Hasil kompres PDF terlihat buram karena yang berubah saat kompresi adalah resolusi gambarnya, bukan hurufnya. Gambar yang resolusinya melebihi ukuran tampilnya diperkecil dan ditulis ulang sebagai JPEG, sementara gambar yang resolusinya sudah wajar dibiarkan apa adanya. Teks di dalam PDF disimpan sebagai vektor, jadi ketajaman huruf untuk dokumen bertekstur vektor tetap terjaga. Kalau tampilan hasilnya terasa lebih kasar, hampir selalu yang berubah adalah gambar di dalam dokumen: foto, hasil pindai, latar berwarna, atau grafik yang tersimpan sebagai gambar.

Ada satu pengecualian yang perlu diketahui. Kalau dokumennya hasil pindai atau berkas yang seluruh halamannya berupa gambar, maka seluruh isi halaman itu memang gambar, termasuk huruf yang terlihat di dalamnya. Pada dokumen seperti itu, kompresi bekerja pada gambar, dan penurunan mutunya bisa terlihat. Jadi langkah pertama saat hasil kompres terasa buram adalah memastikan dokumennya bertipe apa.

Bagian di bawah menjelaskan cara membedakan keduanya, penyebab lain yang mungkin, dan langkah yang bisa diambil supaya hasilnya tetap terbaca.

Teks vektor dan gambar pindai

Dokumen PDF bisa dibangun dari dua bahan yang berbeda. Dokumen digital dari pengolah kata menyimpan huruf sebagai vektor, yaitu instruksi bentuk yang bisa diperbesar tanpa kehilangan ketajaman. Dokumen hasil pindai menyimpan setiap halaman sebagai gambar, dan huruf di dalamnya adalah bagian dari gambar itu.

Cara membedakan keduanya cukup sederhana. Buka dokumennya, lalu coba pilih satu kata dengan kursor. Kalau kata itu bisa diblok dan disalin, berarti teks di halaman tersebut tersimpan sebagai teks. Kalau seluruh halaman hanya bisa digeser sebagai gambar, berarti halaman itu gambar pindai.

Perbedaan ini menentukan cara membaca hasil kompresi. Pada dokumen vektor, huruf tidak ikut diubah, sehingga penurunan mutu yang terlihat hampir pasti berasal dari gambar. Pada dokumen pindai, seluruh halaman adalah gambar, sehingga penurunan mutu tampil sebagai halaman yang lebih lembut, termasuk hurufnya.

Penyebab hasil terlihat buram

Gambar di dalam dokumen diperkecil resolusinya. Ini penyebab yang paling umum pada dokumen digital. Foto, tangkapan layar, dan grafik yang disisipkan sebagai gambar adalah bagian yang paling banyak mengurangi ukuran berkas, dan sekaligus bagian yang paling terlihat kalau mutunya turun.

Kompresi dilakukan berulang kali. Setiap putaran menurunkan mutu gambar sedikit. Kalau berkas hasil kompresi dikompres lagi, penurunannya bertambah dan tidak bisa dikembalikan. Mengompres dari berkas asli selalu memberi hasil yang lebih baik daripada mengompres hasil kompresi.

Dokumen memang hasil pindai. Kalau halaman disimpan sebagai gambar sejak awal, kompresi memperlakukan seluruh halaman sebagai gambar. Mutu huruf di dalamnya mengikuti mutu gambar itu.

Resolusi pindaian terlalu rendah sejak awal. Dokumen yang dipindai pada resolusi rendah sudah lembut sebelum dikompres. Kompresi tidak memperbaikinya, dan bisa membuatnya terlihat sedikit lebih lembut lagi.

Pembaca PDF menampilkan pratinjau dengan mutu rendah. Sebagian pembaca menampilkan halaman pada resolusi layar dan memperjelasnya saat diperbesar. Kalau hasilnya terlihat buram pada pratinjau kecil, coba perbesar dulu sebelum menyimpulkan.

Cara memastikan penyebabnya

  1. Simpan salinan berkas asli sebelum diproses, supaya perbandingan selalu bisa dilakukan.
  2. Buka berkas asli dan berkas hasil berdampingan di pembaca PDF yang sama.
  3. Periksa halaman yang paling padat pada tingkat pembesaran yang sama.
  4. Coba blok satu kata di kedua berkas. Kalau keduanya bisa diblok, teksnya vektor, dan yang berubah adalah gambarnya.
  5. Periksa gambar terbesar di dalam dokumen pada ukuran tampil yang sebenarnya.
  6. Kalau hasilnya terlihat buram di satu pembaca saja, ulangi pemeriksaan di pembaca lain.

Langkah keempat adalah pemeriksaan yang paling cepat dan paling menentukan. Kalau teksnya masih bisa diblok dan disalin di berkas hasil, hurufnya tidak berubah menjadi gambar. Kalau halaman hasil tidak bisa diblok sama sekali padahal berkas aslinya bisa, berarti berkas hasilnya perlu diperiksa lebih lanjut, misalnya dengan memperbaiki strukturnya lewat Perbaiki PDF.

Langkah agar hasilnya tetap terbaca

Cara yang paling terkendali adalah mengurangi sumber ukurannya sebelum kompresi, bukan menambah putaran kompresi. Untuk dokumen pindai, pindai ulang pada resolusi yang lebih rendah. Untuk dokumen berisi foto, ganti foto beresolusi tinggi dengan versi yang lebih kecil sebelum disusun menjadi PDF. Untuk dokumen yang memuat halaman tidak diperlukan, hapus dulu halaman itu.

Kebiasaan kedua yang penting: kompres sekali dari berkas asli. Kalau hasil pertama masih terlalu besar, jangan langsung mengompres hasilnya. Periksa dulu bagian mana yang berat, ubah sumbernya, lalu kompres ulang dari berkas asli.

Kebiasaan ketiga: simpan hasil kompresi sebagai berkas terpisah, jangan menimpa berkas asli. Dengan begitu, setiap keputusan bisa diambil ulang tanpa kehilangan versi bermutu penuh.

Kapan mutu gambar memang harus turun

Ada situasi ketika target ukuran tidak bisa dicapai tanpa menurunkan mutu gambar, misalnya batas unggah yang sangat ketat atau dokumen pindai tebal yang harus dikirim lewat surel. Dalam situasi seperti itu, yang dikorbankan sebaiknya gambar, bukan keterbacaan teks. Pastikan dulu teksnya tetap tajam, baru terima penurunan pada gambar.

Kalau ternyata keduanya tidak bisa dipenuhi, pilihannya ada dua: memakai berkas dengan mutu gambar yang lebih rendah, atau menyampaikan kepada penerima bahwa batas itu tidak bisa dipenuhi tanpa merusak isi. Untuk dokumen resmi, pilihan kedua sering lebih aman daripada menyerahkan dokumen yang tidak terbaca.

Masalah yang sering terjadi

Huruf di dokumen vektor ikut terlihat kasar. Periksa apakah halaman itu sebenarnya berisi gambar, misalnya hasil pindai yang ditempel ke dokumen digital. Halaman campuran seperti itu sering ada di dokumen yang disusun dari beberapa sumber.

Font berubah bentuk setelah dibuka di perangkat lain. Ini bukan akibat kompresi, melainkan font yang tidak tertanam di dalam berkas. Pembaca PDF menggantinya dengan font lain yang tersedia di perangkat. Untuk dokumen yang harus tampil sama di mana pun, fontnya perlu disertakan, dan itu dikerjakan oleh PDF/A (format arsip ISO).

Hasil kompresi terlihat lebih gelap atau lebih terang. Ini bisa terjadi kalau dokumen memakai warna khusus. Penyesuaian ke profil warna standar bisa mengubah tampilan, dan hal yang sama juga dicatat pada konversi ke format arsip.

Ukuran tidak turun meski mutu terlihat turun. Dokumen berisi teks yang sudah padat kadang tidak menyisakan banyak ruang, sementara resolusi gambar di dalamnya tetap diturunkan. Kalau ini terjadi, kembali ke berkas asli dan pertimbangkan cara lain, misalnya mengurangi halaman atau mengganti gambar sumbernya.

Berkas hasil gagal dibuka. Coba perbaiki dulu lewat Perbaiki PDF. Kalau tetap gagal, kompres ulang dari berkas aslinya, karena berkas masukan yang rusak bisa menghasilkan berkas keluaran yang bermasalah.

Kapan sebaiknya tidak memakai tool online

Dokumen berisi data pribadi lengkap, laporan keuangan, atau berkas perusahaan yang belum boleh keluar dari jaringan kantor sebaiknya dikerjakan dengan aplikasi desktop yang berjalan di komputer sendiri. Untuk tool di kelompok ini, berkas dialirkan ke pemroses dan hasilnya dikirim balik ke peramban tanpa ditulis ke penyimpanan permanen, tetapi berkas tetap meninggalkan perangkat selama proses berlangsung. Keterangan lengkapnya ada di kebijakan privasi.

Berkas yang sangat besar juga lebih hemat dikerjakan secara lokal, karena unggahan sebesar itu lebih sering gagal di tengah jalan pada koneksi yang tidak stabil.

Pertanyaan yang sering muncul

Kalau hanya sebagian halaman yang terlihat kasar, apa penyebabnya? Periksa halaman itu satu per satu. Halaman yang isinya gambar pindai akan mengikuti mutu gambar aslinya, sedangkan halaman berisi teks vektor tetap tajam. Dokumen campuran seperti ini umum pada berkas yang disusun dari beberapa sumber.

Berapa kali aman mengompres? Sekali dari berkas asli. Kalau hasilnya belum cukup kecil, ubah sumber ukurannya, bukan mengulang proses pada berkas hasil.

Apakah hasil kompresi bisa dikembalikan ke mutu semula? Tidak. Karena itu, simpan berkas aslinya dan kerjakan kompresi pada salinan.

Apakah ada pilihan tingkat kompresi? Ada tiga: Ekstrem, Direkomendasikan, dan Ringan. Kalau hasilnya buram, pilih Ringan dari berkas asli; Ekstrem menurunkan gambar paling jauh (sampai 96 DPI). Pada semua tingkat, gambar beresolusi berlebih diperkecil dan ditulis ulang sebagai JPEG, struktur dirapikan, dan data yang tidak terpakai dibuang.

Apakah gambar di dalam dokumen selalu berubah? Tidak selalu, dan besarnya berbeda untuk setiap dokumen. Ukuran sebelum dan sesudah ditampilkan setelah proses selesai, sehingga hasilnya bisa dinilai langsung.

Mulai dari kompresi

Kalau hasil kompresi terasa kasar dan Anda ingin mencoba ulang, mulai dari berkas asli, bukan dari berkas hasil. Buka Kompres PDF, unggah berkas aslinya, lalu bandingkan hasilnya. Untuk dokumen yang perlu dibersihkan sebelum diproses, perbaikannya ada di Perbaiki PDF. Gambaran lengkap tentang apa yang membuat PDF besar dan kapan penurunannya kecil ada di Mengoptimalkan Ukuran PDF.