Tes Kraepelin adalah tes berhitung cepat yang dikerjakan pada lembar berisi deretan angka, dan yang dinilai bukan hanya jawaban akhirnya. Penguji mengamati kecepatan, ketelitian, konsistensi, dan cara Anda bertahan ketika waktu terus berjalan. Karena itu cara mengerjakannya adalah mencari ritme yang stabil: kecepatan yang bisa Anda pertahankan, dengan kesalahan sesedikit mungkin, dari kolom pertama sampai kolom terakhir.
Tes ini sering disebut tes koran karena lembarnya lebar dan rapat berisi angka, bukan karena ada kaitannya dengan membaca koran. Peserta menjumlahkan angka demi angka mengikuti kolom yang ditentukan, lalu berpindah saat mendapat aba-aba. Yang membuatnya menantang bukan soal hitungannya, karena hitungannya sederhana, melainkan tekanan waktu yang tidak berhenti.
Artikel ini membahas apa yang diamati penguji dan cara mengerjakannya. Format teknis, jumlah baris, dan durasi ditentukan penyelenggara tes, jadi yang dibahas di sini adalah hal yang berlaku umum pada tes berhitung cepat. Kalau instruksi di ruang tes berbeda dari gambaran ini, instruksi penyelenggara yang berlaku.
Apa yang sebenarnya dinilai
Yang pertama adalah kecepatan. Penguji menghitung seberapa banyak baris atau kolom yang berhasil Anda selesaikan dalam waktu yang tersedia. Kecepatan di sini bukan kecepatan sesaat, melainkan jumlah pekerjaan yang benar-benar selesai.
Yang kedua adalah ketelitian. Dua orang bisa menyelesaikan jumlah yang sama, tetapi yang satu meninggalkan banyak jawaban salah dan yang lain tidak. Jawaban salah biasanya dihitung terpisah, sehingga kecepatan tanpa ketelitian tidak menolong. Justru pola yang paling dicari adalah pekerjaan yang selesai banyak dengan kesalahan sedikit.
Yang ketiga adalah konsistensi. Dari lembar jawaban, penguji bisa melihat apakah kecepatan Anda bertahan, naik, atau merosot di bagian akhir. Kecepatan yang turun tajam menjelang akhir menunjukkan bahwa Anda belum menemukan ritme yang bisa dipertahankan. Grafik yang stabil biasanya lebih baik daripada grafik yang melonjak di awal lalu jatuh.
Yang keempat adalah daya tahan terhadap tekanan. Tes ini sengaja dipakai karena pekerjaan sehari-hari sering menuntut penyelesaian tugas berulang dalam batas waktu. Cara Anda bereaksi ketika sadar sudah melakukan kesalahan, atau ketika aba-aba pindah datang lebih cepat dari perkiraan, ikut terbaca dari lembar Anda.
Cara mengerjakan dengan ritme yang stabil
Dengarkan instruksi sampai selesai sebelum mulai. Arah pengerjaan, aturan pindah kolom, dan cara menuliskan jawaban dijelaskan di awal, dan kesalahan memahami instruksi tidak bisa ditebus di tengah tes. Kalau ada yang belum jelas, tanyakan sebelum lembar dibagikan.
Kerjakan dari atas ke bawah pada kolom yang aktif, lalu pindah ketika aba-aba diberikan. Jangan melompat ke kolom lain sebelum waktunya, karena penguji membaca urutan pengerjaan Anda. Menyisakan baris kosong di tengah kolom juga menyulitkan pembacaan hasil.
Jaga kecepatan yang bisa Anda pertahankan, bukan kecepatan tertinggi yang Anda miliki. Peserta yang memacu terlalu cepat di awal sering kehabisan konsentrasi sebelum paruh kedua. Sebaliknya, peserta yang terlalu hati-hati biasanya tidak menyelesaikan cukup banyak baris. Ritme yang baik terasa seperti lari jarak menengah: ada usaha, tetapi tidak habis di awal.
Kalau menemukan soal yang terasa sulit, jangan berhenti lama di situ. Hitungan yang rumit sesekali muncul, dan waktu yang dihabiskan di satu baris lebih baik dipakai untuk baris berikutnya. Kalau salah menghitung, lanjutkan saja. Berhenti untuk menyesali kesalahan hanya menghabiskan waktu dan merusak ritme.
Perhatikan aba-aba pindah kolom dengan posisi mata, bukan dengan mengangkat pensil. Peserta yang terlatih bisa berpindah kolom tanpa kehilangan baris tempat ia berhenti. Kehilangan posisi memaksa Anda mengulang beberapa baris, dan itu memakan waktu yang tidak sedikit.
Cara berlatih sebelum tes
Latihan yang paling berguna adalah berhitung penjumlahan cepat tanpa kalkulator. Kerjakan deretan angka sederhana setiap hari dalam waktu yang terbatas, lalu catat dua hal: berapa baris yang selesai dan berapa yang salah. Dengan mencatat keduanya, Anda bisa melihat apakah kecepatan bertambah tanpa mengorbankan ketelitian.
Latih juga perpindahan kolom. Buat sendiri lembar latihan berisi beberapa kolom angka, lalu berlatih berpindah kolom setiap selang waktu tertentu. Kebiasaan ini membuat Anda tidak kaget ketika aba-aba datang di tengah baris.
Yang tidak perlu dilakukan adalah menghafal jawaban. Tes ini tidak punya kunci jawaban yang bisa dihafal karena angkanya berbeda setiap kali. Yang bisa dilatih adalah kecepatan berhitung, ketelitian, dan ketenangan, dan ketiganya bertambah lewat latihan yang teratur, bukan lewat sekali latihan panjang.
Kesalahan yang sering terjadi
Kesalahan pertama adalah memacu kecepatan di awal lalu berhenti sesekali untuk mengatur napas. Pola ini menghasilkan grafik yang naik turun tajam. Lebih baik memulai dengan kecepatan sedang yang bisa Anda jaga sampai akhir.
Kesalahan kedua adalah meneruskan baris yang salah sampai selesai. Kalau Anda sadar salah di tengah baris, selesaikan baris itu dengan jawaban yang Anda yakini, lalu lanjut. Membongkar ulang pekerjaan di tengah tes hampir selalu merugikan.
Kesalahan ketiga adalah lupa aturan penulisan jawaban, misalnya menulis dua angka padahal yang diminta satu angka terakhir. Aturan seperti ini disebutkan di awal dan jarang diulang. Kesalahan keempat adalah gugup berlebihan sampai tangan kaku. Bagian tentang cara mengatasi gugup saat wawancara membahas cara menenangkan diri yang bisa dipakai sebelum tes dimulai.
Kapan saran ini tidak berlaku
Format tes berbeda antar penyelenggara. Ada yang memakai lembar kertas, ada yang memakai aplikasi di komputer, dan ada yang menggabungkan tes ini dengan rangkaian tes lain. Cara pindah kolom, cara menjawab, dan durasinya bisa berbeda, jadi ikuti petunjuk yang diberikan di ruang tes.
Tes ini juga bukan penentu tunggal. Hasilnya biasanya dibaca bersama hasil tes lain dan bersama jawaban wawancara, sehingga skor yang biasa saja pada satu tes tidak otomatis menggugurkan Anda. Yang bisa Anda kendalikan adalah cara mengerjakan, bukan ambang batas yang dipakai perusahaan.
Kalau Anda melamar posisi yang jelas tidak memakai tes berhitung cepat, latihan ini tetap berguna untuk tes lain yang mengukur kecepatan dan ketelitian, tetapi jangan mengorbankan persiapan wawancara. Bahan wawancara tetap perlu disiapkan, seperti dijelaskan di cara mempersiapkan wawancara kerja.
Persiapan teknis di hari tes
Bawa alat tulis sendiri kalau penyelenggara mengizinkan, dan pilih pensil atau pulpen yang nyaman dipakai lama. Duduk dengan posisi yang membuat lembar mudah dijangkau tanpa membungkuk berlebihan. Istirahatkan mata beberapa menit sebelum tes dimulai, karena membaca deretan angka dalam waktu lama membuat mata cepat lelah.
Makan sebelum tes, tetapi jangan terlalu kenyang. Tes berhitung menuntut konsentrasi, dan lapar atau kekenyangan sama-sama mengganggu. Datang lebih awal supaya Anda tidak masuk ruangan dalam keadaan terburu-buru.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah tes Kraepelin sama dengan tes koran? Ya, sebutan tes koran dipakai untuk tes berhitung cepat dengan lembar lebar seperti yang dibahas di sini. Nama resminya mengikuti penyelenggara, tetapi bentuknya sama.
Apakah harus bisa berhitung sangat cepat? Tidak. Yang dinilai adalah keseimbangan antara kecepatan dan ketelitian. Peserta dengan kecepatan sedang tetapi hampir tanpa salah sering dinilai lebih baik daripada peserta cepat dengan banyak kesalahan.
Apakah sedikit kesalahan membuat saya gagal? Tidak ada angka gagal yang berlaku umum. Ambang batas ditentukan penyelenggara dan tidak selalu disampaikan ke peserta. Yang bisa dilakukan adalah menekan jumlah kesalahan sebanyak mungkin.
Apakah tes Kraepelin bisa dilatih? Sebagian besar bisa. Kecepatan berhitung dan ketelitian bertambah dengan latihan rutin. Yang tidak bisa dihafal adalah jawabannya, karena angkanya berubah setiap kali tes.
Apakah hasil tes ini menentukan hasil akhir rekrutmen? Hasilnya dibaca bersama bagian seleksi lain. Tidak ada satu tes yang berdiri sendiri sebagai penentu, dan tidak ada yang bisa menjamin hasil akhir.
Setelah tes selesai
Setelah tes berakhir, jangan mengulang hitungan yang sudah dikerjakan di kepala. Yang sudah selesai tidak bisa diubah, dan memikirkannya hanya menguras tenaga untuk tahap berikutnya. Catat kesan Anda tentang ritme yang dipakai, lalu pakai catatan itu kalau menghadapi tes serupa lagi.
Kalau tesnya bagian dari rangkaian lamaran, siapkan juga berkas dan CV Anda. Pembuat CV bisa dipakai menyusun CV jalur ATS yang rapi, dan penjelasan seluruh tahapan ada di Wawancara Kerja. Peta lengkap persiapan karier ada di Panduan CV dan Karier.