Subjek email lamaran kerja yang benar menyebut dua hal: posisi yang dilamar dan nama Anda. Pola yang paling aman adalah "Lamaran [Posisi] - [Nama Anda]", misalnya "Lamaran Staf Administrasi - [Nama Anda]". Subjek seperti itu langsung memberi tahu penerimanya apa isi surel itu dan siapa pengirimnya, tanpa harus membuka satu per satu.

Subjek adalah satu-satunya bagian surel yang dibaca sebelum penerimanya memutuskan membuka atau melewati. Penerima yang mengelola puluhan lamaran sehari bekerja dari daftar subjek di kotak masuknya. Subjek yang kosong, yang berbunyi "Lamaran Kerja" saja, atau yang memakai nama akun surel yang aneh membuat surel Anda tenggelam di antara surel lain.

Halaman ini hanya membahas satu baris itu. Isi badan surelnya ada di cara menulis email lamaran kerja, sedangkan urutan pekerjaan dari menyiapkan berkas sampai mengirim ada di cara mengirim lamaran lewat email.

Pola subjek yang aman

Tiga pola berikut bisa dipakai hampir di semua keadaan:

Keadaan Pola subjek
Lamaran umum Lamaran Staf Administrasi - [Nama Anda]
Ada kode lowongan Lamaran Staf Administrasi (ADM-0726) - [Nama Anda]
Ada nama instansi Lamaran Guru Matematika - [Nama Anda] - [Nama Instansi]

Urutannya sengaja posisi dulu, baru nama. Alasannya, penerimanya biasanya menyortir berdasarkan posisi lebih dulu. Posisi yang berada di awal subjek membuat surel Anda langsung masuk ke kelompok yang benar.

Kalau nama posisinya panjang, ambil bentuk yang paling dikenal. "Lamaran Staf Administrasi dan Data Entry" bisa disingkat menjadi "Lamaran Staf Administrasi" kalau iklannya memang lebih sering memakai nama itu. Yang penting istilahnya cocok dengan yang ada di iklan.

Kalau instansi menentukan format

Sebagian instansi dan portal menetapkan format subjek secara tertulis, misalnya "Lamaran_[Posisi]_[Nama]" atau "LAMARAN - KODE - NAMA". Kalau ada ketentuan seperti itu, ikuti apa adanya, termasuk pemisah, huruf kapital, dan urutannya.

Ketentuan format biasanya dipakai untuk menyortir surel secara otomatis. Subjek yang tidak mengikuti format bisa masuk ke folder yang salah, atau tersaring keluar sebelum dibaca. Karena itu, periksa kembali subjeknya terhadap pengumuman sebelum menekan tombol kirim.

Kalau pengumuman hanya meminta kode lowongan tanpa format khusus, tulis kodenya di subjek bersama posisi dan nama Anda. Kode yang sendirian di subjek, misalnya hanya "ADM-0726", tidak memberi tahu penerimanya siapa pengirimnya.

Yang sebaiknya tidak dipakai

Subjek kosong. Ini kesalahan yang paling merugikan, karena surel tanpa subjek sering dianggap spam dan dilewati begitu saja.

Subjek yang hanya berbunyi "Lamaran Kerja". Penerima yang mengelola banyak lowongan harus membuka surel satu per satu untuk tahu posisi yang dilamar. Itu pekerjaan tambahan yang bisa Anda hindari.

Huruf kapital semua, misalnya "LAMARAN STAF ADMINISTRASI". Subjek seperti itu terlihat seperti pengumuman atau penawaran, bukan lamaran, dan di banyak aplikasi surel terbaca seperti teriakan.

Tanda seru dan tanda baca berlebihan. "LAMARAN!!! TOLONG DIBACA" membuat surel terlihat tidak tenang. Satu tanda hubung atau garis bawah sudah cukup sebagai pemisah.

Emoji. Emoji di subjek lamaran membuat surel terlihat tidak resmi. Kalau instansinya tidak meminta, jangan pakai.

Nama akun surel yang aneh. Kalau alamat surel Anda memakai nama panggilan atau angka acak, nama di subjek membantu penerimanya mengenali Anda. Kalau alamatnya sudah memakai nama lengkap, subjek tetap menyebut nama untuk memperjelas.

Subjek untuk keadaan khusus

Melamar posisi yang sama di dua instansi berbeda. Sebut nama instansinya di subjek, misalnya "Lamaran Staf Administrasi - [Nama Anda] - [Nama Instansi]". Tanpa nama instansi, dua surel dengan subjek yang sama bisa tertukar saat Anda mengecek riwayat.

Melamar lewat rujukan. Sebut posisinya dan nama Anda, lalu tambahkan nama perujuknya kalau tempatnya cukup: "Lamaran Staf Administrasi - [Nama Anda] (rujukan: [Nama Perujuk])". Rujukan membantu penerimanya mencocokkan surel Anda dengan catatan internal.

Melamar posisi yang berbeda dari pengalaman sebelumnya. Tidak perlu menjelaskan apa pun di subjek. Cukup posisi dan nama, karena penjelasannya tempatnya di surat lamaran.

Mengirim ulang karena lampiran lupa disertakan. Pakai subjek yang sama, lalu tambahkan keterangan singkat, misalnya "Lamaran Staf Administrasi - [Nama Anda] (kirim ulang, lampiran lengkap)". Keterangan itu membantu penerimanya memakai berkas yang benar.

Tindak lanjut lamaran. Ini surel yang berbeda, dan subjeknya juga berbeda. Pola yang aman: "Follow up lamaran [Posisi] - [Nama Anda]". Jangan membalas surel lama dengan subjek lamaran yang sama, karena penerimanya bisa mengira Anda mengirim ulang berkas. Caranya ada di cara follow up lamaran kerja.

Panjang dan cara menyingkat

Subjek yang terlalu panjang terpotong di sebagian aplikasi surel, terutama saat dibuka di ponsel. Posisi dan nama biasanya sudah cukup, dan keduanya lebih penting daripada keterangan tambahan.

Kalau nama posisinya panjang, singkat dengan hati-hati. "Lamaran Staf Administrasi dan Pengelolaan Arsip" bisa menjadi "Lamaran Staf Administrasi". Jangan menyingkat sampai posisinya tidak lagi dikenali, misalnya menjadi "Lamaran SA" yang hanya Anda yang paham.

Kalau nama Anda panjang, nama lengkap tetap lebih baik daripada singkatan. Penerimanya mencocokkan nama di subjek dengan nama di CV dan surat lamaran, dan singkatan membuat pencocokan itu lebih lambat.

Cara memeriksa subjek sebelum mengirim

Periksa empat hal. Pertama, posisi yang tertulis di subjek cocok dengan posisi di surat lamaran dan iklan. Kedua, nama Anda tertulis dengan ejaan yang benar. Ketiga, formatnya mengikuti ketentuan instansi kalau ada. Keempat, tidak ada huruf kapital semua, tanda seru, atau emoji.

Periksa juga nama pengirim yang terlihat di kotak masuk penerima. Nama itu diambil dari pengaturan akun surel Anda, bukan dari subjek. Kalau namanya masih "user" atau nama panggilan yang tidak jelas, ubah di pengaturan akun sebelum mengirim. Nama pengirim dan subjek dibaca bersamaan.

Kapan subjek tidak menentukan

Kalau lamaran dikirim lewat portal rekrutmen, tidak ada subjek yang perlu diisi. Portal memakai data yang Anda isi di formulir, dan posisinya tercatat di sistem. Aturan subjek hanya berlaku untuk lamaran lewat surel.

Kalau lamaran dikirim lewat WhatsApp, tidak ada subjek, dan pesan pertamanya menggantikan fungsinya. Pesan itu menyebut posisi dan nama Anda dalam satu atau dua kalimat, lalu berkasnya dikirim sebagai dokumen.

Kalau lamaran dikirim lewat pos, yang berperan sebagai subjek adalah keterangan di amplop dan baris perihal di surat lamaran. Keduanya menyebut posisi yang dilamar.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah nama perusahaan perlu ada di subjek? Kalau hanya melamar ke satu perusahaan, tidak wajib. Kalau melamar ke beberapa perusahaan dengan posisi yang sama, nama perusahaan membantu Anda dan penerimanya membedakan surel.

Bolehkah memakai huruf kapital di awal setiap kata? Boleh, dan itu pola yang lazim. Yang dihindari adalah kapital semua.

Apakah subjek perlu menyebut kode lowongan? Kalau iklannya mencantumkan kode, sebutkan. Kode itu membantu penyortiran, terutama di instansi besar.

Bagaimana kalau nama posisi di iklan sangat panjang? Ambil bentuk yang paling dikenal dan tetap cocok dengan iklan. Kalau ragu, pakai nama yang ada di bagian atas iklan, karena itu yang paling sering dipakai penyortir.

Apakah subjek yang salah bisa diperbaiki setelah dikirim? Tidak. Surel yang sudah terkirim tidak bisa ditarik kembali di semua aplikasi. Kalau subjeknya salah, kirim ulang dengan subjek yang benar dan keterangan singkat, jangan menghapus surel pertama.

Apakah "Lamaran Kerja - [Nama]" sudah cukup? Belum. Posisi yang dilamar tidak ada di situ, dan penerimanya harus membuka surel untuk tahu. Selalu sebut posisinya.

Setelah subjek benar

Subjek yang jelas membuat surel Anda lebih mudah ditemukan kembali, baik oleh penerimanya maupun oleh Anda sendiri saat mengecek riwayat. Setelah subjeknya beres, isi badan surelnya dengan pola di cara menulis email lamaran kerja. Kalau lampirannya lebih dari satu atau perlu disatukan, aturannya ada di cara melampirkan berkas lamaran di email, dan Gabung PDF dipakai untuk menyatukannya. Kalau Anda ingin melihat tempat subjek dalam keseluruhan proses, buka Lamaran Kerja. CV yang dilampirkan bersama surel itu disusun di Pembuat CV.