Gambar di PDF pecah karena resolusi aslinya lebih kecil daripada ukuran tampilnya di halaman. Gambar yang hanya punya sedikit piksel dipaksa mengisi area yang lebar, sehingga mesin tampilan menebak isi di antara piksel, dan hasilnya terlihat bergerigi atau berbintik. Kerusakan berkas bukan penyebab utamanya. Yang menentukan adalah berapa piksel yang tersimpan dan seberapa besar gambar itu ditampilkan.

Mengetahui sebabnya penting karena solusinya berbeda. Kalau resolusinya memang kecil sejak awal, tidak ada tool yang bisa mengembalikan detail yang tidak pernah tersimpan. Kalau yang terjadi adalah gambar beresolusi besar diturunkan mutunya berulang kali, berkas aslinya masih bisa dipakai. Kalau halamannya hasil pindai, seluruh halaman adalah gambar, jadi mutu teksnya ikut ditentukan resolusi pindai.

Bagian di bawah menjelaskan cara membaca gejalanya, cara menghitung penyebab yang paling mungkin, dan kapan Kompres PDF justru bagian dari masalah atau bagian dari solusi.

Membaca gejalanya lebih dulu

Gambar yang pecah punya beberapa bentuk yang tidak sama artinya. Bergigi di tepi garis biasanya tanda gambar diperbesar melebihi resolusinya. Bintik kotak-kotak yang jelas terlihat saat diperbesar adalah piksel yang terlihat satu per satu. Kabur tanpa kotak yang jelas lebih mengarah ke gambar yang ditulis ulang dengan kompresi kuat, bukan gambar yang resolusinya kurang.

Bedakan juga antara pecah di layar dan pecah di kertas. Layar menampilkan gambar pada resolusi perangkat, dan sebagian pembaca PDF menampilkan pratinjau kasar lalu memperjelas saat diperbesar. Kertas mencetak pada resolusi printer. Gambar yang terlihat pecah di pratinjau kecil bisa jadi tajam saat diperbesar. Periksa dulu pada ukuran tampil yang sebenarnya sebelum menyimpulkan.

Satu lagi yang perlu dipisahkan: halaman pindai. Kalau seluruh halaman tidak bisa disorot teksnya, halaman itu berupa satu gambar penuh. Huruf di dalamnya adalah bagian dari gambar itu, sehingga mutu huruf mengikuti resolusi pindaian. Ini bukan gambar yang rusak, melainkan cara dokumen itu disimpan.

Penyebab yang paling mungkin

Resolusi asli yang kecil adalah penyebab paling umum. Foto berukuran 800 piksel yang ditempatkan selebar satu halaman hanya punya 800 piksel untuk seluruh lebar itu. Saat diperbesar atau dicetak, gambar terlihat pecah. Ekstraksi gambar dari PDF akan menampilkan kondisi sebenarnya, bukan menurunkannya.

Gambar yang diperbesar di dalam dokumen memberi gejala yang sama meski resolusi aslinya wajar. Gambar 1000 piksel yang ditampilkan selebar 5 inci efektif hanya sekitar 200 DPI. Gambar yang sama diletakkan selebar 10 inci turun menjadi sekitar 100 DPI. Yang berubah bukan berkasnya, melainkan ukuran tampilnya.

Kompresi berulang menyerang gambar yang sebenarnya masih bermutu. Setiap putaran menurunkan mutu gambar sedikit, dan penurunan itu tidak bisa dikembalikan. Kalau berkas hasil kompresi dikompres lagi, gambar yang tadinya tajam bisa terlihat kabur setelah dua atau tiga putaran.

Aplikasi pembuat PDF kadang menurunkan mutu gambar saat menyimpan. Aplikasi pengolah kata dan alat ekspor sering memperkecil gambar supaya ukuran berkasnya hemat. Gambar yang diambil dari PDF semacam itu memang sekecil itu sejak awal, dan itu bukan akibat proses apa pun yang dijalankan belakangan. Pembaca PDF yang menampilkan pratinjau kasar juga bisa membuat gambar sehat terlihat pecah, jadi periksa di pembaca lain sebelum menyalahkan berkasnya.

Cara memeriksa penyebabnya

Pemeriksaan berikut bisa dijalankan tanpa aplikasi tambahan, dan urutannya dari yang paling cepat.

  1. Buka halaman yang bermasalah, lalu perbesar sampai gambar mengisi layar. Perhatikan bentuk gangguannya: tepi bergerigi, kotak piksel, atau kabur merata.
  2. Coba blok teks di halaman yang sama. Kalau tidak bisa disorot, halaman itu gambar pindai, dan seluruh mutunya mengikuti resolusi pindaian.
  3. Periksa ukuran tampil gambar di halaman, lalu bandingkan dengan jumlah piksel gambar aslinya bila Anda masih memilikinya.
  4. Buka berkas yang sama di pembaca PDF lain. Kalau hasilnya berbeda, penyebabnya cara pembaca menampilkan, bukan gambarnya.
  5. Periksa riwayat berkas. Kalau berkas ini pernah dikompres dua kali atau lebih, kerjakan ulang dari berkas asli.

Langkah ketiga yang paling menentukan. Dari jumlah piksel dan ukuran tampil, Anda bisa memperkirakan apakah resolusinya memang kurang atau masih cukup. Untuk gambar yang akan dicetak, patokan praktisnya adalah 300 DPI pada ukuran tampil sebenarnya. Untuk gambar yang hanya dibaca di layar, angka yang jauh lebih rendah sering sudah cukup.

Peran Kompres PDF pada gambar

Kompres PDF bekerja pada gambar yang resolusinya melebihi ukuran tampilnya. Gambar itu diperkecil dan ditulis ulang sebagai JPEG, dengan batas efektif 150 DPI dihitung dari ukuran tampil gambar di halaman. Gambar yang resolusinya sudah wajar dibiarkan apa adanya supaya mutunya tidak turun tanpa alasan. Struktur berkasnya juga dirapikan dan data yang tidak terpakai dibuang.

Artinya, tool ini bukan alat penajam gambar. Kalau gambar sudah pecah, mengompresnya tidak akan memperbaikinya, dan pada gambar yang sudah tipis mutunya hasilnya bisa terlihat sedikit lebih halus. Kalau tujuan Anda memperbaiki gambar, kerjakan di dokumen sumbernya, bukan pada PDF yang sudah jadi.

Pada dokumen hasil pindai, seluruh halaman adalah gambar, termasuk huruf di dalamnya. Kompresi memperlakukan halaman itu sebagai gambar, sehingga mutu teksnya mengikuti batas resolusi. Periksa hasilnya setelah proses selesai. Ukuran sebelum dan sesudah ditampilkan di panel hasil, termasuk berapa gambar yang diperkecil, jadi hasilnya bisa dinilai langsung. Kalau gambarnya terlihat pecah, pilih tingkat Ringan, yang nyaris tidak menyentuh gambar.

Angka hasil uji nyata tool ini memberi gambaran seberapa besar penurunannya. PDF 45,9 MB berisi 8 foto menjadi 4,46 MB, turun 90,3%. PDF pindaian 1,43 MB menjadi 262 KB, turun 82%, dan teksnya tetap terbaca. PDF berisi teks saja 3.565 byte menjadi 3.561 byte, nyaris tidak berubah. Teks yang berupa vektor tidak berubah menjadi gambar dan tetap tajam.

Langkah yang benar-benar memperbaiki

Kalau resolusinya kurang sejak awal, satu-satunya perbaikan yang jujur adalah mengganti gambarnya di dokumen sumber dengan versi beresolusi lebih tinggi, lalu mengekspor ulang ke PDF. Memperbesar gambar yang sudah pecah tidak menambah detail, hanya membuat pecahnya lebih terlihat.

Kalau dokumennya hasil pindai, pindai ulang pada resolusi yang lebih tinggi. Patokan angka DPI yang masuk akal untuk dokumen teks ada di Mengoptimalkan Ukuran PDF. Untuk dokumen yang tidak bisa dipindai ulang, tidak ada cara mengembalikan detail yang tidak pernah tersimpan.

Kalau penyebabnya kompresi berulang, kembali ke berkas asli dan kerjakan sekali saja. Kalau hasil pertama masih terlalu besar, ubah sumber ukurannya lebih dulu, lalu kompres sekali dari berkas asli. Patokan ukuran yang masuk akal untuk tiap keperluan ada di Berapa Ukuran PDF yang Ideal.

Dokumen berisi data pribadi lengkap atau berkas perusahaan yang belum boleh keluar dari jaringan kantor sebaiknya dikerjakan dengan aplikasi desktop di komputer sendiri. Pada tool di kelompok ini, berkas dialirkan ke pemroses dan hasilnya dikirim balik ke peramban tanpa ditulis ke penyimpanan permanen, tetapi berkas tetap meninggalkan perangkat selama proses berlangsung. Keterangan lengkapnya ada di kebijakan privasi.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah mengompres PDF bisa membuat gambar lebih tajam? Tidak. Kompresi hanya memperkecil gambar yang resolusinya melebihi ukuran tampilnya, dan gambar yang sudah wajar dibiarkan. Kalau gambar terlihat pecah sebelum dikompres, hasilnya tidak akan lebih baik.

Kenapa gambar terlihat pecah di layar tetapi hasil cetaknya bagus? Sebagian pembaca PDF menampilkan halaman pada resolusi layar dan memperjelas saat diperbesar. Coba perbesar dulu atau cetak satu halaman percobaan sebelum menyimpulkan.

Apakah gambar yang sudah diturunkan resolusinya bisa dikembalikan? Tidak. Detail yang dibuang saat penulisan ulang tidak tersimpan di berkas hasil. Karena itu, simpan berkas asli dan kerjakan kompresi pada salinannya.

Kalau hanya satu gambar yang pecah, apakah seluruh berkas perlu diproses ulang? Tidak. Cukup ganti gambar itu di dokumen sumber, lalu ekspor ulang. Memproses ulang seluruh berkas hanya diperlukan kalau banyak gambar terpengaruh.

Bisakah gambar pecah karena berkasnya rusak? Bisa, tetapi itu kasus yang jauh lebih jarang. Kalau gambar tidak muncul sama sekali atau berkasnya juga gagal dibuka, jalankan Perbaiki PDF lebih dulu.

Menutup dengan urutan yang benar

Periksa dulu apakah gambar pecah karena resolusi aslinya, ukuran tampilnya, atau kompresi berulang. Kalau penyebabnya resolusi asli, ganti gambarnya di dokumen sumber. Kalau berkasnya hanya perlu dikecilkan dan gambarnya masih bermutu, buka Kompres PDF, unggah berkas aslinya, lalu bandingkan ukuran sebelum dan sesudah. Penjelasan tentang apa yang membuat PDF besar dan kapan penurunannya kecil ada di Mengoptimalkan Ukuran PDF, dan peta masalah PDF lainnya ada di Masalah PDF.