Menggabungkan PDF untuk skripsi dikerjakan dengan menyatukan bab-bab yang ditulis terpisah menjadi satu berkas lewat Gabung PDF. Urutan yang lazim mengikuti susunan skripsi: halaman judul, lembar pengesahan, kata pengantar, daftar isi, lalu bab satu sampai bab terakhir, dan lampiran di bagian belakang.
Menulis setiap bab sebagai berkas terpisah adalah kebiasaan yang masuk akal. Bab jadi mudah disunting, mudah dikirim ke pembimbing, dan tidak ada satu berkas besar yang berisiko rusak. Konsekuensinya muncul di akhir: seluruh berkas itu harus disatukan dengan urutan yang benar.
Susunan berkas skripsi
Susunan berikut adalah urutan yang paling umum dipakai. Ikuti pedoman penulisan dari kampus Anda kalau ada perbedaan.
Bagian awal. Halaman judul, lembar pengesahan, pernyataan keaslian, abstrak, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, dan daftar gambar.
Bagian isi. Bab satu sampai bab terakhir, berurutan. Setiap bab boleh berdiri sebagai berkas sendiri.
Bagian akhir. Daftar pustaka, lampiran, dan riwayat penulis kalau diminta.
Satu hal yang sering terlewat: halaman yang bernomor romawi di bagian awal dan halaman yang bernomor arab di bagian isi. Penggabungan tidak mengubah angka yang tercetak di halaman. Kedua penomoran itu tetap seperti aslinya setelah digabung.
Menyiapkan bab sebelum digabung
Empat hal berikut sebaiknya dibereskan sebelum seluruh bab disatukan.
Samakan ukuran halaman dan margin. Bab yang ditulis dengan pengaturan berbeda akan terlihat berbeda setelah digabung. Periksa satu per satu. Penggabungan tidak menyamakan ukuran halaman, dan setiap halaman mempertahankan ukurannya masing-masing.
Samakan jenis dan ukuran huruf. Perbedaan huruf antar bab paling terlihat di halaman yang saling berhadapan.
Periksa nomor halaman di setiap bab. Nomor yang tercetak di halaman adalah bagian dari isi halaman. Kalau setiap bab dimulai dari nomor satu, hasil gabungannya akan punya nomor yang berulang.
Buang halaman kosong dan halaman catatan. Halaman catatan revisi yang tidak perlu ikut diserahkan sebaiknya dibuang lewat Hapus Halaman PDF.
Langkah menggabungkan bab skripsi
- Kumpulkan seluruh berkas dalam satu folder. Beri nama dengan nomor urut, misalnya "00-halaman-judul.pdf", "01-bab-1.pdf", "02-bab-2.pdf".
- Buka Gabung PDF.
- Pilih seluruh berkas sesuai urutan.
- Periksa daftar dari atas ke bawah. Urutan daftar adalah urutan hasil.
- Geser berkas yang posisinya salah.
- Jalankan proses, lalu unduh hasilnya.
- Periksa hasilnya halaman demi halaman sebelum diserahkan.
Kalau jumlah berkasnya lebih dari batas paket, gabungkan per kelompok lebih dulu. Misalnya kelompok bagian awal, kelompok isi, dan kelompok lampiran. Hasil setiap kelompok digabungkan lagi di putaran terakhir. Batasnya 10 berkas tanpa akun, 20 berkas pada paket Gratis, dan 20 berkas pada paket Berbayar per proses.
Soal nomor halaman dan daftar isi
Ini bagian yang paling sering menimbulkan masalah, dan penting dipahami sebelum mulai.
Nomor halaman yang tercetak di sudut kertas adalah bagian dari gambar halaman. Ia tidak berubah saat halaman lain digabung atau dibuang. Kalau setiap bab dimulai ulang dari nomor satu, hasil gabungannya akan memuat nomor yang berulang, dan itu biasanya tidak diterima.
Karena itu, penomoran sebaiknya diatur sebelum bab dicetak atau diekspor menjadi PDF. Atur penomoran berurutan di aplikasi pengolah kata, baru ekspor setiap bab, lalu gabungkan. Perbaikan setelah digabung jauh lebih mahal: nomor yang sudah tercetak tidak bisa diubah tanpa mencetak ulang halamannya.
Daftar isi juga menyimpan nomor halaman sebagai tujuan tautan. Setelah bab digabung, nomor halaman di daftar isi bisa meleset. Perbarui daftar isinya setelah seluruh bab digabung, bukan sebelumnya.
Memeriksa hasil sebelum diserahkan
Pemeriksaan berikut memakan waktu, tetapi jauh lebih murah daripada memperbaiki berkas yang sudah diserahkan.
Jumlah halamannya. Bandingkan total halaman hasil gabungan dengan jumlah halaman seluruh bab. Selisih berarti ada halaman yang hilang atau tersalin.
Urutan babnya. Periksa halaman pertama setiap bab. Pastikan bab satu berada sebelum bab dua, dan seterusnya.
Halaman kosong yang tersisip. Gulir seluruh dokumen dan perhatikan halaman yang hanya berisi satu baris atau benar-benar kosong.
Konsistensi tampilan. Periksa margin, huruf, dan jarak baris di pergantian antar bab.
Tautan daftar isi. Uji beberapa tautan. Tautan yang menunjuk halaman di luar rentang biasanya dinonaktifkan, sedangkan tautan di dalam dokumen bisa tetap aktif dengan tujuan yang meleset.
Masalah yang sering terjadi
Nomor halaman berulang di setiap bab. Ini terjadi karena setiap bab dimulai dari nomor satu. Perbaikan paling bersih adalah mengatur penomoran berurutan di aplikasi pengolah kata, lalu mengekspor ulang babnya.
Ukuran halaman berbeda antar bab. Periksa pengaturan halaman setiap bab sebelum diekspor. Penggabungan tidak menyamakan ukuran halaman.
Halaman lampiran muncul di tengah. Periksa urutan berkas di daftar. Halaman yang tidak disebut saat penyusunan ulang akan terbuang, jadi hati hati saat memakai Atur Halaman PDF untuk merapikan hasilnya.
Berkasnya terlalu besar untuk diunggah ke sistem kampus. Hasil pindai lampiran biasanya penyebabnya. Perkecil lewat Kompres PDF sebelum diserahkan.
Sebagian halaman hasil pindai tidak bisa dicari. Hasil pindai belum punya lapisan teks digital, sehingga pencarian kata tidak menemukannya. Bagian yang perlu bisa dicari sebaiknya dikirim dalam versi teks digitalnya.
Kalau babnya ditulis dalam format lain
Bab yang ditulis di aplikasi pengolah kata perlu diekspor menjadi PDF lebih dulu lewat Word ke PDF (simpan langsung ke PDF dari menu File di Microsoft Word atau WPS). Tabel yang dibuat di aplikasi lembar kerja diekspor lewat Excel ke PDF (simpan langsung ke PDF dari menu File di Microsoft Excel atau WPS). Setelah semuanya berbentuk PDF, barulah penggabungan dikerjakan.
Satu catatan tentang ekspor: ekspor ulang berkas yang sudah pernah digabungkan akan menghasilkan PDF baru, dan penggabungan harus diulang. Simpan berkas asli setiap bab, jangan menimpanya dengan hasil gabungan.
Menyatukan daftar isi dan daftar pustaka
Dua bagian ini layak ditangani secara khusus karena keduanya menunjuk ke halaman lain.
Daftar isi. Susun daftar isi setelah seluruh bab digabung, supaya nomor halamannya sesuai dengan hasil akhir. Kalau daftar isi dibuat sebelum penggabungan, nomornya mengacu pada penomoran masing-masing bab dan hampir pasti meleset. Hasil daftar isi yang sudah jadi bisa diekspor menjadi PDF lewat Word ke PDF (simpan langsung ke PDF dari menu File di Microsoft Word atau WPS), lalu digabungkan sebagai bagian dari berkas akhir.
Daftar pustaka. Daftar pustaka biasanya diletakkan setelah bab terakhir dan sebelum lampiran. Periksa apakah daftar itu sudah memuat seluruh sumber yang dikutip di semua bab, karena setiap bab ditulis terpisah dan daftarnya bisa tertinggal di salah satu berkas.
Daftar tabel dan daftar gambar. Sama seperti daftar isi, keduanya menyimpan nomor halaman. Susun setelah penggabungan selesai.
Berapa lama pengerjaannya
Penggabungan naskah skripsi biasanya memakan waktu lebih lama daripada penggabungan berkas biasa. Penyebabnya bukan jumlah halamannya, melainkan ukuran berkasnya. Naskah yang memuat banyak gambar, grafik, dan peta bisa berukuran puluhan MB, dan semuanya harus diunggah sebelum proses berjalan.
Untuk naskah sebesar itu, kerjakan penggabungan saat koneksinya longgar. Kalau koneksinya tidak stabil, gabungkan per kelompok lebih dulu, lalu satukan hasil kelompoknya di putaran terakhir.
Batas per berkas pada tool: 30 MB pada paket Gratis dan 200 MB pada paket Berbayar. Naskah dengan banyak gambar bisa mendekati angka itu, jadi periksa ukurannya sebelum mulai.
Kapan sebaiknya tidak memakai tool online
Naskah skripsi yang belum dipublikasikan adalah karya yang belum boleh beredar. Sebagian kampus meminta mahasiswanya tidak mengunggah naskah ke layanan pihak ketiga sebelum sidang.
Kalau naskahnya tetap harus diproses lewat peramban, pahami dulu bagaimana penyedianya menangani berkas. Di ngeditpdf.com, untuk tool di kategori ini, berkas tidak ditulis ke penyimpanan permanen. Berkas dialirkan ke pemroses, hasilnya dikirim balik, lalu selesai. Keterangan lengkapnya ada di kebijakan privasi.
Kalau Anda memilih aplikasi yang berjalan di komputer sendiri, itu pilihan yang wajar untuk naskah yang belum dipublikasikan.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah penomoran halaman bisa diperbaiki setelah digabung? Tidak langsung. Angka yang tercetak di halaman adalah bagian dari isi halaman. Untuk mengubahnya, nomor baru harus dicetak sebagai lapisan tambahan.
Apakah penanda buku di setiap bab ikut terbawa? Ya, penanda buku dipertahankan. Kalau setiap bab punya penanda bukunya sendiri, penanda itu tetap ada di hasil gabungan.
Bisakah bab yang jumlah halamannya banyak dipecah lagi setelah digabung? Bisa, lewat Pisah PDF. Pemecahan menghasilkan berkas terpisah yang dikemas dalam ZIP.
Apakah urutan bab bisa diperiksa tanpa membuka seluruh halaman? Bisa, sebagian. Periksa halaman pertama setiap bab dan halaman terakhir dokumen. Titik-titik itu biasanya cukup untuk mendeteksi urutan yang meleset.
Apakah berkas skripsi boleh digabung dengan lampiran hasil pindai? Boleh. Ukuran halamannya boleh berbeda, dan setiap halaman mempertahankan ukurannya masing-masing. Perkecil dulu lampirannya kalau ukurannya besar.
Untuk menyatukan seluruh bab menjadi satu naskah, mulai dari Gabung PDF. Kalau ada bab yang perlu dirapikan lebih dulu, Hapus Halaman PDF membuang halaman yang tidak dibutuhkan. Dasar-dasarnya ada di Cara Menggabungkan PDF dan Menyusun Urutannya.