Mengoptimalkan PDF untuk website dikerjakan dengan mengecilkan ukurannya lewat Kompres PDF, lalu menautkannya sebagai berkas unduhan, bukan menanamnya langsung di halaman. Ukuran yang ringan membuat halaman lebih cepat dibuka dan unduhan lebih cepat selesai, terutama untuk pengunjung yang membuka situs dari ponsel.

Perlu dibedakan dua hal yang sering dicampur: ukuran berkas dan ukuran tampilan. Yang memengaruhi kecepatan situs adalah ukuran berkasnya, bukan seberapa besar PDF terlihat di layar.

Bagian bawah menjelaskan urutan pengerjaannya, cara memeriksa hasilnya sebelum diunggah, dan kapan justru tidak perlu diapa-apakan. Satu hal yang langsung bisa dipastikan: teks di dalam PDF tetap vektor, jadi hurufnya tetap tajam setelah dikompres. Yang dikerjakan tool justru pada gambar: resolusi yang melebihi ukuran tampilnya diturunkan, sementara gambar yang resolusinya sudah wajar dibiarkan apa adanya.

Kenapa ukuran PDF penting untuk website

Pengunjung website datang dari berbagai perangkat, dan sebagian besar datang dari ponsel dengan koneksi seluler. Berkas yang berat membuat unduhan terasa lama, dan pengunjung yang menunggu terlalu lama biasanya meninggalkan halaman sebelum berkasnya selesai diunduh.

Ada juga biaya di sisi pemilik situs. Berkas besar yang diunduh berkali-kali memakan lalu lintas data yang lebih besar, jadi mengecilkan berkas sekali di awal menghemat semua unduhan berikutnya.

Kapan cara ini dipakai dan kapan tidak

Cara ini dipakai untuk berkas yang akan diunduh pengunjung: brosur, katalog, formulir pendaftaran, laporan tahunan, atau materi yang dibagikan lewat tautan. Selama ada orang lain yang mengunduhnya, ukuran berkas layak diperiksa.

Cara ini tidak dipakai kalau PDF hanya disimpan sebagai arsip pribadi. Menyimpan berkas besar tidak menimbulkan masalah selama ruang penyimpanannya cukup. Kompresi baru diperlukan ketika ada batas ukuran atau kecepatan unduh yang harus dipenuhi.

Cara ini juga tidak dipakai kalau berkasnya akan dicetak besar dan detailnya harus tajam, misalnya peta atau foto produk resolusi tinggi. Untuk berkas seperti itu, ukuran besar adalah harga dari mutunya.

Langkah mengoptimalkan PDF untuk website

  1. Tentukan peran berkasnya lebih dulu: untuk dibaca di layar atau diunduh dan dicetak sendiri oleh pengunjung. Berkas yang hanya dibaca di layar boleh lebih kecil daripada berkas yang akan dicetak.
  2. Periksa ukuran berkasnya di pengelola berkas, lalu catat angkanya sebagai pembanding.
  3. Buka Kompres PDF, unggah berkasnya, lalu jalankan proses. Tool ini menerima satu berkas per proses.
  4. Baca ukuran sebelum dan sesudah yang ditampilkan setelah proses selesai. Angka itu yang menjawab, bukan perkiraan.
  5. Unduh hasilnya, lalu buka dan periksa halaman yang paling padat. Perbesar tulisan terkecil untuk memastikan masih terbaca.
  6. Unggah berkas hasilnya ke situs, lalu tautkan sebagai berkas unduhan. Jangan menanam penampil PDF di dalam halaman kalau tujuannya hanya membagikan berkasnya.
  7. Uji unduhannya dari ponsel. Yang dinilai bukan hanya kecepatannya, tetapi juga apakah berkasnya benar-benar terbuka setelah diunduh.

Langkah kelima yang paling sering dilewati, dan itu berbahaya untuk berkas yang berisi gambar. Pada PDF berisi teks, huruf tetap tajam setelah dikompres. Pada berkas berisi gambar, resolusi gambar yang melebihi ukuran tampilnya diturunkan, sehingga hasilnya perlu dilihat sebelum dipublikasikan.

Cara menautkan PDF di halaman

Cara paling ringan adalah menautkan berkasnya langsung, dengan teks tautan yang menjelaskan isinya, misalnya "Unduh brosur layanan (PDF)". Pengunjung memutuskan sendiri apakah berkasnya perlu diunduh, dan halaman tidak menanggung beban memuat penampil PDF.

Kalau pratinjau memang dibutuhkan, tampilkan sebagai gambar, bukan sebagai penampil PDF yang disematkan. Halaman bisa diubah menjadi gambar lewat PDF ke JPG, lalu gambarnya ditampilkan dengan ukuran kecil. Cara ini membuat pengunjung melihat isinya tanpa mengunduh seluruh berkas. Perlu diingat, halaman yang diubah menjadi JPG kehilangan teks vektornya, jadi berkas JPG itu hanya untuk pratinjau, bukan untuk menggantikan PDF yang diunduh.

Menyematkan penampil PDF di halaman berarti setiap pengunjung mengunduh seluruh berkas itu, meskipun mereka hanya ingin melihat halaman pertama. Untuk berkas di atas 5 MB, penampil yang disematkan membuat halaman terasa berat, terutama di ponsel.

Berapa ukuran yang wajar untuk website

Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua situs. Patokan praktisnya: berkas di bawah 1 MB nyaman untuk hampir semua keperluan unduhan, berkas 1 MB sampai 5 MB masih wajar untuk materi bergambar, dan di atas 5 MB berkas biasanya perlu dikecilkan lebih dulu, kecuali isinya memang foto beresolusi tinggi yang tidak boleh turun mutunya.

Yang lebih penting adalah mengetahui batas dari sisi Anda sendiri: berapa besar berkas yang nyaman diunduh pengunjung, dan berapa lalu lintas data yang sanggup ditanggung situs. Untuk berkas yang harus tetap besar, pertimbangkan memecahnya menjadi beberapa berkas per bagian. Pengunjung yang hanya membutuhkan satu bab tidak perlu mengunduh seluruh dokumen.

Masalah yang sering terjadi

Penurunannya kecil. Berarti isi berkasnya memang sudah efisien. Dokumen berisi teks saja tidak menyisakan banyak ruang untuk dipangkas. Yang bisa menyusut banyak adalah gambar di dalamnya, dan tidak semua PDF memuat gambar berukuran besar.

Tulisan kecil jadi sulit dibaca. Ini risiko asli pada berkas berisi gambar atau hasil pindai. Periksa halaman yang paling padat sebelum berkas diunggah. Kalau sudah tidak terbaca, pakai berkas asli dan pertimbangkan mengambil ulang gambar pada resolusi yang sesuai.

Berkasnya ditolak sistem unggahan. Batas ukuran dihitung per berkas. Paket Gratis menerima 30 MB per berkas, paket Berbayar 200 MB. Kalau berkasnya di atas batas itu, pangkas dulu halaman yang tidak perlu, lalu kompres hasilnya.

Unduhan gagal di tengah. Untuk berkas besar, koneksi pengunjung yang tidak stabil adalah penyebab paling umum. Berkas yang lebih kecil mengurangi peluang itu. Kalau berkasnya gagal dibuka sejak awal, perbaiki dulu lewat Perbaiki PDF.

Kapan sebaiknya tidak memakai tool online

Dokumen berisi data pribadi lengkap atau berkas perusahaan yang belum boleh keluar dari jaringan kantor sebaiknya dikerjakan dengan aplikasi yang berjalan di perangkat sendiri. Pada kelompok tool ini, berkas dialirkan ke pemroses dan hasilnya dikirim balik ke peramban tanpa ditulis ke penyimpanan permanen, tetapi berkas tetap meninggalkan perangkat selama proses berlangsung. Keterangan lengkapnya ada di kebijakan privasi.

Untuk berkas yang memang akan dipublikasikan ke website, tool online cocok dipakai karena isinya memang untuk dibaca orang banyak. Yang perlu diperiksa sebelum berkas dipublikasikan justru hal lain: metadata. Berkas yang dibuat dari aplikasi tertentu bisa membawa nama pembuat dan nama perangkat. Kalau jejak itu tidak ingin ikut terbit, bersihkan dulu lewat panduan metadata PDF. Tampilan halaman tidak berubah sedikit pun.

Kalau yang perlu dirapikan hanya judul dan nama penulisnya, pakai panduan metadata PDF. Judul dan subjek dibaca mesin pencari sebagai judul cuplikan, jadi dokumen dengan judul yang rapi lebih jelas saat muncul di hasil pencarian.

Batas paket yang berlaku

Tanpa akun, satu hari menerima 20 pemrosesan dengan batas 10 MB per berkas. Paket Gratis dengan akun memberi 30 pemrosesan per hari, dengan batas 30 MB per berkas. Paket Berbayar tidak membatasi jumlah pemrosesan, dengan batas 200 MB per berkas. Rinciannya ada di halaman harga.

Batas itu berlaku per berkas, bukan untuk total, dan berlaku juga untuk berkas yang diunduh pengunjung. Kalau berkasnya di atas batas, pangkas halamannya lebih dulu, baru kompres.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah PDF perlu diubah ke PDF/A untuk website? Tidak. PDF/A adalah standar arsip jangka panjang, bukan format untuk web. Mengubahnya ke PDF/A justru menonaktifkan elemen interaktif seperti formulir yang mungkin dibutuhkan pengunjung.

Apakah mengecilkan PDF menurunkan mutunya? Teks tetap vektor dan tetap tajam. Gambar yang resolusinya melebihi ukuran tampilnya diturunkan resolusinya, jadi periksa halaman yang paling padat sebelum berkas diunggah. Simpan berkas aslinya di tempat terpisah.

Bisakah halaman PDF ditampilkan sebagai gambar di website? Bisa. Ubah halaman menjadi JPG lewat PDF ke JPG, lalu tampilkan gambarnya di halaman. Halaman JPG itu kehilangan teks vektornya, jadi tetap sediakan PDF-nya untuk diunduh.

Apakah pengunjung bisa mencari teks di dalam PDF? Bisa, selama PDF berisi teks vektor, bukan hasil pindai. OCR belum tersedia, sehingga berkas pindai diperlakukan sebagai gambar dan teksnya tidak bisa dicari.

Apakah berkas yang sudah diunggah perlu diperiksa lagi? Periksa sekali setelah diunggah, dari ponsel. Yang dinilai bukan hanya kecepatan unduhannya, tetapi juga apakah berkasnya benar-benar terbuka setelah diunduh.

Sebelum berkas dipublikasikan, jalankan Kompres PDF sekali, periksa hasilnya, lalu unggah. Kalau berkasnya gagal dibuka sejak awal, mulai dari Perbaiki PDF. Peta pekerjaan lain di kelompok ini ada di Mengoptimalkan Ukuran PDF, dan gambaran seluruh silo PDF ada di Panduan PDF.