Mahasiswa sering menunda membuat LinkedIn karena merasa belum punya apa pun untuk ditulis. Justru sebaliknya: profil yang dibuat sejak awal punya waktu untuk tumbuh. Proyek kuliah, organisasi, magang, dan tugas besar yang Anda kerjakan sekarang adalah bahan yang nanti membuat profil Anda berbeda saat lulus. Membangunnya sedikit demi sedikit jauh lebih ringan daripada menyusun semuanya mendadak di semester akhir.
LinkedIn adalah aplikasi lain di luar layanan ngeditpdf.com. Yang perlu Anda pahami bukan tombolnya, melainkan bagian mana yang penting dan apa yang pantas diisi ketika pengalaman kerja masih sedikit.
Kenapa profil ini berguna sebelum lulus
Perekrut magang dan program pemula mencari kandidat di LinkedIn. Kalau profil Anda kosong, Anda tidak muncul dalam pencarian itu. Profil yang terisi juga memudahkan Anda menghubungi alumni atau praktisi, karena mereka bisa melihat Anda serius.
Selain itu, menulis profil melatih Anda menjelaskan diri sendiri. Kemampuan itu dipakai di wawancara, di surat lamaran, dan saat memperkenalkan diri di acara kampus. Semakin awal dilatih, semakin tenang Anda nantinya.
Bagian yang perlu diisi lebih dulu
Bagian pertama adalah foto. Foto yang jelas dengan latar sederhana sudah cukup; tidak perlu jas atau studio. Hindari foto grup atau foto yang wajahnya terpotong.
Bagian kedua adalah judul profil. Untuk mahasiswa, judul bisa menyebut bidang studi, keahlian yang sedang dipelajari, dan jenis posisi yang dituju. Contohnya "Mahasiswa Teknik Informatika | Web Development dan Basis Data". Panduan menyusunnya ada di cara menulis headline LinkedIn.
Bagian ketiga adalah bagian Tentang. Tulis beberapa kalimat tentang bidang yang Anda tekuni, keahlian yang sedang Anda bangun, dan hal yang ingin Anda kerjakan. Jangan menulis cita-cita besar tanpa keterangan yang bisa diperiksa.
Bagian keempat adalah pendidikan. Isi nama kampus, jurusan, dan perkiraan tahun lulus. Kalau ada kegiatan atau prestasi yang relevan, tambahkan di bagian itu.
Mengisi pengalaman tanpa pengalaman kerja
Bagian pengalaman tidak harus berisi pekerjaan tetap. Magang, kerja paruh waktu, asisten laboratorium, pengurus organisasi, dan proyek lepas semuanya bisa diisi. Yang penting, tuliskan peran dan hasilnya, bukan hanya nama kegiatannya.
Kalau Anda belum pernah mengikuti kegiatan apa pun, proyek kuliah bisa menjadi bahan. Ambil satu atau dua tugas besar yang Anda kerjakan, lalu tulis apa yang Anda bangun, alat yang dipakai, dan hasilnya. Jelaskan singkat supaya pembaca dari luar jurusan Anda tetap paham.
Cara menulis entri seperti ini mengikuti prinsip yang sama dengan pengalaman kerja, dan pembahasannya ada di cara menulis pengalaman di LinkedIn.
Memakai proyek kuliah dengan benar
Proyek kuliah berguna kalau disajikan sebagai bukti kemampuan, bukan sebagai daftar tugas. Sebutkan masalah yang diselesaikan, peran Anda di dalam tim, dan hasil akhirnya. Kalau proyeknya berkelompok, sebutkan bagian yang Anda kerjakan. Kejujuran tentang peran justru membuat ceritanya kuat.
Kalau hasilnya bisa ditunjukkan, misalnya dokumen, kode, atau desain, simpan dalam bentuk yang rapi. Beberapa proyek yang digabung menjadi satu PDF memudahkan pembaca melihat hasilnya. Anda bisa menyatukannya dengan Gabung PDF, dan mengecilkan ukurannya dengan Kompres PDF kalau terlalu besar.
Organisasi, relawan, dan kegiatan lain
Pengalaman organisasi menunjukkan hal yang jarang terlihat di nilai: cara Anda bekerja dengan orang, mengatur waktu, dan menyelesaikan masalah. Tulis peran Anda dan hasil yang terlihat, misalnya acara yang Anda urus atau tim yang Anda koordinasi.
Jangan menuliskan semua kepanitiaan. Pilih yang paling relevan dengan arah karier Anda, atau yang paling menunjukkan tanggung jawab. Profil yang penuh kegiatan tanpa keterangan justru sulit dibaca.
Keahlian yang masih berkembang
Cantumkan keahlian yang benar-benar Anda pelajari, meskipun levelnya belum mahir. Untuk mahasiswa, keahlian dasar yang relevan dengan jurusan sudah berarti. Sebutkan alat atau metode yang Anda kenal, karena perekrut mencari kata itu.
Jangan mencantumkan keahlian yang belum Anda kuasai hanya karena sering muncul di lowongan. Kalau ditanya di wawancara dan Anda tidak bisa menjawab, kepercayaan pada seluruh profil ikut jatuh.
Menghubungi alumni dan praktisi
Salah satu kegunaan LinkedIn bagi mahasiswa adalah menghubungi alumni kampus atau praktisi di bidang yang Anda tuju. Pesannya singkat: sebutkan hubungan Anda, misalnya sesama alumni jurusan, lalu ajukan satu pertanyaan yang spesifik. Jangan langsung meminta pekerjaan.
Satu pertanyaan yang baik, misalnya menanyakan keterampilan apa yang paling berguna untuk posisi pemula di bidang itu. Pertanyaan seperti itu mudah dijawab dan sering dibalas. Panduan pesan yang sopan ada di cara menulis pesan ke rekruter di LinkedIn.
Menyiapkan diri sebelum lulus
Semester sebelum lulus adalah waktu yang tepat untuk merapikan profil. Perbarui pendidikan dengan perkiraan tahun lulus, tambahkan magang atau proyek terbaru, dan pastikan kontaknya aktif. Setelah itu, siapkan CV yang konsisten dengan profil, karena perekrut sering memeriksa keduanya.
CV untuk mahasiswa dan fresh graduate biasanya menonjolkan pendidikan, proyek, dan kegiatan. Susun di Pembuat CV jalur ATS, lalu jalankan pemeriksa otomatis untuk melihat bagian mana yang belum lengkap. Ekspor hasilnya sebagai PDF agar berkasnya rapi saat dikirim. Cara menyelaraskannya dengan profil ada di cara membuat CV yang konsisten dengan LinkedIn.
Kebiasaan merawat profil selama kuliah
Perbarui profil setiap akhir semester, saat Anda menyelesaikan proyek besar atau mengikuti kegiatan baru. Menyisihkan waktu sebentar dua kali setahun lebih mudah daripada mengingat semuanya saat lulus.
Simpan bukti hasil kerja Anda: laporan, sertifikat, atau tangkapan hasil proyek. Simpan di satu tempat yang mudah ditemukan, karena saat menyusun lamaran Anda akan membutuhkannya. Berkas administrasi sebaiknya disimpan dalam bentuk PDF, bukan foto, supaya mudah dibaca dan dikirim.
Satu kebiasaan kecil yang membantu: setiap kali selesai mengerjakan sesuatu yang layak diceritakan, tulis satu paragraf tentang apa yang Anda kerjakan dan hasilnya. Simpan catatan itu di berkas terpisah. Saat waktunya menyusun CV atau melamar magang, Anda sudah punya bahan yang siap dipakai dan tidak perlu mengandalkan ingatan.
Kapan profil ini tidak perlu dipaksakan
Kalau bidang Anda lebih menilai karya, misalnya seni, desain, atau kerajinan, portofolio bisa lebih menentukan. LinkedIn tetap berguna sebagai tempat memperkenalkan diri, tetapi jangan habiskan waktu di sana sampai karya Anda terabaikan.
Kalau Anda memilih jalur yang tidak memakai LinkedIn sama sekali, misalnya usaha sendiri atau jalur resmi instansi, profil ini bukan keharusan. Buat kalau ada manfaatnya, bukan karena semua orang membuatnya.
Kalau Anda belum nyaman menampilkan diri secara publik, mulailah dari bagian yang paling aman: pendidikan dan keahlian. Buka bagian lain setelah Anda siap.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah mahasiswa perlu punya LinkedIn? Tidak wajib, tetapi berguna kalau Anda berencana mencari magang, kerja, atau membangun jaringan profesional. Kalau tidak, tidak ada yang memaksa.
Apa yang bisa diisi kalau belum pernah magang? Proyek kuliah, kegiatan organisasi, relawan, kerja paruh waktu, dan keahlian yang sedang dipelajari. Semuanya bisa menjadi isi selama ditulis dengan jujur.
Apakah perlu memakai foto formal? Tidak perlu. Foto yang jelas, rapi, dan memperlihatkan wajah sudah cukup untuk profil mahasiswa.
Bolehkah meminta dosen menulis rekomendasi? Boleh, apalagi kalau dosen mengenal pekerjaan Anda. Mintalah dengan sopan dan beri konteks tentang hal yang ingin ditekankan.
Apakah profil harus dalam bahasa Inggris? Tergantung target Anda. Untuk magang di perusahaan Indonesia, bahasa Indonesia cukup. Kalau Anda membidik program internasional, versi Inggris lebih berguna.
Mulai dari yang sudah Anda punya
Anda tidak perlu menunggu lulus untuk punya profil yang berguna. Mulai dari foto, judul, pendidikan, lalu tambahkan proyek dan kegiatan yang sudah Anda kerjakan. Setelah itu, susun CV di Pembuat CV dan ekspor sebagai PDF. Peta topiknya ada di Karier Jangka Panjang dan Panduan CV dan Karier.