Wawancara bahasa Inggris menguji dua hal sekaligus: jawaban Anda tentang pekerjaan dan kemampuan Anda memakai bahasa Inggris dalam situasi yang menegangkan. Karena itu persiapannya berbeda dari wawancara biasa. Anda tetap perlu cerita pengalaman, tetapi cerita itu harus bisa diucapkan dalam bahasa Inggris dengan kalimat yang Anda kuasai, bukan kalimat panjang yang Anda hafal dari kamus.
Kabar baiknya, pewawancara biasanya tidak menilai aksen atau tata bahasa sempurna. Yang dinilai adalah apakah Anda bisa memahami pertanyaan, menjawab dengan jelas, dan tetap tenang saat ada kata yang tidak Anda mengerti. Kemampuan meminta penjelasan dengan sopan justru sering dianggap lebih penting daripada pengucapan yang sempurna.
Panduan ini membahas persiapan untuk wawancara yang berlangsung dalam bahasa Inggris, baik sesi penuh maupun sesi campuran. Kalau wawancaranya juga menguji keterampilan teknis, bagian itu dibahas terpisah di wawancara teknis, dan kalau sesinya melibatkan beberapa pewawancara sekaligus, lihat wawancara panel.
Apa yang sebenarnya diuji
Pewawancara ingin tahu apakah Anda bisa bekerja dengan bahasa Inggris yang dipakai di kantor itu. Untuk sebagian posisi, yang dibutuhkan adalah kemampuan membaca dan menulis surel. Untuk posisi lain, Anda akan memimpin rapat atau berbicara dengan pelanggan. Kebutuhan bahasanya berbeda, dan tingkat kesulitan wawancaranya mengikuti kebutuhan itu.
Karena itu, kenali dulu bahasa Inggris yang dipakai posisinya. Kalau iklan lowongan ditulis dalam bahasa Inggris dengan kalimat panjang, wawancaranya kemungkinan juga berlangsung penuh dalam bahasa Inggris. Kalau iklannya berbahasa Indonesia dan hanya menyebut kemampuan bahasa Inggris sebagai nilai tambah, sesinya bisa berupa percakapan singkat atau perkenalan diri.
Yang tidak perlu Anda khawatirkan: aksen. Selama lawan bicara memahami Anda, aksen daerah Anda bukan masalah. Yang perlu dihindari adalah berbicara terlalu cepat karena gugup, menggumam, dan membaca naskah. Ketiganya membuat pesan Anda sulit ditangkap.
Menyiapkan cerita dalam bahasa Inggris
Ambil tiga sampai lima cerita yang Anda siapkan untuk wawancara, lalu tulis ulang masing-masing dalam bahasa Inggris dengan kalimat pendek. Gunakan pola yang sama: situasinya apa, apa yang Anda lakukan, dan hasilnya apa. Kalimat pendek lebih mudah diucapkan dan lebih mudah dipahami pendengar.
Tulis dengan kata yang benar-benar Anda kuasai. Kalau Anda mengganti kata sederhana dengan kata yang terdengar lebih keren tetapi tidak Anda pahami, Anda kehilangan kemampuan menjelaskan saat ditanya lanjut. Lebih baik memakai kata sederhana dengan yakin daripada kata rumit dengan ragu.
Bacakan setiap cerita dengan suara keras sampai Anda bisa menyampaikannya tanpa membaca. Rekam sekali, lalu dengarkan. Kebanyakan orang menemukan bahwa mereka berbicara lebih cepat daripada yang mereka kira, dan ada kalimat yang terdengar janggal saat diucapkan.
Melatih pendengaran
Banyak kandidat berlatih menjawab, tetapi lupa berlatih mendengar. Padahal kesulitan terbesar biasanya muncul di awal: pertanyaannya tidak tertangkap utuh, lalu jawabannya melenceng.
Latih pendengaran dengan mendengarkan pertanyaan wawancara dalam bahasa Inggris, bukan dengan membaca daftar pertanyaan. Anda bisa meminta bantuan teman untuk membacakan pertanyaan, atau mendengarkan rekaman pertanyaan yang lazim. Setelah mendengar, ulangi pertanyaannya dengan kata Anda sendiri, lalu jawab.
Biasakan juga mendengar aksen yang berbeda. Pewawancara bisa berasal dari negara mana pun, dan kecepatan bicaranya berbeda-beda. Kalau telinga Anda hanya terbiasa dengan satu aksen, percakapan pertama dengan aksen lain bisa terasa jauh lebih sulit daripada seharusnya.
Frasa yang menyelamatkan percakapan
Kalau Anda tidak menangkap pertanyaannya, jangan menjawab asal. Minta pengulangan dengan sopan: "Could you repeat the question, please?" atau "Sorry, I did not catch that. Could you say it again?". Frasa seperti ini wajar dipakai penutur asli dan tidak dianggap kekurangan.
Kalau Anda mendengar pertanyaannya tetapi tidak yakin dengan maksudnya, minta penjelasan: "Do you mean ...?" atau "Could you clarify what you mean by ...?". Mengulang pertanyaan dengan kalimat Anda sendiri juga membantu: "So you are asking about how I handled a deadline, is that right?". Pewawancara biasanya menghargai kejelasan.
Kalau Anda butuh waktu berpikir, pakai jeda yang jujur: "That is a good question. Let me think for a second." Jeda dua atau tiga detik jauh lebih baik daripada mengisi dengan kata pengisi yang tidak berarti.
Kalau Anda salah ucap lalu sadar, perbaiki dengan tenang: "Sorry, I meant ...". Koreksi singkat seperti ini normal dalam percakapan kerja, dan tidak akan dinilai sebagai kelemahan.
Menjawab pertanyaan yang sulit
Pertanyaan tentang kelebihan, kekurangan, konflik, dan tekanan kerja tetap muncul dalam wawancara bahasa Inggris. Isi jawabannya sama dengan versi bahasa Indonesia, hanya bahasanya yang berbeda. Kerangkanya tetap situasi, tindakan, dan hasil.
Untuk pertanyaan tentang gaji, siapkan rentangnya lebih dulu dalam bahasa Indonesia, lalu latih cara menyebutkannya dalam bahasa Inggris. Frasa seperti "Based on my experience, I am looking at a range of ..." cukup jelas dan tidak perlu berbelit.
Kalau Anda tidak tahu jawaban atas pertanyaan faktual, katakan terus terang: "I am not sure about that, but I can find out and get back to you." Mengarang jawaban dalam bahasa Inggris lebih berisiko daripada mengakui bahwa Anda belum tahu, karena kesalahan faktanya lebih terlihat ketika Anda berbicara dengan ragu.
Kalau bahasa Inggris Anda belum lancar
Jujur tentang tingkat kemampuan Anda, lalu tunjukkan cara Anda bekerja. Kalimat seperti "My English is not perfect yet, but I use it every day for reading and writing" menyampaikan keadaan dengan jujur tanpa merendahkan diri.
Kalau memang posisinya menuntut bahasa Inggris tingkat tertentu dan Anda belum berada di tingkat itu, lebih baik mengetahuinya lebih awal. Wawancara adalah percakapan dua arah, dan Anda juga menilai apakah tuntutan bahasanya masuk akal untuk Anda.
Untuk posisi yang mensyaratkan tes bahasa resmi, siapkan tes itu secara khusus. Kemampuan bercakap-cakap tidak menggantikan skor tes, dan aturan tesnya berbeda dari aturan wawancara.
Sebelum dan saat hari-H
Periksa apakah wawancaranya berlangsung penuh dalam bahasa Inggris atau campuran. Kalau Anda tidak yakin, tanyakan lewat pesan penjadwalan dengan sopan, karena pertanyaan seperti itu wajar dan membantu Anda bersiap.
Untuk wawancara daring, periksa koneksi dan mikrofon. Suara yang terputus-putus membuat bahasa Inggris yang sudah bagus pun sulit ditangkap. Pakai mikrofon yang jelas, dan pilih tempat yang tidak bising.
Saat sesi berlangsung, bicara sedikit lebih lambat daripada biasanya dan berhenti sejenak setelah setiap kalimat. Kalau pewawancara tampak bingung, ulangi dengan kalimat yang lebih sederhana.
Kapan saran ini tidak berlaku
Kalau wawancaranya memakai bahasa Inggris hanya untuk satu bagian, misalnya perkenalan diri, siapkan bagian itu saja dengan baik dan jawab sisanya dalam bahasa yang dipakai pewawancara. Jangan memaksa berbahasa Inggris sepanjang sesi kalau pewawancara beralih ke bahasa Indonesia.
Kalau posisinya menuntut kemampuan menulis dalam bahasa Inggris, wawancara lisan tidak cukup menggambarkannya. Siapkan contoh tulisan Anda, misalnya surel atau laporan yang pernah Anda buat, kalau diminta.
Kalau Anda merasa pertanyaannya tidak pantas atau di luar urusan pekerjaan, Anda tidak wajib menjawabnya. Wawancara adalah percakapan dua arah.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah aksen saya akan dinilai? Yang dinilai adalah kejelasan, bukan aksen. Bicara dengan tempo yang wajar dan pastikan kata-katanya utuh. Aksen daerah bukan penghalang selama pesan Anda bisa dipahami.
Bolehkah meminta pertanyaannya diulang? Boleh, satu sampai dua kali dalam satu sesi masih wajar. Kalau terlalu sering, coba ulangi pertanyaannya dengan kalimat Anda sendiri untuk memastikan Anda menangkap maksudnya.
Apakah boleh menjawab dengan kalimat pendek? Boleh, asalkan jawabannya lengkap. Kalimat pendek yang jelas lebih baik daripada kalimat panjang yang berputar-putar. Untuk pertanyaan perilaku, tetap sertakan situasi, tindakan, dan hasil.
Apakah perlu menghafal jawaban dalam bahasa Inggris? Tidak. Hafalan mudah terlihat ketika pertanyaannya sedikit berbeda. Siapkan isi ceritanya, lalu latih mengucapkannya dengan kata Anda sendiri.
Bagaimana kalau saya benar-benar tidak paham pertanyaannya? Minta penjelasan dengan sopan, atau minta pewawancara memberi contoh. Mengaku tidak paham jauh lebih baik daripada menjawab pertanyaan yang salah tangkap.
Latihan yang paling menentukan
Latihan yang paling menentukan bukan menghafal kosakata baru, melainkan membiasakan mulut dan telinga Anda bekerja dalam bahasa Inggris untuk topik pekerjaan. Bacakan cerita Anda, dengarkan pertanyaan, dan latih frasa untuk meminta penjelasan. Setelah itu, tutup sesi dengan sopan; kalimat penutupnya ada di cara menutup wawancara. Persiapan bahan secara umum ada di cara mempersiapkan wawancara kerja, peta lengkap topiknya di Wawancara Kerja, dan panduan CV serta karier lainnya ada di Panduan CV dan Karier. Perbaikan CV bisa dikerjakan di Pembuat CV.