Tes Wartegg adalah tes menggambar yang meminta Anda melengkapi delapan kotak, masing-masing sudah berisi satu rangsangan berupa garis atau titik. Anda bebas menggambar apa saja dari rangsangan itu, lalu menuliskan nomor urut pengerjaan dan judul gambarnya. Yang dinilai bukan bagus atau jeleknya gambar, melainkan cara Anda merespons rangsangan: apakah Anda menyelesaikan semuanya, bagaimana urutannya, dan sikap kerja seperti apa yang terbaca dari pilihan Anda.
Karena itu, kabar baiknya, tidak bisa menggambar bukan penghalang. Gambar sederhana seperti rumah, pohon, panah, atau kotak sudah cukup selama Anda bisa menjelaskan apa maksudnya. Yang membuat peserta gugup biasanya bayangan bahwa gambar akan dinilai seperti karya seni. Penilaiannya bukan di situ.
Tes ini termasuk kelompok tes proyektif, yaitu tes yang memakai rangsangan tidak jelas untuk memancing respons. Respons itulah yang ditafsirkan penguji, bukan rangsangannya. Artikel ini membahas apa yang dinilai, cara mengerjakannya dengan tenang, dan kapan penafsiran tes seperti ini sebaiknya tidak dianggap sebagai vonis tentang diri Anda.
Delapan kotak dan aturan pengerjaannya
Lembar tes berisi delapan kotak yang tersusun dalam dua baris. Setiap kotak memiliki satu rangsangan kecil yang berbeda: ada garis lurus, garis lengkung, titik, dan bentuk lain yang sederhana. Tugas Anda melengkapi rangsangan itu menjadi sebuah gambar yang bermakna.
Di bagian bawah lembar biasanya tersedia tempat untuk menuliskan nomor urut pengerjaan, judul gambar, dan kadang nomor gambar yang paling disukai atau paling tidak disukai. Isian ini bukan pelengkap; nomor urut menunjukkan urutan yang Anda pilih sendiri, dan judul menunjukkan bagaimana Anda memaknai gambar Anda.
Instruksi resminya dibacakan atau tertulis di lembar tes, dan isinya bisa berbeda antar penyelenggara. Ada yang memberi batas waktu, ada yang tidak. Ada yang meminta menulis judul, ada yang tidak mewajibkannya. Bacalah instruksi itu sampai selesai sebelum mulai, karena pekerjaan yang tidak sesuai instruksi tidak bisa dinilai dengan benar.
Apa yang dibaca penguji
Penguji membaca beberapa hal sekaligus. Yang pertama adalah kelengkapan: apakah kedelapan kotak dikerjakan, dan apakah ada yang dibiarkan kosong. Kotak kosong biasanya dibaca sebagai penghindaran terhadap rangsangan tertentu, bukan sebagai kekurangan bakat.
Yang kedua adalah urutan pengerjaan. Nomor urut yang Anda tulis menunjukkan kotak mana yang Anda pilih lebih dulu. Peserta yang mengerjakan berurutan dari kiri atas menunjukkan cara kerja yang teratur, sedangkan yang melompat-lompat menunjukkan cara kerja yang berbeda. Tidak ada urutan yang otomatis benar; yang dibaca adalah apakah urutannya masuk akal untuk pekerjaan yang dilamar.
Yang ketiga adalah isi gambar dan hubungannya dengan rangsangan. Penguji melihat apakah garis yang tersedia dipakai, diabaikan, atau diubah menjadi bagian dari gambar yang lebih besar. Gambar yang menyatu dengan rangsangannya biasanya dibaca berbeda dari gambar yang menempel begitu saja di sebelahnya.
Yang keempat adalah judul dan pilihan suka atau tidak suka. Judul menunjukkan cara Anda memberi makna, dan pilihan suka atau tidak suka menunjukkan sikap Anda terhadap bagian pekerjaan tertentu. Bagian ini yang sering diabaikan peserta, padahal isinya ikut dibaca.
Cara mengerjakan dengan tenang
Kerjakan semua kotak, termasuk kotak yang rangsangannya paling tidak Anda sukai. Kotak kosong lebih merugikan daripada gambar sederhana, karena penguji tidak punya bahan untuk membaca apa pun. Kalau satu rangsangan terasa sulit, gambar sesuatu yang sederhana dan beri judul yang jujur.
Gambar apa yang Anda bisa jelaskan. Kalau Anda menggambar benda, pikirkan satu kalimat tentang benda itu, karena kadang penguji bertanya singkat tentang gambar Anda. Gambar yang bisa Anda ceritakan lebih baik daripada gambar rumit yang Anda sendiri tidak tahu maksudnya.
Jangan menghabiskan waktu terlalu lama di satu kotak. Kalau tesnya berbatas waktu, sisa kotak yang kosong lebih merugikan daripada satu gambar yang kurang rapi. Kerjakan yang paling jelas bagi Anda lebih dulu, lalu kembali ke yang sulit.
Isi bagian nomor urut dan judul dengan sadar, bukan asal. Urutan yang Anda tulis adalah pilihan Anda, dan judul yang Anda berikan adalah tafsir Anda. Mengosongkan bagian ini sama dengan membuang bahan yang bisa menjelaskan gambar Anda.
Kesalahan yang sering terjadi
Kesalahan pertama adalah berhenti karena merasa tidak bisa menggambar. Tes ini tidak menilai keindahan, dan peserta yang menggambar bentuk sederhana dengan lengkap biasanya lebih terbaca daripada peserta yang menggambar indah tetapi tidak selesai.
Kesalahan kedua adalah menyalin ide yang sama ke semua kotak. Delapan kotak berisi gambar yang hampir identik membuat lembar Anda terasa monoton dan tidak menunjukkan variasi respons. Kalau Anda memang punya satu tema favorit, pakai di beberapa kotak saja, dan beri variasi di kotak lain.
Kesalahan ketiga adalah mengabaikan rangsangan. Menggambar bebas di sudut kotak tanpa menyentuh garis yang sudah ada membuat rangsangannya tidak terpakai. Sebagian penguji membaca itu sebagai sikap yang tidak menyatu dengan bahan yang diberikan.
Kesalahan keempat adalah mengisi judul dengan kata yang terlalu umum, misalnya hanya menulis "gambar". Judul yang menyebut isinya, walaupun sederhana, lebih berguna daripada judul yang kosong makna.
Yang tidak perlu dilakukan
Anda tidak perlu mencari kunci jawaban tes Wartegg. Tes ini termasuk tes proyektif, dan penafsirannya tidak berjalan seperti soal pilihan ganda dengan jawaban benar dan salah. Kunci jawaban yang beredar di internet tidak bisa menjamin apa pun karena yang dibaca adalah keseluruhan lembar Anda, bukan satu gambar tertentu.
Anda juga tidak perlu melatih tangan supaya bisa menggambar rapi. Kalau ingin berlatih, berlatihlah memutuskan dengan cepat: lihat sebuah rangsangan sederhana, putuskan dalam beberapa detik akan digambar apa, lalu kerjakan. Kebiasaan itu yang berguna di ruang tes, bukan keterampilan menggambar.
Jangan pula menyiapkan delapan gambar lalu menghafalnya. Peserta yang menggambar hafalan biasanya kesulitan ketika lembar yang dibagikan ternyata berbeda susunannya, dan gambar hafalan yang tidak nyambung dengan rangsangannya justru mudah terbaca.
Kapan saran ini tidak berlaku
Kalau penyelenggara memakai versi tes yang berbeda, ikuti instruksinya. Ada perusahaan yang memakai tes menggambar dengan tema bebas, ada yang memadukannya dengan wawancara singkat tentang gambar, dan ada yang memakai alat tes lain yang mirip. Instruksi di ruang tes selalu mengalahkan gambaran umum di artikel ini.
Perlu diketahui juga bahwa tes proyektif seperti ini punya keterbatasan. Hasilnya bergantung pada penafsiran penguji, dan dua penguji bisa membaca lembar yang sama dengan penekanan berbeda. Karena itu, jangan menjadikan hasil tes ini sebagai ukuran harga diri Anda. Kalau Anda ingin mendalami jenis tes lain yang sering muncul, pembahasannya ada di Wawancara Kerja.
Kalau tesnya digelar sebagai bagian dari rangkaian seleksi, siapkan juga berkas lamaran dan CV Anda. CV yang rapi membantu pewawancara menyambungkan gambar Anda dengan pengalaman nyata Anda. Susun CV di Pembuat CV, dan siapkan bahan wawancara lewat cara mempersiapkan wawancara kerja.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah gambar saya harus bagus? Tidak. Yang dinilai adalah cara Anda merespons rangsangan, bukan keterampilan menggambar. Gambar sederhana yang selesai dan punya judul lebih berguna daripada gambar rumit yang tidak selesai.
Bolehkah menggambar benda yang sama di beberapa kotak? Boleh, tetapi variasinya lebih baik. Tema yang sama di semua kotak membuat lembar Anda terbaca monoton, dan penguji kehilangan bahan untuk melihat respons yang berbeda.
Apakah kotak yang kosong membuat saya gagal? Tidak otomatis, tetapi kotak kosong mengurangi bahan penilaian. Sebaiknya isi semua kotak dengan gambar sederhana yang bisa Anda jelaskan.
Apakah urutan pengerjaan harus dari kiri atas? Tidak harus. Urutan yang Anda tulis adalah pilihan Anda, dan penguji membacanya sebagai cara kerja. Yang penting urutannya Anda tulis dengan sadar dan konsisten dengan pilihan Anda.
Apakah hasil tes Wartegg bisa dipelajari? Yang bisa dilatih adalah kecepatan memutuskan dan ketenangan mengerjakan. Yang tidak bisa dihafal adalah tafsirannya, karena penilaiannya bergantung pada keseluruhan lembar Anda.
Yang dibawa pulang dari tes gambar
Tes Wartegg mengukur cara Anda merespons bahan yang tidak lengkap, dan pekerjaan sehari-hari sering berbentuk begitu: ada bahan seadanya, ada batas waktu, dan hasilnya ditentukan keputusan Anda. Karena itu, sikap yang paling aman di ruang tes sama dengan sikap yang paling aman di tempat kerja: selesaikan apa yang bisa diselesaikan, beri makna pada hasilnya, dan jangan berhenti di satu bagian yang sulit.
Setelah tes selesai, lanjutkan persiapan Anda untuk tahap berikutnya. Panduan seluruh rangkaian wawancara ada di Wawancara Kerja, dan peta topik karier yang lebih luas ada di Panduan CV dan Karier.