Menyensor teks PDF secara permanen dilakukan dengan membuka Sensor PDF, mengunggah berkas, menarik kotak di atas bagian yang ingin dihitamkan pada pratinjau, lalu menjalankan prosesnya. Hasilnya berkas baru dengan blok hitam di area yang ditandai, dan teks di dalamnya sudah tidak ada lagi di dalam berkas.

Perbedaannya dengan menggambar kotak hitam biasa terletak pada apa yang tersimpan di berkas. Kotak hitam yang digambar sebagai anotasi atau gambar hanya menambah lapisan di atas halaman. Teks aslinya masih ada di bawahnya dan bisa disalin, dicari, atau dibaca alat lain. Sensor PDF menghapus isi di area yang ditandai dari aliran data berkas, lalu menggantinya dengan blok hitam. Karena itu hasilnya tidak bisa dibatalkan.

Artikel ini membahas prinsip dan alur penyensoran teks secara umum. Dua kasus yang sering menyertainya, yaitu menyensor nama dan menyensor data pribadi seperti nomor identitas, punya pemeriksaan tambahan masing-masing. Yang perlu dipahami lebih dulu di sini adalah cara kerjanya, supaya area yang ditandai tidak kurang dan tidak berlebihan.

Apa yang dimaksud sensor permanen

Sensor permanen berarti isi di area yang ditandai dihapus dari berkas. Setelah proses selesai, teks itu tidak bisa disalin, tidak muncul saat dicari, dan tidak bisa dipulihkan dengan membatalkan tindakan. Kata permanen di sini penting karena banyak cara lain yang terlihat sama di layar, tetapi tidak mengubah isi berkas sama sekali.

Kalau Anda mencoba menyeret kursor di atas blok hitam hasil sensor, tidak ada yang tersorot. Kalau Anda mencari kata yang tadi ada di area itu lewat fitur pencarian pembaca PDF, hasilnya kosong. Dua pemeriksaan itu cara paling langsung untuk membuktikan bahwa sensornya benar-benar bekerja.

Blok hitamnya sendiri berfungsi sebagai penanda visual. Penerima dokumen bisa melihat bahwa ada bagian yang sengaja dihilangkan, dan itu memang tujuannya. Untuk data rahasia, penanda yang terlihat justru lebih baik daripada area yang tampak kosong tanpa penjelasan.

Kapan cara ini dipakai, dan kapan tidak

Penyensoran permanen dipakai saat dokumen akan keluar dari lingkungan yang mengendalikannya. Contoh yang paling sering: lampiran pengaduan yang diunggah ke portal, berkas seleksi yang dibagikan ke peserta lain, dokumen contoh untuk pelatihan, atau arsip yang akan dipublikasikan. Dalam semua kasus itu, penerima tidak boleh bisa mengembalikan data yang dihitamkan.

Cara ini juga dipakai saat data yang sama muncul berkali-kali di satu dokumen. Karena area ditandai langsung di pratinjau, setiap kemunculan bisa ditutup satu per satu dalam satu proses, termasuk di halaman yang berbeda. Tidak perlu memproses berkas berulang kali untuk halaman yang berbeda.

Sebaliknya, jangan pakai sensor untuk pekerjaan yang bukan rahasia. Kalau yang salah cuma salah ketik nama pada halaman berlatar putih, menutupnya dengan kotak putih lebih tepat dan tidak mengubah isi berkas. Jangan pula menyensor teks yang justru harus tetap terbaca penerima, karena hasilnya tidak bisa dikembalikan.

Perlu diketahui juga: menyensor bukan menghapus halaman. Kalau yang diinginkan adalah membuang seluruh halaman dari dokumen, caranya berbeda dan bisa dikerjakan lewat Hapus Halaman PDF atau dijelaskan di Mengatur Halaman PDF.

Langkah menyensor teks PDF

  1. Siapkan berkas asli dan simpan salinannya. Proses sensor menghasilkan berkas baru, tetapi menyimpan salinan asli tetap kebiasaan yang baik.
  2. Buka Sensor PDF di peramban, lalu unggah berkasnya.
  3. Periksa halaman di pratinjau, dan catat setiap bagian yang harus dihitamkan. Lakukan penandaan pada tahap ini, bukan sambil mengingat-ingat.
  4. Tarik kotak di atas bagian yang ingin disensor. Pastikan kotaknya menutup seluruh huruf, termasuk tanda baca dan angka di ujung baris.
  5. Ulangi untuk setiap area, termasuk yang berada di halaman lain.
  6. Periksa ulang setiap kotak sebelum memproses. Tindakan ini tidak bisa dibatalkan.
  7. Jalankan prosesnya, lalu unduh berkas hasilnya.
  8. Buka berkas hasil, lalu coba salin dan cari teks yang tadi disensor. Kalau tidak ada yang bisa tersorot atau ditemukan, sensornya berhasil.

Langkah kedelapan memakan waktu sebentar, tetapi itulah satu-satunya cara memastikan hasilnya. Melihat blok hitam di layar belum membuktikan apa pun; yang perlu dibuktikan adalah isinya sudah tidak ada di berkas.

Masalah yang sering terjadi

Kotak kurang lebar sehingga huruf pinggir lolos. Satu huruf yang tersisa di luar kotak tetap ada di dalam berkas dan tetap bisa dicari. Tarik kotaknya melewati sedikit tepi teks, bukan pas di batas huruf.

Ada kemunculan yang terlewat. Teks yang sama bisa muncul di beberapa tempat: badan surat, kop, catatan kaki, atau lampiran. Sebelum memproses, telusuri dokumen dengan fitur pencarian pembaca PDF, lalu tandai setiap hasil yang muncul.

Data yang disensor masih ada di properti berkas. Sensor bekerja pada isi halaman, bukan pada metadata. Nama penyusun, judul, dan versi perangkat lunak yang tersimpan di properti PDF tidak ikut terhapus. Untuk bagian itu, gunakan langkah di Cara Menghapus Properti PDF Sebelum Dikirim, dan penjelasan tentang isinya ada di Metadata Apa Saja yang Tersimpan di PDF.

Berkas terkunci tidak bisa diproses. PDF yang dilindungi kata sandi harus dibuka dulu lewat Buka Kunci PDF. Tanpa sandi yang benar, berkasnya memang tidak bisa dibuka, jadi tidak bisa disensor.

Blok hitam menutupi bagian lain yang seharusnya tetap terbaca. Ini terjadi kalau kotaknya ditarik terlalu lebar. Periksa hasilnya di pratinjau sebelum diproses, karena area yang tertutup tidak bisa dikembalikan.

Kapan sebaiknya tidak memakai tool online

Dokumen dengan data yang sangat sensitif, misalnya berkas kepegawaian atau laporan keuangan yang belum boleh keluar dari jaringan kantor, sebaiknya disensor dengan aplikasi yang berjalan di komputer sendiri. Untuk tool di kelompok ini, berkas dialirkan ke pemroses dan hasilnya dikirim balik ke peramban tanpa ditulis ke penyimpanan permanen. Meski begitu, berkas tetap meninggalkan perangkat selama proses berlangsung. Keterangan lengkapnya ada di kebijakan privasi.

Kalau kebijakan kantor melarang berkas keluar sama sekali, pilihan yang benar adalah aplikasi desktop, meskipun tampilannya belum tentu senyaman pratinjau di peramban.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah sensor bisa dibatalkan setelah diproses? Tidak. Isi yang sudah dihapus tidak bisa dipulihkan dari berkas hasil. Karena itu, simpan berkas asli dan pastikan setiap kotak benar sebelum memproses.

Apakah teks yang disensor masih bisa dicari? Tidak. Teks itu sudah tidak ada di dalam berkas, sehingga fitur pencarian tidak akan menemukannya. Cara memeriksanya: cari kata yang tadi ada di area itu pada berkas hasil.

Apa yang terlihat pada dokumen hasil? Area yang ditandai tampil sebagai blok hitam. Bagian lain halaman tidak berubah: huruf, gambar, dan tata letaknya tetap seperti semula.

Kalau salah tandai, apa yang harus dilakukan? Karena hasilnya tidak bisa dibatalkan, ulangi prosesnya dari berkas asli, bukan dari berkas hasil. Simpan berkas asli selama pekerjaan belum selesai.

Apakah hasil sensor masih bisa dicetak dan dikirim seperti PDF biasa? Bisa. Berkas hasilnya adalah PDF biasa yang bisa dibuka, dicetak, dan digabung dengan berkas lain.

Menyensor sebelum berkas dikirim

Untuk data yang harus benar-benar hilang, mulai dari Sensor PDF dan periksa setiap kotak sebelum memproses. Untuk pekerjaan lain di dokumen yang sama, seperti menambahkan teks pengganti atau merapikan halaman, urutkan setelah penyensoran selesai supaya berkas tidak diproses berkali-kali. Gambaran seluruh pekerjaan edit ada di Mengedit PDF: Teks, Cap, dan Area, dan topik PDF secara umum dimulai dari Panduan PDF.