Cara menggabungkan bab skripsi jadi satu PDF dikerjakan lewat Gabung PDF. Seluruh berkas bab diunggah, urutannya digeser di pratinjau sampai benar, prosesnya dijalankan, lalu hasilnya diunduh. Penanda buku setiap berkas tetap dipertahankan, dan satu proses menerima sampai 20 berkas. Setiap bab harus sudah berformat PDF sebelum masuk. Naskah Word diekspor dulu lewat Word ke PDF (simpan langsung ke PDF dari menu File di Microsoft Word atau WPS), sedangkan lampiran hasil pindai disusun lewat JPG ke PDF.
Menulis setiap bab sebagai berkas terpisah adalah kebiasaan yang masuk akal. Bab jadi mudah disunting, mudah dikirim ke pembimbing, dan tidak ada satu berkas besar yang berisiko rusak. Konsekuensinya muncul di akhir: seluruh berkas itu harus disatukan dengan urutan yang benar, dan penomoran di titik sambung harus diperiksa. Dua hal itulah yang membedakan penggabungan skripsi dari penggabungan berkas biasa.
Artikel ini membahas pekerjaan penyatuannya saja. Cara merapikan format naskah sebelum diekspor ada di membuat PDF skripsi.
Susunan berkas yang lazim
Susunan berikut adalah urutan yang umum dipakai. Pedoman kampus Anda yang mengikat bila ada perbedaan.
Bagian awal memuat halaman judul, lembar pengesahan, pernyataan keaslian, abstrak, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, dan daftar gambar. Bagian isi memuat bab satu sampai bab terakhir secara berurutan. Bagian akhir memuat daftar pustaka, lampiran, dan riwayat penulis bila diminta.
Kelompokkan berkas menurut urutan akhir yang diinginkan, bukan menurut jenis berkasnya. Beri setiap berkas awalan angka, misalnya 00-halaman-judul.pdf, 01-bab-1.pdf, 02-bab-2.pdf. Awalan angka membuat Anda langsung melihat bagian mana yang belum siap.
Menyiapkan setiap bab sebelum digabung
Lima hal sebaiknya dibereskan lebih dulu. Samakan ukuran halaman dan margin, karena bab yang ditulis dengan pengaturan berbeda akan terlihat berbeda setelah digabung, dan penggabungan tidak menyamakan ukuran halaman. Samakan jenis dan ukuran huruf, karena perbedaan antar bab paling terlihat di halaman yang saling berhadapan.
Periksa penomoran di setiap bab. Nomor yang tercetak di halaman adalah bagian dari isi halaman. Kalau setiap bab dimulai dari nomor satu, hasil gabungannya memuat nomor yang berulang. Perbaikan paling bersih adalah menyatukan penomoran di naskah sumber, lalu mengekspor ulang babnya. Rincian konvensi penomoran ada di format penomoran halaman skripsi.
Buang halaman kosong dan halaman catatan, karena pemindai dan pengolah kata sering menyisipkan halaman kosong di ujung berkas. Periksa juga jumlah halaman setiap bab dengan membandingkannya ke naskah sumber, karena bab yang panjang paling sering terpotong tanpa disadari.
Langkah menggabungkan bab
- Kumpulkan seluruh PDF dalam satu folder kerja.
- Periksa kembali nama berkas dan urutannya.
- Buka Gabung PDF.
- Unggah seluruh berkas. Maksimal 20 berkas per proses.
- Periksa urutan berkas pada pratinjau. Bagian teratas menjadi halaman pertama hasil gabungan.
- Geser berkas yang posisinya salah.
- Jalankan prosesnya, lalu unduh hasilnya.
- Buka hasilnya dan periksa sambungan antar bab.
Langkah kelima yang paling sering membuat hasilnya meleset. Daftar di pratinjau adalah urutan hasil akhir, bukan urutan berkas yang Anda klik di pengelola berkas. Periksa daftar itu dari atas ke bawah sebelum menjalankan proses.
Kalau jumlah berkasnya melebihi batas paket, gabungkan per kelompok lebih dulu. Misalnya kelompok bagian awal, kelompok isi, dan kelompok lampiran. Hasil setiap kelompok disatukan lagi di putaran terakhir. Kelompokkan menurut urutan akhir, bukan menurut jenis dokumen, supaya penggabungan terakhir tidak membalik susunannya.
Soal penomoran di titik sambung
Ini bagian yang paling sering menimbulkan masalah. Nomor halaman yang tercetak di sudut kertas adalah bagian dari gambar halaman, dan ia tidak berubah saat halaman lain digabung atau dibuang. Kalau setiap bab dimulai ulang dari nomor satu, hasil gabungannya memuat nomor yang berulang.
Karena itu, penomoran sebaiknya diatur sebelum bab diekspor. Atur penomoran berurutan di pengolah kata, pisahkan bagian awal dan bagian isi, lalu ekspor setiap bab. Perbaikan setelah digabung jauh lebih mahal: nomor yang sudah tercetak tidak bisa diubah tanpa mencetak ulang halamannya.
Kalau pedoman kampus mengizinkan penomoran ditambahkan belakangan, Nomor Halaman PDF bisa menulis nomor baru pada berkas hasil gabungan. Nomor awal bisa diatur dan posisinya digeser di pratinjau. Nomor diletakkan di dalam area cetak, jadi tidak terpotong saat dijilid. Tool ini menulis nomor berupa angka, jadi bagian awal yang memakai angka Romawi tetap disiapkan di dokumen sumber.
Daftar isi setelah penggabungan
Daftar isi menyimpan nomor halaman sebagai tujuan tautan. Setelah bab digabung, nomor halaman di daftar isi bisa meleset. Karena itu, perbarui daftar isinya setelah seluruh bab digabung, bukan sebelumnya.
Susun daftar isi dari naskah final, ekspor halaman itu lewat Word ke PDF (simpan langsung ke PDF dari menu File di Microsoft Word atau WPS), lalu sisipkan sebagai bagian dari berkas akhir. Periksa beberapa entri dengan cara membuka halaman yang ditunjuk dan mencocokkan judulnya. Kesalahan daftar isi yang dibiarkan membuat pemeriksa meragukan ketelitian naskah secara keseluruhan.
Memeriksa hasil gabungan
Buka PDF hasilnya dan lakukan lima pemeriksaan. Jumlah halamannya harus sama dengan total halaman seluruh bab. Halaman pertama dan terakhir harus berasal dari bagian yang benar. Sambungan antar bab harus berurutan tanpa lompatan. Tidak boleh ada halaman kosong yang ikut terbawa. Dan penomoran di sekitar titik sambung harus berurutan.
Periksa juga konsistensi tampilan di pergantian antar bab: margin, huruf, dan jarak baris. Titik sambung adalah tempat perbedaan paling mudah terlihat.
Masalah yang sering terjadi
Urutan bab terbalik. Penyebabnya urutan mengikuti daftar di pratinjau. Periksa dan geser daftarnya sebelum menjalankan proses.
Nomor halaman berulang di setiap bab. Setiap bab dimulai dari nomor satu. Perbaiki penomoran di naskah sumber, ekspor ulang babnya, lalu ulangi penggabungan.
Ukuran halaman berbeda antar bab. Periksa pengaturan halaman setiap bab. Penggabungan tidak menyamakan ukuran halaman.
Halaman lampiran muncul di tengah. Periksa urutan berkas. Kalau perlu menyusun ulang halaman dalam satu berkas, Atur Urutan Halaman mengerjakannya, dengan catatan halaman yang tidak disebut akan terbuang.
Hasil gabungan melebihi batas unggahan portal. Berat gabungan adalah jumlah berat seluruh bab, dan lampiran hasil pindai biasanya penyebab utamanya. Kecilkan berkas final lewat Kompres PDF setelah isinya tidak berubah lagi.
Berkas ditolak karena terkunci kata sandi. Sistem penggabungan tidak bisa membaca berkas yang terkunci. Buka kuncinya lebih dulu, atau minta salinan tanpa kunci.
Kapan sebaiknya tidak digabung
Kalau portal kampus menyediakan kolom unggahan terpisah untuk setiap bab, pakai kolom itu. Menggabungkan berkas pada sistem yang memang memisahkan justru menyulitkan pemeriksaan.
Kalau pedoman mewajibkan satu berkas final, ikuti ketentuan itu, termasuk urutan halaman dan penomoran yang diminta. Sebagian kampus juga menetapkan templat yang harus dipakai apa adanya.
Naskah yang belum disidangkan adalah karya yang belum boleh beredar. Sebagian kampus meminta mahasiswanya tidak mengunggah naskah ke layanan pihak ketiga sebelum ujian. Kalau berkas memuat data penelitian yang tidak boleh keluar dari jaringan kampus, kerjakan dengan aplikasi di komputer sendiri. Pada layanan ini, berkas dialirkan ke pemroses dan hasilnya dikirim balik ke peramban tanpa ditulis ke penyimpanan permanen, tetapi berkas tetap meninggalkan perangkat selama proses berlangsung. Keterangan lengkapnya ada di kebijakan privasi.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah penanda buku setiap bab ikut terbawa? Ya, penanda buku dipertahankan. Kalau setiap bab punya penanda bukunya sendiri, penanda itu tetap ada di hasil gabungan.
Apakah penggabungan mengubah isi halaman? Tidak. Isi setiap halaman tetap seperti aslinya, dan ukuran halaman tidak dipaksa sama.
Bisakah hasil gabungan dipecah lagi per bab? Bisa, tetapi hasilnya tidak otomatis kembali ke batas bab aslinya. Karena itu, simpan seluruh berkas bab dan jangan menghapusnya setelah digabung.
Apakah nomor halaman Romawi di bagian awal bisa ditambahkan setelah digabung? Tool nomor halaman di sini menulis nomor berupa angka. Penomoran Romawi untuk bagian awal disiapkan di pengolah kata sebelum ekspor, dengan memisahkan bagian awal dan bagian isi.
Apakah berkas skripsi boleh digabung dengan lampiran hasil pindai? Boleh. Ukuran halaman boleh berbeda dan setiap halaman mempertahankan ukurannya. Kecilkan dulu lampirannya kalau ukurannya besar.
Setelah bab menjadi satu PDF
Periksa hasil akhir dari halaman pertama sampai terakhir, cocokkan daftar isi dengan isi, dan pastikan penomoran berurutan di titik sambung. Simpan seluruh berkas bab dan salinan PDF finalnya. Kalau ada revisi dari pembimbing, perbaiki bab yang bersangkutan di naskah sumber, ekspor ulang, lalu ulangi penggabungan dari awal.
Untuk merapikan format naskah sebelum diekspor, buka membuat PDF skripsi. Kalau berkasnya melewati batas unggahan, lanjutkan ke mengompres PDF skripsi. Untuk pekerjaan berkas pendidikan lain, buka Dokumen Pendidikan. Peta seluruh pekerjaan dokumen ada di Panduan Dokumen, dan panduan berkas PDF secara umum ada di Panduan PDF.