Pertanyaan tentang teamwork dijawab dengan menunjukkan peran Anda di dalam sebuah tim, bukan dengan memuji kerja sama. Pewawancara ingin tahu apakah Anda bisa bekerja dengan orang yang berbeda pendapat, berbeda keahlian, dan berbeda kepentingan, serta apakah Anda mengambil bagian pekerjaan atau hanya menumpang hasilnya. Karena itu, jawaban terbaik menyebut satu tim, satu tugas, dan satu bagian yang benar-benar Anda kerjakan.

Pertanyaan ini sering muncul dalam bentuk: ceritakan pengalaman Anda bekerja dalam tim. Jawabannya berlaku untuk hampir semua posisi, karena hampir semua pekerjaan menuntut koordinasi dengan orang lain. Halaman ini membahas cara menyiapkan ceritanya, termasuk cerita kerja sama lintas bagian yang biasanya paling meyakinkan.

Apa yang dinilai dari jawaban teamwork

Pewawancara biasanya mencari tiga hal. Pertama, apakah Anda menyadari peran Anda, bukan hanya peran tim. Kedua, apakah Anda pernah bekerja dengan orang yang tidak Anda pilih sendiri. Ketiga, apakah Anda bisa menyelesaikan perbedaan cara kerja tanpa membuat pekerjaan berhenti.

Jawaban yang hanya berbunyi kami selalu kompak tidak memberi bukti apa pun. Jawaban yang menyebut saya mengerjakan bagian ini sementara rekan saya mengerjakan bagian itu, lalu kami menggabungkannya pada tanggal ini, memberi gambaran yang bisa diperiksa. Semakin jelas bagian Anda, semakin kuat jawabannya.

Kerja sama lintas bagian punya nilai tambah karena lebih sulit. Bekerja dengan rekan satu meja berbeda dari bekerja dengan bagian lain yang punya target dan atasan sendiri. Kalau Anda punya pengalaman seperti itu, dahulukan sebagai bahan cerita.

Memilih cerita yang layak diceritakan

Kumpulkan dua atau tiga pengalaman kerja tim dari mana saja: pekerjaan sebelumnya, organisasi, kepanitiaan, proyek kuliah, magang, atau kegiatan relawan. Pilih yang memenuhi tiga syarat: timnya berisi orang yang berbeda keahlian, tugasnya punya tenggat, dan hasilnya bisa diamati.

Kerja kelompok yang berjalan mulus sebenarnya juga boleh diceritakan, asalkan Anda bisa menyebut pembagian tugas dan bagian Anda. Namun cerita yang lebih kuat biasanya yang memuat satu hambatan kecil: jadwal yang bentrok, bagian yang tertunda, atau perbedaan prioritas antara dua bagian.

Kalau Anda pernah bekerja dengan bagian lain, misalnya keuangan dengan operasional, atau penjualan dengan gudang, angkat pengalaman itu. Sebut siapa yang berkepentingan pada hasil pekerjaan Anda dan bagaimana Anda menyepakati cara kerja bersama.

Contoh cerita kerja sama lintas bagian

Situasi: Saya ikut dalam tim berisi empat orang dari dua bagian berbeda untuk menyiapkan bahan promosi satu kampanye. Bahan itu memakai daftar barang dari bagian gudang, sementara stok barang berubah setiap hari. Dua minggu sebelum kampanye dimulai, daftar yang kami pegang sudah tidak cocok dengan keadaan di gudang.

Tindakan: Saya mengajak satu orang dari bagian gudang menyusun cara kerja bersama, bukan saling mengirim pesan setiap kali ada perubahan. Kami sepakat memakai satu daftar yang sama, memperbaruinya pada jam tertentu setiap hari, dan menentukan siapa yang menghubungi siapa kalau ada barang yang tidak tersedia. Saya juga memberi tahu anggota tim yang lain tentang jadwal pembaruan itu supaya tidak ada yang memakai daftar lama.

Hasil: Kampanye berjalan tanpa bahan promosi untuk barang yang kosong, dan cara kerja itu dipakai lagi pada kampanye berikutnya. Bagian yang paling penting bukan hasil akhirnya, melainkan kesepakatan cara kerja sebelum pekerjaan dimulai. Itu bukti kerja sama, bukan sekadar kebersamaan.

Menjawab saat Anda lebih banyak bekerja sendiri

Sebagian pekerjaan menuntut Anda menyelesaikan bagian sendiri sebelum diserahkan ke tim. Kalau itu keadaan Anda, jangan memaksakan cerita tim yang tidak ada. Ceritakan peran Anda sebagai penyedia bagian: apa yang Anda kerjakan, siapa yang menunggu hasilnya, dan bagaimana Anda menjaga hasil itu siap pada waktunya.

Pewawancara tetap bisa menilai kerja sama dari cerita seperti itu, karena yang dilihat adalah kesadaran Anda tentang orang lain dalam alur pekerjaan. Sebutkan siapa yang memakai hasil kerja Anda dan apa yang Anda lakukan supaya mereka tidak menunggu tanpa kabar.

Kalau Anda memang lebih suka bekerja sendiri, jangan menyembunyikannya, tetapi jelaskan juga kapan Anda butuh bantuan dan bagaimana Anda memintanya. Jawaban yang jujur tentang batas diri lebih dihargai daripada klaim bahwa Anda selalu cocok dengan siapa pun.

Yang membuat jawaban teamwork lemah

Kesalahan pertama adalah memakai kata kami terus tanpa pernah menyebut saya. Pewawancara tidak bisa menilai Anda kalau seluruh cerita berbunyi kami mengerjakan ini dan kami menyelesaikan itu. Sisipkan bagian Anda secara wajar.

Kesalahan kedua adalah mengambil seluruh pujian. Kalau Anda menyebut bagian rekan, ceritanya jadi lebih masuk akal. Kalimat seperti rekan saya mengurus jadwal, saya mengurus isi laporannya menunjukkan Anda bisa melihat pembagian peran dengan adil.

Kesalahan ketiga adalah menceritakan konflik tim secara panjang. Pertanyaan teamwork bukan tempat mengadukan rekan. Kalau hambatannya orang, cukup sebut kendalanya secara singkat dan langsung ke cara penyelesaiannya.

Kesalahan keempat adalah memilih cerita yang terlalu jauh dari dunia kerja, misalnya kerja kelompok saat SMA, padahal ada pengalaman yang lebih baru. Pakai bahan yang paling dekat dengan posisi yang dilamar.

Kerja sama lintas bagian yang sering ditanyakan

Pertanyaan teamwork yang lebih dalam biasanya menyebut bagian lain: bagaimana Anda bekerja dengan orang yang punya target berbeda? Untuk menjawabnya, pilih satu peristiwa ketika kepentingan Anda dan kepentingan bagian lain tidak sepenuhnya sama, lalu ceritakan cara Anda menyepakati jalan tengah.

Contoh yang sering terjadi: bagian Anda ingin undangan segera dikirim ke peserta, sementara bagian lain masih menunggu persetujuan pimpinan atas isinya. Ceritakan bagaimana Anda menyepakati batas waktu sementara, bagian mana yang bisa didahulukan, dan bagaimana Anda menjaga hubungan kerja setelah kesepakatan itu. Yang dinilai bukan kemenangan salah satu pihak, melainkan apakah pekerjaan tetap berjalan.

Siapkan juga cerita ketika Anda meminta bantuan bagian lain. Menjelaskan bahwa Anda pernah mengajukan permintaan dengan jelas, menyertakan alasan dan tenggat, serta berterima kasih setelahnya menunjukkan bahwa Anda memahami kerja lintas bagian sebagai pertukaran, bukan perintah.

Menjawab kalau tim Anda gagal

Pewawancara kadang bertanya tentang tim yang tidak mencapai target. Jangan menghindari pertanyaan ini, tetapi juga jangan menceritakan kegagalan tanpa perbaikan. Sebutkan peran Anda di dalamnya, lalu jelaskan apa yang dipelajari tim dan apa yang diubah setelah kejadian itu.

Kalau kegagalannya sebagian karena Anda, akui bagian itu dengan tenang. Mengakui satu kekurangan yang nyata disertai perbaikan justru lebih meyakinkan daripada cerita tim yang selalu sukses. Pewawancara tahu bahwa tim yang selalu berhasil dalam setiap cerita biasanya tidak nyata.

Hindari menyebut nama rekan yang menurut Anda menjadi penyebab utama. Sebut perannya saja dan fokuskan cerita pada perubahan cara kerja tim, misalnya pembagian tugas yang lebih jelas atau pemeriksaan bersama sebelum penyerahan.

Kapan saran ini tidak berlaku

Untuk posisi yang menuntut kerja mandiri hampir sepanjang waktu, misalnya posisi lapangan dengan satu orang per lokasi, ceritakan bagaimana Anda tetap terhubung dengan tim meski jarang bertemu. Pewawancara untuk posisi seperti itu justru ingin tahu apakah Anda bisa melapor dan berkoordinasi dari jauh.

Kalau perusahaan memakai wawancara kelompok sebagai bagian seleksi, cerita teamwork saja tidak cukup. Anda perlu mempraktikkan cara berbicara dalam diskusi, mendengarkan peserta lain, dan menyimpulkan tanpa mendominasi. Latih itu secara terpisah.

Pertanyaan yang sering muncul

Bolehkah memakai cerita dari organisasi kampus? Boleh, dan itu wajar untuk pelamar lulusan baru. Sebut peran, jumlah anggota, tugas yang dibagi, dan hasilnya. Kalau sudah punya pengalaman kerja, dahulukan cerita dari pekerjaan.

Bagaimana kalau tim saya dulu tidak kompak? Ceritakan kendalanya secara singkat, lalu pindah ke langkah Anda memperbaikinya. Yang dinilai bukan keadaan timnya, melainkan tindakan Anda di dalamnya.

Apakah harus menyebut jumlah anggota tim? Tidak wajib, tetapi menyebut jumlah anggota membuat skala ceritanya lebih jelas. Sebut kalau Anda memang tahu angkanya.

Apakah jawaban teamwork boleh sama dengan jawaban konflik? Sebaiknya tidak. Pilih peristiwa yang berbeda supaya jawaban Anda tidak terasa dipakai ulang. Kalau ceritanya sama, sudut ceritanya harus benar-benar berbeda.

Langkah berikutnya

Pilih satu cerita kerja sama lintas bagian, susun dalam tiga baris, lalu latih mengucapkannya. Rapikan CV di Pembuat CV supaya pengalaman tim yang Anda ceritakan muncul juga di sana. Untuk pertanyaan perilaku lain, panduannya ada di konflik kerja dan tekanan kerja. Peta lengkap wawancara ada di Wawancara Kerja, tahapan berkas di Lamaran Kerja, dan penjelasan format CV di Panduan CV dan Karier.