Mencetak materi kuliah hemat kertas dimulai dari berkasnya, bukan dari mesin cetaknya. Rangkum materi sebelum dicetak, rapikan PDF-nya, atur tata letak dua halaman per lembar, cetak bolak-balik, dan pilih halaman yang benar-benar dibutuhkan. Tanpa langkah itu, penghematan terbesar tidak terpakai karena Anda tetap mencetak ratusan halaman yang isinya hanya dibaca sekali.
Penghematan kertas sering dianggap urusan teknis di menu cetak. Kenyataannya keputusan terbesar ada di hulu. Slide kuliah yang setiap halamannya memuat lima baris teks akan memakan kertas jauh lebih banyak daripada versi ringkasnya. Begitu juga PDF yang masih memuat halaman judul, daftar isi, dan halaman kosong dari dokumen aslinya.
Artikel ini membahas urutan pekerjaannya dari menyiapkan berkas sampai pengaturan cetak. Untuk materi yang perlu dirapikan sebelum dicetak, lihat juga panduan membuat PDF dari PowerPoint kuliah dan membuat rangkuman materi.
Hitung dulu kebutuhan kertasnya
Sebelum menyentuh menu cetak, hitung berapa lembar yang benar-benar diperlukan. Cara sederhana: jumlah halaman materi dibagi dua karena dicetak bolak-balik, lalu dibagi dua lagi kalau dua halaman ditempatkan di satu sisi. Materi yang tadinya menuntut puluhan lembar bisa turun menjadi seperempatnya.
Perhitungan ini berguna untuk lebih dari sekadar menekan biaya. Materi yang tebalnya berlebihan jarang dibuka lagi. Mahasiswa membawa tumpukan yang berat, lalu memilih membaca versi digital karena lebih mudah. Cetakan yang tipis dan padat justru lebih sering dipakai untuk belajar.
Yang perlu dijaga adalah keterbacaan. Dua halaman per lembar masih nyaman untuk slide yang hurufnya besar. Empat halaman per lembar biasanya terlalu kecil untuk dibaca tanpa bantuan, kecuali untuk materi yang hanya perlu dilihat sekilas. Untuk catatan yang akan sering dibaca, tetap cetak satu halaman per sisi.
Merapikan PDF sebelum dicetak
Berkas yang datang dari mana saja sering punya masalah kecil yang menjadi besar saat dicetak. Halaman kosong, halaman terbalik, urutan yang kacau, dan lampiran yang tidak diperlukan. Semua itu menambah jumlah kertas dan mengacaukan bacaan.
Periksa berkasnya lebih dulu. Atur Urutan Halaman menyusun ulang halaman dalam satu berkas, dan halaman yang tidak disebut akan terbuang. Dengan cara itu, halaman kosong dan halaman sisipan yang tidak perlu bisa dihilangkan sebelum dicetak.
Kalau materi terdiri dari beberapa berkas, misalnya slide per pertemuan, Gabung PDF menyatukannya dengan urutan yang digeser di pratinjau dan penanda buku yang dipertahankan. Satu berkas gabungan lebih mudah diatur pengaturan cetaknya daripada belasan berkas terpisah.
Periksa juga ukuran berkasnya. Berkas slide yang memuat banyak gambar sering berukuran besar, dan sebagian mesin cetak memprosesnya lambat. Kompres PDF menurunkan resolusi gambar yang berlebihan lalu merapikan struktur berkas. Untuk materi yang dicetak, resolusi gambar tidak perlu sebesar yang diperlukan layar.
Memilih tata letak yang tepat
Menu cetak di hampir semua sistem menyediakan pilihan halaman per lembar dan cetak bolak-balik. Kombinasi keduanya menentukan jumlah kertas yang dipakai. Untuk slide yang hurufnya besar, dua halaman per lembar dengan cetak bolak-balik biasanya menjadi pilihan paling seimbang.
Ada satu jebakan pada cetak bolak-balik: orientasi halaman. Slide biasanya berbentuk lanskap, sedangkan kertas A4 berbentuk portrait. Kalau pengaturannya tidak sesuai, halaman kedua akan tercetak terbalik. Periksa hasil cetak dua halaman pertama sebelum mencetak seluruhnya.
Untuk materi yang memuat rumus, tabel, atau gambar rinci, jangan memaksakan dua halaman per lembar. Keterbacaan yang turun membuat materi tidak terpakai. Lebih baik mencetak lebih banyak lembar untuk bagian yang memang perlu dibaca teliti, dan menghemat pada bagian yang cukup dibaca sekali.
Memisahkan bagian yang perlu dicetak
Tidak semua materi perlu dicetak. Slide pengantar, daftar pustaka, dan halaman terima kasih biasanya cukup dibaca di layar. Bagian yang perlu dicetak adalah yang akan Anda tandai, coret, dan pakai saat belajar.
Cara paling praktis adalah membuat dua berkas: satu berkas lengkap untuk dibaca digital, dan satu berkas pilihan untuk dicetak. Untuk membuat berkas pilihan, gunakan Atur Urutan Halaman dengan menyebut hanya halaman yang ingin dipertahankan, atau pisahkan berkasnya lalu gabungkan kembali bagian yang dipilih.
Simpan kedua berkas itu dengan nama yang jelas. Berkas lengkap untuk arsip, berkas pilihan untuk cetak. Ketika materi yang sama perlu dicetak lagi, Anda tidak perlu menyortir ulang dari awal.
Menambahkan nomor halaman
Materi cetak yang berjumlah banyak perlu nomor halaman. Tanpa nomor, lembar yang jatuh atau tertukar sulit dikembalikan ke urutannya. Nomor Halaman menulis nomor berformat angka, nomor awalnya bisa diatur, dan posisinya digeser di pratinjau. Nomor diletakkan di dalam area cetak, jadi tidak terpotong saat dijilid atau saat tepi kertas terpotong.
Kalau materi yang dicetak adalah bagian dari rangkaian, atur nomor awalnya sesuai posisi bagian itu. Misalnya bagian kedua dimulai dari nomor lanjutan, bukan kembali ke satu. Cara ini memudahkan Anda menyusun kembali lembaran jika urutannya teracak.
Untuk materi yang dijilid, pertimbangkan memberi margin tambahan di sisi jilid. Sebagian mesin cetak menyediakan pilihan skala, tetapi hasilnya lebih rapi kalau ruangnya sudah disiapkan di berkas. Periksa juga posisi nomor halaman setelah penjilidan.
Mengatur mesin cetak dengan benar
Setelah berkasnya siap, pengaturan mesin cetak menentukan hasil akhirnya. Pilih ukuran kertas yang sesuai, umumnya A4. Pilih cetak bolak-balik, lalu pilih orientasi yang benar. Pilih halaman per lembar sesuai keputusan yang sudah dibuat di atas. Terakhir, pilih halaman yang akan dicetak, jangan seluruh dokumen.
Cetak dulu dua halaman sebagai uji. Periksa apakah halamannya tidak terpotong, apakah teksnya masih terbaca, dan apakah halaman kedua tidak terbalik. Uji cetak dua halaman ini menghemat kertas jauh lebih banyak daripada menghemat satu lembar, karena kesalahan pengaturan pada cetakan penuh membuat seluruh lembar terbuang.
Kalau mesin cetaknya bersama, antrean bisa panjang. Cetak pada jam yang lebih longgar, dan pastikan berkasnya sudah benar sebelum dikirim ke antrean. Menarik pekerjaan yang sudah masuk antrean sering tidak bisa mengembalikan kertas yang sudah terpakai.
Kapan cara ini tidak dipakai
Kalau materi akan dipakai untuk ujian terbuka atau dikumpulkan sebagai lampiran, ikuti ketentuan yang diminta. Sebagian dosen meminta format tertentu dengan satu halaman per lembar. Ketentuan itu menang atas penghematan.
Kalau materi memuat gambar berwarna yang penting untuk dipahami, misalnya diagram anatomi atau peta, mencetak dua halaman per lembar bisa menghilangkan detail yang justru menjadi inti materi. Untuk kasus seperti itu, cetak bagian tersebut secara terpisah dengan ukuran penuh.
Kalau materi hanya dibutuhkan sekali, pertimbangkan tidak mencetak sama sekali. Membaca di layar dan mencatat intinya di buku tulis sering lebih hemat daripada mencetak puluhan halaman yang akhirnya tidak dibuka lagi.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah mencetak dua halaman per lembar selalu menghemat? Jumlah kertasnya berkurang, tetapi keterbacaan bisa turun. Untuk slide dengan huruf besar, penghematannya nyata. Untuk dokumen berhuruf kecil, hasilnya sering sulit dibaca sehingga materi dicetak ulang dan kertas malah terbuang.
Bagaimana menghindari cetakan terbalik saat bolak-balik? Periksa orientasi halaman dan pengaturan baliknya di menu cetak, lalu uji dengan dua halaman pertama. Sebagian mesin punya pengaturan balik sisi panjang dan sisi pendek yang hasilnya berbeda.
Apakah boleh mencetak hanya sebagian halaman PDF? Boleh. Sebagian besar menu cetak menyediakan pilihan rentang halaman. Untuk memilih halaman yang tidak berurutan, rapikan dulu berkasnya dengan Atur Urutan Halaman.
Apakah materi hasil pindai bisa dirapikan seperti PDF digital? Hasil pindai disimpan sebagai gambar halaman, dan OCR belum tersedia di layanan ini. Halaman bisa diurutkan dan dihapus, tetapi teksnya tidak bisa dicari atau disalin.
Mulai dari satu mata kuliah
Pilih satu mata kuliah yang materinya paling menumpuk. Rapikan berkasnya, pilih halaman yang perlu dicetak, atur tata letaknya, lalu uji dua halaman. Setelah polanya terbentuk, cara yang sama bisa dipakai untuk mata kuliah lain tanpa mengulang kesalahan yang sama.
Untuk menyimpan materi yang sudah dirapikan, ikuti pola di menyimpan dokumen kuliah. Panduan lain seputar materi kuliah ada di Dokumen Pendidikan, dan peta seluruh kelompok dokumen ada di Panduan Dokumen.