Cara gabung pdf dan jpg lamaran dikerjakan dalam dua tahap karena halaman gabung menerima masukan PDF. Tahap pertama mengubah semua foto JPG, PNG, atau WebP menjadi PDF lewat Foto ke PDF, tahap kedua menyatukan semua PDF tersebut lewat Gabung PDF yang menggabungkan 2 sampai 20 berkas menjadi satu dokumen berurutan. Pola dua tahap ini berguna karena banyak pelamar punya sumber campuran: surat lamaran atau surat pernyataan sudah PDF dari hasil ketikan, sedangkan ijazah, transkrip, dan sertifikat masih berupa foto hasil pindaian HP.
Kesalahan yang paling sering terjadi adalah mencoba mengunggah foto langsung ke halaman gabung lalu bingung karena tidak terbaca. Foto memang harus dikonversi dulu, bukan dipaksakan. Setelah semua sumber berformat sama yaitu PDF, proses gabungnya berjalan seperti biasa: atur urutan di pratinjau, proses, unduh, lalu periksa dari halaman pertama sampai terakhir sebelum diunggah ke portal seleksi.
Kapan pola campuran ini dipakai
Pola ini dipakai ketika arsip lamaranmu terdiri dari dokumen ketikan dan dokumen pindaian sekaligus. Contoh yang umum adalah surat lamaran diketik di pengolah kata lalu diekspor ke PDF, sedangkan KTP difoto memakai HP dan ijazah dipindai memakai aplikasi pemindai. Selama minimal satu sumber masih berupa gambar, tahap konversi tidak bisa dilewati.
Pola ini tidak dipakai ketika semua sumber sudah PDF, karena konversi tambahan hanya membuang waktu dan berpotensi menurunkan kualitas. Pola ini juga tidak dipakai ketika portal justru meminta gambar di kolom khusus, misalnya scan KTP saat membuat akun SSCASN (JPG atau JPEG, maksimal 200 KB) atau kolom pas foto (pada Seleksi Sekolah Kedinasan 2026, FAQ SSCASN mencantumkan Pas Foto maksimal 200 KB dalam JPG). Swafoto SSCASN bukan berkas: itu verifikasi wajah langsung saat membuat akun, tanpa foto yang diunggah. Dalam kondisi berkas gambar, biarkan foto tetap sebagai JPG dan hanya gabungkan dokumen yang memang diminta dalam bentuk PDF.
Perlu diingat juga bahwa tab Dokumen di SSCASN menyediakan baris unggah sendiri untuk tiap jenis dokumen, dengan format dan batas ukuran masing-masing. Karena itu menggabungkan semua dokumen menjadi satu PDF lamaran hanya dilakukan bila kolom atau pengumuman instansi memintanya. Bila tidak, ubah foto tiap dokumen menjadi PDF lalu unggah di barisnya masing-masing, dan gabungkan hanya halaman yang memang satu dokumen, misalnya sisi depan dan sisi belakang.
Syarat dan batas yang perlu dicek dulu
Baca keterangan di tab Dokumen formasi dan pengumuman instansi tahun berjalan untuk memastikan format tiap unggahan, karena tidak semua lampiran boleh berbentuk PDF hasil konversi foto. Panduan SSCASN menyebut format unggah PDF atau JPEG sesuai jenis dokumen, ukuran maksimal tergantung jenis berkas, dan ukuran minimal tiap berkas 80 KB. Berkas yang melebihi batas boleh dikecilkan resolusinya selama tulisan tetap terbaca, dan berkas yang tertukar, salah unggah, atau tidak terbaca menjadi tanggung jawab peserta. Sebagai gambaran, FAQ SSCASN untuk Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 mencantumkan Ijazah maksimal 700 KB (PDF), Transkrip 400 KB (PDF), Surat Lamaran 400 KB (PDF), dan Dokumen Lainnya 1 MB (PDF), dan berkas yang melebihi batas ditolak otomatis. Angka itu hanya berlaku untuk event tersebut. Yang mengikat selalu ketentuan yang sedang berlaku, bukan kebiasaan dari seleksi sebelumnya. Syarat tiap seleksi diumumkan instansi pada periodenya, jadi artikel ini tidak menyiratkan ada pendaftaran yang sedang dibuka.
Syarat dokumen, ukuran maksimal, format, jumlah e-materai, dan template surat berubah tiap tahun dan tiap instansi. Cek selalu Buku Petunjuk dan pengumuman instansi tahun berjalan di portal resmi (SSCASN BKN untuk CASN, pengumuman perusahaan atau portal program untuk rekrutmen BUMN). NgeditPDF hanya membantu menyiapkan berkas, bukan situs resmi pemerintah.
Batas pemrosesan mengikuti paket yang dipakai. Halaman gabung menerima 2 sampai 20 PDF per proses dengan 10 berkas per proses tanpa akun, 20 berkas pada paket Gratis dengan akun, dan 20 berkas pada paket Berbayar. Batas ukuran per berkas adalah 10 MB untuk paket tanpa akun, 30 MB untuk paket Gratis, serta 200 MB untuk paket Berbayar. Halaman konversi foto menerima hingga 20 foto JPG, PNG, atau WebP menjadi satu PDF A4 berukuran 210 x 297 mm dengan margin 20 mm, dan latar transparan menjadi putih. Rincian paket ada di halaman harga. Berkas tidak ditulis ke penyimpanan permanen, isinya lewat di memori dan hasilnya dikirim ke peramban, sesuai kebijakan privasi.
Kelompokkan sumber berdasarkan formatnya
Pisahkan sumber menjadi dua kelompok sebelum mulai: kelompok yang sudah PDF dan kelompok yang masih gambar. Kelompok PDF biasanya berisi surat lamaran, surat pernyataan, dan dokumen lain yang diekspor dari pengolah kata. CV hanya ikut bila pengumuman memintanya, karena SSCASN tidak meminta CV dan data diri diisi di biodata serta riwayat pendidikan di portal. Kelompok gambar biasanya berisi foto KTP, foto ijazah, foto transkrip, dan foto sertifikat hasil jepretan HP. Pengelompokan ini mencegah foto terlewat dan memastikan tidak ada PDF yang dikonversi ulang tanpa perlu.
Periksa tiap foto dengan memperbesar tampilannya di galeri HP. Pastikan tidak ada bayangan jari, tidak ada bagian dokumen yang terpotong bingkai foto, dan teks masih terbaca jelas. Foto miring masih bisa diterima selama isinya lengkap karena halaman konversi menempatkannya satu gambar per halaman A4, tetapi foto yang terpotong tidak bisa diperbaiki dan harus diambil ulang. Keputusan mengambil ulang lebih baik dibuat sekarang daripada setelah semuanya digabung.
Beri nama yang membedakan kedua kelompok, misalnya awali foto dengan img-ktp-depan.jpg dan PDF dengan doc-surat-lamaran.pdf. Setelah konversi, hasil foto akan menjadi PDF baru yang namanya perlu disesuaikan lagi agar urutannya jelas. Penamaan yang rapi membuat tahap gabung berjalan cepat karena kamu tinggal mengurutkan berdasarkan nama.
Tahap pertama: ubah semua foto menjadi PDF
- Buka Foto ke PDF di peramban dan siapkan semua foto dokumen yang sudah diperiksa kelengkapannya.
- Unggah foto JPG, PNG, atau WebP yang termasuk satu kelompok dokumen, misalnya foto KTP depan dan belakang dalam satu proses.
- Atur urutan foto sesuai urutan baca yang benar, misalnya halaman depan dulu baru halaman belakang.
- Jalankan konversi dan unduh hasilnya yang berupa satu PDF A4 dengan tiap gambar menempati satu halaman dan margin 20 mm.
- Ulangi untuk kelompok foto berikutnya sampai tidak ada lagi sumber yang masih berupa gambar.
- Ganti nama tiap PDF hasil konversi mengikuti urutan gabung final, misalnya 03-ktp.pdf dan 05-ijazah.pdf.
Perhatikan bahwa latar transparan pada PNG menjadi putih setelah konversi karena format PDF hasil memakai latar putih. Ini perilaku normal, bukan kerusakan, dan justru membuat hasil pindaian terlihat bersih. Hasil konversi berupa halaman gambar sehingga teksnya tidak bisa dipilih seperti teks ketikan, tetapi harus tetap terbaca jelas saat diperbesar.
Kalau foto terlalu besar sehingga PDF hasil konversi ikut membengkak, kecilkan fotonya dulu lewat Kompres JPG yang sekaligus menghapus data lokasi EXIF dan GPS sebelum konversi. Hasil lebih dari satu berkas pada pengompresan gambar dikemas dalam ZIP, jadi ekstrak dulu sebelum dibawa ke konversi. Menekan ukuran di tahap foto lebih efektif daripada menekan ukuran di tahap gabung karena sumbernya langsung diperbaiki.
Tahap kedua: gabungkan semua PDF jadi satu
- Buka Gabung PDF dan siapkan semua PDF yang terdiri dari dokumen asli plus hasil konversi foto.
- Unggah 2 sampai 20 berkas PDF dalam satu proses sesuai batas paket yang kamu pakai.
- Periksa daftar pratinjau yang menunjukkan urutan gabung yang akan dihasilkan.
- Geser urutan sampai susunannya benar sesuai pengumuman. Contoh susunan penulis, bukan urutan resmi: surat lamaran, CV, KTP, KK, ijazah, transkrip, lalu sertifikat.
- Keluarkan berkas yang salah unggah sebelum diproses dan ganti dengan versi yang benar.
- Jalankan penggabungan, unduh hasilnya, dan simpan dengan nama final yang menyebut instansi dan tahun.
- Buka hasil dari halaman pertama sampai terakhir untuk memastikan tidak ada halaman terbalik, ganda, atau kosong.
Teks dari dokumen ketikan tetap tajam dan bisa dipilih setelah digabung karena prosesnya menyatukan halaman tanpa memotret ulang isi. Halaman dari hasil konversi foto tetap berupa gambar dan penampilannya mengikuti kualitas foto aslinya. Perbedaan ini normal dalam berkas campuran dan bukan tanda kegagalan, selama tiap halaman terbaca jelas.
Periksa hasil campuran halaman per halaman
Pemeriksaan berkas campuran butuh dua cara baca yang berbeda. Untuk halaman ketikan, pilih dan salin satu baris teks untuk memastikan sifat teksnya terjaga. Untuk halaman hasil konversi foto, perbesar sampai 150 persen dan pastikan nama, nomor, dan tanggal terbaca tanpa menebak. Kalau halaman foto buram sedangkan halaman ketikan tajam, masalahnya ada di foto aslinya, bukan di proses gabung.
Hitung jumlah halaman dan cocokkan dengan rencana. Misalnya surat 1 halaman, CV 2 halaman, KTP hasil konversi 2 halaman, ijazah hasil konversi 2 halaman, dan transkrip 2 halaman, maka total harus 9 halaman. Selisih menandakan ada foto yang tertinggal belum dikonversi atau ada berkas yang terunggah dua kali. Periksa juga urutan baca halaman depan dan belakang tiap dokumen yang dua sisi, karena foto yang tertukar urutannya membuat verifikator membaca halaman belakang lebih dulu.
Periksa ukuran final dan bandingkan dengan batas unggah portal. Berkas campuran biasanya lebih besar daripada berkas ketikan murni karena memuat halaman gambar. Kalau melebihi batas, kecilkan sumber gambarnya lewat Kompres PDF yang menurunkan resolusi gambar berlebih dan menampilkan ukuran sebelum dan sesudah setelah proses. Hasil uji yang tercatat adalah pindaian 1,43 MB menjadi 262 KB dan PDF 8 foto 45,9 MB menjadi 4,46 MB, sedangkan PDF teks nyaris tidak berubah. Panduan SSCASN menyebut ukuran minimal tiap berkas 80 KB, jadi hentikan pengecilan sebelum berkas turun di bawah itu.
Masalah yang sering terjadi
Foto tidak bisa diunggah ke halaman gabung karena halaman itu hanya menerima PDF. Solusinya bukan mencari pengaturan tambahan, melainkan kembali ke tahap konversi dan ubah foto menjadi PDF dulu. Setelah berformat PDF, berkas yang sama akan diterima tanpa masalah.
Halaman hasil konversi tampil menyamping setelah digabung. Penyebabnya foto aslinya memang miring dan konversi menempatkannya apa adanya di halaman A4. Perbaikannya putar atau ambil ulang fotonya dengan posisi tegak sebelum dikonversi ulang, lalu gabungkan ulang. Jangan memutar halaman di hasil gabungan karena halaman ini tidak menyediakan penyuntingan halaman.
Hasil gabungan ukurannya jauh lebih besar dari perkiraan. Penyebabnya foto asli beresolusi sangat tinggi sehingga tiap halaman gambar menyumbang megabyte yang besar. Kecilkan foto sumbernya atau kompres PDF hasil konversinya sebelum digabung ulang. Memproses ulang gabungan yang sudah besar tidak mengecilkannya secara signifikan.
Ada halaman ganda karena foto yang sama dikonversi dua kali dengan nama berbeda lalu keduanya ikut digabung. Buka daftar sumber dan bandingkan isi tiap PDF hasil konversi sebelum digabung, hapus duplikatnya, lalu gabungkan ulang. Penamaan yang mirip tanpa isi yang diperiksa adalah penyebab klasik duplikasi ini.
Unggahan foto gagal di tengah jalan karena koneksi putus. Bedakan dengan penolakan format yang menampilkan pesan syarat berkas, sedangkan galat koneksi menampilkan pesan jaringan atau proses berhenti. Untuk galat koneksi, periksa jaringan dan ulangi dari foto yang sama, jangan memakai foto hasil setengah jadi.
Pertanyaan yang sering muncul
Berapa foto yang bisa dijadikan satu PDF sekaligus? Hingga 20 foto JPG, PNG, atau WebP dalam satu proses konversi menjadi satu PDF A4. Untuk lamaran campuran, kelompokkan foto per dokumen agar tiap hasil konversi mewakili satu dokumen, misalnya KTP satu PDF dan ijazah satu PDF, supaya tahap gabungnya rapi.
Apakah kualitas foto turun setelah dua tahap proses? Tahap gabung tidak menurunkan kualitas karena hanya menyatukan halaman. Kualitas halaman foto ditentukan saat konversi dan kualitas foto aslinya. Selama foto asli tajam dan terbaca, hasil akhirnya ikut tajam.
Bolehkah mencampur hasil pindaian HP dan hasil pemindai kantor? Boleh, selama tiap halaman terbaca jelas dan orientasinya tegak. Samakan kebersihan tampilannya dengan memastikan tidak ada halaman yang jauh lebih gelap atau miring dibanding yang lain, karena ketidakseragaman yang mencolok membuat berkas terlihat ceroboh.
Bagaimana kalau portal meminta foto dalam JPG, bukan PDF? Biarkan foto itu tetap JPG dan unggah di kolom yang meminta gambar. Contohnya scan KTP saat membuat akun SSCASN yang berformat JPG atau JPEG, maksimal 200 KB. Hanya dokumen yang diminta dalam PDF yang melalui dua tahap ini. Jangan mengonversi foto yang memang diminta sebagai gambar.
Apakah data lokasi di foto ikut terbawa ke PDF lamaran? Kalau foto dikecilkan dulu lewat pengompres gambar, data lokasi EXIF dan GPS dihapus dalam proses itu. Untuk keamanan, kecilkan atau proses foto yang memuat data pribadi melalui jalur yang menghapus metadata sebelum disebar sebagai PDF lamaran.
Rapikan arsip sumber campuranmu
Simpan foto asli, PDF hasil konversi, dan PDF gabungan final dalam satu folder lamaran agar revisi tidak mengulang dari pemotretan. Folder yang lengkap membuat perbaikan satu dokumen hanya butuh konversi ulang dokumen itu lalu gabung ulang semuanya.
Ubah dulu fotomu lewat Foto ke PDF, lalu satukan lewat Gabung PDF hanya bila kolom atau pengumuman memintanya, setelah tiap sumber berformat PDF dan urutannya benar.
Sumber resmi
Diperiksa terakhir pada 25 Oktober 2026. Syarat dan angka resmi bisa berubah tiap tahun, jadi rujuk halaman di bawah untuk ketentuan yang berlaku.
- Buku Panduan Pendaftaran SSCASN (versi 1.1): Format unggah dokumen adalah PDF atau JPEG sesuai jenis dokumen, tiap jenis dokumen punya baris unggah sendiri di tab Dokumen, dan ukuran minimal tiap berkas 80 KB.
- FAQ SSCASN: Untuk Seleksi Sekolah Kedinasan 2026, tiap jenis dokumen punya batas ukuran sendiri (misalnya Ijazah 700 KB dan Transkrip 400 KB, keduanya PDF), dan angka itu tidak berlaku untuk semua seleksi.