Nomor halaman bisa dimulai dari angka tertentu dengan mengisi nomor awal di Nomor Halaman PDF. Isi angka 5, dan halaman pertama dokumen akan bernomor 5, halaman berikutnya 6, lalu 7, dan seterusnya. Pengaturan ini berguna ketika dokumen yang sedang dikerjakan adalah lanjutan dari berkas lain, sehingga penomorannya tidak dimulai lagi dari 1.
Selain nomor awal, yang bisa diatur adalah posisi nomor. Titik awalnya di tengah bawah halaman, lalu digeser langsung di pratinjau. Format nomornya bisa dipilih, dan yang paling sering dipakai adalah angka sederhana: 1, 2, 3, dan seterusnya. Nomor diletakkan di dalam area cetak supaya tidak terpotong saat dijilid.
Perlu diingat bahwa tool ini mencetak nomor baru. Kalau dokumennya sudah membawa nomor lama, nomor itu tidak dihapus. Cara menanganinya dibahas di bagian tersendiri, karena kasus ini paling sering muncul pada dokumen yang penomorannya diatur ulang.
Kapan nomor awal perlu diatur
Kasus yang paling sering adalah dokumen yang dipecah menjadi beberapa berkas. Laporan besar yang dikirim per bab, atau modul pelatihan yang dibagi per bagian, sering perlu penomoran yang tetap berlanjut antar berkas. Berkas kedua dimulai dari angka lanjutan, bukan dari 1.
Kasus kedua adalah penggabungan dokumen yang sudah punya bagian pendahuluan. Bagian isi sering dimulai dari halaman 1, sementara bagian pendahuluan memakai penomoran tersendiri. Kalau bagian isi dipisah menjadi berkas sendiri, nomor awalnya perlu disesuaikan supaya rujukan dari daftar isi tetap benar.
Kasus ketiga adalah dokumen yang dicetak sebagian. Kalau hanya bab tertentu yang dicetak, nomor awalnya diatur sesuai posisi bab itu di dokumen lengkap. Pembaca yang memegang cetakan sebagian tetap bisa mencocokkan nomornya dengan dokumen aslinya.
Kasus keempat adalah penomoran ulang dokumen yang nomor lamanya rusak. Dokumen hasil pemindaian kadang kehilangan nomor di sebagian halaman, atau nomornya salah karena halaman disisipkan setelah penomoran dibuat. Menambahkan nomor baru dengan nomor awal yang tepat menyelesaikan masalah itu, asalkan nomor lamanya ditutup lebih dulu.
Kapan nomor awal tidak perlu diatur
Dokumen yang berdiri sendiri dan dimulai dari halaman pertama tidak perlu pengaturan ini. Biarkan nomor awal pada angka 1. Mengubahnya hanya menambah pekerjaan tanpa manfaat.
Dokumen yang penomorannya tidak akan dirujuk juga tidak perlu pengaturan khusus. Selebaran, brosur, dan materi yang dibaca sekali tidak memerlukan penomoran yang presisi. Nomor yang berurutan dari awal sudah cukup.
Kalau dokumennya akan digabung dengan berkas lain setelah ini, tunda dulu penomorannya. Urutan halaman dalam gabungan bisa berubah, dan nomor awal yang diatur sebelum penggabungan harus dihitung ulang. Kerjakan penomoran setelah susunan akhirnya jelas.
Langkah mengatur nomor awal
- Tentukan angka yang tepat. Hitung posisi halaman pertama dokumen dalam rangkaian lengkapnya, misalnya 5 bila ada empat halaman sebelum dokumen ini.
- Simpan salinan berkas asli sebelum nomor dipasang.
- Buka Nomor Halaman PDF di peramban.
- Isi nomor awal dengan angka yang sudah ditentukan.
- Geser posisi nomor di pratinjau. Titik awalnya di tengah bawah, dan dari sana posisinya bisa dipindah.
- Periksa pratinjau, terutama halaman pertama, karena di situlah nomor awal terlihat.
- Jalankan proses, unduh hasilnya, lalu periksa halaman pertama dan halaman kedua untuk memastikan urutannya benar.
Langkah ketujuh sering dianggap remeh, padahal kesalahan pengisian angka paling mudah terlihat dengan membandingkan dua halaman pertama. Kalau halaman pertama bernomor 5 dan halaman kedua bernomor 6, berarti pengaturannya bekerja.
Menghitung angka awal yang benar
Angka awal dihitung dari posisi halaman dalam rangkaian yang lebih panjang. Kalau dokumen lengkapnya 40 halaman dan dokumen yang sedang dikerjakan adalah bagian yang dimulai pada halaman ke-5, maka nomor awalnya 5. Halaman terakhir dokumen itu akan bernomor sesuai jumlah halamannya.
Untuk dokumen yang dipecah menjadi beberapa berkas, catat rentang nomor setiap berkas. Catatan itu mencegah dua berkas memakai nomor yang sama, dan memudahkan pemeriksaan setelah semua berkas selesai diproses.
Kalau ada keraguan soal angka yang tepat, periksa daftar isi dokumen lengkapnya. Daftar isi mencantumkan nomor halaman setiap bab, dan angka itu bisa dipakai sebagai acuan. Cara ini lebih aman daripada menghitung manual dari halaman pertama.
Menangani nomor lama di dokumen
Dokumen yang penomorannya diatur ulang sering sudah punya nomor di halamannya. Nomor lama itu bisa berasal dari dokumen aslinya, dari hasil pemindaian, atau dari proses sebelumnya. Tool ini tidak menghapusnya, jadi hasilnya bisa memperlihatkan dua nomor.
Cara pertama adalah menutup nomor lama memakai Tip-ex PDF (Hapus Area). Tool itu menutup area dengan kotak putih, dan hasilnya rapi pada halaman berlatar putih. Setelah nomor lama tertutup, barulah nomor baru ditambahkan. Urutan ini penting supaya nomor baru tidak ikut tertutup.
Cara kedua adalah memindahkan nomor baru ke posisi yang berbeda dari nomor lama. Kalau nomor lama ada di bagian bawah, letakkan nomor baru di bagian atas. Cara ini lebih cepat, tetapi halaman tetap membawa dua penomoran, dan itu bisa membingungkan pembaca.
Perlu dicatat bahwa Tip-ex PDF adalah penutup, bukan penghapusan. Isi di bawah kotak putihnya tetap ada di dalam berkas dan bisa tembus bila teksnya disalin. Untuk merapikan tampilan, cara itu memadai. Untuk data rahasia, gunakan penyensoran permanen, bukan Tip-ex.
Memeriksa hasil setelah nomor awal diubah
Periksa halaman pertama dokumen untuk memastikan nomor awalnya sesuai. Lanjutkan pemeriksaan ke halaman kedua dan halaman terakhir untuk memastikan urutannya tidak melompat atau berulang. Kesalahan yang paling sering terjadi adalah nomor awal yang salah ketik, dan itu baru terlihat saat halaman pertama dibuka.
Periksa juga halaman yang punya isi padat di bagian bawah. Nomor yang bertumpuk dengan tabel atau gambar harus digeser, dan penggeseran itu harus diikuti dengan menjalankan ulang prosesnya dari berkas asli.
Kalau dokumennya akan digabung dengan berkas lain setelah ini, periksa penomoran setelah penggabungan. Gabungan bisa mengubah urutan halaman, dan penomoran yang sudah dipasang tidak otomatis menyesuaikan diri.
Masalah yang sering terjadi
Nomor awal salah ketik. Periksa halaman pertama hasilnya. Kalau angkanya tidak sesuai, jalankan ulang dari berkas asli dengan angka yang benar.
Halaman pertama bernomor benar, tetapi halaman berikutnya melompat. Biasanya karena ada halaman yang terlewat saat pemeriksaan. Periksa seluruh halaman, lalu jalankan ulang dari berkas asli.
Dua nomor terlihat di halaman. Dokumen sudah punya nomor sebelumnya. Tutup nomor lama dengan Tip-ex PDF sebelum menambahkan nomor baru.
Nomor awal benar, tetapi posisinya bertumpuk dengan isi. Geser posisi nomor di pratinjau, lalu jalankan ulang. Pilih posisi di dalam area cetak agar tidak terpotong saat dijilid.
Nomor berubah setelah dokumen digabung. Penomoran perlu dikerjakan setelah penggabungan. Kalau sudah terlanjur, jalankan ulang penomoran dari berkas asli dengan nomor awal yang baru.
Kapan sebaiknya tidak memakai tool online
Naskah lanjutan seperti bab sambungan atau laporan periode kedua sering memuat data yang belum boleh keluar dari jaringan kantor. Untuk berkas seperti itu, tunda pemrosesan sampai izinnya jelas: berkas dialirkan ke pemroses dan dikirim balik ke peramban tanpa ditulis ke penyimpanan permanen, tetapi ia tetap meninggalkan perangkat selama proses. Kalau naskahnya sudah boleh diproses, lanjutkan dengan menetapkan nomor awal, lalu periksa hasilnya sebelum digabung ke berkas utama. Keterangan lengkapnya ada di kebijakan privasi.
Batas paketnya: batasnya berbeda per paket, yaitu 30 MB per berkas pada paket Gratis dan 200 MB pada paket Berbayar. Angka lengkapnya ada di halaman harga.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah nomor awal berlaku untuk seluruh halaman atau hanya halaman pertama? Nomor awal berlaku untuk halaman pertama dokumen. Halaman berikutnya melanjutkan secara otomatis dari angka itu.
Bisakah nomor awal diatur berbeda untuk setiap halaman? Tidak. Tool ini bekerja dengan satu pola untuk seluruh berkas. Kalau dokumen memerlukan penomoran bertingkat, bagian itu dikerjakan di dokumen sumbernya.
Apakah nomor lama di dokumen perlu dihapus lebih dulu? Perlu ditutup bila mengganggu. Tool penomoran tidak menghapus nomor lama, jadi halaman bisa memperlihatkan dua nomor.
Apakah nomor awal bisa diubah setelah hasil tersimpan? Perubahan dikerjakan dengan menjalankan ulang dari berkas asli. Berkas hasil sudah membawa nomor pada posisi dan angka yang dipilih.
Apakah nomor ikut berpindah bila halaman disusun ulang setelahnya? Tidak. Nomor sudah menempel di halaman masing-masing. Kalau urutan halaman berubah, penomoran harus dijalankan ulang.
Setelah nomor awal terpasang
Periksa urutan nomor di seluruh halaman, lalu simpan berkas asli dan berkas hasil secara terpisah. Kalau dokumen perlu dipecah atau digabung, kerjakan lewat Mengatur Halaman PDF. Peta lengkap pekerjaan penyuntingan dokumen ada di Mengedit PDF: Teks, Cap, dan Area, dan penjelasan umum tentang format PDF ada di Panduan PDF.