Penomoran halaman skripsi lazim mengikuti satu pola umum: bagian awal memakai angka Romawi kecil, dan bagian isi memakai angka Arab. Pola itu adalah praktik yang banyak dipakai, bukan aturan yang berlaku di semua kampus. Rincian yang mengikat, seperti halaman mana yang dihitung, di mana nomor diletakkan, dan kapan penomoran Arab dimulai, ditetapkan oleh pedoman resmi masing-masing kampus. Karena itu, langkah pertama selalu membaca pedoman kampus yang berlaku pada tahun Anda menulis.

Artikel ini menjelaskan prinsip di balik pembagian itu, cara mengerjakannya, dan cara memeriksa hasilnya. Artikel ini tidak memuat angka yang mengikat, karena ketentuan tiap kampus berbeda dan bisa berubah. Yang sah hanya yang tertulis di pedoman resmi kampus, atau yang disampaikan lewat pengumuman program studi.

Bagian isi yang memakai angka Arab bisa dikerjakan dengan Nomor Halaman PDF. Tool ini menulis nomor berupa angka, nomor awalnya bisa diatur, dan posisinya digeser di pratinjau. Bagian awal yang memakai angka Romawi disiapkan di pengolah kata sebelum diekspor.

Prinsip di balik dua format

Pembagian dua format itu punya alasan yang praktis. Bagian awal skripsi memuat halaman yang bukan isi penelitian: halaman judul, halaman pengesahan, abstrak, kata pengantar, daftar isi, dan daftar tabel serta gambar. Isinya sering berubah di menit terakhir, dan perubahannya menggeser nomor halaman di belakangnya. Dengan memakai format yang berbeda, penomoran bagian isi bisa dimulai dari awal tanpa terpengaruh perubahan di bagian depan. Bab pendahuluan tetap dimulai dari nomor pertama, sekalipun kata pengantar bertambah satu halaman.

Karena tujuannya memisahkan dua bagian, batas antara keduanya harus jelas. Batas yang paling umum adalah tepat sebelum bab pendahuluan, setelah daftar tabel dan daftar gambar. Namun letak batas yang persis, dan bagian mana saja yang masuk hitungan, kembali ke pedoman kampus.

Yang biasanya diatur pedoman kampus

Ada beberapa hal yang hampir selalu diatur, dan jawabannya berbeda antar kampus. Halaman mana yang diberi nomor dan mana yang hanya dihitung: sebagian pedoman membiarkan halaman judul tanpa nomor meski tetap dihitung, sebagian lain menetapkan halaman tertentu tanpa nomor sama sekali.

Letak nomor di halaman. Umumnya nomor berada di tengah bawah, tetapi jarak dari tepi bawah kertas ditetapkan sendiri oleh pedoman, dan sering dikaitkan dengan area cetak supaya nomor tidak terpotong saat dijilid. Sebagian pedoman menempatkan nomor di sudut.

Format angka. Ada yang memakai angka Romawi kecil, ada yang memakai huruf, dan ada yang membedakan format untuk bagian tertentu. Bagian akhir seperti lampiran dan riwayat penulis kadang mengikuti aturan tersendiri. Nomor awal tiap bagian juga ditetapkan pedoman: kapan angka Arab dimulai, dan apakah hitungannya menyambung dari bagian sebelumnya.

Karena perbedaan itu, menyalin pengaturan dari kakak tingkat belum tentu aman. Pedoman bisa diperbarui, dan yang berlaku adalah versi yang dipakai program studi Anda saat ini.

Menyiapkan penomoran di pengolah kata

Cara yang paling praktis adalah membagi dokumen menjadi dua bagian di aplikasi pengolah kata. Bagian pertama untuk seluruh halaman depan dengan format nomor bagian awal. Bagian kedua dimulai dari bab pendahuluan dengan format nomor bagian isi. Pengaturan per bagian inilah yang memungkinkan dua format nomor berbeda dalam satu dokumen. Tandai batas antar bagian dengan pemisah bagian, bukan sekadar halaman baru, dan matikan penautan nomor antar bagian supaya penomoran bagian isi bisa dimulai ulang tanpa mengubah bagian depan. Simpan naskah dalam format aslinya, misalnya .docx, lalu ekspor ke PDF pada langkah terakhir, karena menyimpan hanya dalam bentuk PDF menghilangkan kesempatan memperbaiki penomoran dari akarnya. Alur ekspornya dibahas di membuat PDF skripsi.

Menggunakan tool nomor halaman untuk bagian isi

Nomor Halaman PDF berguna untuk bagian isi yang memakai angka Arab. Langkahnya sederhana: unggah berkas bagian isi, isi nomor awal sesuai pedoman kampus, periksa posisi nomor di pratinjau, jalankan proses, lalu unduh hasilnya.

Tiga hal perlu diketahui. Tool ini menulis nomor baru dan tidak menghapus nomor lama, jadi dokumen sumber sebaiknya belum membawa nomor di bagian isi. Tool ini menulis satu format angka untuk seluruh berkas, jadi bagian awal yang memakai angka Romawi harus dipisahkan lebih dulu. Kalau seluruh dokumen diproses sekaligus, angka Romawi di bagian awal akan ikut berubah menjadi angka Arab. Karena itu, pisahkan bagian awal dan bagian isi menjadi dua berkas, lalu satukan hasilnya lewat Gabung PDF. Nomor diletakkan di dalam area cetak, sehingga tidak terpotong saat dijilid.

Urutan pengerjaan yang disarankan

  1. Baca pedoman resmi kampus dan catat ketentuan penomorannya.
  2. Finalkan isi naskah, termasuk daftar isi dan daftar tabel.
  3. Bagi dokumen menjadi bagian awal dan bagian isi di pengolah kata.
  4. Atur format nomor untuk masing-masing bagian.
  5. Ekspor kedua bagian menjadi PDF.
  6. Kalau perlu, tambahkan nomor Arab pada berkas bagian isi lewat Nomor Halaman PDF.
  7. Satukan kedua berkas lewat Gabung PDF.
  8. Periksa hasil gabungan dari halaman pertama sampai terakhir.
  9. Cocokkan daftar isi dengan nomor yang tercetak.

Langkah kedelapan memakan waktu, tetapi itulah cara memastikan penomoran tidak meleset. Periksa terutama halaman persimpangan antara bagian awal dan bagian isi.

Memeriksa hasil

Periksa empat hal. Pertama, format angka di setiap bagian sudah sesuai ketentuan kampus. Kedua, posisi nomor konsisten di semua halaman. Ketiga, halaman yang seharusnya tanpa nomor memang tanpa nomor. Keempat, daftar isi menunjuk halaman yang benar. Periksa juga halaman yang memuat tabel atau gambar besar, karena nomor di bagian bawah bisa bertumpuk dengan isi kalau halaman itu penuh.

Kalau naskahnya digabung dari beberapa bab, periksa titik sambung satu per satu. Setiap berkas membawa penomorannya sendiri, jadi titik sambung adalah tempat nomor berulang atau hilang. Cara menyatukannya ada di menggabungkan bab skripsi jadi satu PDF.

Masalah yang sering terjadi

Seluruh nomor berubah menjadi angka Arab. Berarti seluruh dokumen diproses sekaligus. Bagian awal harus dikeluarkan dari proses, karena tool ini mencetak satu format angka.

Halaman judul ikut bernomor. Tool penomoran tidak bisa melewati halaman tertentu. Halaman judul perlu dikeluarkan dari proses, atau nomornya ditutup setelah penomoran selesai.

Nomor bagian isi dimulai dari angka yang salah. Nomor awalnya belum diatur. Jalankan ulang dengan nomor awal sesuai pedoman kampus.

Dua nomor terlihat di satu halaman. Dokumen sumbernya sudah membawa nomor. Hapus penomoran dari dokumen sumber lebih dulu, lalu ekspor ulang dan jalankan penomoran.

Daftar isi tidak cocok dengan nomor yang tercetak. Daftar isi dibuat sebelum penomoran berubah. Perbarui di dokumen sumber, ekspor ulang halaman itu, lalu susun kembali.

Nomor terpotong saat dijilid. Posisi nomor terlalu dekat tepi kertas. Geser posisinya ke dalam area cetak di pratinjau, lalu jalankan ulang.

Kapan sebaiknya tidak memakai tool daring

Kalau penomoran skripsi Anda rumit, misalnya memakai beberapa format berbeda dalam satu dokumen, kerjakan sepenuhnya di aplikasi pengolah kata di komputer sendiri, karena kendalinya lebih langsung dan perubahannya tidak perlu dipindahkan antar berkas. Kalau pedoman kampus menyediakan templat dengan penomoran yang sudah diatur, pakai templat itu apa adanya.

Naskah skripsi yang belum disidangkan adalah karya yang belum boleh beredar. Sebagian kampus meminta mahasiswanya tidak mengunggah naskah ke layanan pihak ketiga sebelum ujian. Pada layanan ini, berkas dialirkan ke pemroses dan hasilnya dikirim balik ke peramban tanpa ditulis ke penyimpanan permanen, tetapi berkas tetap meninggalkan perangkat selama proses berlangsung. Keterangan lengkapnya ada di kebijakan privasi.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah format penomoran sama di semua kampus? Tidak. Bagian awal biasanya memakai angka Romawi dan bagian isi memakai angka Arab, tetapi rinciannya berbeda tiap kampus. Baca pedoman resmi kampus Anda.

Apakah tool ini bisa mencetak angka Romawi? Tidak. Tool ini menulis nomor berupa angka. Penomoran Romawi bagian awal disiapkan di pengolah kata sebelum ekspor.

Apakah nomor lama di dokumen sumber ikut terhapus? Tidak. Tool mencetak nomor baru dan tidak menghapus nomor lama. Bersihkan penomoran lama lebih dulu.

Apakah halaman judul bisa dilewati langsung oleh tool? Tidak. Halaman judul harus dikeluarkan dari proses, atau nomornya ditutup setelah penomoran selesai.

Apakah penomoran perlu diulang setelah berkas digabung? Tidak, selama urutan penggabungannya benar dan nomor awal sudah sesuai. Periksa hasil gabungan untuk memastikan tidak ada nomor yang meleset.

Setelah penomoran sesuai pedoman

Periksa hasil gabungan dari halaman pertama sampai halaman terakhir, lalu bandingkan dengan daftar isi. Kalau ada halaman yang urutannya perlu diperbaiki, kerjakan lewat Atur Urutan Halaman. Untuk menyusun naskahnya dari awal, buka membuat PDF skripsi. Untuk pekerjaan berkas pendidikan lain, buka Dokumen Pendidikan. Peta seluruh pekerjaan dokumen ada di Panduan Dokumen, dan panduan berkas PDF secara umum ada di Panduan PDF.