Kerja freelance pertama biasanya datang dari keahlian yang sudah Anda miliki, bukan dari keahlian yang baru akan dipelajari. Langkahnya: tentukan satu keahlian yang bisa dijual, buat contoh hasil kerja, tawarkan ke orang yang paling mungkin membutuhkannya, dan sepakati lingkup pekerjaan serta pembayaran secara tertulis. Tanpa langkah terakhir itu, pekerjaan lepas mudah berubah menjadi pekerjaan tanpa batas yang sulit ditagih.
Artikel ini untuk Anda yang belum pernah mengambil pekerjaan lepas dan ingin memulai. Freelance berarti Anda bekerja untuk beberapa klien secara mandiri, bukan sebagai karyawan tetap. Konsekuensinya: tidak ada gaji tetap, tidak ada jaminan jumlah pekerjaan, dan Anda mengurus sendiri pajak, peralatan, serta jadwalnya.
Kalau Anda sedang kuliah dan ingin mencari penghasilan sampingan, prinsipnya mirip, tetapi ada hal yang perlu disesuaikan dengan jadwal studi. Kalau Anda ingin bekerja penuh waktu, freelance bisa menjadi pekerjaan utama, dengan catatan penghasilannya perlu disiapkan agar tidak berfluktuasi terlalu tajam.
Memilih keahlian yang dijual
Keahlian untuk freelance pertama sebaiknya yang sudah Anda kuasai, bukan yang sedang Anda pelajari. Tujuannya agar pekerjaan pertama bisa diselesaikan dengan baik, karena pekerjaan pertama menentukan reputasi dan referensi berikutnya.
Lihat kembali hal yang pernah Anda kerjakan: menulis, mengedit foto atau video, merancang tampilan, mengolah data, menerjemahkan, mengurus administrasi, atau mengajar. Dari daftar itu, pilih satu yang paling sering diminta orang dan paling Anda nikmati.
Batasi pada satu keahlian dulu. Menawarkan banyak keahlian sekaligus pada awalnya membuat pesan Anda kabur dan calon klien bingung harus memakai jasa yang mana. Perluas layanan setelah ada beberapa pekerjaan yang selesai dengan baik.
Kalau ragu, tanyakan ke orang yang sudah memakai jasa serupa. Mereka biasanya bisa menyebutkan keahlian mana yang paling sering dibutuhkan dan apa yang membuat mereka memilih satu penyedia jasa dibanding yang lain.
Membuat contoh hasil kerja
Klien sulit memesan jasa yang belum pernah dilihat hasilnya. Karena itu, siapkan dua sampai tiga contoh hasil kerja sebelum menawarkan jasa. Contoh itu tidak harus berasal dari klien berbayar.
Kerjakan contoh untuk kebutuhan yang nyata, misalnya merancang ulang tampilan yang sudah ada, menulis artikel yang belum ada di sebuah situs, atau mengolah data contoh. Jangan memakai karya orang lain sebagai contoh Anda, karena itu mudah terbongkar dan merusak kepercayaan.
Simpan semua contoh dalam satu berkas yang rapi. Kumpulkan dalam PDF supaya mudah dikirim dan tidak terpecah. Cara menggabungkan beberapa berkas menjadi satu ada di Gabung PDF.
Untuk keahlian tertentu, contoh bisa berupa tautan ke hasil yang bisa dibuka langsung. Sertakan penjelasan singkat di setiap contoh: masalahnya apa, Anda mengerjakan apa, dan hasilnya bagaimana. Penjelasan itu yang membuat contoh bernilai.
Menentukan tarif pertama
Menentukan tarif pertama paling mudah dilakukan dengan membandingkan dua hal: waktu yang dibutuhkan dan biaya hidup Anda. Hitung berapa jam pekerjaan itu akan memakan waktu, lalu tentukan tarif per jam yang membuat pekerjaan itu layak dijalankan.
Periksa juga tarif yang berlaku di pasar untuk keahlian serupa. Anda bisa menanyakan ke sesama pekerja lepas atau melihat penawaran yang terbuka. Jangan menjadikan tarif terendah sebagai patokan.
Untuk pekerjaan pertama, tarif yang sedikit lebih rendah bisa diterima sebagai biaya belajar. Yang tidak boleh adalah bekerja gratis tanpa batas atau menurunkan tarif sampai di bawah biaya yang Anda keluarkan.
Tentukan juga tarif untuk revisi tambahan. Kesepakatan di awal tentang berapa kali revisi termasuk dalam harga mencegah pekerjaan meluas tanpa tambahan bayaran.
Mencari klien pertama
Mulai dari lingkaran terdekat: orang yang sudah mengenal Anda dan pekerjaan Anda. Beri tahu mereka keahlian yang Anda tawarkan dan jenis pekerjaan yang Anda terima. Sebagian besar pekerjaan lepas pertama datang dari rekomendasi, bukan dari iklan.
Perluas ke komunitas yang berhubungan dengan keahlian Anda. Bergabunglah di forum atau grup tempat orang saling bertukar kebutuhan dan penawaran. Perkenalkan diri dengan jelas: siapa Anda, apa yang Anda kerjakan, dan bagaimana cara menghubungi Anda.
Cek juga papan lowongan dan aplikasi lain yang menyediakan pekerjaan lepas. Persaingannya ketat, jadi lamaran Anda harus spesifik: sebutkan bagaimana Anda akan mengerjakan tugas itu, bukan hanya menyatakan minat.
Jaga komunikasi tetap profesional sejak pesan pertama. Balas dengan cepat, tulis dengan jelas, dan jangan mengirim pesan yang terlalu panjang.
Menyepakati pekerjaan secara tertulis
Sebelum mulai bekerja, sepakati hal-hal berikut secara tertulis, meskipun hanya lewat pesan yang bisa disimpan. Lingkup pekerjaan, hasil yang diharapkan, tenggat, tarif, cara pembayaran, dan jumlah revisi yang termasuk.
Tulis juga apa yang tidak termasuk dalam lingkup pekerjaan. Bagian ini yang mencegah permintaan tambahan yang tidak dibayar. Kalau klien meminta hal di luar lingkup, tawarkan sebagai pekerjaan terpisah dengan biaya tersendiri.
Sepakati cara pembayaran di awal. Sebagian pekerja lepas meminta uang muka untuk pekerjaan pertama dengan klien baru, sebagian menagih di akhir. Yang penting, kesepakatan itu jelas dan disetujui kedua pihak sebelum pekerjaan dimulai.
Simpan semua percakapan dan berkas terkait di satu tempat. Kalau terjadi selisih paham, catatan itu yang menjadi rujukan.
Mengatur pembayaran dan administrasi
Pisahkan uang hasil kerja dari uang kebutuhan sehari-hari. Buat rekening atau catatan terpisah supaya Anda bisa melihat berapa penghasilan yang masuk dan berapa yang harus disisihkan.
Sisihkan sebagian penghasilan untuk keperluan administrasi dan pajak. Aturan perpajakan untuk pekerja lepas berbeda dari karyawan tetap, dan besarnya bergantung pada keadaan Anda. Karena itu, periksa ketentuannya di sumber resmi, misalnya kantor pajak atau konsultan pajak, dan jangan mengandalkan perkiraan sendiri.
Catat setiap pekerjaan: klien, tanggal, lingkup, tarif, dan status pembayaran. Catatan ini berguna saat menghitung penghasilan, menagih pembayaran yang tertunda, dan menyusun portofolio.
Untuk pekerjaan yang nilainya besar, pertimbangkan membuat perjanjian kerja sama yang lebih lengkap. Kalau nilainya sangat besar atau melibatkan hak cipta, konsultasikan dengan orang yang memahami hukum kontrak.
Menjaga hubungan dengan klien
Pekerjaan pertama yang selesai dengan baik biasanya menghasilkan pekerjaan berikutnya dari klien yang sama atau dari rekomendasinya. Karena itu, jagalah komunikasi setelah pekerjaan selesai.
Kabari klien saat pekerjaan selesai, sertakan hasilnya, dan tanyakan apakah ada yang perlu diperbaiki. Setelah beberapa waktu, tawarkan bantuan untuk kebutuhan berikutnya.
Minta izin sebelum memakai hasil pekerjaan sebagai contoh portofolio. Sebagian klien tidak keberatan, sebagian ingin hasilnya tidak dipublikasikan. Menghormati permintaan itu menjaga hubungan jangka panjang.
Kalau ada pekerjaan yang tidak berjalan lancar, selesaikan dengan tenang. Klien yang puas dengan cara Anda menangani masalah bisa menjadi sumber pekerjaan berikutnya.
Kapan freelance bukan pilihan yang tepat
Kalau Anda membutuhkan penghasilan tetap untuk memenuhi kebutuhan pokok, freelance sebaiknya dijalankan sambil bekerja tetap, bukan menggantikannya. Penghasilan lepas tidak pasti pada awalnya.
Kalau Anda belum punya keahlian yang bisa dijual dan belum sempat membangunnya, fokuskan dulu pada belajar. Mengambil pekerjaan yang belum bisa Anda kerjakan merusak reputasi dan membuat klien kecewa.
Kalau pekerjaan yang ditawarkan meminta Anda membayar di muka untuk mendapatkan proyek, berhenti dan periksa ulang. Pola seperti itu sering muncul pada penipuan yang menyamar sebagai pekerjaan lepas.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah freelance pertama harus lewat platform? Tidak. Klien pertama bisa datang dari lingkaran terdekat, komunitas, atau rekomendasi. Platform menambah pilihan, tetapi bukan satu-satunya jalan.
Bagaimana kalau klien tidak membayar? Ingatkan dengan sopan disertai bukti kesepakatan dan hasil pekerjaan. Kalau tidak ada tanggapan, pertimbangkan langkah berikutnya sesuai kesepakatan dan nilai pekerjaannya. Karena itu, kesepakatan tertulis sejak awal penting.
Apakah tarif bisa dinaikkan? Bisa, terutama setelah Anda punya hasil kerja yang terbukti dan permintaan yang cukup. Beri tahu klien lama sebelum tarif baru berlaku, dan tawarkan harga lama untuk pekerjaan yang sudah disepakati.
Apakah perlu membuat badan usaha? Untuk pekerjaan lepas skala kecil, banyak orang memulai tanpa badan usaha. Kalau nilainya bertambah besar atau klien meminta dokumen resmi, periksa ketentuannya di sumber resmi.
Apakah pengalaman freelance bisa dipakai di CV? Bisa dan sebaiknya dipakai. Tulis pekerjaan lepas seperti pengalaman kerja biasa: jenis pekerjaan, klien, periode, dan hasilnya.
Mulai dari satu contoh hasil kerja
Sebelum menawarkan jasa, selesaikan satu contoh hasil kerja yang benar-benar bisa Anda kerjakan dengan baik. Setelah itu, tawarkan ke tiga orang yang paling mungkin membutuhkannya. Kalau nanti Anda melamar pekerjaan tetap, pengalaman lepas itu bisa masuk ke CV yang disusun di Pembuat CV dengan format CV ATS. Peta lengkap keputusan karier ada di Karier Jangka Panjang, dan panduan seluruh silo CV ada di Panduan CV dan Karier.