Cara mengembangkan karier dilakukan dengan menambah tiga hal secara bertahap: keterampilan yang dipakai di pekerjaan Anda, tanggung jawab yang meluas, dan jejak hasil yang tercatat. Ketiganya bergerak pelan dan jarang terasa dramatis, tetapi arahnya bisa Anda kendalikan. Menunggu promosi datang sendiri bukan rencana, karena keputusan itu bergantung pada banyak hal di luar kendali Anda.
Ada perbedaan antara sibuk dan berkembang. Sibuk berarti banyak pekerjaan yang selesai; berkembang berarti kemampuan dan peran Anda berubah setelah pekerjaan itu selesai. Banyak orang melewati bertahun-tahun dengan rajin bekerja tanpa perubahan peran, karena pekerjaannya sama dari tahun ke tahun dan tidak ada yang bertambah selain kecepatan.
Artikel ini membahas pengembangan karier untuk pekerja yang sudah memiliki pekerjaan, bukan untuk pencari kerja. Kalau Anda sedang memutuskan pindah, baca tanda-tanda perlu ganti kerja. Kalau yang Anda hadapi adalah kejenuhan, lihat cara mengatasi bosan kerja. Dua hal itu berbeda dari pertumbuhan.
Tentukan arah sebelum menambah kecepatan
Pengembangan karier tanpa arah mudah berubah menjadi pengumpulan sertifikat. Sebelum menambah apa pun, tentukan dua hal: posisi yang Anda tuju dalam beberapa tahun, dan kemampuan apa yang menuntut posisi itu. Tanpa dua hal itu, Anda bisa menghabiskan banyak waktu untuk hal yang tidak dipakai.
Arah tidak harus pasti. Yang penting ada hipotesis yang bisa Anda uji, misalnya "saya ingin bekerja lebih dekat dengan perencanaan" atau "saya ingin memimpin tim kecil". Dari hipotesis itu, Anda bisa memilih keterampilan dan pengalaman yang relevan, lalu menyesuaikannya setelah tahu lebih banyak.
Cara menguji arahnya adalah berbicara dengan orang yang sudah menjalani pekerjaan itu. Tanyakan apa yang sebenarnya dikerjakan, bagian yang paling sulit, dan kemampuan yang paling menentukan. Satu percakapan jujur sering lebih berguna daripada sepuluh daftar syarat lowongan.
Tambah keterampilan yang benar-benar dipakai
Setelah arahnya jelas, pilih keterampilan yang dipakai di pekerjaan sehari-hari, bukan yang hanya menarik di atas kertas. Keterampilan yang dipakai akan terlatih setiap hari, dan latihan berulang itulah yang membuatnya melekat.
Bagi keterampilan menjadi dua jenis. Keterampilan teknis adalah hal yang bisa Anda kerjakan, misalnya mengelola data, menulis dokumen, atau memakai alat tertentu. Keterampilan kerja sama adalah cara Anda bekerja dengan orang lain, misalnya menyampaikan pendapat atau memimpin rapat. Keduanya perlu, dan keduanya berkembang dengan cara yang berbeda.
Untuk keterampilan teknis, cara belajar yang paling cepat adalah mengerjakannya pada pekerjaan nyata. Sisipkan latihan ke dalam pekerjaan Anda, meskipun hanya sebagian kecil. Untuk keterampilan kerja sama, cara belajarnya adalah dengan mencoba peran yang lebih menantang dalam situasi yang aman, lalu meminta umpan balik setelahnya.
Ambil tanggung jawab yang meluas
Peran seseorang biasanya berkembang karena ia mengambil tanggung jawab yang belum ada di uraian tugasnya. Tanggung jawab itu tidak harus besar. Memimpin satu rapat rutin, menjadi penghubung dengan tim lain, atau merapikan proses yang berantakan sudah mengubah peran Anda.
Cara mengambilnya: tawarkan diri untuk hal yang memang belum ada yang mengerjakan, lalu kerjakan dengan tuntas. Setelah selesai, pastikan hasilnya terlihat, bukan hanya oleh atasan Anda, tetapi oleh orang yang membutuhkan hasil itu. Tanggung jawab yang tidak terlihat sulit menjadi bahan penilaian.
Perlu diperhatikan batasnya. Menambah tanggung jawab tanpa mengurangi yang lain akan membuat beban Anda menumpuk. Setiap kali mengambil hal baru, tanyakan mana yang bisa ditunda atau dibagi.
Bangun jejak hasil, bukan hanya cerita
Pengembangan karier yang tidak terdokumentasi mudah terlupakan saat penilaian. Karena itu, catat hasil kerja Anda beserta perannya. Catatan ini yang nanti dipakai saat menyusun CV, mengajukan kenaikan, atau bercerita di wawancara. Cara menyusun arsipnya dibahas di cara membangun portofolio karier.
Untuk setiap hasil, catat situasinya, peran Anda, tindakan Anda, dan hasilnya. Simpan angkanya kalau ada, beserta sumbernya. Kalau angkanya tidak ada, sebut perubahan yang bisa diamati. Yang penting bukan panjang catatannya, melainkan kejelasan peran.
Jejak hasil juga berguna saat Anda meminta referensi atau meminta orang lain berbicara tentang pekerjaan Anda. Orang yang dimintai keterangan lebih mudah membantu kalau ingatannya tentang pekerjaan itu disegarkan.
Minta umpan balik yang bisa dipakai
Umpan balik yang berguna adalah umpan balik yang spesifik. Pertanyaan seperti "bagaimana kinerja saya" menghasilkan jawaban umum. Pertanyaan yang lebih baik menyebut hal tertentu: "pada rapat minggu lalu, bagian mana dari penyampaian saya yang perlu diperbaiki" atau "apa satu hal yang bisa saya kerjakan lebih baik bulan ini".
Tanyakan kepada dua pihak: atasan yang menilai pekerjaan Anda, dan rekan yang bekerja dekat dengan Anda. Keduanya melihat hal yang berbeda. Atasan melihat hasil dan dampaknya; rekan melihat cara Anda bekerja sehari-hari. Kesenjangan antara keduanya justru berguna.
Setelah menerima umpan balik, pilih satu hal untuk diperbaiki dan kerjakan sampai terlihat perubahannya. Memperbaiki satu hal sampai tuntas lebih meyakinkan daripada memperbaiki lima hal sekaligus tanpa hasil.
Manfaatkan penilaian kerja dengan baik
Penilaian kerja bukan sekadar acara tahunan. Ia adalah kesempatan menyampaikan hasil dan rencana Anda secara terstruktur. Datang dengan daftar hasil yang sudah Anda catat, lalu sampaikan hal yang ingin Anda kembangkan berikutnya.
Kalau percakapan tentang pengembangan tidak berjalan, tanyakan hal yang lebih konkret: apa yang perlu terbukti sebelum Anda bisa naik, dan dalam jangka waktu berapa. Jawaban yang konkret bisa Anda kerjakan. Jawaban yang umum tidak memberi arah apa pun.
Ketika pertumbuhan terasa berhenti
Ada masa ketika usaha Anda tidak menghasilkan perubahan: tidak ada posisi baru, perusahaan sedang menahan biaya, atau atasan Anda berganti dan rencananya ikut berubah. Pada masa itu, pertumbuhan tetap bisa Anda jaga dengan cara yang tidak bergantung pada keputusan orang lain.
Cara pertama, perluas kemampuan di pekerjaan yang sekarang. Cara kedua, ambil proyek yang membuka hubungan dengan orang di luar tim Anda. Cara ketiga, rawat portofolio dan profil profesional Anda agar siap ketika kesempatan muncul. Untuk yang terakhir, lihat cara membangun portofolio karier.
Kalau pertumbuhan berhenti lama sementara Anda sudah mencoba beberapa jalur, pertimbangkan apakah tempat ini masih memberi ruang. Pertimbangannya dibahas di tanda-tanda perlu ganti kerja.
Kapan saran ini tidak berlaku
Kalau perusahaan Anda sedang dalam masa sulit dan melakukan pengurangan, fokuskan energi pada bertahan dan menyiapkan diri, bukan pada mengejar peran baru. Tunggu keadaan lebih stabil, lalu mulai lagi.
Kalau atasan Anda berganti terus, rencana pengembangan jangka panjang sulit dijalankan. Pada situasi itu, pegang hal-hal yang tidak bergantung pada satu atasan: keterampilan, jejak hasil, dan hubungan kerja yang luas. Ketiganya berpindah bersama Anda.
Kalau Anda baru masuk di pekerjaan pertama, beri waktu beberapa bulan untuk memahami pekerjaannya sebelum menyusun rencana besar. Pengembangan yang disusun tanpa memahami pekerjaannya cenderung tidak nyambung dengan kebutuhan nyata.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah mengembangkan karier harus lewat jalur manajemen? Tidak. Ada dua jalur yang sama-sama sah: menjadi lebih dalam pada keahlian, atau menjadi lebih luas lewat tanggung jawab memimpin. Keduanya bisa berkembang, dan keduanya butuh keterampilan yang berbeda.
Berapa lama waktu yang wajar untuk naik jenjang? Tidak ada patokan yang berlaku umum. Yang bisa Anda kendalikan adalah kesiapan dan bukti. Tanyakan syarat konkretnya kepada atasan, lalu kerjakan bagian yang bisa Anda kendalikan.
Apakah kursus dan sertifikat penting? Berguna sebagai penambah, tetapi bukan pengganti pengalaman. Sertifikat yang tidak dipakai di pekerjaan nyata jarang mengubah penilaian. Utamakan keterampilan yang benar-benar dipakai.
Bagaimana kalau atasan tidak mendukung pengembangan saya? Jaga hal yang tidak bergantung padanya: hasil kerja, catatan, dan keterampilan. Cari dukungan dari atasan lain atau mentor di luar tim. Kalau tidak ada jalan, pertimbangkan pilihan lain.
Apakah pindah kerja selalu cara tercepat berkembang? Tidak selalu. Pindah kerja bisa mempercepat perubahan peran, tetapi juga membawa risiko dan waktu penyesuaian. Yang menentukan bukan pindah atau bertahan, melainkan apakah kemampuan Anda bertambah.
Mulai dari satu langkah yang terukur
Pilih satu hal untuk dikerjakan dalam tiga bulan ke depan: satu keterampilan yang ingin dikuasai, satu tanggung jawab yang ingin diambil, atau satu percakapan yang ingin dilakukan. Tulis hasil yang Anda harapkan, lalu tinjau di akhir periode. Langkah kecil yang dijalankan konsisten lebih berguna daripada rencana besar yang tidak pernah dimulai.
Untuk melengkapi bahan pengembangan Anda, rawat portofolio karier dan siapkan referensi lewat cara meminta referensi kerja. Peta lengkap topik ini ada di Karier Jangka Panjang, dan panduan menyusun CV ada di Panduan CV dan Karier serta Pembuat CV.