Cara menanyakan gaji saat wawancara adalah dengan menunggu momen yang tepat, memakai kalimat yang singkat dan jelas, lalu mendengarkan jawabannya tanpa terburu-buru. Pertanyaan ini bukan hal yang tabu, tetapi cara menyampaikannya menentukan apakah percakapan berlanjut dengan nyaman atau berubah menjadi canggung.
Banyak pelamar menunda pertanyaan gaji sampai akhir, lalu kehabisan waktu karena sesi sudah ditutup. Sebagian lagi menyampaikannya terlalu awal, sebelum pewawancara sempat menjelaskan isi pekerjaannya. Keduanya bisa dihindari kalau Anda tahu urutan percakapan wawancara dan menyiapkan kalimatnya sebelum masuk ruangan.
Kenapa pertanyaan ini perlu diajukan
Gaji adalah bagian dari kesepakatan kerja, bukan topik yang harus disembunyikan. Kalau Anda tidak menanyakannya, Anda bisa melewati beberapa tahap seleksi dengan asumsi yang berbeda dari perusahaan, lalu kecewa saat tawaran datang. Menanyakannya lebih awal menghemat waktu kedua pihak.
Pertanyaan yang sopan juga menunjukkan bahwa Anda memperlakukan pekerjaan ini dengan serius. Anda ingin memahami apa yang Anda terima dan apa yang diharapkan dari Anda. Sikap itu berbeda dari menuntut, dan pewawancara yang berpengalaman bisa membedakan keduanya.
Kapan waktu yang tepat
Waktu paling aman adalah saat pewawancara bertanya apakah Anda punya pertanyaan, biasanya di akhir sesi. Pada momen itu, Anda sudah mendengar gambaran pekerjaannya, sehingga pertanyaan gaji terasa nyambung dengan pembahasan sebelumnya. Anda juga sudah sempat menunjukkan minat pada isi pekerjaan, bukan hanya pada angkanya.
Kalau wawancara berjalan beberapa tahap, pertanyaan gaji paling nyaman diajukan pada tahap yang lebih lanjut, misalnya saat bertemu atasan langsung atau bagian kepegawaian. Pada tahap awal, fokuskan diri pada pekerjaan dan kualifikasi Anda. Namun, kalau sejak awal lowongan tidak mencantumkan kisaran upah dan Anda khawatir ekspektasinya jauh berbeda, bertanya di akhir wawancara pertama masih bisa diterima.
Ada satu situasi yang membuat pertanyaan gaji perlu didahulukan: ketika Anda dihubungi untuk posisi yang berbeda jauh dari yang Anda lamar, atau ketika prosesnya panjang dan Anda punya batas waktu. Pada kasus itu, sampaikan dengan jujur bahwa Anda ingin memastikan ekspektasinya sejalan sebelum melanjutkan.
Kalimat yang bisa dipakai
Siapkan dua atau tiga kalimat, lalu pilih yang paling sesuai dengan suasana percakapan. Yang perlu ada di dalam kalimat itu: tujuan yang jelas, nada yang ringan, dan kesediaan mendengar.
Contohnya: sebelum kita lanjut, boleh saya tahu kisaran upah untuk posisi ini? Kalimat lain: apakah ada gambaran mengenai komponen upah untuk posisi ini? Atau: saya ingin memastikan ekspektasi kita sejalan, boleh dibahas kisaran upahnya?
Hindari kalimat yang terdengar seperti tuntutan, misalnya berapa yang akan Anda bayar untuk saya. Hindari juga kalimat yang terlalu panjang dan berputar, karena membuat maksud Anda sulit ditangkap. Satu kalimat pendek dengan nada tenang sudah cukup.
Kalau wawancaranya berlangsung lewat telepon atau video, kalimatnya tetap sama. Jangan mengirim pertanyaan gaji lewat pesan singkat di tengah sesi, kecuali pewawancara memintanya. Simpan pertanyaan itu untuk momen ketika Anda memang diberi kesempatan bertanya.
Kalau pewawancara bertanya lebih dulu
Pewawancara sering menanyakan ekspektasi gaji Anda sebelum menjelaskan anggarannya. Kalau itu terjadi, jangan panik dan jangan menyebut angka yang belum Anda siapkan. Jawab dengan rentang yang sudah Anda susun, lalu balik bertanya tentang anggaran untuk posisi itu.
Contohnya: berdasarkan riset saya untuk posisi dan wilayah ini, kisaran saya ada di rentang tertentu. Apakah rentang itu sejalan dengan anggaran posisi ini? Cara menyusun rentangnya dibahas di berapa gaji pertama yang wajar.
Kalau Anda benar-benar belum punya gambaran, jawab dengan jujur bahwa Anda ingin memahami lingkup pekerjaannya lebih dulu sebelum menyebut angka, lalu tanyakan kisaran yang disiapkan perusahaan. Jawaban itu wajar selama Anda tidak memakainya berulang kali untuk menghindari pertanyaan.
Menanggapi jawaban yang kabur
Tidak semua pewawancara mau menyebut angka di wawancara pertama. Sebagian menjawab bahwa hal itu dibahas di tahap berikutnya, atau bahwa keputusannya ada di bagian kepegawaian. Jawaban seperti itu tidak selalu berarti perusahaan menyembunyikan sesuatu.
Kalau jawabannya kabur, jangan mendesak. Catat apa yang dikatakan, lalu lanjutkan pertanyaan Anda tentang pekerjaan. Setelah sesi selesai, Anda bisa menanyakan kembali lewat jalur resmi, misalnya kepada perekrut yang menghubungi Anda. Sampaikan pertanyaan yang sama dengan kalimat yang lebih singkat.
Kalau setelah beberapa tahap angkanya tetap tidak jelas, pertimbangkan itu sebagai informasi. Proses yang panjang tanpa kejelasan upah bisa menyulitkan keputusan Anda, terutama kalau Anda punya tawaran lain yang waktunya terbatas.
Menjaga kesan selama percakapan
Cara Anda menanggapi jawaban sama pentingnya dengan pertanyaannya. Setelah pewawancara menyebut angka, jangan langsung memasang raut kecewa atau menyela. Ucapkan terima kasih, ulangi angka yang Anda dengar untuk memastikan, lalu tanyakan bagian yang belum jelas. Sikap ini membuat percakapan tetap terbuka meski angkanya belum sesuai.
Kalau Anda perlu berpikir, minta waktu dengan jujur. Anda bisa mengatakan bahwa Anda ingin menimbangnya dan akan memberi kabar dalam beberapa hari. Jangan menyetujui sesuatu yang belum Anda pahami hanya karena suasana terasa mendesak. Wawancara adalah percakapan dua arah, dan pewawancara yang baik akan menghargai sikap yang tenang.
Pertanyaan lain yang sebaiknya menyertai
Jangan berhenti pada satu angka. Tanyakan komponennya: upah pokok, tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap, dan potongan yang berlaku. Tanyakan juga kapan upah ditinjau dan apa yang menjadi dasarnya. Jawaban atas pertanyaan ini sering lebih penting daripada angka totalnya.
Tanyakan juga hal yang memengaruhi nilai keseluruhan: jam kerja, hari kerja, jadwal kerja remote, biaya transportasi, dan tunjangan lain. Semua itu bisa mengubah gambaran, meskipun tidak muncul di angka utama. Perbedaan angka bruto dan netto perlu Anda pahami sebelum menilai, karena yang masuk rekening adalah angka setelah potongan. Penjelasannya ada di perbedaan gaji bruto dan netto.
Kesalahan yang sering terjadi
Menyebut angka tanpa persiapan. Angka yang keluar karena terdesak sulit ditarik kembali. Susun rentang Anda sebelum wawancara.
Menanyakan gaji di menit pertama. Pertanyaan itu terasa terburu-buru sebelum pewawancara menjelaskan pekerjaannya. Simpan untuk momen yang tepat, kecuali ada alasan mendesak.
Menjawab pertanyaan gaji dengan angka tunggal. Rentang memberi ruang diskusi, sedangkan angka tunggal mudah dijadikan patokan tetap.
Mengabaikan komponen upah. Angka total tanpa rincian bisa menyesatkan. Tanyakan isinya, bukan hanya besarnya.
Kapan saran ini tidak berlaku
Sebagian proses rekrutmen, misalnya untuk program magang, beasiswa, atau posisi pemerintah dengan skala upah tetap, tidak membuka ruang negosiasi. Untuk kasus itu, tanyakan besaran dan komponennya, tetapi pahami bahwa angkanya sudah ditetapkan.
Kalau Anda melamar lewat perusahaan penyedia tenaga kerja, pastikan Anda tahu siapa pemberi kerja resminya. Pertanyaan tentang upah dan jaminan sosial sebaiknya diajukan kepada pihak yang menandatangani perjanjian dengan Anda. Kalau alurnya tidak jelas, tanyakan sebelum melanjutkan proses.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah bertanya gaji di wawancara pertama bisa mengurangi penilaian? Tidak, selama waktunya tepat dan kalimatnya sopan. Yang dinilai negatif adalah pertanyaan yang menuntut atau disampaikan sebelum pekerjaannya dibahas.
Bolehkah menolak menyebut angka lebih dulu? Boleh, tetapi jangan berulang kali. Jelaskan bahwa Anda ingin memahami lingkup pekerjaannya lebih dulu, lalu tanyakan kisaran perusahaan. Kalau tetap didesak, sebut rentang Anda.
Bagaimana kalau pewawancara menyebut angka yang jauh di bawah harapan? Jangan langsung menolak atau menerima. Tanyakan komponennya dan apakah masih ada ruang peninjauan. Kalau tidak ada, Anda bisa menyampaikan bahwa angkanya belum sesuai, dengan tenang.
Apakah pertanyaan gaji lebih baik lewat email? Kalau sesinya sudah selesai dan tidak ada kesempatan bertanya, email resmi ke perekrut adalah jalur yang wajar. Tulis singkat, jelas, dan tidak menuntut.
Apa yang harus disiapkan sebelum wawancara soal gaji? Rentang Anda, rincian komponen yang ingin ditanyakan, dan satu kalimat pembuka yang sudah dilatih. Tiga hal itu cukup untuk membuat percakapan berjalan tenang.
Setelah wawancara selesai
Catat angka dan komponen yang disebutkan selagi ingatan Anda masih segar, termasuk siapa yang menyampaikannya. Kalau tawaran resmi datang, baca dengan teliti dan bandingkan dengan catatan itu. Untuk menyiapkan dokumen lamaran, susun CV di Pembuat CV dan pelajari prosesnya di Wawancara Kerja. Peta lengkap topik ini ada di Karier Jangka Panjang.