Cara scan dokumen CPNS di HP adalah memotret tiap dokumen seperti KTP, KK, ijazah, transkrip, dan SKCK dengan kamera HP sampai seluruh teks terbaca jelas lalu mengubah foto itu menjadi PDF A4 lewat Foto ke PDF. Satu dokumen difoto dalam satu atau beberapa jepretan sesuai jumlah halamannya, tiap gambar diperiksa pada perbesaran penuh, lalu semuanya disusun berurutan menjadi berkas PDF yang siap diunggah. Hasil akhirnya setara dengan hasil pemindai selama keterbacaannya terjaga dan isinya tidak diubah.
HP sudah cukup untuk seluruh proses ini tanpa aplikasi tambahan selain peramban. Kamera HP modern mampu menangkap huruf kecil pada NIK, nomor ijazah, dan tabel nilai bila cahaya merata dan fokus terkunci pada dokumen. Yang paling berpengaruh pada pemeriksaan berkas adalah ketajaman, kelengkapan tepi, dan urutan halaman, bukan merek HP atau harga pemindai. Panduan SSCASN menyatakan bahwa berkas yang tidak terbaca atau salah unggah menjadi tanggung jawab peserta. Karena itu alokasikan waktu untuk pengambilan yang tenang, bukan untuk mengutak atik hasil yang sudah buram.
Kapan cara HP ini dipakai
Cara HP dipakai ketika seluruh dokumen Anda masih berupa kertas dan Anda tidak punya akses ke mesin pemindai. Kondisinya umum pada pelamar yang menyiapkan berkas dari rumah atau kos, tempat pemindai kantor tidak tersedia. Cara ini juga dipakai ketika dokumennya banyak dan perlu dikerjakan bertahap, karena HP memungkinkan Anda memotret KTP hari ini, KK besok, dan ijazah lusa, lalu menggabungkan tiap dokumen saat semuanya sudah tajam. Simpan tiap gambar asli dengan nama bernomor agar tidak tertukar antar dokumen.
Cara ini tidak dipakai ketika kampus atau layanan kependudukan sudah menerbitkan dokumen berupa PDF resmi. Pakai berkas resmi itu apa adanya dan jangan memotret ulang layarnya, karena rantai foto ulang menurunkan kualitas tanpa menambah informasi. Cara ini juga tidak dipakai untuk kolom yang meminta gambar. Contohnya scan KTP saat membuat akun SSCASN: Buku Panduan menyebut formatnya JPG atau JPEG dengan ukuran maksimal 200 KB, bukan PDF. Untuk kolom seperti itu, siapkan JPG lewat alur foto, bukan lewat alur PDF ini.
Pendekatan HP cocok untuk dokumen yang utuh, bersih, dan terbaca pada fisiknya. Pendekatan ini tidak cocok bila dokumen hilang, robek pada bagian penting, teksnya pudar pada kertasnya, atau datanya sudah kedaluwarsa. Untuk kondisi itu, foto ulang tidak memperbaiki apa pun. Urus penggantian atau pembaruan melalui penerbit dokumennya, misalnya kampus, dinas kependudukan, atau kepolisian, lalu pindai dokumen pengganti yang sah.
Syarat dan batas yang perlu dicek dulu
Siapkan HP dengan kamera bersih, memori yang masih longgar, dan baterai cukup untuk belasan kali pengambilan. Siapkan meja rata yang lebar, alas netral yang tidak bermotif, kain lembut untuk membersihkan lensa dan debu kertas, serta benda datar yang bersih untuk meratakan lipatan. Siapkan seluruh dokumen asli yang masih berlaku sebelum mulai, lalu susun berdasarkan urutan pengerjaan agar tidak ada yang terlewat. Keluarkan dokumen dari map plastik yang memantulkan cahaya bila memungkinkan.
Syarat dokumen, ukuran maksimal, format, jumlah e-materai, dan template surat berubah tiap tahun dan tiap instansi. Cek selalu Buku Petunjuk dan pengumuman instansi tahun berjalan di portal resmi (SSCASN BKN untuk CASN, pengumuman perusahaan atau portal program untuk rekrutmen BUMN). NgeditPDF hanya membantu menyiapkan berkas, bukan situs resmi pemerintah.
NgeditPDF tidak bekerja sama dengan BKN atau instansi lain, dan halaman ini bukan pengumuman resmi. Daftar dokumen yang harus diunggah mengikuti ketentuan yang diinput admin instansi untuk formasi yang Anda lamar, dan tampil di tab Dokumen SSCASN. Tidak semua dokumen dalam artikel ini otomatis diminta, termasuk KK dan SKCK, dan waktu penyerahannya mengikuti pengumuman instansi. Format dan batas ukuran yang mengikat adalah yang tertulis di tab Dokumen formasi itu dan di pengumuman instansi, bukan angka dari tangkapan layar lama atau pesan berantai. Bila daftar di SSCASN berbeda dengan pengumuman instansi, lapor ke instansi atau Helpdesk BKN sebelum melanjutkan. Jika kolom menyebut PDF, hasil foto HP harus dikonversi dulu menjadi PDF. Panduan SSCASN juga menyebut ukuran minimal tiap berkas 80 KB, jadi jangan mengecilkan berkas sampai di bawah itu, dan jangan menebak angka batas maksimalnya. Syarat tiap seleksi diumumkan instansi pada periodenya, jadi artikel ini tidak menyiratkan ada pendaftaran yang sedang dibuka.
Jangan mengubah isi pindaian dengan cara apa pun. Dilarang mengetik ulang NIK, memperbaiki nama, mengubah nilai atau IPK, memperbarui tanggal SKCK, menambah baris KK, atau menutup cacat dengan tempelan digital. Perbaikan yang dibolehkan hanya pada cara pengambilan gambar, misalnya mengulang foto dengan cahaya lebih baik, membersihkan debu, atau meluruskan posisi yang miring. Isi dokumen dibiarkan apa adanya sesuai kondisi fisiknya.
Menyiapkan HP dan meja kerja
Bersihkan lensa kamera dengan kain lembut sebelum sesi pertama dimulai. Lensa berdebu membuat seluruh sesi terlihat berkabut walaupun fokusnya benar, dan masalah itu baru disadari setelah semua dokumen difoto. Matikan lampu kilat, matikan filter kecantikan, matikan filter warna, dan matikan mode malam yang menghaluskan detail. Aktifkan garis bantu bingkai bila tersedia agar posisi dokumen sejajar dengan layar. Kunci kecerahan otomatis bila HP Anda menyediakannya agar hasil antar halaman seragam.
Siapkan folder khusus di HP untuk menampung gambar asli, misalnya folder bernama pendaftaran-cpns dengan subfolder per dokumen. Penamaan yang rapi sejak awal mencegah file IMG acak tercecer di galeri dan mempercepat pengunggahan nanti. Pastikan memori masih cukup untuk menyimpan gambar beresolusi penuh, karena gambar yang dikirim lewat aplikasi pesan sering diperkecil otomatis dan tidak cocok dijadikan sumber. Bekerjalah dari gambar asli yang tersimpan di HP, bukan dari gambar yang sudah diteruskan berkali kali.
Atur meja di dekat jendela pada siang hari atau di bawah lampu ruangan yang terang dan menyebar. Bentangkan alas netral yang kontras dengan dokumen, putih untuk KTP dan kertas berwarna untuk kertas putih. Ratakan lipatan dokumen dengan benda datar yang bersih, lalu singkirkan benda itu sebelum memotret. Posisikan badan agar bayangan tangan dan HP tidak jatuh ke dokumen. Luangkan waktu beberapa menit untuk satu dokumen percobaan agar Anda tahu sudut cahaya terbaik sebelum mengerjakan semuanya.
Teknik memotret yang tajam dan sejajar
Pegang HP sejajar tepat di atas dokumen, bukan dari sudut miring. Miring beberapa derajat saja membuat sisi jauh terlihat mengecil dan garis tabel melengkung, sehingga verifikator sulit membaca. Dekatkan kamera sampai dokumen mengisi sebagian besar bingkai tetapi masih menyisakan sedikit ruang di keempat sisinya. Ruang kecil itu menjaga tepi tidak terpotong saat gambar diubah menjadi halaman A4. Ketuk layar pada bagian teks terpenting untuk mengunci fokus, tunggu sampai tajam, tahan napas sejenak, lalu ambil gambarnya.
Periksa tiap gambar segera setelah diambil, jangan menunda sampai semua dokumen selesai. Perbesar sampai penuh dan baca teks terkecilnya, misalnya NIK pada KTP, nomor KK, nomor ijazah, atau kolom nilai pada transkrip. Jika satu huruf saja meragukan, geser sudut cahaya beberapa derajat lalu ambil ulang. Jangan menajamkan gambar yang gagal dengan aplikasi, karena penajaman digital tidak mengembalikan detail yang tidak terekam. Pengulangan dua menit selalu lebih murah daripada pengulangan seluruh berkas.
Tangani tiap jenis dokumen sesuai ukurannya. KTP yang kecil difoto dari jarak dekat dengan alas kontras agar tepinya jelas. KK dan ijazah yang lebar difoto dari jarak lebih jauh di meja yang luas agar seluruh lembar masuk dalam satu jepretan. Transkrip multi halaman difoto halaman demi halaman dengan jarak dan cahaya yang sama agar seragam. Dokumen yang bercap atau berstempel difoto dengan sudut yang menghindari pantulan tepat di atas cap. Keseragaman jarak dan cahaya membuat PDF akhir terlihat profesional.
Urutan mengerjakan banyak dokumen
Kerjakan dokumen satu per satu sampai tuntas sebelum pindah ke dokumen berikutnya. Mulai dari KTP sisi depan lalu sisi belakang, simpan dengan nama ktp-depan dan ktp-belakang. Lanjut ke KK sisi utama lalu sisi belakang bila ada, simpan dengan nama kk-depan dan kk-belakang. Lanjut ke ijazah depan belakang, transkrip halaman per halaman dengan nama bernomor, dan SKCK halaman utama plus lanjutan bila ada. Pola nama yang konsisten membuat pengurutan di pratinjau nanti berjalan cepat. Urutan ini hanya urutan kerja foto, bukan daftar dokumen resmi: yang benar-benar diunggah mengikuti tab Dokumen formasi.
Periksa kelengkapan tiap dokumen sebelum dinyatakan selesai. Hitung jumlah gambar dan cocokkan dengan jumlah sisi fisik, pastikan tidak ada sisi yang difoto dua kali dan tidak ada yang terlewat. Buka tiap gambar dalam tampilan penuh dan baca baris pertama serta baris terakhirnya, karena potongan biasanya terjadi di tepi atas atau bawah. Pisahkan gambar tiap dokumen ke subfoldernya masing masing agar tidak tercampur saat pengunggahan.
Catat dokumen yang sudah selesai dan yang masih bermasalah dalam catatan sederhana. Satu orang yang menyiapkan lima jenis dokumen dalam beberapa hari mudah lupa halaman mana yang buram dan perlu diulang. Dengan catatan yang jelas, sesi foto ulang hanya menyentuh halaman yang gagal, bukan seluruh tumpukan. Simpan catatan itu bersama folder pendaftaran sampai seleksi selesai.
Mengubah foto HP menjadi PDF
Buka Foto ke PDF di peramban HP, karena seluruh gambar sudah ada di HP dan tidak perlu dipindah ke komputer. Layanan ini menerima JPG, PNG, dan WebP sampai 20 gambar dalam satu proses dan menatanya menjadi PDF A4 berukuran 210 x 297 mm dengan margin 20 mm. Gambar berlatar transparan tampil dengan latar putih pada hasil akhir. Kerjakan per dokumen, bukan seluruh dokumen sekaligus, agar tiap PDF sesuai dengan slot unggah portal.
Unggah gambar sesuai urutan halaman dokumen itu, misalnya ktp-depan dulu lalu ktp-belakang, atau transkrip dari halaman pertama sampai halaman pengesahan. Periksa daftar pratinjau dan pastikan tidak ada gambar dokumen lain terselip. Urutan yang benar mengikuti cara membaca dari identitas ke pengesahan. Jika urutannya terbalik, perbaiki di pratinjau sebelum diproses. Jangan memasukkan halaman yang sama dua kali.
Jalankan proses dan unduh hasilnya, lalu buka PDF dan telusuri halaman demi halaman tanpa melompat. Periksa ketajaman teks setelah konversi, pastikan tepi dokumen utuh, dan pastikan tidak ada halaman kosong tambahan. Ganti nama berkas sesuai pola pengumuman atau pola yang mudah dikenali, misalnya NAMA-KTP.pdf dan NAMA-IJAZAH.pdf. Pindahkan PDF ke folder dokumen jadi yang terpisah dari folder gambar asli agar tidak tertukar.
Bagi penggabungan tiap dokumen ke hari yang sesuai kuota akun Anda. Akun tanpa login mendapat 20 pemrosesan per hari dengan 5 MB per gambar dan 10 berkas per proses, akun gratis mendapat 30 pemrosesan per hari dengan 5 MB per gambar dan 20 berkas per proses, dan paket berbayar mendapat pemrosesan tanpa batas jumlah dengan 20 MB per gambar dan 20 berkas per proses. Rincian resminya ada di halaman harga. Berkas yang Anda proses tidak disimpan permanen karena isinya hanya melintas di memori sebelum hasilnya dikirim ke peramban.
Pemeriksaan akhir sebelum unggah
Buka tiap PDF di layar HP dan di layar komputer bila memungkinkan. Layar kecil menyembunyikan kekurangan fokus, sedangkan layar komputer menampilkannya apa adanya, sehingga pemeriksaan di dua layar menangkap masalah yang lolos di satu perangkat. Baca ulang data kunci dari PDF pada perbesaran penuh, bukan dari foto asli: NIK dan nama pada KTP, nomor KK, nomor ijazah, IPK pada transkrip, serta nomor surat dan masa berlaku pada SKCK. Jika semuanya terbaca tanpa menebak, berkas siap.
Periksa ukuran dan format tiap berkas. Pastikan formatnya sama dengan yang diminta kolom (PDF atau JPEG) dan ukurannya tidak melebihi batas yang tertulis di tab Dokumen formasi. Jika PDF terlalu besar, kecilkan lewat Kompres PDF yang menurunkan resolusi gambar berlebih sedangkan teks vektor tetap tajam, tetapi jangan sampai di bawah ukuran minimal 80 KB. Ukuran sebelum dan sesudah tampil setelah proses sehingga hasilnya terukur. Sebagai contoh, FAQ SSCASN untuk Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 mencantumkan KTP maksimal 200 KB (JPG), Ijazah maksimal 700 KB (PDF), dan Transkrip maksimal 400 KB (PDF), dan berkas yang melebihi batas ditolak otomatis. Angka itu berlaku untuk event tersebut, bukan untuk semua seleksi. Jangan mengganti ekstensi secara manual dari jpg menjadi pdf karena cara itu tidak mengubah format isi.
Samakan ejaan nama dan nomor antar dokumen dan dengan data pendaftaran. Perbedaan ejaan diselesaikan lewat dokumen pendukung resmi sesuai ketentuan instansi, bukan lewat suntingan gambar. Penjelasan umum tentang dokumen ada di Panduan Dokumen dan Administrasi. Berkas yang sudah diunggah masih bisa diunggah ulang sebelum Anda menekan Resume, tetapi setelah pendaftaran diakhiri berkas tidak bisa diganti, jadi periksa dulu sebelum menekan Resume. Simpan salinan PDF di dua tempat, misalnya di HP dan di penyimpanan cadangan, agar tidak hilang pada hari pendaftaran. Keterangan perlakuan berkas selama pemrosesan ada di kebijakan privasi.
Cara lain bila tidak cocok
Jika foto HP selalu miring, berbayang, atau bertekstur walaupun sudah diulang, pinjam pemindai datar untuk dokumen yang bermasalah saja. Pemindai memberi cahaya merata dan geometri lurus tanpa usaha tambahan, dan Anda tetap memakai HP untuk dokumen lain yang sudah bagus. Jika pengumuman meminta beberapa dokumen dalam satu berkas, siapkan tiap dokumen sebagai PDF dulu lalu satukan memakai Gabung PDF sesuai urutan yang diminta.
Jika portal meminta foto JPG langsung tanpa PDF, siapkan JPG dari gambar asli dan kecilkan bila perlu lewat Kompres JPG yang sekaligus menghapus data lokasi EXIF. Jangan mengunggah PDF ke slot yang meminta JPG, dan jangan mengunggah JPG ke slot yang meminta PDF. Ikuti format tiap slot apa adanya sesuai keterangan di tab Dokumen formasi dan pengumuman instansi.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah hasil foto HP bisa dipakai di portal SSCASN? Bisa dipakai selama seluruh teks terbaca jelas, tepi utuh, dan formatnya sesuai yang diminta. Berkas dinilai dari keterbacaannya, bukan dari merek alat, dan berkas yang tidak terbaca menjadi tanggung jawab peserta. Mesin pemindai memberi hasil lebih konsisten, tetapi foto HP dengan cahaya merata dan fokus tepat memenuhi syarat yang sama. Jadikan tampilan komputer pada perbesaran penuh sebagai patokan kelulusan mandiri.
Bagaimana agar tabel transkrip tidak buram saat difoto? Dekatkan kamera sampai tabel mengisi bingkai lebih besar tetapi tepi halaman tetap masuk. Kunci fokus pada area tabel, bukan pada latar meja. Baca ulang angka kecil pada perbesaran penuh sebelum pindah halaman. Jika buram, geser sudut cahaya lalu ulangi dari jarak yang sama. Jangan memperbesar gambar buram secara digital.
Bolehkah memotret malam hari di bawah lampu kamar? Boleh bila cahayanya cukup terang dan menyebar, tetapi siang hari di dekat jendela memberi hasil lebih stabil. Lampu kamar tunggal sering menimbulkan bayangan tangan dan pantulan di tengah kertas. Jika harus memotret malam, nyalakan dua sumber cahaya dari sisi berlawanan dan matikan lampu kilat. Periksa hasilnya lebih teliti karena bayangan malam lebih sulit terlihat di layar HP.
Bagaimana bila memori HP penuh di tengah sesi? Berhenti dan pindahkan gambar yang sudah tajam ke penyimpanan cadangan sebelum melanjutkan, jangan menghapus gambar asli yang belum diperiksa. Jangan mengaktifkan penghemat penyimpanan yang memperkecil resolusi foto selama sesi pendaftaran. Setelah sesi selesai dan PDF sudah jadi, gambar asli tetap disimpan sampai seleksi berakhir sebagai cadangan bila perlu foto ulang.
Apakah semua dokumen digabung menjadi satu PDF? Umumnya tidak. Di tab Dokumen SSCASN, tiap jenis dokumen punya baris unggah sendiri dengan format dan batas ukuran masing-masing. Gabungkan hanya bila kolom atau pengumuman instansi memintanya. Jangan menggabungkan seluruh dokumen menjadi satu PDF raksasa atas inisiatif sendiri bila syaratnya terpisah. Siapkan tiap dokumen sebagai PDF yang rapi dulu, penggabungan tinggal mengikuti perintah pengumuman.
Unduh dan periksa sebelum dikirim
Foto tiap dokumen dengan HP sampai tajam, ubah per dokumen menjadi PDF lewat Foto ke PDF, lalu baca ulang tiap PDF halaman per halaman sebelum diunggah.
Pisahkan folder foto mentah HP dari folder PDF jadi per dokumen agar tiap unggahan slot portal mengambil berkas yang benar.
Sumber resmi
Diperiksa terakhir pada 25 Oktober 2026. Syarat dan angka resmi bisa berubah tiap tahun, jadi rujuk halaman di bawah untuk ketentuan yang berlaku.
- Buku Panduan Pendaftaran SSCASN (versi 1.1): Tiap jenis dokumen di tab Dokumen mengikuti ketentuan admin instansi untuk formasi yang dilamar, ukuran minimal tiap berkas 80 KB, dan salah unggah atau berkas tidak terbaca menjadi tanggung jawab peserta.
- FAQ SSCASN: Untuk Seleksi Sekolah Kedinasan 2026, KTP maksimal 200 KB (JPG), Ijazah 700 KB (PDF), dan Transkrip 400 KB (PDF), dan angka itu tidak berlaku untuk semua seleksi.
- Peraturan Menteri PANRB Nomor 6 Tahun 2024 (JDIH BPK): Pasal 28 menyatakan dokumen yang tidak memenuhi syarat pada seleksi administrasi berarti tidak lulus, sedangkan daftar dokumen ditetapkan instansi dan tampil di SSCASN.