Pesan ke rekruter di LinkedIn bekerja paling baik kalau ia pendek dan spesifik. Perekrut menerima banyak pesan setiap hari, dan yang bertahan dibaca adalah pesan yang langsung menyebut posisi, alasan Anda menghubungi, dan satu keterangan yang membuat Anda relevan. Panjangnya cukup beberapa baris; sisanya biar profil dan CV yang berbicara.

LinkedIn adalah aplikasi lain di luar layanan ngeditpdf.com. Artikel ini membahas isi dan waktu pengirimannya, bukan letak tombolnya.

Kapan pesan ini masuk akal

Pesan ke rekruter masuk akal dalam beberapa situasi. Anda sudah melamar posisi tertentu dan ingin memastikan lamaran itu sampai. Anda menemukan lowongan yang cocok dan ingin menyampaikan minat singkat. Anda ingin menyampaikan ketertarikan pada perusahaan yang belum membuka posisi. Anda pernah berinteraksi dengan rekruter itu sebelumnya.

Di luar situasi itu, pesan yang datang tanpa konteks biasanya tidak menghasilkan apa-apa. Pesan yang hanya berisi "saya tertarik bekerja di perusahaan Anda" tanpa posisi dan tanpa alasan tidak memberi perekrut cara menindaklanjutinya.

Kalau Anda sudah mengirim lamaran lewat tombol lamaran, pesan susulan boleh dikirim, tetapi cukup sekali.

Susunan pesan yang bekerja

Baris pertama menyebut alasan Anda menghubungi, biasanya posisi yang dilamar dan kapan melamar. Ini membantu perekrut menemukan lamaran Anda tanpa mencarinya.

Baris kedua menyebut satu keterangan tentang diri Anda yang paling relevan dengan posisi itu. Pilih satu, bukan tiga. Misalnya pengalaman di bidang yang sama, keahlian yang diminta lowongan, atau hasil yang pernah Anda kerjakan.

Baris ketiga berisi ajakan yang ringan, misalnya bersedia dihubungi kalau ada yang perlu dilengkapi. Ajakan yang ringan lebih baik daripada permintaan langsung untuk dijadwalkan wawancara.

Tutup dengan nama Anda. Kalau Anda menulis dalam bahasa Inggris, sesuaikan sapannya. Yang penting, seluruh pesan muat dalam beberapa baris tanpa perlu digulir.

Contoh kerangka pesan

Kerangka yang bisa Anda pakai: "Selamat siang, saya melamar posisi [nama posisi] pada [tanggal]. Saya memiliki pengalaman di [bidang atau keahlian yang diminta]. Kalau ada berkas yang perlu saya lengkapi, saya siap mengirimkannya. Terima kasih."

Kerangka itu bukan kalimat yang harus disalin, tetapi urutannya berguna: posisi, kapan, relevansi, dan ajakan. Ganti bagian dalam kurung dengan keterangan Anda sendiri.

Hindari menyalin surat lamaran ke dalam pesan. Surat lamaran punya tempatnya sendiri, dan pesan yang panjang membuat pembaca berhenti sebelum sampai ke intinya.

Periksa ejaan nama perekrut dan nama posisi sebelum mengirim. Salah ketik pada dua hal itu paling terasa, karena menunjukkan bahwa pesannya dikirim tanpa dibaca ulang. Baca sekali lagi dengan mata, bukan dengan cepat, lalu kirim.

Menyesuaikan nada

Nada pesan sebaiknya sopan dan tenang. Hindari nada mendesak, misalnya menekan perekrut dengan tenggat pribadi Anda. Hindari juga nada merendah berlebihan, misalnya meminta maaf karena mengganggu. Anda menyampaikan informasi, bukan meminta bantuan pribadi.

Kalau perekrut menulis dengan sapaan tertentu di profilnya, ikuti. Kalau tidak ada, sapaan umum seperti Selamat pagi atau Selamat siang sudah cukup. Jangan memakai sapaan akrab yang belum tentu sesuai budaya perusahaan.

Memilih waktu pengiriman

Waktu yang paling masuk akal adalah setelah lamaran terkirim, pada hari kerja, di jam kerja. Pesan yang datang tengah malam bisa tenggelam di tumpukan pesan pagi.

Kalau Anda belum melamar dan hanya ingin menyampaikan minat, sebutkan posisi atau bidang yang Anda incar. Jangan mengirim pesan yang sama ke beberapa perekrut di perusahaan yang sama pada hari yang sama, karena mereka bisa saling berbicara.

Menindaklanjuti dengan benar

Kalau tidak ada balasan, tunggu beberapa hari kerja, lalu kirim satu pesan susulan yang singkat. Isinya mengingatkan pesan sebelumnya, bukan mengulang seluruh isinya. Kalau tetap tidak ada balasan, berhenti. Perekrut mungkin sedang sibuk, atau posisinya sudah terisi, dan pesan berulang tidak mengubah keduanya.

Jangan mengirim pesan melalui beberapa saluran sekaligus, misalnya pesan LinkedIn, surel, dan pesan pribadi, dalam waktu berdekatan. Itu membuat Anda terlihat mendesak.

Batas yang perlu dijaga

Jangan menghubungi rekruter di luar jam kerja berulang kali, apalagi di akhir pekan, kecuali Anda memang diminta. Jangan mengirim berkas lamaran melalui pesan kalau perusahaan sudah punya salurannya sendiri, karena berkas bisa tidak tercatat di sistem.

Jangan meminta informasi yang bersifat rahasia, misalnya daftar pelamar lain atau kisaran gaji yang belum diumumkan. Pertanyaan seperti itu menempatkan perekrut pada posisi yang sulit.

Jangan mengirim pesan ke banyak rekruter sekaligus dengan isi yang sama. Kalau beberapa di antaranya berada di perusahaan yang sama, hal itu mudah terlihat.

Kalau yang dihubungi bukan rekruter

Kadang yang terlihat di halaman lowongan adalah manajer atau pemilik tim, bukan perekrut. Pesannya tetap singkat, tetapi sesuaikan isinya: sebutkan posisi, minat Anda, dan satu hal yang relevan dengan pekerjaan tim itu. Jangan meminta mereka meneruskan lamaran Anda ke bagian rekrutmen; itu pekerjaan tambahan yang tidak perlu.

Kalau nama yang terlihat hanya kontak umum perusahaan, gunakan saluran resmi yang tersedia. Menebak alamat surel orang tidak pernah menjadi ide yang baik.

Kapan sebaiknya tidak mengirim pesan

Kalau lowongan sudah ditutup, jangan mengirim pesan untuk posisi itu. Kalau Anda menemukan kabar bahwa posisinya sudah terisi, jangan mencoba menawar. Kalau Anda belum melamar dan tidak ada posisi yang dibuka, pesan hanya berguna kalau Anda benar-benar punya alasan spesifik, misalnya pengalaman yang sangat cocok dengan pekerjaan perusahaan.

Kalau Anda bekerja di perusahaan yang sama dengan perekrut yang ingin dihubungi, jangan memakai jalur LinkedIn untuk urusan internal yang seharusnya lewat saluran resmi perusahaan.

Menyiapkan profil sebelum menghubungi

Pesan yang baik tetap berakhir di profil. Setelah membaca pesan, perekrut biasanya membuka profil Anda, dan kalau profilnya kosong, pesan itu kehilangan tenaga. Pastikan judul, bagian Tentang, dan pengalaman kerja sudah terisi.

Kalau Anda melamar posisi tertentu, sesuaikan CV dengan lowongan itu sebelum menghubungi. CV yang rapi dan konsisten dengan profil membuat percakapan lebih mudah. Susun CV di Pembuat CV jalur ATS, jalankan pemeriksaannya, lalu ekspor sebagai PDF. Kalau ada beberapa berkas, satukan dengan Gabung PDF supaya perekrut hanya membuka satu tautan.

Setelah pesan terkirim

Setelah mengirim, jangan menunggu di depan layar. Lanjutkan mencari lowongan lain dan mengirim lamaran lain. Satu pesan bukan penentu, dan pencarian kerja yang sehat berjalan dengan beberapa jalur sekaligus. Panduan mencari lowongannya ada di cara mencari kerja di LinkedIn.

Kalau ada balasan, jawab dengan cepat dan singkat. Sebutkan kesediaan Anda untuk dihubungi pada waktu tertentu, dan siapkan berkas yang mungkin diminta. Kalau permintaannya di luar kemampuan Anda, sampaikan dengan jujur alih-alih berjanji lalu menghilang.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah boleh mengirim pesan sebelum melamar? Boleh kalau ada alasan yang jelas, misalnya ingin menanyakan apakah posisinya masih dibuka. Sebaiknya tetap lamar lewat saluran resmi lebih dulu, supaya lamaran Anda tercatat.

Berapa lama menunggu balasan sebelum menyusul? Beberapa hari kerja. Kalau belum ada balasan, kirim satu pesan susulan singkat, lalu berhenti.

Apakah pesan harus dalam bahasa Inggris? Ikuti bahasa yang dipakai lowongan atau profil perekrutnya. Kalau lowongannya berbahasa Indonesia, pesan berbahasa Indonesia lebih wajar.

Bolehkah melampirkan CV di pesan? Kalau perekrut memintanya, ya. Kalau tidak, cukup sebutkan bahwa CV sudah Anda unggah lewat lamaran, karena berkas di pesan mudah terlewat.

Bagaimana kalau tidak ada nama perekrut yang terlihat? Gunakan saluran resmi perusahaan. Jangan menebak alamat surel atau mengirim pesan ke orang yang tidak berhubungan dengan lowongan itu.

Kirim singkat, lalu lanjut melamar

Pesan yang baik adalah pesan yang mudah ditindaklanjuti. Sebut posisi, waktu, satu keterangan relevan, dan ajakan ringan. Setelah itu, kembali ke pekerjaan utama: mencari lowongan dan menyiapkan berkas. Peta topiknya ada di Karier Jangka Panjang dan Panduan CV dan Karier.