Tanda perlu ganti kerja paling sering muncul sebagai kumpulan hal kecil yang berlangsung lama, bukan sebagai satu kejadian besar. Upah yang tidak pernah menyesuaikan, peran yang tidak berkembang, atasan yang berganti terus, atau pekerjaan yang mulai mengganggu kesehatan. Satu tanda saja belum cukup untuk memutuskan. Yang menentukan adalah apakah tandanya berulang dan apakah sudah Anda coba perbaiki.
Artikel ini membahas kapan keputusan pindah masuk akal dan apa yang perlu disiapkan sebelum keluar. Ia berbeda dari cara mengatasi bosan kerja yang membahas kejenuhan terhadap pekerjaan, dan berbeda dari cara menghadapi atasan sulit. Di sini pertanyaannya satu: apakah tempat ini masih layak dipertahankan.
Keputusan pindah bukan kegagalan. Sebagian orang berpindah karena pertumbuhan, sebagian karena keadaan, dan sebagian karena nilai yang tidak lagi sejalan. Yang membuat perpindahan berjalan baik bukan keberanian semata, melainkan persiapan: tujuan yang jelas, keuangan yang cukup, dan dokumen yang siap.
Tanda yang berkaitan dengan pertumbuhan
Tanda pertama, tidak ada lagi yang bisa Anda pelajari di tempat itu. Anda sudah menguasai pekerjaannya, tidak ada tantangan baru, dan tanggung jawab Anda tidak bertambah meskipun hasilnya baik. Kalau keadaan ini berlangsung bertahun-tahun, kemampuan Anda berhenti berkembang.
Tanda kedua, peran Anda tidak berubah meskipun Anda sudah meminta. Percakapan tentang pengembangan sudah dilakukan, syaratnya sudah ditanyakan, dan usaha Anda sudah dicoba, tetapi hasilnya tetap sama. Ini berbeda dari sekadar bosan.
Tanda ketiga, kesempatan selalu diberikan kepada orang lain tanpa alasan yang jelas. Satu kali kejadian bisa dimaklumi; kalau berulang, itu informasi tentang bagaimana perusahaan menilai Anda.
Tanda yang berkaitan dengan penghasilan dan keadilan
Tanda keempat, penghasilan Anda tidak pernah menyesuaikan meskipun tanggung jawab Anda bertambah. Perlu diperiksa dengan hati-hati, karena penyesuaian upah diatur aturan yang berlaku dan kebijakan perusahaan, dan angkanya berubah dari waktu ke waktu. Periksa ke sumber resmi atau tanyakan ke bagian kepegawaian, lalu bandingkan dengan isi perjanjian Anda.
Tanda kelima, Anda menemukan perbedaan perlakuan yang tidak bisa dijelaskan. Misalnya beban kerja yang jauh berbeda untuk posisi yang setara, atau potongan yang tidak sesuai dengan kesepakatan. Kumpulkan bukti lebih dulu: perjanjian kerja, slip gaji, dan komunikasi tertulis. Kalau tidak selesai setelah ditanyakan, dinas ketenagakerjaan setempat bisa memberi arah.
Tanda keenam, perusahaan meminta Anda melakukan hal yang melanggar aturan atau etika. Ini tanda yang tidak perlu ditimbang lama. Kewajiban profesional Anda tetap ada, tetapi permintaan yang melanggar bukan bagian dari pekerjaan.
Tanda yang berkaitan dengan kesehatan
Tanda ketujuh, pekerjaan mulai mengganggu tidur, nafsu makan, atau kesehatan Anda. Ini tanda yang paling perlu direspons cepat. Saran tentang jam selesai dan batas kerja bisa membantu, tetapi kalau gejalanya sudah berat, temui tenaga kesehatan lebih dulu.
Tanda kedelapan, Anda merasa cemas setiap hari sebelum berangkat kerja, dan kecemasan itu tidak mereda setelah beberapa minggu. Perasaan sesekali wajar, terutama pada masa sibuk. Yang perlu diperhatikan adalah perasaan yang berlangsung terus.
Tanda kesembilan, pekerjaan mulai merusak hubungan Anda dengan keluarga atau orang terdekat. Waktu yang terus berkurang, pikiran yang tidak lepas dari pekerjaan, dan emosi yang terbawa ke rumah.
Membedakan tanda dari masalah sesaat
Tidak semua ketidaknyamanan berarti Anda perlu pindah. Ada masa ketika pekerjaan memang berat: proyek besar, atasan baru yang sedang menyesuaikan, atau perubahan organisasi. Pada masa seperti itu, ketidaknyamanan wajar dan biasanya mereda.
Cara membedakannya, periksa tiga hal. Pertama, apakah keadaan itu punya akhir yang jelas. Masa sibuk yang berakhir berbeda dari beban yang tidak pernah selesai. Kedua, apakah ada perbaikan setelah Anda menyampaikannya. Ketiga, apakah masalahnya satu atau banyak. Satu masalah biasanya bisa dikelola; banyak masalah yang saling berkaitan lebih berat.
Beri waktu yang cukup sebelum memutuskan, tetapi jangan menunda tanpa batas. Cara yang sering dipakai adalah menetapkan waktu tinjauan, misalnya tiga bulan. Selama waktu itu, catat kejadiannya dan coba perbaiki. Setelah waktu itu habis, nilai lagi dengan kepala dingin.
Menyiapkan diri sebelum keluar
Kalau keputusannya mengarah ke pindah, siapkan diri lebih dulu. Hal pertama yang perlu disiapkan adalah tujuan. Pindah ke tempat yang lebih baik berbeda dari pindah menjauh dari tempat yang buruk. Tujuan yang jelas membuat Anda memilih lowongan dengan saringan yang benar.
Hal kedua adalah keuangan. Siapkan dana penyangga untuk menutup pengeluaran selama masa pencarian kerja. Jangan mengandalkan gaji terakhir atau uang pesangon, karena jumlah dan waktunya bergantung pada keadaan yang belum pasti. Atur keuangan Anda supaya keputusan berikutnya tidak diambil karena terdesak.
Hal ketiga adalah dokumen. Perbarui CV dan profil profesional Anda, kumpulkan hasil kerja yang bisa ditunjukkan, dan pastikan salinan kontrak serta surat keterangan kerja Anda tersimpan. Untuk menyusun CV, Pembuat CV menyediakan jalur ATS dan Kreatif dengan sebelas bagian yang bisa diisi. Bahan lain bisa Anda susun di portofolio karier.
Urutan langkah yang aman
Mulai dari hal yang tidak terlihat: perbarui CV, rapikan profil, dan siapkan portofolio. Setelah itu, cari lowongan dan ikuti prosesnya. Jangan mengundurkan diri sebelum ada kejelasan dari pekerjaan baru, kecuali Anda punya alasan kuat dan dana yang cukup.
Kalau Anda ingin meminta referensi, lakukan sebelum keluar dan pilih orang yang bisa dipercaya. Cara memintanya ada di cara meminta referensi kerja.
Setelah pekerjaan baru pasti, urus perpindahannya dengan rapi. Ikuti aturan pemberitahuan yang tertulis di kontrak dan kebijakan perusahaan, serahkan pekerjaan Anda dengan tuntas, dan jaga hubungan dengan rekan kerja.
Yang sebaiknya tidak dilakukan
Jangan mengundurkan diri karena emosi sesaat. Keputusan yang diambil pada hari terburuk biasanya tidak mempertimbangkan hal penting, seperti keuangan dan pasar kerja. Tulis alasan Anda, lalu baca ulang setelah beberapa hari.
Jangan menjelekkan perusahaan lama saat wawancara. Pewawancara akan membayangkan Anda mengucapkan hal serupa tentang tempat barunya. Sampaikan alasan pindah dengan fokus pada tujuan Anda.
Jangan mengarang alasan atau menyembunyikan riwayat kerja. Ketidakcocokan data mudah terlihat saat verifikasi, dan risikonya lebih besar daripada manfaatnya.
Jangan juga pindah hanya karena tawaran yang lebih tinggi tanpa memeriksa isinya. Baca perjanjian kerja yang baru, periksa beban dan jam kerjanya, dan tanyakan hal yang tidak jelas. Cara memeriksanya ada di cara membaca kontrak kerja.
Kapan sebaiknya bertahan
Ada keadaan yang membuat bertahan lebih masuk akal. Kalau perusahaan sedang memberi Anda kesempatan yang jelas, misalnya proyek besar atau peran baru yang sedang berjalan, selesaikan dulu. Keluar di tengah kesempatan seperti itu menghilangkan bukti hasil yang sedang Anda bangun.
Kalau masalahnya baru berlangsung singkat, beri waktu. Perubahan organisasi, atasan baru, dan masa penyesuaian biasanya mereda setelah beberapa bulan. Memutuskan pada bulan pertama sering keliru.
Kalau pasar kerja sedang sulit untuk bidang Anda, siapkan diri lebih matang sebelum keluar. Jangan mempersempit pilihan Anda sendiri. Gunakan waktu itu untuk memperkuat portofolio dan jaringan.
Pertanyaan yang sering muncul
Berapa tanda yang cukup untuk memutuskan pindah? Tidak ada jumlah yang pasti. Yang lebih penting adalah apakah tandanya berulang, apakah sudah Anda coba perbaiki, dan apakah keadaannya punya akhir yang jelas. Satu tanda yang serius, misalnya masalah kesehatan, bisa cukup.
Apakah saya harus punya pekerjaan baru dulu sebelum resign? Idealnya begitu, terutama kalau Anda punya tanggungan. Kalau Anda memilih keluar lebih dulu, pastikan dana penyangga Anda cukup dan alasan keluar Anda jelas.
Bagaimana kalau saya sudah bertahan bertahun-tahun dan takut memulai lagi? Rasa takut itu wajar. Mulai dari langkah kecil: perbarui CV, hubungi satu kenalan, lihat beberapa lowongan.
Apakah pindah kerja selalu menaikkan penghasilan? Tidak selalu. Tawaran yang lebih tinggi bisa disertai beban yang lebih besar atau biaya lain. Periksa isi tawarannya secara menyeluruh.
Apakah saya berhak atas sesuatu saat mengundurkan diri? Hak yang timbul saat berhenti bergantung pada alasan dan masa kerja, dan aturannya berubah dari waktu ke waktu. Verifikasi ke sumber resmi seperti dinas ketenagakerjaan setempat atau bagian kepegawaian.
Menimbang dengan kepala dingin
Tulis daftar alasan Anda bertahan dan alasan Anda pindah. Beri bobot pada masing-masing, lalu lihat mana yang lebih banyak dan mana yang lebih penting bagi hidup Anda. Cara ini membuat pertimbangannya terlihat, bukan hanya terasa.
Kalau yang membuat Anda tidak betah adalah atasan, baca cara menghadapi atasan sulit untuk memastikan masalahnya bukan pada cara kerja yang bisa disesuaikan. Kalau yang Anda rasakan kejenuhan, baca cara mengatasi bosan kerja. Peta lengkap topik karier ada di Karier Jangka Panjang.