PDF hasil scan sangat besar karena setiap halaman disimpan sebagai gambar, dan gambar itu menyimpan seluruh isi lembar pada resolusi yang dipakai saat memindai. Satu halaman yang dipindai pada resolusi tinggi menyimpan data jauh lebih besar daripada satu halaman teks, dan dua puluh halaman seperti itu menghasilkan berkas yang berat. Ukuran berkas ditentukan isinya, bukan jumlah halamannya. Dokumen 200 halaman berisi teks bisa jauh lebih kecil daripada 5 halaman berisi foto.
Ada perbedaan penting antara hasil pindai dan dokumen digital. Pada dokumen dari pengolah kata, huruf disimpan sebagai vektor yang ukurannya kecil dan tetap tajam. Pada hasil pindai, huruf adalah bagian dari gambar halaman, jadi tidak ada lapisan teks yang bisa dipertahankan. Karena itu, mengecilkan berkas jenis ini selalu berarti mengurangi data gambarnya.
Bagian di bawah menjelaskan dari mana ukuran itu datang, cara memeriksa bagian mana yang paling berat, dan langkah mengecilkannya.
Dari mana ukuran hasil pindai datang
Resolusi pemindaian. Ini penyebab terbesar. Memindai pada resolusi tinggi menghasilkan gambar besar untuk setiap halaman. Resolusi yang lebih tinggi memang menangkap lebih banyak detail, tetapi data yang harus disimpan juga bertambah.
Mode warna. Pindaian berwarna menyimpan tiga saluran warna, sedangkan pindaian hitam putih hanya menyimpan satu. Untuk dokumen yang memang hitam putih, memilih mode hitam putih saat memindai mengurangi ukuran sejak sumbernya.
Latar halaman yang tidak bersih. Kertas yang tidak benar-benar putih menyimpan lebih banyak data daripada halaman yang bersih, karena setiap perbedaan warna latar ikut terekam.
Jumlah halaman. Setiap halaman menambah gambar penuh. Dua puluh halaman hasil pindai bisa melewati batas unggahan yang umum dipakai, dan penggabungan tidak mengecilkannya sedikit pun.
Lampiran dan data lain yang menempel. Lampiran yang pernah disematkan ke PDF ikut tersimpan di dalam berkas dan tetap dihitung sebagai ukuran. Bagian ini biasanya kecil, tetapi pada berkas pindai yang sudah dirapikan, bagian inilah yang tersisa.
Cara memeriksa bagian yang paling berat
Sebelum mengompres, tentukan dulu bagian mana yang menyumbang ukuran terbesar. Pemeriksaan ini menentukan langkah yang paling masuk akal.
Periksa satu halaman per besar. Buka berkasnya dan lihat halaman mana yang paling berat saat digulir. Halaman yang paling lama dirender biasanya berisi gambar paling besar.
Periksa apakah ada lapisan teks. Seret kursor di atas satu baris teks. Kalau tidak ada yang tersorot, seluruh halaman adalah gambar. Untuk berkas seperti ini, kompresi bekerja pada gambar dan hasilnya bisa terlihat pada keterbacaan huruf.
Periksa ukuran berkas sebelum dan sesudah. Setelah kompresi dijalankan, panel hasil menampilkan ukuran sebelum dan sesudah, termasuk berapa gambar yang diperkecil. Angka itu menunjukkan apakah berkasnya memang berisi gambar beresolusi berlebih.
Periksa jumlah halamannya. Berkas pindai tebal memang besar sejak awal. Kalau ukurannya sebanding dengan jumlah halaman, tidak ada satu halaman pun yang menjadi biang masalahnya.
Langkah mengecilkan hasil pindai
- Periksa ukuran berkasnya dan catat angkanya sebagai pembanding.
- Buka beberapa halaman untuk memastikan isinya, terutama halaman dengan tulisan terkecil.
- Buka Kompres PDF, lalu unggah berkasnya.
- Jalankan prosesnya, lalu baca ukuran sebelum dan sesudah di panel hasil.
- Unduh hasilnya dan buka halaman dengan tulisan terkecil, periksa apakah masih terbaca pada pembesaran normal.
- Simpan berkas aslinya sebagai cadangan sebelum hasilnya dikirim.
Pada pengujian, PDF pindaian 1,43 MB menjadi 262 KB, turun 82 persen, dan teksnya tetap terbaca. Penurunan sebesar itu wajar untuk berkas pindai karena yang dipangkas adalah data gambarnya. Gambar yang resolusinya sudah wajar dibiarkan apa adanya supaya mutunya tidak turun tanpa alasan, dan teks yang berupa vektor tidak berubah menjadi gambar.
Perlu diingat bahwa pada dokumen hasil pindai, seluruh halaman adalah gambar, termasuk huruf di dalamnya. Mutu teks mengikuti batas resolusi yang dipakai, jadi hasilnya wajib diperiksa, bukan hanya dilihat dari angka ukurannya.
Kalau hasilnya sudah kecil tetapi tulisannya tidak terbaca
Berarti resolusinya turun terlalu banyak untuk dokumen itu. Kembali ke berkas asli, lalu pertimbangkan memindai ulang pada resolusi yang lebih rendah. Memindai ulang memberi hasil yang lebih terkendali daripada mengompres berkas yang sama berulang kali.
Kalau dokumen aslinya sudah tidak ada, pilihan yang tersisa adalah menerima mutu yang ada atau memakai salinan lain dari dokumen tersebut. Memperbesar gambar yang sudah buram setelah dikompres tidak mengembalikan detail yang hilang.
Kapan pindai ulang lebih baik daripada mengompres
Memindai ulang lebih baik ketika hasil kompresi sudah tidak terbaca, atau ketika berkasnya akan dipakai untuk keperluan yang menuntut mutu, misalnya lampiran resmi. Dengan memindai ulang pada resolusi yang lebih rendah, ukurannya kecil sejak awal dan Anda punya kendali atas mutunya.
Memindai ulang juga lebih baik kalau halaman-halamannya miring atau gelap. Kompresi tidak memperbaiki kemiringan dan tidak mencerahkan halaman. Pindaian yang bersih dan tegak menghasilkan berkas yang lebih kecil sekaligus lebih enak dibaca. Untuk pindaian yang miring, perbaikannya dikerjakan terpisah, dan petunjuknya ada di Cara Memutar Halaman PDF yang Miring.
Sebaliknya, memindai ulang tidak selalu bisa dilakukan. Kalau dokumen aslinya sudah tidak ada atau ada di tempat lain, kompresi adalah satu-satunya jalan. Untuk keadaan seperti itu, kompres sekali dari berkas asli, periksa hasilnya, dan simpan berkas asli sebagai cadangan.
Hasil pindai dan teks yang tidak bisa dicari
Satu hal yang sering dikeluhkan bersama ukuran besar: teks pada hasil pindai tidak bisa dicari. Penyebabnya sama, yaitu seluruh halaman tersimpan sebagai gambar, bukan teks digital. OCR belum tersedia, jadi teks di dalam gambar tidak bisa dikenali sebagai kata. Kompresi juga tidak mengubah hal ini, karena yang dipangkas adalah data gambar, bukan menambahkan lapisan teks.
Kalau dokumennya perlu bisa dicari, langkahnya adalah menyimpan versi digital dari dokumen sumbernya, atau memakai berkas teks lain yang memuat isi yang sama. Dokumen hasil pindai menyimpan gambar halaman, bukan huruf yang bisa dipilih atau dicari.
Kapan sebaiknya tidak memakai tool online
Dokumen berisi data pribadi lengkap, laporan keuangan, atau berkas perusahaan yang belum boleh keluar dari jaringan kantor sebaiknya dikerjakan dengan aplikasi desktop yang berjalan di komputer sendiri. Hasil pindai sering berisi dokumen identitas, jadi aturan ini berlaku lebih ketat untuk berkas jenis ini. Selama pemrosesan lewat peramban, berkas dialirkan ke pemroses dan hasilnya dikirim balik tanpa ditulis ke penyimpanan permanen, tetapi berkas tetap berada di luar perangkat. Keterangan lengkapnya ada di kebijakan privasi.
Berkas pindai berukuran ratusan MB juga lebih hemat dikerjakan secara lokal, karena unggahan sebesar itu lebih sering gagal di tengah jalan.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah kompresi bisa memperbaiki halaman yang miring atau gelap? Tidak. Kompresi bekerja pada data gambar dan struktur berkas, bukan pada posisi atau pencahayaan halaman. Perbaikan itu dikerjakan terpisah.
Kenapa dua berkas pindai dengan jumlah halaman sama bisa berbeda jauh ukurannya? Karena resolusi dan mode warnanya bisa berbeda. Pindaian berwarna pada resolusi tinggi menyimpan jauh lebih banyak data daripada pindaian hitam putih pada resolusi rendah.
Apakah hasil kompresi masih bisa digabungkan dengan PDF lain? Bisa. Hasil kompresi adalah PDF biasa yang bisa dipakai sebagai masukan untuk proses berikutnya. Meski begitu, menggabung dulu lalu mengompres sekali lebih hemat daripada mengompres setiap berkas satu per satu.
Apakah kompresi menghapus isi halaman? Tidak. Isi halaman tetap utuh, hanya resolusi gambarnya yang diturunkan bila melebihi ukuran tampilnya. Tampilan halamannya tidak berubah, dan teks yang berupa vektor tetap tajam.
Kalau dokumen aslinya sudah tidak ada, apa yang bisa dilakukan? Kompresi tetap bisa dikerjakan pada berkas pindainya. Hasilnya bergantung pada mutu pindaian yang ada. Kalau setelah dikompres tulisannya tidak lagi terbaca, salinan dokumen dari sumber lain adalah jalan yang tersisa.
Mulai dari hasil pindai yang paling berat
Periksa dulu halaman mana yang paling berat, lalu buka Kompres PDF, unggah berkas aslinya, dan periksa hasilnya. Untuk berkas yang disusun dari beberapa hasil pindai, gabungkan dulu lewat Gabung PDF, baru kompres sekali. Langkah membuat PDF dari hasil pindai ada di Cara Membuat PDF dari Hasil Scan. Masalah lain di sekitar berkas PDF dibahas di Masalah PDF dan Panduan PDF.