Memisah PDF per bab dikerjakan dengan menentukan rentang halaman setiap bab, lalu membiarkan tool memotongnya. Buka Pisah PDF, tulis rentangnya dengan format seperti "1-3, 4-8", jalankan, lalu unduh hasilnya berupa ZIP berisi satu PDF per bab. Bagian tersulitnya bukan menekan tombol, melainkan menemukan nomor halaman tempat setiap bab dimulai.

Bagian berikut menjelaskan cara menemukan batas bab dengan cepat, urutan penulisan rentang yang benar, dan hal yang perlu diperiksa sebelum hasilnya dibagikan.

Kenapa nomor halaman PDF tidak sama dengan nomor bab

Nomor halaman yang tercetak di lembar sering berbeda dari nomor halaman PDF. Halaman judul, halaman kosong, dan kata pengantar biasanya tidak ikut dihitung di penomoran cetak, padahal semuanya tetap menempati lembar di dalam PDF. Akibatnya, "Bab 3 halaman 45" di daftar isi bisa berada di halaman 49 PDF.

Karena tool membaca nomor halaman PDF, bukan nomor cetak, selisih itu harus dihitung lebih dulu. Cara termudah: buka berkasnya di pembaca PDF, gulir ke halaman tempat bab dimulai, lalu baca nomor halaman yang ditampilkan pembaca. Angka itulah yang dipakai di kolom rentang.

Untuk berkas yang panjang, daftar isi PDF bisa dipakai sebagai jalan pintas. Sebagian pembaca PDF menampilkan daftar isi di panel samping, dan setiap barisnya bisa diklik untuk melompat ke halaman yang dituju. Setelah melompat, nomor halaman PDF-nya terlihat di bilah bawah.

Langkah memisah PDF per bab

  1. Buka berkasnya di pembaca PDF, lalu catat nomor halaman PDF tempat setiap bab dimulai. Catat juga nomor halaman terakhir setiap bab.
  2. Buka Pisah PDF di peramban.
  3. Unggah berkasnya. Satu proses pemisahan hanya menerima satu berkas.
  4. Tulis rentang halaman untuk setiap bab, dipisahkan koma. Contoh untuk buku tiga bab: "1-12, 13-27, 28-40".
  5. Periksa kembali angkanya. Halaman terakhir satu bab harus bersebelahan dengan halaman pertama bab berikutnya, tanpa lompatan dan tanpa tumpang tindih.
  6. Jalankan prosesnya, lalu unduh berkas ZIP hasilnya.
  7. Ekstrak ZIP-nya, lalu ganti nama setiap PDF sesuai nama babnya.

Langkah ketujuh sering dilewati, padahal hasil pemisahan otomatis biasanya memberi nama berkas berdasarkan nomor halaman. Nama seperti "bagian-2.pdf" tidak memberi tahu penerima apa isinya. Ganti menjadi nama yang deskriptif, misalnya "bab-2-metodologi.pdf".

Menulis rentang dengan benar

Format rentang memakai tanda hubung untuk rentang dan koma untuk pemisah antar bagian. Beberapa pola yang perlu diperhatikan.

Rentang berurutan. "1-3, 4-8" menghasilkan dua berkas: halaman 1 sampai 3, lalu halaman 4 sampai 8. Ini pola paling aman untuk memisah per bab, karena setiap halaman masuk tepat ke satu bagian.

Rentang tidak berurutan. Urutan penulisan menentukan urutan berkas hasilnya, bukan urutan halaman. "5-8, 1-4" menghasilkan berkas berisi halaman 5 sampai 8 lebih dulu, lalu berkas berisi halaman 1 sampai 4. Halaman di dalam setiap berkas tetap berurutan.

Rentang bertumpuk. Menulis "1-5, 3-7" membuat halaman 3 sampai 5 muncul di dua berkas hasil. Ini bukan kesalahan sistem, melainkan konsekuensi dari rentang yang diminta. Periksa kembali angkanya supaya tidak ada bagian yang dobel.

Rentang di luar jumlah halaman. Kalau berkasnya 40 halaman dan rentangnya ditulis "38-45", angka di luar jangkauan tidak akan menghasilkan halaman tambahan. Hasilnya hanya berisi halaman yang benar-benar ada.

Kalau batas bab sulit ditemukan

Dokumen hasil pindai sering tidak punya daftar isi, dan nomor halamannya tidak tercetak rapi. Tiga cara berikut membantu menemukan batas babnya.

Cari judul bab lewat pencarian teks. Kalau berkasnya punya lapisan teks, buka fitur pencarian di pembaca PDF Anda, lalu cari kata "Bab" atau judul babnya. Hasilnya berupa daftar temuan dengan nomor halaman, dan nomor itu langsung bisa dipakai sebagai batas rentang. Berkas hasil pindai tanpa lapisan teks belum bisa dicari dengan cara ini.

Periksa di titik pergantian. Halaman pertama setiap bab biasanya punya ruang kosong lebih banyak di bagian atas, dan judulnya lebih besar. Gulir berkasnya sambil memperhatikan halaman yang isinya mulai dari awal, bukan lanjutan paragraf sebelumnya.

Pakai halaman kosong sebagai penanda. Sebagian buku dan laporan menyisipkan halaman kosong sebelum bab baru. Halaman kosong itu bisa dibuang setelah pemisahan lewat Hapus Halaman PDF.

Memeriksa hasil sebelum dibagikan

Buka setiap berkas hasilnya, lalu periksa tiga hal. Pertama, jumlah halaman setiap bagian harus sama dengan selisih rentangnya. Kedua, halaman pertama setiap bagian harus benar-benar awal bab, bukan sisa paragraf bab sebelumnya. Ketiga, halaman terakhir setiap bagian tidak terpotong di tengah kalimat.

Kalau ada bagian yang salah batas, prosesnya tidak perlu diulang dari nol. Pisahkan ulang hanya bagian yang bermasalah, lalu gabungkan kembali dengan bagian lain yang sudah benar lewat Gabung PDF.

Satu hal yang berubah setelah pemisahan: tautan internal yang mengarah ke halaman di luar rentang dinonaktifkan. Daftar isi di bagian pertama yang menunjuk ke bab terakhir tidak akan bisa diklik lagi di berkas hasil. Isi halamannya tetap utuh, hanya tautannya yang tidak aktif.

Memisah per bab berbeda dari mengekstrak halaman

Keduanya terlihat mirip, tetapi hasilnya berbeda. Pisah per bab menghasilkan beberapa berkas, satu untuk setiap rentang. Ekstrak Halaman PDF mengambil halaman tertentu menjadi satu berkas baru.

Contoh perbedaannya: dari buku 40 halaman, memisah per bab menghasilkan tiga berkas, sedangkan mengekstrak halaman 1, 15, dan 30 menghasilkan satu berkas berisi tiga halaman pilihan. Pilihan pertama dipakai untuk membagikan buku per bagian, pilihan kedua dipakai untuk mengumpulkan halaman tertentu dari beberapa tempat.

Kesalahan yang sering terjadi

Rentang bertumpang tindih tanpa disadari. Menulis "1-10, 10-20" membuat halaman 10 muncul di dua berkas. Selalu periksa bahwa halaman terakhir satu rentang dan halaman pertama rentang berikutnya bersebelahan, bukan sama.

Lupa bahwa halaman judul ikut dihitung. Rentang yang disusun dari nomor halaman cetak akan bergeser beberapa halaman. Hitung ulang memakai nomor halaman PDF yang terlihat di pembaca.

Hasil ZIP tidak bisa dibuka. Hasil pemisahan berbentuk ZIP, dan berkas di dalamnya baru bisa dibuka setelah diekstrak. Di Windows, klik kanan ZIP lalu pilih Extract All. Di Mac, klik dua kali berkas ZIP-nya.

Berkasnya terkunci. PDF berpassword tidak bisa dipisah sebelum kuncinya dibuka. Buka dulu lewat Buka Kunci PDF, simpan hasilnya, lalu pisah berkas yang sudah terbuka itu. Sandinya harus diketahui.

Hasilnya kosong atau rusak. Biasanya karena berkas aslinya memang rusak. Coba perbaiki dulu lewat Perbaiki PDF, lalu ulangi pemisahannya.

Kapan sebaiknya tidak memakai tool online

Untuk buku atau laporan internal yang isinya belum boleh keluar dari organisasi, aplikasi yang berjalan di komputer sendiri lebih tepat. Tool online cocok untuk bahan kuliah, modul pelatihan, atau dokumen pribadi yang tidak sensitif.

Berkas hasil pindai yang berisi data pribadi sebaiknya disensor dulu lewat Sensor PDF sebelum dibagikan, karena memisah tidak menghapus apa pun di dalam halamannya.

Pertanyaan yang sering muncul

Bisa memisah lebih dari satu berkas sekaligus? Tidak dalam satu proses. Satu proses pemisahan menerima satu berkas. Kalau ada beberapa buku yang perlu dipisah, kerjakan satu per satu, atau gabungkan dulu semuanya lalu pisah berdasarkan rentang gabungan. Cara kedua jarang menguntungkan karena batas babnya menjadi lebih sulit dilacak.

Apakah urutan bab bisa diubah setelah dipisah? Bisa. Setelah semua bagian berdiri sendiri, susun ulang urutannya lewat Atur Halaman PDF pada tiap berkas, atau gabungkan dengan urutan baru lewat Gabung PDF.

Apakah kualitas teks turun setelah dipisah? Tidak. Pemisahan hanya memindahkan halaman ke berkas lain, tanpa mengubah isinya. Teks vektor tetap tajam seperti aslinya.

Berapa batas ukuran berkasnya? Paket Gratis menerima berkas sampai 30 MB per berkas, paket Berbayar sampai 200 MB. Buku hasil pindai yang besar bisa dikecilkan dulu lewat Kompres PDF sebelum dipisah.

Apakah hasil pisah per bab bisa digabung kembali? Bisa. Berkas hasil pemisahan adalah PDF biasa. Kalau urutannya tetap, hasil gabungannya akan sama seperti berkas sebelum dipisah, kecuali tautan internal yang sudah dinonaktifkan.

Untuk buku, modul, atau laporan yang perlu dibagikan per bagian, Pisah PDF memotongnya sesuai rentang yang Anda tentukan. Kalau pekerjaannya juga mencakup menggabungkan kembali bagian-bagiannya, lihat Perbedaan Gabung dan Pisah PDF untuk urutan langkah yang paling hemat.