Warna teks di PDF hanya bisa diubah lewat penyuntingan teks, dan itu pun tidak selalu berhasil. Penyuntingan di PDF mengikuti gaya yang sudah ada di dokumen, sedangkan warna teks yang sudah tercetak sering melekat pada objek halaman, bukan pada pengaturan yang bisa diganti begitu saja. Untuk dokumen hasil pindai, warna teksnya tidak bisa diubah sama sekali karena teks itu bagian dari gambar halaman.

Karena itu, ada tiga jalur yang realistis. Pertama, menyunting teks di Edit PDF kalau teksnya punya lapisan teks digital. Kedua, menimpa bagian yang perlu tampil berbeda dengan teks baru di atas area yang ditutup. Ketiga, memperbaiki warnanya di dokumen sumber lalu mengekspor ulang ke PDF. Pilihan yang tepat bergantung pada jenis berkas dan pada seberapa penting warna itu.

Sebelum memilih jalur, periksa dulu apakah berkasnya punya lapisan teks. Seret kursor di atas satu baris. Kalau teksnya tersorot dan bisa disalin, berkasnya digital, dan sebagian besar pekerjaan masih mungkin. Kalau tidak ada yang tersorot, berkasnya hasil pindai, dan bagian khusus di bawah berlaku untuk berkas seperti itu.

Kenapa warna teks di PDF tidak sesederhana di Word

Di aplikasi pengolah kata, warna adalah sifat huruf atau paragraf yang bisa diganti untuk seluruh dokumen sekaligus. Di PDF, berkasnya menyimpan instruksi menggambar. Setiap potongan teks bisa punya instruksi warnanya sendiri, dan satu kalimat bisa terpecah menjadi beberapa potongan. Tidak ada satu pengaturan "warna teks" yang mencakup seluruh halaman.

Ada lagi yang membuat urusan ini makin tidak pasti. Sebagian PDF menyimpan teks sebagai bentuk gambar, bukan sebagai huruf yang bisa diklik. Sebagian lain memakai huruf yang disematkan dengan izin terbatas. Dalam kondisi itu, huruf pengganti dipakai dan tampilannya bisa berbeda dari teks di sekitarnya.

Karena PDF disusun sebagai objek halaman, penyuntingan yang berhasil pada satu dokumen belum tentu berhasil pada dokumen lain. Ini bukan kerusakan tool, melainkan sifat formatnya. Sebelum menyerahkan waktu untuk menyunting, periksa dulu apakah hasilnya layak dipakai.

Kapan warna teks masih bisa diubah

Warna masih punya peluang diubah saat teksnya punya lapisan teks digital dan potongannya sederhana, misalnya satu kata atau satu frasa pendek di tengah paragraf. Buka Edit PDF, pilih berkasnya di editor, lalu kerjakan penyuntingan di tempat. Editor memuat dokumen, menyusunnya menjadi lapisan yang bisa disunting, dan menyimpan kembali menjadi PDF sungguhan.

Harapannya perlu dijaga tetap rendah. Editor tidak menyediakan pemilih warna untuk teks: teks yang diketik mengikuti warna pada titik kursor, dan warna potongan teks yang sudah tercetak tidak bisa diganti begitu saja. Kalau yang dibutuhkan hanya satu kata yang menonjol, cara menimpa dengan teks baru di bagian berikutnya biasanya lebih dapat diandalkan.

Satu hal lagi: kerjakan percobaan pada salinan berkas, bukan pada berkas asli. Setiap penyuntingan mengubah berkas, dan mengembalikannya ke bentuk semula belum tentu semudah membatalkan perubahan di aplikasi pengolah kata.

Dokumen hasil pindai: warnanya tidak bisa diubah

Pada dokumen hasil pindai, halaman disimpan sebagai gambar. Teks yang terlihat adalah bagian dari gambar itu, bukan huruf yang bisa diklik. Tidak ada teks untuk diklik, tidak ada warna teks untuk diganti, dan tidak ada penyuntingan yang bisa menyentuh isinya. OCR belum tersedia, jadi teks pada berkas seperti ini juga belum bisa dicari.

Yang bisa dilakukan pada berkas pindai adalah menambahkan lapisan baru di atasnya: menutup bagian tertentu dengan area putih, lalu menulis teks baru di atas area itu. Warna pada teks yang sudah tercetak di gambar tidak berubah, karena yang berubah hanya apa yang terlihat di atasnya.

Menimpa dengan teks baru

Jalur ini dipakai saat yang dibutuhkan adalah tampilan yang berbeda, misalnya satu nama yang perlu dicetak lebih tegas atau satu kata yang perlu diperbaiki. Urutannya dua langkah.

  1. Tutup bagian yang akan diganti dengan area putih lewat Tip-ex PDF. Tarik kotak di atas teks lama pada pratinjau, lalu jalankan prosesnya.
  2. Buka berkas hasilnya di Edit PDF, lalu tempatkan teks pengganti di atas area yang sudah ditutup. Periksa jarak dan ukurannya terhadap teks di sekitarnya.

Hasil cara ini bukan penggantian warna pada teks lama, melainkan teks baru yang tampil di tempat yang sama. Teks lama masih tersimpan di dalam berkas di bawah kotak putih, dan itu perlu diingat kalau isinya bersifat rahasia. Untuk data yang benar-benar harus hilang, gunakan Sensor PDF, yang menghapus isinya dari berkas, bukan sekadar menutupinya.

Kotak putih hanya rapi kalau latar halaman berwarna putih. Halaman berlatar berwarna, bertekstur, atau hasil pindai dengan bayangan akan memperlihatkan bekas kotaknya. Pada halaman seperti itu, jalur dokumen sumber lebih masuk akal.

Jalur yang paling pasti: dokumen sumber

Kalau dokumen aslinya masih ada dalam bentuk Word, Google Docs, atau berkas pengolah kata lain, ubah warnanya di sana lalu ekspor ulang ke PDF. Di dokumen sumber, warna adalah pengaturan teks yang sebenarnya, sehingga perubahan diterapkan dengan benar dan bisa diulang. Cara ini juga menghindarkan penyuntingan per objek yang rawan menggeser elemen lain.

Ekspor ulang bisa dikerjakan lewat Word ke PDF (simpan langsung ke PDF dari menu File di Microsoft Word atau WPS). Satu hal yang perlu diperiksa setelah ekspor: huruf yang tidak tersedia di mesin render akan diganti huruf serupa, dan itu bisa mengubah lebar huruf serta panjang baris. Penjelasan lengkapnya ada di Cara Mengubah Word ke PDF Tanpa Font Berubah.

Jalur ini juga jawaban yang jujur untuk permintaan seperti "ubah semua judul menjadi biru". Permintaan seperti itu menyentuh banyak bagian dokumen sekaligus, dan mengerjakannya di PDF berarti menyunting puluhan objek satu per satu. Di dokumen sumber, pekerjaan yang sama selesai dalam hitungan menit.

Masalah yang sering terjadi

Warna teks kembali seperti semula setelah berkas disimpan. Biasanya yang tersimpan adalah lapisan tampilan sementara, bukan perubahan isi. Periksa kembali berkas hasilnya dengan membukanya ulang, dan pastikan perubahan dikerjakan pada lapisan teks yang benar.

Teks baru memakai huruf yang berbeda. Huruf yang dipakai dokumen menentukan hasil suntingan, dan huruf yang tidak ada di dokumen bisa diganti huruf serupa. Perbedaan ini paling terlihat pada dokumen yang memakai huruf khusus.

Teks di sekitarnya bergeser setelah satu kata disunting. Penyuntingan di PDF bekerja per objek halaman, bukan per alur teks. Satu kata yang ditambah atau dihapus bisa menggeser potongan setelahnya. Untuk perubahan panjang, kerjakan di dokumen sumber.

Kotak putih terlihat di halaman. Penyebabnya latar halaman bukan putih polos. Tutup area hanya rapi pada halaman berlatar putih. Untuk halaman seperti itu, pilih jalur dokumen sumber.

Teks lama masih bisa disalin dari bawah kotak putih. Ini sifat penutupan area, yang memang hanya menutupi tampilan. Kalau isinya sensitif, jangan andalkan kotak putih. Pakai Sensor PDF supaya datanya hilang dari berkas.

Kapan sebaiknya tidak memakai tool online

Kalau dokumennya memuat data pribadi lengkap, laporan keuangan, atau bahan perusahaan yang belum boleh keluar dari jaringan kantor, kerjakan dengan aplikasi yang berjalan di komputer sendiri. Pada kelompok tool ini, berkas memang tidak ditulis ke penyimpanan permanen dan hasilnya hanya dikirim balik ke peramban, namun berkas tetap meninggalkan perangkat selama proses berjalan. Keterangan lengkapnya ada di kebijakan privasi.

Kalau dokumennya hanya perlu dibaca dan warnanya tidak mengganggu, tidak ada yang perlu dikerjakan. Begitu pula kalau warna teks tidak memengaruhi isi: mengganti warna sering hanya soal tampilan, dan biaya menyuntingnya bisa lebih besar daripada manfaatnya.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah warna teks di PDF hasil pindai bisa diubah? Tidak. Teks pada berkas pindai adalah bagian dari gambar halaman, jadi tidak ada objek teks yang bisa diberi warna baru. Yang bisa dilakukan adalah menutup bagian itu dengan area putih lalu menulis teks pengganti di atasnya.

Bisakah saya mengubah warna hanya satu kata? Bisa dicoba kalau kata itu punya lapisan teks dan potongannya sederhana. Hasilnya tidak dijamin, karena penyuntingan mengikuti gaya yang ada. Kalau warna kata itu penting, menimpa dengan teks baru atau kembali ke dokumen sumber adalah jalur yang lebih pasti.

Apakah teks pengganti akan memakai warna yang saya inginkan? Tidak selalu. Editor tidak punya pemilih warna teks; warna teks baru mengikuti warna di titik tempat teks itu diletakkan. Periksa hasilnya di pratinjau sebelum berkas dikirim atau dicetak.

Apakah teks lama benar-benar hilang setelah ditimpa? Tidak. Penutupan dengan kotak putih hanya menutupi tampilan, sedangkan isinya tetap ada di dalam berkas. Untuk data yang harus hilang, gunakan Sensor PDF yang menghapus isinya secara permanen.

Apakah warna di layar sama dengan hasil cetak? Tidak selalu. Warna di layar dan warna di kertas diproses dengan cara berbeda, dan hasil cetak bergantung pada printer serta jenis kertasnya. Untuk dokumen yang akan dicetak, periksa hasilnya di pratinjau cetak.

Mulai dari editor

Kalau teksnya punya lapisan teks dan perubahannya kecil, buka Edit PDF dan kerjakan di sana. Kalau bagian yang perlu diganti harus ditutup dulu, mulai dari Tip-ex PDF. Untuk isi yang tidak boleh tersalin lagi, Sensor PDF adalah tool yang benar.

Peta lengkap pekerjaan menyunting PDF, dari teks dan cap sampai area dan stempel, ada di Mengedit PDF: Teks, Cap, dan Area. Untuk gambaran menyeluruh, mulai dari Panduan PDF.