Penanda buku tetap tersimpan saat PDF digabung, dengan nomor halaman yang digeser ke posisi barunya. Buka Gabung PDF, susun urutan berkas di pratinjau, lalu jalankan prosesnya. Mesin penggabung membaca daftar penanda dari setiap berkas sumber, menghitung geseran halaman berdasarkan jumlah halaman berkas sebelumnya, lalu menulis daftar itu kembali ke berkas hasil. Berkas yang tidak punya penanda tidak menambah atau mengurangi apa pun.

Kabar buruknya, penanda buku bukan hal yang selalu bisa diselamatkan. Penanda yang menunjuk halaman di luar berkasnya, atau yang memakai penanda bernama yang tidak bisa dibaca, dilewati. Jumlah yang ikut dan yang dilewati dilaporkan setelah proses selesai, jadi Anda tidak perlu menebak.

Apa yang disebut penanda buku di PDF

Penanda buku atau outline adalah daftar isi yang hidup di dalam berkas PDF. Ia muncul di panel samping pembaca PDF dan bisa diklik untuk melompat ke halaman tertentu. Isinya tersimpan di pohon /Outlines, terpisah dari halaman, dan punya nomor halaman tujuan untuk setiap entri.

Penting dibedakan dari daftar isi yang tercetak di halaman. Daftar isi tercetak adalah teks biasa yang menjadi bagian dari halaman. Penggabungan tidak menyentuhnya, dan nomor halaman di dalamnya tidak ikut disesuaikan. Kalau dokumen Anda memakai daftar isi tercetak, periksa dan perbarui sendiri setelah penggabungan.

Penanda buku juga berbeda dari nomor halaman yang tampil di bilah navigasi. Nomor itu hanya urutan lembar, sedangkan penanda menyimpan tujuan yang eksplisit ke halaman tertentu.

Kenapa penanda bisa hilang di alat lain

Kalau Anda pernah menggabung PDF dan mendapati daftar isinya lenyap, itu bukan sifat bawaan format PDF, melainkan perilaku alat yang dipakai. Banyak alat penggabung menyalin halaman dari setiap berkas, tetapi hanya membawa katalog dari berkas pertama. Akibatnya penanda berkas pertama ikut, penanda berkas kedua dan seterusnya hilang tanpa pemberitahuan.

Ada juga alat yang justru membuang seluruh penanda karena malas memetakan ulang nomor halamannya. Daftar isi yang menunjuk halaman yang salah dianggap lebih berbahaya daripada tidak ada daftar isi, jadi sebagian alat memilih membuangnya. Pilihan itu masuk akal sebagai kebijakan, tetapi merugikan kalau Anda memang membutuhkan penandanya.

Di tool ini, penanda buku selalu dipertahankan. Itu bukan opsi yang perlu dinyalakan, dan memang tidak pernah ditanyakan, karena daftar isi yang hilang tidak pernah diinginkan.

Langkah menggabungkan sambil menjaga penanda

  1. Pastikan setiap berkas sumber punya penanda yang benar. Buka berkasnya di pembaca PDF, lalu lihat panel daftar isinya. Berkas yang belum punya penanda tidak akan menghasilkan penanda baru setelah digabung.
  2. Tentukan urutan berkasnya. Urutan di pratinjau adalah urutan hasil, dan geseran nomor halaman penanda dihitung dari urutan itu.
  3. Buka Gabung PDF, lalu unggah berkasnya.
  4. Geser berkas di pratinjau sampai urutannya benar. Perubahan urutan mengubah nomor halaman tujuan penanda, jadi kerjakan ini sebelum memproses.
  5. Jalankan penggabungan, lalu tunggu sampai selesai.
  6. Baca pesan hasil di layar. Kalau ada penanda yang tidak ikut, jumlahnya disebutkan di situ.
  7. Unduh hasilnya, lalu buka panel daftar isi di pembaca PDF untuk memeriksa setiap entri.

Langkah keenam yang membedakan cara ini dari alat lain. Kalau ada penanda yang tidak bisa dipetakan, jumlahnya dilaporkan, bukan dibiarkan hilang diam diam. Angka yang dilaporkan adalah jumlah penanda yang ikut dan jumlah yang dilewati.

Kapan penanda dilewati

Ada dua keadaan yang membuat sebuah penanda tidak ikut ke berkas hasil.

Halaman tujuannya tidak ada di berkas sumber. Ini terjadi pada berkas yang pernah disunting: penandanya menunjuk halaman 12, padahal berkasnya sudah dipotong menjadi 10 halaman. Karena halaman tujuannya tidak ada, penanda itu dilewati. Perbaiki berkasnya dulu, misalnya dengan menambahkan halaman yang hilang lewat Gabung PDF, atau terima bahwa penanda itu memang sudah tidak berlaku.

Penanda memakai penanda bernama. Sebagian penanda tidak menyimpan nomor halaman, melainkan merujuk ke destinasi bernama yang dicatat di bagian lain berkas. Cara ini jarang dipakai, tetapi muncul di sebagian berkas buatan alat tertentu. Penanda seperti itu belum bisa dibaca mesin penggabung, dan dilewati dengan jujur alih-alih ditebak.

Kalau jumlah penanda yang dilewati membuat daftar isinya tidak berguna, pertimbangkan memperbaiki berkasnya lebih dulu. Aplikasi penyunting PDF desktop bisa memperbaiki tujuan penanda satu per satu sebelum berkasnya digabung.

Penanda bertingkat dan urutannya

Penanda bertingkat, misalnya bab dengan sub-bab di bawahnya, tetap dipertahankan sebagai struktur. Saat beberapa berkas digabung, penanda dari berkas kedua tetap menjadi tingkat teratas di bagiannya, bukan menempel di bawah penanda terakhir berkas pertama.

Penanda yang tingkatnya lebih dalam dari dua akan digantung pada penanda teratas terakhir di atasnya. Kedalaman dua tingkat sudah cukup untuk sebagian besar dokumen kerja, dan pohon yang lebih dalam daripada isinya justru membuat penanda tampak salah tempat.

Urutan penanda di panel mengikuti urutan halaman di berkas hasil. Kalau urutan berkas di pratinjau diubah, urutan penandanya ikut berubah mengikuti geseran halamannya.

Cara memeriksa penanda setelah digabung

Pemeriksaan penanda paling cepat dikerjakan di pembaca PDF desktop, bukan di peramban atau ponsel. Buka berkas hasilnya, lalu buka panel daftar isi.

Periksa tiga hal. Pertama, jumlah entrinya masuk akal dibandingkan jumlah penanda seluruh berkas asli. Kedua, klik beberapa entri dan pastikan halamannya benar, terutama entri pertama dari setiap berkas sumber. Ketiga, periksa penanda bertingkat: apakah sub-bab masih berada di bawah bab yang benar.

Setelah penggabungan dengan penanda, pembaca PDF membuka panel daftar isi secara otomatis saat dokumen dibuka. Kalau panelnya tidak terbuka, artinya berkas hasil tidak membawa penanda. Buka panelnya secara manual untuk memastikan, karena sebagian pembaca menyimpan pengaturan panel terakhir.

Kalau daftar isinya berupa halaman teks

Dokumen seperti skripsi, laporan, dan modul sering punya halaman daftar isi berupa teks, terpisah dari penanda buku PDF. Halaman itu tidak diperbarui oleh penggabungan, karena isinya hanya teks biasa.

Tiga langkah berikut merapikannya setelah penggabungan. Susun dulu urutan akhir seluruh berkas lewat Gabung PDF, catat nomor halaman setiap bagian di berkas hasil, lalu perbarui halaman daftar isinya di aplikasi pengolah kata dan ekspor ulang halaman itu. Setelah itu ganti halaman daftar isi lama dengan versi baru lewat Atur Halaman PDF, yang menyusun ulang urutan halaman dan membuang halaman yang tidak disebut.

Kalau halaman daftar isi lama perlu dibuang tanpa menggantinya, gunakan Hapus Halaman PDF. Kerjakan penggantian ini paling akhir, setelah urutan halamannya tidak berubah lagi, supaya nomor halamannya tidak meleset dua kali.

Masalah yang sering terjadi

Panel daftar isi kosong setelah digabung. Pastikan berkas sumbernya memang punya penanda. Berkas hasil pindai biasanya tidak punya penanda sama sekali, karena pemindai hanya merekam halaman. Untuk dokumen seperti itu, penanda harus dibuat manual di aplikasi penyunting PDF.

Penanda menunjuk halaman yang salah. Periksa apakah berkas sumbernya sudah punya penanda yang benar sebelum digabung. Kalau penanda di berkas sumbernya memang salah, penggabungan hanya menggeser kesalahannya ke posisi baru.

Jumlah penanda berkurang tanpa penjelasan. Pesan hasil menyebutkan jumlah yang tidak ikut. Kalau jumlahnya nol tetapi penandanya tetap terasa kurang, kemungkinan berkas sumbernya memang tidak punya penanda sebanyak yang diperkirakan. Periksa berkas sumbernya satu per satu.

Penanda muncul di peramban tetapi tidak di ponsel. Panel daftar isi tersedia di Acrobat Reader, Foxit, dan sebagian pembaca desktop. Aplikasi pembaca ringan di ponsel kadang menyembunyikannya. Berkasnya tidak rusak.

Penanda dari berkas kedua tidak ada. Ini ciri alat penggabung lain yang hanya membawa katalog berkas pertama. Kalau Anda memakai tool di sini dan mengalaminya, periksa pesan hasil dan jumlah penanda di berkas sumbernya.

Kapan sebaiknya tidak memakai tool online

Untuk dokumen berisi data pribadi lengkap atau berkas internal yang belum boleh keluar dari jaringan kantor, aplikasi desktop lebih tepat. Tool online cocok untuk bahan kuliah, laporan kegiatan, dan dokumen pribadi yang tidak sensitif.

Kalau berkasnya tetap diproses online, sensor dulu bagian yang sensitif lewat Sensor PDF. Untuk berkas biasa, tool kategori ini tidak menulis berkas ke penyimpanan permanen: berkas dialirkan ke pemroses di server terisolasi, hasilnya dikirim balik, lalu selesai.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah penanda buku perlu disiapkan sebelum digabung? Ya, kalau berkas sumbernya belum punya penanda, tidak ada yang bisa dipertahankan. Buat penandanya dulu di aplikasi penyunting PDF, baru gabungkan.

Apakah urutan berkas memengaruhi nomor halaman penanda? Ya. Nomor halaman penanda dihitung dari jumlah halaman berkas yang berada di depannya. Menggeser urutan berkas berarti menggeser nomor halaman penandanya.

Bisakah penanda diganti namanya setelah digabung? Bisa, tetapi tidak lewat tool ini. Ganti namanya di aplikasi penyunting PDF desktop, lalu simpan berkasnya.

Apakah penggabungan menambah penanda baru? Tidak. Penggabungan hanya memindahkan penanda yang sudah ada dari berkas sumber. Ia tidak membuatkan daftar isi dari judul bab atau kata yang ditemukan di halaman.

Apakah penanda ikut tercetak? Tidak. Penanda adalah alat navigasi di pembaca PDF, bukan bagian dari halaman. Yang tercetak hanya isi halaman.

Bisakah penanda dibuat dari nol setelah digabung? Bisa, tetapi membutuhkan aplikasi penyunting PDF desktop. Tool online di sini belum menyediakan pembuatan penanda.

Untuk menggabungkan berkas sambil menjaga daftar isinya, buka Gabung PDF, susun urutannya di pratinjau, lalu periksa panel daftar isi di berkas hasil. Penjelasan soal menyusun dan mengatur halaman ada di Mengatur Halaman PDF: Gabung, Pisah, dan Urutkan.