Cara mencari kerja setelah PHK adalah menyusun rencana pencarian yang jelas, memperbarui CV dan profil profesional, lalu melamar dengan menjelaskan masa transisi secara jujur dan singkat. Prosesnya mirip pencarian kerja biasa, dengan dua perbedaan: Anda mungkin melamar sambil menyelesaikan urusan administrasi, dan Anda perlu menyiapkan jawaban untuk pertanyaan tentang alasan Anda berhenti bekerja.

Kalau Anda masih mengurus dokumen dan perhitungan hak dari pemutusan kemarin, urutan langkahnya ada di Cara Menghadapi PHK. Artikel ini mulai dari titik setelahnya: bagaimana mencari pekerjaan berikutnya tanpa terburu-buru dan tanpa kehilangan arah.

Menyusun rencana pencarian lebih dulu

Rencana pencarian kerja membuat prosesnya terukur. Mulai dari tiga hal: posisi yang Anda incar, kisaran gaji yang bisa Anda terima, dan lokasi atau cara kerja yang Anda sanggup jalani. Ketiganya menentukan ke mana lamaran dikirim dan berapa banyak yang perlu dikirim.

Tentukan juga batas waktu. Bagi proses menjadi beberapa tahap, misalnya minggu pertama untuk memperbarui berkas, minggu berikutnya untuk mengirim lamaran, lalu minggu setelahnya untuk menindaklanjuti dan menambah jaringan. Batas waktu membantu Anda menilai apakah strateginya berjalan atau perlu diubah.

Catat setiap lamaran: tanggal kirim, posisi, perusahaan, dan statusnya. Catatan ini mencegah Anda mengirim dua kali ke tempat yang sama, dan membantu Anda melihat pola, misalnya jenis posisi yang paling sering memanggil wawancara.

Menyiapkan berkas lamaran

Perbarui CV Anda lebih dulu. Soroti hasil kerja yang bisa diceritakan dengan angka, dan sesuaikan urutan bagiannya dengan posisi yang Anda incar. Kalau Anda punya beberapa versi CV untuk jenis posisi yang berbeda, simpan dengan nama yang jelas supaya tidak tertukar.

Perbarui juga profil profesional Anda supaya konsisten dengan CV. Perekrut sering memeriksa keduanya, dan riwayat yang berbeda tanggal bisa menimbulkan pertanyaan yang tidak perlu. Untuk lamaran ke perusahaan asing, perhatikan juga kebiasaan berkas di negara tujuan.

Siapkan surat lamaran yang menjelaskan minat Anda pada posisi itu, bukan mengulang isi CV. Sebutkan satu hal dari perusahaan yang membuat Anda tertarik, lalu hubungkan dengan pengalaman Anda. Surat lamaran tidak perlu panjang; yang penting spesifik.

Menjelaskan masa PHK dengan jujur

Pertanyaan tentang alasan Anda berhenti bekerja hampir pasti muncul. Jawablah dengan jujur dan singkat: sebutkan bahwa posisi Anda dihapus atau perusahaan melakukan pengurangan, lalu pindahkan pembicaraan ke kesiapan Anda sekarang. Jawaban yang panjang dan membela diri justru membuat pewawancara penasaran pada hal yang tidak perlu.

Hindari menyalahkan atasan atau perusahaan sebelumnya, meskipun Anda punya alasan. Pewawancara menilai cara Anda berbicara tentang tempat kerja lama, karena itu gambaran tentang cara Anda akan berbicara tentang tempat kerja yang baru. Cukup sampaikan faktanya, lalu tutup dengan hal yang Anda kerjakan setelahnya.

Kalau ada jeda antara PHK dan lamaran ini, siapkan penjelasannya. Sebutkan apa yang Anda kerjakan selama jeda: mengurus dokumen, mengikuti kursus, mengerjakan proyek lepas, atau merawat keluarga. Satu kegiatan yang jelas lebih baik daripada daftar panjang yang terdengar dibuat-buat.

Memanfaatkan jaringan dan kenalan lama

Beri tahu orang-orang yang relevan bahwa Anda sedang mencari peluang. Banyak lowongan terisi lewat rekomendasi sebelum diumumkan, dan kenalan lama Anda mungkin tahu ada posisi yang belum dibuka. Sampaikan dengan singkat: posisi yang Anda cari dan hal yang Anda kuasai, tanpa meminta belas kasihan.

Hubungi kembali mantan rekan kerja yang bisa memberi referensi. Untuk urusan ini, tanyakan lebih dulu apakah mereka bersedia, lalu beri tahu posisi yang Anda lamar supaya mereka bisa menyiapkan jawabannya. Jangan menuliskan nama seseorang sebagai referensi tanpa izinnya.

Jaringan tidak harus berupa orang yang Anda kenal dekat. Ikut serta dalam komunitas profesi di bidang Anda, baik daring maupun luring, dan berbagi hal yang Anda kerjakan. Kehadiran yang konsisten membuat orang mengingat Anda saat ada peluang.

Mengatur keuangan selama masa transisi

Hitung kebutuhan pokok bulanan Anda, lalu bandingkan dengan dana yang tersedia. Angka ini memberi tahu berapa lama Anda bisa mencari tanpa menerima tawaran yang jauh di bawah kebutuhan. Kalau dananya terbatas, pertimbangkan pekerjaan sementara atau proyek lepas untuk menjaga pemasukan sambil terus melamar.

Pisahkan pengeluaran yang bisa ditunda dari yang tidak bisa. Tunda pengeluaran besar yang tidak mendesak, dan jaga pengeluaran rutin tetap terbayar. Untuk urusan keuangan yang lebih rinci, prinsipnya mirip dengan mengatur keuangan dari gaji pertama, yaitu memisahkan kebutuhan, tabungan, dan keinginan.

Periksa juga hak yang masih berjalan dari pekerjaan lama, misalnya asuransi kesehatan yang berlaku sampai waktu tertentu. Kalau cakupannya berakhir, hitung biaya penggantinya sebagai bagian dari kebutuhan bulanan.

Menjaga ritme selama mencari kerja

Tetapkan jam kerja untuk diri sendiri. Bangun pada jam yang sama, siapkan berkas pada jam tertentu, dan berhenti pada waktunya. Rutinitas menjaga prosesnya berjalan dan mencegah pencarian kerja mengambil seluruh hari Anda.

Sisihkan waktu untuk belajar hal yang menambah nilai di bidang Anda. Ambil satu keterampilan yang sering disebut di lowongan yang Anda incar, lalu pelajari sampai bisa ditunjukkan. Cantumkan hasil belajarnya di CV hanya kalau benar-benar Anda kerjakan.

Jaga hubungan dengan orang lain di luar urusan kerja. Mengobrol tentang hal lain membantu Anda melihat keadaan dengan lebih jernih, dan sering kali justru dari percakapan itulah peluang datang.

Kapan saran ini tidak berlaku

Kalau Anda menghadapi masalah hukum dari pemutusan kemarin, selesaikan dulu dengan pendampingan. Mencari kerja sambil membawa sengketa yang belum jelas bisa membuat Anda menerima tawaran karena terdesak, bukan karena cocok.

Kalau Anda memutuskan pindah bidang, langkahnya berbeda. Perlu waktu untuk membangun keterampilan dan pengalaman di bidang baru, dan rencana pencariannya harus mengakomodasi itu.

Kalau Anda memilih membuka usaha sendiri setelah PHK, saran di artikel ini hanya berlaku sebagian. Pencarian pelanggan dan pengelolaan usaha punya aturannya sendiri, dan itu di luar cakupan artikel ini.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah saya harus menyebut PHK di CV? Tidak harus. CV memuat riwayat pekerjaan beserta tanggalnya, dan tanggal itu sudah menunjukkan kapan Anda berhenti. Siapkan penjelasan lisan untuk wawancara, dan pastikan ceritanya konsisten dengan tanggal di CV.

Apakah masa PHK membuat lamaran saya ditolak? Tidak otomatis. Yang dinilai adalah cara Anda menjelaskannya dan kesiapan Anda sekarang. Jeda yang dijelaskan dengan jujur biasanya bukan alasan utama penolakan.

Berapa banyak lamaran yang perlu saya kirim? Tidak ada angka yang berlaku untuk semua orang, karena jumlahnya bergantung pada bidang, posisi, dan lokasi. Yang lebih penting adalah kualitas lamaran: sesuaikan CV dengan lowongan, dan tindak lanjuti yang sudah dikirim.

Apakah saya perlu menurunkan ekspektasi gaji? Pertimbangkan kebutuhan Anda dan kewajaran angka untuk posisi itu. Kalau keadaan keuangan mendesak, pekerjaan sementara bisa menjadi jembatan sambil Anda terus melamar posisi yang Anda incar. Yang penting, jangan menerima angka yang jauh di bawah kebutuhan tanpa menghitung ulang.

Kapan sebaiknya saya mulai melamar? Setelah CV dan profil Anda siap. Melamar sebelum berkasnya rapi membuat Anda mengirim versi yang belum matang. Menyiapkan berkas biasanya memerlukan beberapa hari, dan waktu itu sepadan.

Langkah pertama yang bisa dikerjakan hari ini

Tuliskan posisi yang Anda incar, lalu perbarui CV Anda lewat Pembuat CV dan sesuaikan isinya dengan lowongan pertama yang akan Anda kirim. Setelah itu, hubungi dua orang dari jaringan Anda dan beri tahu bahwa Anda sedang mencari peluang. Panduan menyusun lamarannya ada di Lamaran Kerja, seluruh urusan karier jangka panjang ada di Karier Jangka Panjang, dan peta topik CV ada di Panduan CV dan Karier.