Wawancara teknis menguji keterampilan yang akan Anda pakai bekerja, bukan seberapa banyak istilah yang Anda hafal. Bentuknya bermacam-macam: mengerjakan tugas tertulis, menyelesaikan studi kasus, menjelaskan cara kerja sesuatu secara mendalam, atau mempraktikkan langsung alat yang dipakai tim. Karena yang dinilai adalah cara Anda bekerja, persiapannya berbeda dari wawancara biasa yang menilai cerita dan motivasi.
Yang sering disalahpahami, wawancara teknis bukan ujian yang jawabannya harus sempurna. Pewawancara biasanya lebih tertarik pada cara Anda berpikir: bagaimana Anda membaca soal, langkah apa yang Anda ambil lebih dulu, dan apa yang Anda lakukan ketika menemui bagian yang tidak Anda kuasai. Mengaku tidak tahu satu bagian sambil menjelaskan cara Anda akan mencarinya sering lebih dihargai daripada jawaban yang dikarang.
Panduan ini membahas bentuk wawancara teknis, cara berlatih, dan sikap yang membantu selama sesi. Kalau wawancaranya juga berlangsung dalam bahasa Inggris, persiapannya ada di wawancara bahasa inggris. Kalau sesinya melibatkan beberapa pewawancara, lihat wawancara panel.
Bentuk wawancara teknis
Tugas tertulis dengan batas waktu. Anda diminta menyelesaikan soal atau membuat sesuatu dalam waktu tertentu, baik di tempat maupun dikirim lewat surel. Yang dinilai adalah hasil akhir sekaligus kerapian cara kerja dan kelengkapan langkahnya.
Studi kasus. Anda diberi situasi nyata dari pekerjaan, lalu diminta menjelaskan bagaimana Anda menanganinya. Jawaban yang baik menyebut langkah-langkah yang bisa dijalankan, bukan berhenti di kesimpulan akhir.
Pertanyaan mendalam tentang keahlian. Untuk posisi yang memakai alat tertentu, pewawancara menanyakan hal yang hanya bisa dijawab orang yang benar-benar pernah memakainya. Contohnya, bagaimana Anda memeriksa hasil pekerjaan sebelum diserahkan, atau apa yang Anda lakukan ketika alatnya gagal di tengah jalan.
Praktik langsung. Anda diminta mengerjakan sesuatu di depan pewawancara, misalnya merapikan data, memperbaiki berkas, atau menulis potongan kode. Bagian ini menguji kebiasaan kerja, termasuk cara Anda memeriksa hasil sendiri.
Membedakan wawancara teknis dari wawancara biasa
Wawancara biasa menilai kecocokan dan cara Anda bercerita. Wawancara teknis menilai bukti keterampilan. Karena itu, jawaban berupa janji tidak bekerja di sesi ini. Kalimat "saya cepat belajar" tidak menggantikan contoh pekerjaan yang benar-benar Anda selesaikan.
Wawancara teknis juga biasanya lebih spesifik. Pertanyaannya menyebut alat, tugas, atau situasi yang dekat dengan pekerjaan sehari-hari. Kalau Anda membaca ulang iklan lowongannya, istilah yang muncul di iklan sering muncul lagi di sesi teknis.
Sebagian perusahaan menggabungkan keduanya dalam satu sesi: bagian awal tentang pengalaman, bagian kedua tentang keterampilan. Siapkan keduanya, dan jangan menganggap bagian teknis bisa dilewati dengan cerita yang bagus.
Menyiapkan contoh kerja
Kumpulkan dua atau tiga pekerjaan nyata yang paling dekat dengan posisi yang dilamar. Bisa dari pekerjaan sebelumnya, proyek kuliah, organisasi, atau pekerjaan lepas. Untuk setiap contoh, siapkan tiga hal: apa masalahnya, apa yang Anda kerjakan, dan bagaimana hasilnya diperiksa.
Pilih contoh yang bisa Anda jelaskan sampai ke detail terkecil. Pewawancara teknis sering menggali lebih dalam: kenapa Anda memilih cara itu, apa alternatifnya, dan apa yang akan Anda ubah kalau mengerjakannya lagi. Kalau Anda tidak mengerjakan sendiri bagian itu, katakan dengan jujur, dan sebutkan bagian mana yang memang Anda kerjakan.
Kalau diminta membawa portofolio, pilih tiga sampai lima karya yang paling relevan, bukan semua yang Anda punya. Rapikan dalam satu berkas PDF supaya mudah dibuka pewawancara. Cara menyusunnya ada di cara membuat portofolio PDF, dan cara menggabungkannya dengan CV ada di cara menggabungkan cv dan portofolio.
Berlatih untuk bagian teknis
Berlatihlah mengerjakan tugas dengan batas waktu, karena tekanan waktu adalah bagian dari ujian. Kerjakan satu soal atau satu studi kasus dalam durasi yang Anda perkirakan, lalu periksa hasilnya. Latihan seperti ini membuat Anda tahu bagian mana yang memakan waktu paling lama.
Latih juga menjelaskan cara kerja Anda sambil mengerjakan. Dalam praktik langsung, pewawancara tidak bisa membaca pikiran Anda; ia hanya mendengar apa yang Anda ucapkan. Biasakan menyebut langkah yang sedang Anda ambil, termasuk alasan di belakangnya.
Siapkan cara memeriksa hasil sendiri. Sebelum menyerahkan tugas, periksa apakah semua permintaan soal sudah terjawab, apakah ada kesalahan ketik, dan apakah berkasnya bisa dibuka. Kebiasaan memeriksa ini sering menjadi pembeda antara kandidat yang teliti dan yang terburu-buru.
Saat sesi berlangsung
Baca atau dengarkan soal sampai selesai sebelum mulai. Kalau ada bagian yang belum jelas, tanyakan lebih dulu; bertanya di awal jauh lebih baik daripada mengerjakan soal yang salah tafsir sampai selesai.
Mulai dari bagian yang Anda kuasai, lalu kembali ke bagian yang sulit. Kalau waktunya habis, sampaikan bagian mana yang sudah selesai dan bagian mana yang belum. Pewawancara bisa menilai cara Anda mengatur prioritas dari keputusan itu.
Jangan takut memakai alat bantu yang wajar, misalnya mesin pencari untuk melihat sintaks atau dokumentasi, kalau aturan sesinya mengizinkan. Tanyakan lebih dulu apakah alat bantu diperbolehkan, karena sebagian sesi melarangnya.
Kalau Anda menemukan kesalahan di tengah jalan, perbaiki sambil menjelaskan: "I found an error here, I will fix this part first." Sikap seperti ini menunjukkan bahwa Anda memeriksa pekerjaan sendiri, bukan menunggu dinilai.
Ketika tidak tahu jawabannya
Akui dengan tenang, lalu jelaskan cara Anda akan mencari jawabannya. Contohnya: "Saya belum pernah memakai fitur itu, tetapi biasanya saya mencari di dokumentasi resminya dan mencoba di berkas contoh." Jawaban seperti ini menunjukkan cara kerja, dan itu yang dinilai.
Jangan mengarang jawaban teknis. Pewawancara yang berpengalaman bisa mengenali jawaban yang dikarang, dan satu jawaban yang salah bisa merusak kepercayaan pada seluruh sesi. Lebih baik mengakui satu bagian yang belum dikuasai daripada mempertaruhkan kesan secara keseluruhan.
Kalau pertanyaannya di luar cakupan posisi yang dilamar, Anda boleh menyampaikan bahwa bagian itu belum Anda pelajari. Setelah sesi, catat pertanyaan yang tidak bisa Anda jawab dan pelajari. Catatan itu berguna untuk wawancara berikutnya.
Kapan saran ini tidak berlaku
Kalau perusahaan memakai platform ujian daring dengan pengawas dan aturan ketat, ikuti seluruh aturannya. Saran tentang bertanya di tengah soal tidak berlaku kalau aturannya melarang komunikasi selama ujian.
Kalau tugasnya dikirim lewat surel dengan batas waktu beberapa hari, jangan meminta bantuan orang lain. Tugas itu mengukur kemampuan Anda, dan hasil yang bukan pekerjaan Anda sendiri mudah terlihat saat sesi wawancara lanjutan.
Kalau posisinya mensyaratkan sertifikasi tertentu, siapkan sertifikatnya. Wawancara teknis tidak menggantikan syarat administrasi, dan aturan tiap perusahaan berbeda.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah wawancara teknis bisa dipelajari? Sebagian besar bisa. Keterampilan yang diuji adalah keterampilan yang dipakai bekerja, dan keterampilan itu dilatih. Yang tidak bisa dipelajari semalam adalah pengalaman, jadi gunakan pengalaman yang memang Anda punya.
Apakah boleh bertanya selama sesi? Boleh, terutama untuk memastikan pemahaman soal. Pertanyaan yang jelas menunjukkan bahwa Anda mendengarkan. Untuk platform ujian dengan aturan ketat, tanyakan lebih dulu apakah komunikasi diizinkan.
Bagaimana kalau saya tidak menyelesaikan tugasnya? Sampaikan bagian mana yang selesai dan bagian mana yang belum, beserta alasan Anda memilih urutan itu. Pewawancara bisa menilai cara Anda memprioritaskan pekerjaan.
Apakah hasil tes teknis menentukan segalanya? Tidak. Keterampilan adalah satu bagian penilaian; cara Anda bekerja, bertanya, dan menerima koreksi ikut dinilai. Kandidat yang tidak sempurna tetapi mudah diajak bekerja sama sering dipertimbangkan.
Apakah perlu membawa alat sendiri? Kalau perusahaan menyediakan peralatan, pakai yang disediakan. Kalau Anda membawa alat sendiri, tanyakan lebih dulu apakah boleh dipakai. Aturan tiap tempat berbeda.
Bagaimana kalau soal teknisnya berbahasa Inggris? Siapkan kosakata teknis yang dipakai di bidang Anda, dan latih menjelaskan langkah kerja dalam bahasa Inggris. Panduannya ada di wawancara bahasa inggris.
Setelah sesi teknis
Catat soal yang diberikan dan bagian yang paling sulit bagi Anda. Latih bagian itu sebelum wawancara berikutnya, karena pola soalnya sering berulang di perusahaan yang berbeda. Setelah itu, kirim pesan terima kasih singkat; aturannya ada di cara follow up setelah wawancara. Persiapan bahan secara umum ada di cara mempersiapkan wawancara kerja, peta lengkap topiknya di Wawancara Kerja, dan panduan karier lainnya ada di Panduan CV dan Karier. Perbaikan CV bisa dikerjakan di Pembuat CV.