Wawancara panel adalah sesi dengan beberapa pewawancara sekaligus dalam satu ruangan atau satu panggilan video. Biasanya dua sampai empat orang: atasan langsung, rekan setim, dan perwakilan dari bagian kepegawaian. Pertanyaannya datang bergantian dari orang yang berbeda, dan cara menghadapinya berbeda dari wawancara satu lawan satu. Anda perlu membagi perhatian, menjawab satu pertanyaan sekaligus, dan mengingat siapa menanyakan apa.
Kesulitan utama wawancara panel bukan pertanyaannya, melainkan situasinya. Mata harus berpindah, telinga menangkap beberapa suara, dan tekanan terasa lebih besar karena banyak orang menyimak. Kabar baiknya, panel biasanya justru ingin Anda berhasil; mereka meluangkan waktu bersama-sama karena ingin melihat cara Anda bekerja dengan beberapa orang sekaligus.
Panduan ini membahas persiapan dan sikap untuk wawancara panel. Panel berbeda dari wawancara dua tahap yang memisahkan sesi HR dan sesi pengguna, karena di panel keduanya duduk dalam satu sesi yang sama. Kalau panelnya sekaligus menguji keterampilan, bagian itu ada di wawancara teknis.
Siapa yang biasanya duduk di panel
Atasan langsung, yaitu orang yang akan menjadi tempat Anda melapor. Pertanyaannya biasanya tentang cara kerja, kesediaan belajar, dan cara Anda mengambil keputusan. Jawaban untuk orang ini sebaiknya menyebut hal yang dekat dengan pekerjaan sehari-hari.
Rekan setim, yaitu orang yang akan bekerja berdampingan dengan Anda. Pertanyaannya sering tentang kerja sama, pembagian tugas, dan cara Anda menangani perbedaan pendapat. Jawaban yang baik menunjukkan bahwa Anda bisa bekerja dalam tim, sekaligus menyelesaikan bagian Anda sendiri.
Perwakilan kepegawaian, yang menanyakan hal administratif seperti kesediaan ditempatkan, jadwal mulai, dan dokumen yang perlu dilengkapi. Jawabannya cukup singkat dan jelas; bagian ini bukan tempat bercerita panjang.
Kadang ada juga pengawas dari bagian lain yang menilai dari sudut pandang berbeda. Kalau Anda tidak tahu peran salah satu pewawancara, tanyakan perannya di akhir sesi dengan sopan.
Membedakan panel dari sesi biasa
Pada wawancara satu lawan satu, Anda bisa menyesuaikan gaya bicara dengan satu orang. Pada panel, penyesuaian itu terbagi. Karena itu, jawablah ke seluruh panel, termasuk peserta yang tidak bertanya. Awali jawaban dengan menatap penanya, lalu sebar pandangan ke peserta lain saat Anda menjelaskan.
Panel juga sering bertanya secara bertubi-tubi tanpa jeda. Satu orang selesai bertanya, orang berikutnya langsung menambahkan pertanyaan lanjutan. Jangan panik dan jangan mencoba menjawab semuanya sekaligus. Jawab satu per satu, dan sebutkan pertanyaan mana yang Anda jawab lebih dulu.
Sesi panel biasanya lebih panjang daripada sesi biasa karena ada beberapa penilai. Siapkan tenaga dan air minum kalau diperbolehkan.
Menyiapkan bahan untuk panel
Siapkan cerita Anda seperti biasa, lalu tambahkan satu penyesuaian: untuk setiap cerita, pikirkan bagian mana yang paling relevan bagi tiap pewawancara. Atasan langsung ingin tahu hasil dan cara kerja; rekan setim ingin tahu cara Anda berkomunikasi.
Siapkan juga pertanyaan yang ditujukan kepada orang yang tepat. Pertanyaan tentang target tim lebih cocok untuk atasan langsung, pertanyaan tentang kerja sehari-hari untuk rekan setim, dan pertanyaan tentang jadwal serta dokumen untuk bagian kepegawaian. Cara menyusun daftarnya ada di pertanyaan yang ditanyakan ke pewawancara.
Untuk wawancara panel daring, periksa nama yang tertera di layar dan catat siapa yang memakai nama apa. Memanggil nama dengan benar saat menjawab menunjukkan bahwa Anda memperhatikan, dan itu membantu ketika panelnya besar.
Saat sesi berlangsung
Dengarkan pertanyaan sampai selesai sebelum menjawab. Pada panel, godaan untuk menyela lebih besar karena ada jeda antar penanya. Tunggu sampai kalimatnya benar-benar selesai, lalu hitung satu detik sebelum Anda mulai bicara.
Jawab dengan panjang yang wajar. Jawaban dua menit masih diterima, tetapi kalau setiap pertanyaan dijawab dua menit, sesi panel bisa melewati jadwal. Sesuaikan panjang jawaban dengan luas pertanyaannya: pertanyaan singkat dijawab singkat.
Kalau dua orang bertanya bersamaan, jawab yang paling jelas lebih dulu, lalu tanyakan apakah penanya kedua masih ingin menambahkan. Contohnya: "Saya jawab pertanyaan Bapak dulu, lalu saya lanjutkan ke pertanyaan Ibu." Sikap ini menunjukkan bahwa Anda mendengarkan keduanya.
Kalau ada pertanyaan yang sama ditanyakan dua kali oleh orang berbeda, jawab dengan isi yang sama tanpa tersinggung. Pengulangan biasanya terjadi karena penanya ingin mendengar jawabannya langsung.
Membagi perhatian dan bahasa tubuh
Tatap penanya saat ia berbicara, lalu alihkan pandangan ke peserta lain saat Anda menjawab. Jangan menatap satu orang saja sepanjang sesi, dan jangan menunduk ke meja. Kalau panelnya daring, arahkan pandangan ke kamera saat menjawab, lalu kembali ke wajah di layar saat mendengarkan.
Duduk dengan posisi yang menghadap seluruh panel, bukan menyamping ke satu orang. Kalau ruangannya memungkinkan, pilih kursi yang membuat Anda bisa melihat semua orang tanpa harus menoleh berlebihan.
Catat satu dua kata untuk pertanyaan yang perlu Anda jawab nanti. Mencatat membuat Anda tidak lupa pertanyaan yang datang di tengah jawaban. Angkat kepala setiap kali ada yang berbicara, dan jangan menunduk terus.
Kalau ada yang tidak setuju
Pada panel, dua pewawancara bisa punya pandangan berbeda tentang cara kerja. Kalau pertanyaannya mengandung perbedaan itu, jawab dengan tenang dan jangan memihak salah satu. Jelaskan prinsip yang Anda pakai, lalu sebutkan bahwa penerapannya bisa menyesuaikan kebiasaan tim.
Kalau ada jawaban Anda yang dikoreksi, terima koreksinya tanpa membela diri panjang. Kalimat seperti "Terima kasih koreksinya, saya paham" cukup. Panel menilai cara Anda menerima masukan, dan bagian itu tidak terlihat di wawancara satu lawan satu.
Pertanyaan yang terasa menekan biasanya memang disengaja untuk melihat reaksi Anda. Tarik napas sekali, jawab dengan tempo yang lebih lambat, dan tetap jujur. Jangan mengarang hanya supaya terlihat tenang.
Menutup sesi panel
Bagian tanya jawab di panel biasanya dibuka untuk semua peserta. Ajukan pertanyaan Anda dengan menyebut orang yang dituju, misalnya "Saya ingin bertanya kepada Ibu [Nama] tentang target tim". Satu atau dua pertanyaan sudah cukup.
Saat menutup, ucapkan terima kasih kepada seluruh panel, termasuk peserta yang paling sedikit berbicara. Aturan penutup yang lebih lengkap ada di cara menutup wawancara.
Setelah keluar, catat nama dan peran setiap pewawancara selagi masih ingat. Catatan itu berguna kalau Anda dihubungi lagi dan perlu menyebut percakapan dengan orang tertentu.
Kapan saran ini tidak berlaku
Kalau panelnya digabung dengan presentasi atau simulasi kerja, aturannya mengikuti panitia. Anda mungkin diminta memaparkan sesuatu di depan panel, dan bagian tanya jawabnya berbeda dari wawancara biasa.
Kalau wawancara panel berlangsung dalam bahasa Inggris, siapkan frasa untuk meminta pengulangan dan penjelasan. Panduannya ada di wawancara bahasa inggris.
Kalau panelnya sangat besar, misalnya forum terbuka dengan banyak penguji, biasanya ada pembawa acara yang mengatur urutan pertanyaan. Ikuti arahan pembawa acara dan jangan melompati urutannya.
Pertanyaan yang sering muncul
Berapa jumlah pewawancara yang wajar? Umumnya dua sampai empat orang. Kalau jumlahnya lebih banyak, biasanya ada pembawa acara yang mengatur urutan pertanyaan, dan Anda cukup mengikuti alurnya.
Haruskah saya menghafal nama semua pewawancara? Tidak perlu semuanya. Cukup catat siapa yang duduk di posisi apa, dan panggil nama saat menjawab kalau Anda yakin. Kalau ragu, sapaan umum yang sopan lebih aman daripada salah nama.
Apa yang dilakukan kalau pertanyaannya bertubi-tubi? Jawab satu per satu, sebut urutannya, dan jangan mencoba menjawab semuanya sekaligus. Menjawab satu pertanyaan dengan tuntas lebih baik daripada menyentuh semuanya setengah-setengah.
Apakah perlu membawa catatan saat panel? Satu halaman berisi pertanyaan Anda tidak mengganggu, asalkan tidak dibaca selama sesi. Kalau panelnya daring, tempel catatan kecil di samping layar. Yang harus dihindari adalah menunduk membaca saat orang lain berbicara.
Bagaimana kalau dua pewawancara saling memotong? Tunggu sampai keduanya selesai, lalu jawab pertanyaan yang paling jelas lebih dulu dan tanyakan apakah yang lain masih ingin menambahkan. Jangan memihak salah satu.
Apakah panel menilai penampilan? Yang dinilai adalah kerapian dan kesesuaian dengan norma perusahaan. Berpakaian lebih rapi sedikit daripada perkiraan Anda adalah pilihan yang aman.
Panel sebagai gambaran kerja
Wawancara panel memberi Anda gambaran tentang cara tim itu bekerja bersama. Perhatikan bagaimana para pewawancara berinteraksi: apakah mereka saling mendengarkan, apakah ada yang mendominasi, dan bagaimana mereka menanggapi pertanyaan satu sama lain. Pengamatan itu membantu Anda menilai apakah lingkungan kerjanya cocok. Setelah sesi, kirim pesan terima kasih singkat seperti yang dijelaskan di cara follow up setelah wawancara. Peta lengkap topik wawancara ada di Wawancara Kerja, panduan menyiapkan bahannya di cara mempersiapkan wawancara kerja, dan panduan karier lainnya di Panduan CV dan Karier. Perbaikan CV bisa dikerjakan di Pembuat CV.