Mengirim lamaran lewat LinkedIn punya dua jalur: melamar lewat tombol Easy Apply di halaman lowongan, atau mengirim pesan ke perekrut setelah lamaran dikirim. Jalur pertama adalah alur resmi yang mencatat lamaran Anda di sistem LinkedIn. Jalur kedua hanya masuk akal setelah lamaran terkirim, dan isinya bukan surat lamaran, melainkan pesan singkat yang menyebut posisi dan minat Anda. LinkedIn adalah aplikasi lain di luar layanan ini.
Yang membedakan LinkedIn dari surel atau WhatsApp adalah profil. Di dua jalur lain, berkas lamaran adalah hal pertama yang dibaca. Di LinkedIn, perekrut sering melihat profil Anda lebih dulu, bahkan sebelum membuka CV yang Anda unggah. Profil yang tidak lengkap bisa membuat CV yang bagus kehilangan kesempatan dibaca.
Kapan melamar lewat LinkedIn tepat dipakai
LinkedIn cocok untuk posisi kantor, teknologi, keuangan, pemasaran, dan peran lain yang proses rekrutmennya lewat jaringan profesional. Sebagian perusahaan hanya menerima lamaran lewat tombol di halaman lowongan.
LinkedIn kurang cocok untuk posisi yang prosesnya berjalan di tempat, misalnya kasir toko, kru restoran, atau operator pabrik yang merekrut lewat walk-in interview. Untuk posisi seperti itu, jalur WhatsApp atau datang langsung lebih efektif. LinkedIn juga kurang cocok kalau Anda tidak punya waktu merawat profilnya, karena profil yang kosong membuat lamaran Anda terlihat setengah siap.
Menyiapkan profil sebelum melamar
Profil yang siap dilamar punya empat bagian yang terisi: foto, judul profil, ringkasan, dan pengalaman kerja. Judul profil sebaiknya menyebut posisi atau keahlian utama Anda, bukan hanya nama perusahaan. Ringkasan cukup beberapa kalimat yang menjelaskan apa yang Anda kerjakan dan keahlian yang Anda bawa. Pengalaman kerja diisi dengan uraian singkat dan hasil, bukan hanya nama jabatan.
Bagian keahlian juga penting karena dipakai pencarian. Isi keahlian yang benar-benar Anda kuasai dan relevan dengan posisi yang dilamar. Prinsip yang sama berlaku untuk CV Anda, dan penjelasannya ada di CV ATS.
Periksa juga foto profil dan latar belakangnya. Foto yang jelas dan rapi membuat profil terlihat aktif. Profil yang rapi lebih enak dilihat perekrut yang membuka puluhan profil dalam sehari.
Mengirim lamaran lewat Easy Apply
Alurnya dimulai dari pencarian lowongan. Buka halaman lowongan, baca deskripsinya sampai selesai, lalu periksa syaratnya. Kalau posisinya cocok, tekan tombol melamar. Sebagian lowongan mengarahkan Anda ke situs perusahaan, dan sebagian lagi memakai Easy Apply yang prosesnya selesai di dalam LinkedIn.
Easy Apply biasanya meminta beberapa hal: CV yang diunggah, nomor telepon, alamat surel, dan kadang jawaban atas pertanyaan penyaring. Jawab pertanyaan itu dengan jujur dan singkat, karena jawaban yang dilebih-lebihkan bisa terlihat saat wawancara.
Unggah CV dalam bentuk PDF. CV yang diunggah di Easy Apply menjadi berkas yang dibaca perekrut, terpisah dari profil Anda. Periksa nama berkasnya dan pastikan versinya yang terbaru. Kalau Anda memakai satu CV untuk beberapa lamaran, sesuaikan ringkasannya dengan posisi yang sedang dilamar. Sebelum menekan tombol kirim, periksa kembali posisi, perusahaan, dan berkas yang diunggah.
Menulis pesan ke perekrut
Setelah lamaran terkirim, Anda bisa mengirim pesan ke perekrut kalau namanya terlihat di halaman lowongan atau di profil perusahaan. Pesannya singkat: sebut posisi yang dilamar, kapan melamar, dan satu kalimat tentang keahlian yang paling relevan. Jangan mengirim surat lamaran lengkap di dalam pesan.
Waktu yang tepat untuk mengirim pesan adalah setelah lamaran terkirim, bukan sebelumnya, karena pesan yang datang lebih dulu membuat perekrut harus mencari lamaran Anda yang belum ada. Kalau namanya tidak terlihat, jangan menebak.
Batasi satu pesan saja. Kalau tidak dibalas, jangan mengirim pesan berulang. Perekrut menerima banyak pesan setiap hari, dan pesan yang dikirim berkali-kali bisa membuat profil Anda terlihat mengganggu. Kalau setelah satu sampai dua minggu belum ada kabar, tindak lanjut lewat jalur lain biasanya lebih tepat, dan caranya ada di cara follow up lamaran kerja.
Berkas yang perlu disiapkan
Siapkan CV dalam PDF sebelum mulai melamar. Kalau lowongannya meminta surat lamaran, siapkan juga dokumen itu. Cara menyusunnya ada di cara menulis surat lamaran kerja.
Kalau Anda ingin melampirkan beberapa dokumen sekaligus, satukan menjadi satu PDF dengan urutan yang jelas: surat lamaran, CV, lalu dokumen pendukung. Gabung PDF menyatukan berkas dan menjaga penanda bukunya.
Periksa ukuran berkasnya karena unggahan bisa gagal kalau terlalu besar. Kompres PDF menyusutkan gambar beresolusi tinggi dan merapikan struktur berkas. Bagian bergambar bisa menyusut jauh, sedangkan teksnya tetap tajam.
Mengatur notifikasi dan melacak lamaran
LinkedIn menyimpan daftar lamaran yang Anda kirim. Sebagian lamaran menampilkan status sudah dilihat, sebagian menampilkan jumlah pelamar, dan sebagian tidak menampilkan apa pun. Jangan membaca terlalu banyak dari status yang kosong.
Aktifkan notifikasi untuk pesan dan lamaran supaya Anda tahu kalau ada balasan. Balasan yang datang lewat pesan LinkedIn kadang masuk ke folder yang jarang dibuka, jadi periksa juga bagian pesan dari orang yang belum terhubung. Catat lamaran yang Anda kirim: nama perusahaan, posisi, tanggal, dan jalur yang dipakai, supaya Anda tidak melamar dua kali ke posisi yang sama.
Kesalahan yang sering terjadi
Kesalahan pertama adalah mengirim lamaran ke posisi yang sudah lama dipasang. Periksa tanggal pemasangan lowongan, karena lowongan yang dipasang berbulan-bulan lalu mungkin sudah ditutup.
Kesalahan kedua adalah profil yang tidak cocok dengan CV. Kalau profil menyebut pengalaman yang berbeda dari CV, perekrut akan menilai ada yang tidak konsisten. Perbarui keduanya bersamaan setiap kali ada pekerjaan atau keahlian baru.
Kesalahan ketiga adalah mengirim pesan ke perekrut tanpa menyebut posisi. Sebut posisinya di kalimat pertama, supaya perekrut tahu lamaran mana yang perlu ditindaklanjuti.
Kesalahan keempat adalah mengunggah CV berupa gambar atau tangkapan layar. Unggah PDF yang teksnya bisa disalin, karena CV berupa gambar tidak bisa diproses sistem.
Kesalahan kelima adalah memakai fitur lamaran untuk posisi yang meminta berkas tambahan. Kalau lowongannya meminta portofolio atau contoh karya, siapkan berkasnya lebih dulu.
Kapan cara ini tidak dipakai
Kalau lowongannya mengarahkan ke situs perusahaan dan meminta Anda membuat akun, ikuti alurnya di situs itu. Lamaran yang dikirim lewat dua saluran sekaligus bisa tercatat dua kali.
Kalau Anda tidak ingin profil Anda terlihat oleh atasan saat ini, atur dulu visibilitasnya sebelum melamar, bukan sesudah, karena perubahan status bisa terlihat di notifikasi.
Kalau perusahaan meminta berkas fisik atau templat resmi, ikuti permintaan itu. Ketentuan instansi berbeda-beda dan diumumkan lewat pengumuman resminya, jadi jangan mengandalkan informasi dari unggahan ulang di media sosial.
Menjaga profil tetap hidup
Perbarui pengalaman kerja saat ada perubahan, dan tambahkan keahlian yang benar-benar Anda kuasai. Kalau Anda punya hasil kerja yang bisa dibagikan, misalnya tulisan, desain, atau proyek kecil, tautkan di bagian yang sesuai. Yang lebih berguna daripada berinteraksi dengan banyak konten adalah memastikan informasi di profil Anda konsisten dengan CV yang Anda kirim.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah melamar lewat LinkedIn sama efektifnya dengan melamar lewat surel? Tergantung perusahaannya. Kalau lowongannya dipasang di LinkedIn dan memakai Easy Apply, saluran itu yang diproses. Kalau perusahaan mencantumkan alamat surel, kirim lewat surel.
Apakah perlu menghubungi perekrut setelah melamar? Tidak wajib. Kalau nama perekrutnya terlihat dan Anda punya satu kalimat yang relevan, satu pesan singkat tidak merugikan. Kalau tidak ada nama yang jelas, lebih baik menunggu.
Apakah CV yang diunggah di Easy Apply bisa dilihat publik? Tidak. Berkas yang Anda unggah dikirim ke perusahaan yang memasang lowongan, bukan ditampilkan di profil Anda. Yang terlihat publik adalah profil dan bagian pengalaman yang Anda isi sendiri.
Bagaimana kalau profil saya masih kosong? Lengkapi dulu empat bagian dasarnya: foto, judul profil, ringkasan, dan pengalaman. Profil yang kosong membuat perekrut tidak punya cara menilai Anda selain dari CV.
Apakah boleh melamar beberapa posisi di perusahaan yang sama? Boleh, tetapi lamar posisi yang benar-benar Anda inginkan dan cocok dengan pengalaman Anda. Kalau dua posisinya memang relevan, tulis surat lamaran terpisah untuk masing-masing.
Rapikan profil, lalu kirim lamaran
Urutan yang paling sedikit menghambat: lengkapi profil, siapkan CV dalam PDF, lalu lamar lewat tombol di halaman lowongan. Siapkan CV-nya di Pembuat CV, dan kalau perlu menyatukan beberapa berkas, pakai Gabung PDF. Dua jalur pengiriman lain dibahas di cara mengirim lamaran lewat WhatsApp dan cara mengirim lamaran lewat Jobstreet. Peta lengkapnya ada di Lamaran Kerja dan Panduan CV dan Karier.