Mengompres PDF tanpa mengurangi kualitas teks dimungkinkan karena teks di dalam PDF disimpan sebagai vektor, bukan gambar. Kompres PDF mengerjakan dua hal: gambar yang resolusinya melebihi ukuran tampilnya diperkecil dan ditulis ulang sebagai JPEG, lalu struktur berkas dirapikan dan data yang tidak terpakai dibuang. Hurufnya tidak diubah menjadi gambar, jadi ketajaman huruf untuk dokumen bertekstur vektor tetap terjaga saat diperbesar.

Yang perlu dinyatakan jujur di awal: tanpa mengurangi kualitas tidak berarti tidak ada perubahan sama sekali. Yang tetap utuh adalah teks vektor. Yang bisa berubah adalah gambar di dalam dokumen, karena resolusinya diturunkan bila melebihi ukuran tampilnya. Gambar yang resolusinya sudah wajar dibiarkan apa adanya, supaya mutunya tidak turun tanpa alasan. Kalau dokumen Anda hanya berisi teks dan tabel, mutu isinya tidak berubah. Kalau dokumennya berisi foto atau hasil pindai, gambar itulah yang perlu diperiksa setelah proses selesai.

Bagian di bawah menjelaskan apa yang sebenarnya dipangkas, cara memeriksa hasilnya, dan kapan kualitas gambar memang harus dikorbankan karena tuntutan ukuran.

Apa yang dikerjakan saat kompresi

Kompresi bekerja pada dua tingkat. Pertama, gambar yang resolusinya melebihi ukuran tampilnya diperkecil dan ditulis ulang sebagai JPEG, dengan batas efektif 150 DPI dihitung dari ukuran tampil gambar di halaman. Gambar yang resolusinya sudah wajar dibiarkan apa adanya supaya mutunya tidak turun tanpa alasan. Kedua, struktur berkas dirapikan dan data yang tidak terpakai dibuang. Yang dimaksud data tidak terpakai misalnya objek yang sudah digantikan versi barunya, salinan yang tidak dirujuk lagi, dan bagian struktur yang tersisa dari proses penyuntingan sebelumnya.

Yang tidak diubah adalah teksnya. Huruf tetap disimpan sebagai vektor dengan kode font yang sama. Karena itu, memperbesar tampilan tidak membuat huruf pecah, dan menyalin teks dari dokumen hasil tetap menghasilkan teks yang bisa disunting, bukan gambar.

Gambar diperlakukan berbeda. Resolusinya diturunkan bila melebihi ukuran tampilnya, dan pada dokumen dengan gambar besar, penurunan ukuran paling banyak datang dari bagian ini. Inilah alasan kompresi tidak bisa disebut sepenuhnya tanpa perubahan untuk semua jenis dokumen. Dokumen hasil pindai paling terasa: seluruh halamannya adalah gambar, jadi teks di dalamnya ikut mengikuti batas resolusi dan bisa terlihat lebih halus. Periksa hasilnya setelah diunduh.

Kapan cara ini dipakai

Cara ini dipakai ketika berkas harus dikecilkan tetapi isinya harus tetap terbaca. Contoh yang paling umum: dokumen lamaran yang harus diunggah ke portal dengan batas ukuran, dokumen tender yang dikirim ke pihak luar, dan laporan yang dikirim lewat surel.

Untuk dokumen yang seluruhnya berisi teks, kompresi hampir selalu aman dipakai. Dokumen berisi teks juga umumnya sudah kecil sejak awal, sehingga kalau ukurannya besar, biasanya penyebabnya ada di tempat lain, misalnya lampiran yang ikut terbawa atau gambar yang tersemat.

Sebaliknya, cara ini tidak dipakai untuk dokumen yang akan dicetak pada kertas berukuran besar dengan tuntutan mutu tinggi. Untuk keperluan cetak, simpan berkas aslinya dan pakai hasil kompresi hanya untuk keperluan unggah atau kirim.

Langkah mengompres dengan aman

  1. Simpan salinan berkas asli di tempat terpisah sebelum diproses.
  2. Periksa ukuran berkasnya dan catat angkanya.
  3. Buka Kompres PDF, lalu unggah berkasnya.
  4. Jalankan prosesnya, lalu baca ukuran sebelum dan sesudah yang ditampilkan.
  5. Unduh hasilnya, tetapi jangan menimpa berkas asli.
  6. Buka hasilnya dan periksa halaman yang paling padat pada pembesaran normal.
  7. Kalau ada gambar penting di dalamnya, periksa juga gambar tersebut pada ukuran tampil yang sebenarnya.

Langkah pertama adalah kebiasaan yang paling murah dan paling sering menyelamatkan pekerjaan. Hasil kompresi tidak bisa dikembalikan ke mutu semula. Selama berkas asli masih ada, setiap keputusan berikutnya bisa diambil ulang tanpa kehilangan apa pun.

Langkah keenam dan ketujuh berbeda dari sekadar melihat berkasnya terbuka. Yang diperiksa adalah halaman yang paling padat, misalnya tabel dengan huruf kecil atau catatan kaki, karena di situlah penurunan mutu paling mudah terlihat kalau memang terjadi. Untuk dokumen berisi foto, periksa foto pada ukuran tampil yang sebenarnya, bukan pada pratinjau kecil.

Yang benar-benar menentukan ukuran berkas

Ukuran PDF ditentukan isinya, bukan jumlah halamannya. Dokumen dua ratus halaman berisi teks bisa jauh lebih kecil daripada berkas lima halaman berisi foto beresolusi tinggi. Karena itu, memperkirakan hasil kompresi dari jumlah halaman hampir selalu meleset.

Tiga hal yang paling berpengaruh. Pertama, resolusi gambar di dalam dokumen. Ini penyebab terbesar pada berkas hasil pindai, karena setiap halaman disimpan sebagai gambar penuh. Kedua, font yang disematkan. Dokumen yang memakai banyak jenis huruf membawa seluruh berkas fontnya. Ketiga, isi yang tidak terlihat, misalnya komentar, catatan penyuntingan, atau gambar yang tertutup objek lain, yang tetap dihitung sebagai ukuran berkas.

Karena itu, cara paling hemat untuk mengecilkan berkas tanpa menyentuh mutunya adalah mengurangi sumber ukurannya: pindai ulang pada resolusi yang lebih rendah, ganti foto dengan versi yang lebih kecil sebelum disusun menjadi PDF, atau hapus halaman yang tidak diperlukan.

Masalah yang sering terjadi

Teks terlihat berbeda setelah dikompres. Ini jarang terjadi, dan biasanya bukan karena hurufnya berubah. Yang berubah bisa jadi gambar latar di belakang teks, atau font yang sebelumnya tidak tertanam lalu diganti oleh pembaca PDF. Coba buka hasilnya di pembaca PDF lain untuk memastikan.

Gambar di dalam dokumen terlihat lebih kasar. Ini akibat langsung dari penurunan resolusi gambar, dan besarnya berbeda untuk setiap dokumen. Kalau gambar itu penting, ganti dulu gambarnya dengan versi beresolusi lebih rendah sebelum disusun menjadi PDF, lalu kompres sekali dari berkas asli.

Hasilnya tidak sekecil yang diharapkan. Dokumen berisi teks sudah padat, sehingga ruang pemangkasannya kecil. Kalau dokumen seperti ini tetap terlalu besar, periksa apakah ada lampiran besar yang ikut terbawa di dalam berkas.

Berkas terkunci kata sandi. Berkas terenkripsi tidak bisa diproses sebelum kuncinya dibuka lewat Buka Kunci PDF. Itu hanya bisa dilakukan kalau sandinya diketahui.

Hasilnya gagal dibuka. Coba perbaiki dulu berkas hasilnya lewat Perbaiki PDF. Kalau tetap gagal, kompres ulang dari berkas aslinya, karena berkas masukan yang rusak bisa menghasilkan berkas keluaran yang bermasalah.

Kapan kualitas memang harus dikorbankan

Ada situasi ketika target ukuran tidak bisa dicapai tanpa menurunkan mutu gambar. Contohnya unggahan dengan batas yang sangat ketat, atau dokumen pindai tebal yang harus dikirim lewat surel. Dalam situasi seperti itu, yang dikorbankan sebaiknya gambar, bukan keterbacaan teks.

Urutan yang disarankan: pastikan dulu teksnya tetap tajam, baru terima penurunan pada gambar. Untuk dokumen pindai, pindai ulang pada resolusi yang lebih rendah lebih baik daripada mengompres berulang kali, karena hasilnya lebih terkendali dan bisa diulang.

Kalau ternyata keduanya tidak bisa dipenuhi, pilihannya ada dua: memakai berkas dengan mutu gambar yang lebih rendah, atau menyampaikan kepada penerima bahwa batas itu tidak bisa dipenuhi tanpa merusak isi. Untuk dokumen resmi, pilihan kedua sering lebih aman.

Kapan sebaiknya tidak memakai tool online

Dokumen berisi data pribadi lengkap, laporan keuangan, atau berkas perusahaan yang belum boleh keluar dari jaringan kantor sebaiknya dikerjakan dengan aplikasi desktop yang berjalan di komputer sendiri. Untuk tool di kelompok ini, berkas dialirkan ke pemroses dan hasilnya dikirim balik ke peramban tanpa ditulis ke penyimpanan permanen, tetapi berkas tetap meninggalkan perangkat selama proses berlangsung. Keterangan lengkapnya ada di kebijakan privasi.

Kalau dokumennya berisi bagian yang perlu disensor sebelum dikirim, sensor dulu lewat Sensor PDF. Kotak hitam yang digambar di atas teks tidak menghilangkan isinya, jadi sensor harus dilakukan dengan tool yang benar-benar membuang bagian tersebut.

Pertanyaan yang sering muncul

Bagaimana cara memastikan gambar penting tidak rusak? Buka berkas hasilnya, lalu periksa gambar itu pada ukuran tampil yang sebenarnya, bukan pada pratinjau kecil. Kalau mutunya sudah tidak memadai, kembali ke berkas asli, ganti gambarnya dengan versi yang lebih kecil, lalu kompres sekali lagi.

Apakah ada pilihan tingkat kompresi? Ada tiga: Ekstrem, Direkomendasikan, dan Ringan. Kalau yang dijaga adalah mutu gambar, pilih Ringan, yang nyaris tidak menyentuh gambar dan hanya merapikan struktur berkas. Direkomendasikan sudah terpilih saat halaman dibuka, dan Ekstrem menurunkan mutu gambar paling jauh.

Apakah bisa mengompres berkas berulang kali supaya lebih kecil? Bisa, tetapi tidak disarankan. Setiap putaran menurunkan mutu gambar sedikit, dan mutu yang sudah turun tidak bisa dikembalikan. Kalau perlu putaran kedua, kerjakan dari berkas asli setelah sumber ukurannya diubah.

Apakah hasil kompresi masih bisa disunting? Bisa, selama dokumennya memiliki lapisan teks digital. Hasil kompresi adalah PDF biasa. Untuk dokumen hasil pindai, penyuntingan teks tidak bisa dilakukan langsung karena tidak ada lapisan teks di dalamnya.

Mulai dari kompresi

Kalau berkasnya perlu dikecilkan tanpa membuat teksnya pecah, buka Kompres PDF, unggah dokumennya, lalu unduh hasilnya. Untuk dokumen yang disusun dari beberapa berkas, gabungkan dulu lewat Gabung PDF, baru kompres hasilnya sekali. Penjelasan tentang apa yang membuat PDF besar dan kapan penurunannya kecil ada di Mengoptimalkan Ukuran PDF.