30 MB per berkas dan 20 berkas, paket Berbayar memberi pemrosesan tanpa batas jumlah dengan 200 MB per berkas dan 20 berkas.
  4. Unggah PDF yang kebesaran dari folder asli. Jika batas paket memungkinkan, unggah beberapa dokumen sekaligus untuk menghemat jatah harian, tetapi tetap periksa hasilnya satu per satu.
  5. Jalankan proses kompres satu kali dari berkas asli. Tunggu sampai selesai tanpa menutup tab, karena menutup tab di tengah jalan bisa membuat hasil tidak lengkap.
  6. Catat ukuran sebelum dan sesudah yang tampil setelah proses. Bandingkan dengan batas pengumuman dan sisakan margin, jangan menargetkan angka yang persis sama dengan batas maksimal.
  7. Unduh hasil dengan nama yang jelas, misalnya ijazah-nama-280KB.pdf, agar mudah dipetakan ke kolom unggahan portal.
  8. Buka hasil dan periksa pada zoom 100 persen sampai 150 persen. Baca NIK, nomor ijazah, nama, tanggal lahir, stempel, dan tanda tangan. Jika ada huruf kecil yang menyatu atau stempel yang hilang, ulangi dari berkas asli dengan pindaian yang lebih baik, bukan dari hasil yang sudah buram.
  9. Simpan hasil final di folder terpisah dari file asli dan unggah ke portal hanya file final yang sudah diperiksa.

Prinsip satu kali proses dari berkas asli penting karena setiap putaran kompres menurunkan detail gambar. Berkas yang dikompres dari hasil kompres sebelumnya menumpuk penurunan kualitas tanpa penurunan ukuran yang sepadan. Jika hasil pertama masih kebesaran, kembali ke file asli, perbaiki sumbernya dulu, misalnya pindai ulang dengan resolusi sedikit lebih rendah atau potong bagian kosong yang lebar, lalu kompres sekali lagi.

Penamaan berkas yang rapi menghemat waktu saat portal meminta banyak kolom. Portal seleksi sering meminta ijazah, transkrip, KTP, pas foto, dan surat pernyataan dalam kolom terpisah. Nama seperti 01-ktp-nama.pdf, 02-ijazah-nama.pdf, dan 03-transkrip-nama.pdf membuat pemeriksaan akhir lebih cepat dan mengurangi risiko salah unggah kolom.

Perlakuan berkas di layanan ini perlu dipahami sebelum mengunggah dokumen pribadi. Berkas tidak ditulis ke penyimpanan permanen, isinya lewat di memori dan hasilnya dikirim ke peramban. Meski begitu, tetap gunakan jaringan pribadi, tutup tab setelah selesai, hapus file unduhan yang tidak jadi dipakai, dan baca kebijakan privasi bila perlu kepastian tertulis.

Jika hasil belum di bawah batas

Jika hasil masih di atas batas, jangan langsung mengompres hasil itu lagi. Kembali ke berkas asli dan periksa penyebab ukurannya besar. PDF berisi foto berwarna penuh satu halaman biasanya besar karena resolusi foto aslinya sangat tinggi. PDF berisi banyak halaman juga besar karena jumlah gambarnya banyak, bukan karena satu halaman rusak.

Langkah perbaikan sumber yang paling aman adalah memindai ulang dengan pengaturan sedikit lebih hemat. Pindaian dokumen teks umumnya cukup pada resolusi sedang dengan mode warna yang sesuai isi, hitam putih untuk teks murni dan warna hanya bila ada stempel atau foto yang harus terlihat. Potong pula area kosong di tepi kertas yang ikut terpindai, karena area putih yang luas tetap menyimpan data gambar.

Jika dokumen berasal dari foto HP yang dijadikan PDF, periksa file foto aslinya dulu. Foto 12 megapiksel yang langsung dijadikan PDF satu halaman hampir selalu kebesaran. Kecilkan foto lewat pengecilan gambar dulu atau ambil ulang dengan jarak lebih pas agar tepi meja tidak ikut masuk, lalu jadikan PDF kembali. Setelah sumbernya diperbaiki, kompres sekali dari versi yang sudah diperbaiki itu.

Jika PDF berisi teks vektor dan ukurannya tidak turun setelah dikompres, itu normal. PDF teks nyaris tidak berubah karena tidak ada gambar berlebih yang bisa diturunkan. Untuk kasus ini, masalah ukuran biasanya bukan pada gambar, melainkan pada lampiran atau halaman yang memang banyak. Solusinya adalah memeriksa apakah semua halaman memang diminta pengumuman, bukan memaksa kompres berulang kali.

Jika semua cara sudah dicoba tetapi ukuran masih sedikit di atas batas, jangan memotong bagian dokumen agar terlihat kecil. Jangan menghapus stempel, melebarkan kompres sampai teks hilang, atau mengubah format menjadi format yang tidak diminta portal. Hubungi instansi yang kamu lamar atau Helpdesk SSCASN, lalu baca ulang Buku Petunjuk untuk memastikan kolom yang benar, karena kadang berkas yang diunggah ke kolom yang salah terlihat ditolak padahal ukurannya sesuai.

Cara lain bila tidak cocok

Jika sumbernya masih berupa foto JPG, PNG, atau WebP yang belum menjadi PDF, rapikan foto dulu sebelum digabung. Foto miring, buram, atau gelap sebaiknya diambil ulang karena kompres tidak memperbaiki fokus dan cahaya. Setelah foto bagus, satukan menjadi PDF A4 lewat Foto ke PDF yang menerima hingga 20 foto dalam satu proses dengan ukuran A4 210 x 297 mm dan margin 20 mm, lalu kompres hasilnya bila masih kebesaran.

Jika satu kolom unggahan meminta beberapa dokumen dalam satu PDF, misalnya ijazah dan transkrip dalam satu berkas, gabungkan dulu baru kecilkan. Gabung PDF menerima 2 sampai 20 PDF dalam satu proses berurutan dengan pratinjau yang bisa digeser urutannya. Teks vektor tetap tajam dan terbaca sistem pelacakan, serta penanda buku dipertahankan. Urutan yang benar menghemat waktu verifikator dan mengurangi risiko berkas dianggap tidak lengkap.

Jika foto formal yang kebesaran masih dalam bentuk JPG, jalur yang tepat bukan kompres PDF melainkan pengecilan foto. Kompres JPG mengecilkan foto JPG, menghapus EXIF dan data GPS, memproses sampai 20 berkas sekaligus, dan mengemas hasil lebih dari satu dalam ZIP. Jalur ini cocok untuk pas foto dan scan KTP berformat JPG, sedangkan kompres PDF cocok untuk dokumen pindaian multipage. Swafoto tidak termasuk jalur ini, karena SSCASN mengambilnya langsung lewat kamera dengan deteksi keaktifan wajah saat membuat akun.

Jika paket harian habis di tengah persiapan, periksa kebutuhan di halaman harga dan susun prioritas. Tanpa akun tersedia 20 pemrosesan per hari, paket Gratis 30 pemrosesan per hari, paket Berbayar tanpa batas jumlah pemrosesan. Kerjakan dokumen yang paling besar dulu saat jatah masih ada, dan simpan daftar ukuran agar tidak mengulang proses yang sama keesokan harinya.

Untuk pemahaman kelompok dokumen pendaftaran secara umum, baca Panduan Dokumen dan Administrasi dan peta Berkas Seleksi. Untuk dasar pindaian KTP, baca Scan KTP. Untuk konsep pengecilan umum, baca Kompres PDF.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah kompres membuat teks CPNS buram? Tidak bila dimulai dari pindaian yang tajam dan diproses sekali dari berkas asli. Kompres menurunkan resolusi gambar berlebih, teks vektor tetap tajam. Yang membuat buram biasanya pindaian awal yang sudah goyang atau hasil yang dikompres berulang kali dari file yang sama.

Berapa kali boleh mengompres satu berkas? Sekali dari berkas asli untuk kebutuhan seleksi. Jika hasilnya masih kebesaran, kembali ke asli dan perbaiki sumbernya, misalnya pindai ulang atau potong tepi kosong, lalu kompres sekali lagi. Mengompres hasil kompres sebelumnya menurunkan keterbacaan tanpa banyak menurunkan ukuran.

Apakah hasil kompres tetap bisa dibaca panitia? Bisa bila kamu memeriksa pada zoom 100 persen dan semua angka penting terbaca. Baca NIK 16 digit tanpa menebak, baca nomor ijazah, nama, tanggal, dan pastikan stempel serta tanda tangan masih terlihat bentuknya. Jika kamu harus menebak satu angka pun, berkas itu belum layak unggah.

Apakah boleh menggabungkan dulu baru mengompres? Boleh dan justru disarankan bila satu kolom meminta satu PDF berisi beberapa dokumen. Gabungkan PDF yang asli dulu lewat penggabung, periksa urutannya, lalu kompres hasil gabungan sekali. Urutan yang praktis adalah lamaran, identitas, ijazah, transkrip, lalu pendukung, tetapi ikuti urutan di pengumuman instansi bila ada.

Bagaimana bila portal tetap menolak padahal ukuran sudah kecil? Periksa format, nama file, dan kondisi portal sebelum mengompres lagi. Periksa juga batas bawahnya, karena Buku Panduan SSCASN menyebut ukuran minimal setiap berkas adalah 80 KB dan format yang diterima adalah PDF atau JPEG sesuai jenis dokumen. Pastikan formatnya PDF bila kolom meminta PDF, nama file tanpa karakter aneh, koneksi stabil, dan portal tidak sedang sibuk. Coba browser lain atau jam sepi, dan pastikan file tidak terkunci password.

Periksa sebelum unggah ke portal

Buka folder final dan cocokkan tiap file dengan tabel batas yang dicatat di awal. Pastikan tiap file di bawah batas dengan margin, bukan pas di angka maksimal. Buka tiap PDF dari awal sampai akhir, pastikan tidak ada halaman terbalik, terpotong, atau kosong. Unggah satu per satu ke kolom yang tepat dan simpan bukti unggah bila portal menyediakannya.

Simpan folder asli dan folder final sampai seluruh tahap seleksi selesai karena pemberkasan lanjutan sering meminta berkas yang sama lagi.

Sumber resmi

Diperiksa terakhir pada 20 Oktober 2026. Syarat dan angka resmi bisa berubah tiap tahun, jadi rujuk halaman di bawah untuk ketentuan yang berlaku.

  • FAQ SSCASN: bagian Unggah Dokumen seleksi Sekolah Kedinasan 2026 mencantumkan batas ukuran per jenis dokumen (KTP 200 KB JPG, transkrip dan surat lamaran 400 KB, rapor 500 KB, ijazah 700 KB, dokumen lainnya 1 MB).
  • Buku Panduan Pendaftaran SSCASN (versi 1.1): tab Dokumen menampilkan format dan ukuran maksimal tiap jenis dokumen sesuai formasi, format PDF atau JPEG, ukuran minimal tiap berkas 80 KB, dan swafoto yang diambil langsung lewat kamera dengan liveness detection.
  • Helpdesk SSCASN: kanal bantuan resmi SSCASN untuk pengaduan kendala teknis dan pengecekan status pengaduan.
  • Portal SSCASN BKN: beranda portal pendaftaran seleksi CASN resmi yang dikelola Badan Kepegawaian Negara.