Gabung ktp dan kk jadi pdf dikerjakan dengan menyiapkan pindaian kedua dokumen yang terbaca jelas, mengubahnya menjadi PDF bila masih berupa foto, lalu menyatukannya lewat Gabung PDF yang menggabungkan 2 sampai 20 berkas menjadi satu dokumen berurutan. Urutan yang umum dipakai adalah KTP dulu baru kartu keluarga, dengan halaman depan tiap dokumen mendahului halaman belakangnya. Satu PDF berisi dua identitas ini memudahkan verifikator mencocokkan NIK, nama, dan susunan keluarga tanpa membuka dua berkas terpisah.
Panduan ini khusus untuk pasangan KTP dan KK, bukan untuk seluruh berkas lamaran. Fokusnya pada keterbacaan dua dokumen yang penuh data kecil: nomor induk, tanggal lahir, alamat, dan nama anggota keluarga. Huruf yang sedikit buram pada CV masih bisa ditoleransi pembaca, tetapi angka yang buram pada KTP membuat verifikasi terhenti, jadi standar keterbacaannya lebih ketat di sini.
Kapan pasangan ini digabung dan kapan dipisah
Pasangan ini digabung ketika pengumuman atau portal menyediakan satu kolom untuk identitas kependudukan, misalnya kolom bertuliskan KTP dan KK dalam satu unggahan. Kondisi lain adalah lamaran via surel yang meminta identitas dalam satu lampiran agar arsip HRD ringkas. Selama pengumuman tidak melarang penggabungan, satu PDF berisi dua dokumen yang berurutan justru membantu pemeriksaan.
Pasangan ini dipisah ketika portal sudah menyediakan kolom sendiri untuk KTP dan kolom sendiri untuk KK. Dalam kondisi itu, unggah masing-masing di kolomnya karena menggabungkan keduanya membuat tiap kolom memuat halaman yang tidak relevan. Pisahkan juga ketika salah satu dokumen sedang dalam pembaruan data, misalnya KK baru diterbitkan dan KTP masih memakai alamat lama, supaya verifikator tidak mengira keduanya diterbitkan bersamaan.
Syarat dan batas yang perlu dicek dulu
Baca pengumuman instansi tahun berjalan untuk memastikan apakah KTP dan KK diminta dalam satu unggahan atau dua unggahan terpisah, serta berapa ukuran maksimal tiap berkas. Sebagian instansi mengatur pindaian berwarna, sebagian mengatur kedua sisi KTP harus tampak, dan sebagian mengatur KK difoto atau dipindai seluruh halamannya. Yang mengikat selalu pengumuman yang sedang berlaku. Untuk seleksi CASN, rujukan resminya adalah portal SSCASN BKN yang memuat menu Formasi, FAQ, Dasar Hukum, dan Buku Petunjuk.
Syarat dokumen, ukuran maksimal, format, jumlah e-materai, dan template surat berubah tiap tahun dan tiap instansi. Cek selalu Buku Petunjuk dan pengumuman instansi tahun berjalan di portal resmi (SSCASN BKN untuk CASN, kanal resmi FHCI/BUMN untuk rekrutmen BUMN). NgeditPDF hanya membantu menyiapkan berkas, bukan situs resmi pemerintah.
Batas pemrosesan mengikuti paket yang dipakai: tanpa akun 20 pemrosesan per hari dengan 10 MB per berkas dan 10 berkas per proses, paket Gratis dengan akun 30 pemrosesan per hari dengan 30 MB per berkas dan 20 berkas, dan paket Berbayar tanpa batas jumlah pemrosesan dengan 200 MB per berkas dan 20 berkas. Detail paket ada di halaman harga. Berkas tidak ditulis ke penyimpanan permanen, isinya lewat di memori dan hasilnya dikirim ke peramban, sesuai kebijakan privasi.
Pindai KTP depan dan belakang dengan benar
Letakkan KTP di atas latar polos dengan cahaya merata dan foto atau pindai sisi depannya sampai seluruh kartu masuk bingkai. Pastikan foto, NIK, nama, dan tanda tangan terlihat jelas tanpa pantulan cahaya yang menutup angka. Ulangi untuk sisi belakangnya dengan standar yang sama, pastikan tidak ada jari yang menutupi bagian kartu. Dua sisi ini penting karena sebagian verifikator memeriksa masa berlaku dan elemen belakang kartu juga.
Perbesar hasil di layar HP sampai 150 persen dan baca NIK digit per digit. Kalau satu angka saja perlu ditebak, ambil ulang fotonya dengan jarak sedikit lebih dekat atau cahaya yang lebih baik. Jangan menaikkan ketajaman berlebihan di aplikasi foto karena garis tepi huruf justru pecah dan angka menjadi sulit dibaca mesin. KTP yang dirasa sudah cukup jelas di layar kecil sering ternyata buram saat dibuka di layar komputer verifikator, jadi pemeriksaan pembesaran ini wajib.
Jangan mengubah isi KTP dalam bentuk apa pun: jangan mengetik ulang NIK, jangan menambal foto, jangan memperbaiki tanggal, dan jangan membuka atau mengedit berkas milik orang lain. Yang boleh dilakukan hanya memotret atau memindai ulang sampai jelas, memutar orientasi yang miring, dan mengatur ukuran berkas. Integritas data kependudukan tidak bisa ditawar dan pelanggaran di titik ini berakibat pada diskualifikasi. UU Administrasi Kependudukan juga melarang manipulasi data kependudukan dan elemen data penduduk (Pasal 77), dengan ancaman penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp75 juta (Pasal 94).
Pindai KK satu halaman penuh
Kartu keluarga berukuran lebih besar dari KTP sehingga pemotretan butuh jarak dan kelurusan yang lebih dijaga. Letakkan KK di permukaan datar, sejajarkan tepi kartu dengan tepi bingkai kamera, dan pastikan seluruh kolom anggota keluarga masuk tanpa ada baris yang terpotong. Cahaya dari satu sisi menimbulkan bayangan lipatan kertas, jadi gunakan cahaya menyebar dari atas atau dekat jendela pada siang hari.
Baca ulang kolom nama, NIK tiap anggota, dan nomor KK di bagian kepala dokumen setelah dipotret. KK dipakai verifikator untuk mencocokkan nama pelamar dengan susunan keluarga, sehingga satu baris yang terpotong membuat pencocokan tidak lengkap. Kalau KK terdiri dari lebih dari satu halaman, pastikan tiap halaman dipotret terpisah dengan urutan yang jelas, halaman pertama memuat kepala keluarga dan halaman berikutnya lanjutannya.
Periksa kesesuaian data antara KTP dan KK sebelum digabung, misalnya ejaan nama dan alamat. Kalau ada perbedaan karena pembaruan yang belum serentak, itu kondisi nyata yang penjelasannya mengikuti ketentuan instansi, bukan sesuatu yang diperbaiki dengan mengedit pindaian. Pemilik KTP-el wajib melapor ke Instansi Pelaksana bila elemen datanya berubah (Pasal 64 ayat 8 UU Administrasi Kependudukan), dan untuk salah ketik nama, Dinas Dukcapil menyebut pembetulan bisa diurus tanpa sidang pengadilan dan tanpa biaya. Jangan pernah mengubah isi pindaian KK agar cocok dengan KTP, karena itu pemalsuan dokumen.
Ubah foto menjadi PDF sebelum digabung
- Kumpulkan foto KTP depan, KTP belakang, dan tiap halaman KK yang sudah lolos pemeriksaan keterbacaan.
- Buka Foto ke PDF dan unggah foto KTP depan dan belakang dalam satu proses sesuai urutan baca.
- Jalankan konversi dan unduh hasilnya sebagai PDF KTP yang tiap gambar menempati satu halaman A4 dengan margin 20 mm.
- Ulangi proses yang sama untuk foto KK sehingga menjadi PDF KK yang terpisah.
- Ganti nama hasilnya menjadi berurutan, misalnya 01-ktp.pdf dan 02-kk.pdf, agar mudah dikenali di tahap gabung.
Satu gambar menjadi satu halaman A4 berukuran 210 x 297 mm pada hasil konversi, dan latar transparan menjadi putih. Perilaku ini normal dan membuat pindaian kartu terlihat bersih di atas halaman putih. Kalau ukuran foto asli sangat besar sehingga PDF hasil konversi ikut besar, kecilkan fotonya dulu lewat Kompres JPG yang menghapus data lokasi EXIF dan GPS, lalu konversi ulang.
Gabungkan dan susun urutannya
- Buka Gabung PDF dengan PDF KTP dan PDF KK yang sudah siap.
- Unggah kedua berkas dalam satu proses, keduanya dihitung dalam batas 2 sampai 20 berkas per proses.
- Periksa daftar pratinjau dan geser urutan sampai menjadi KTP dulu baru KK, dengan halaman depan mendahului halaman belakang di tiap dokumen.
- Jalankan penggabungan, unduh hasilnya, dan simpan dengan nama yang jelas misalnya ktp-kk-nama-2026.pdf.
- Buka hasil dari halaman pertama sampai terakhir dan pastikan urutannya KTP depan, KTP belakang, lalu halaman KK berurutan.
Kalau hasil gabungan melebihi batas unggah portal, kecilkan sumbernya lewat Kompres PDF yang menurunkan resolusi gambar berlebih dan menampilkan ukuran sebelum dan sesudah setelah proses. Hasil uji yang tercatat adalah pindaian 1,43 MB menjadi 262 KB atau turun 82 persen, sehingga pasangan identitas yang ukurannya membengkak biasanya kembali di bawah batas setelah satu kali kompres. Kompres sumbernya lalu gabungkan ulang, bukan mengompres hasil gabungan berulang kali.
Periksa seperti verifikator memeriksa
Buka PDF final dan baca NIK pada halaman KTP digit per digit, lalu cocokkan dengan NIK yang tercantum pada baris namamu di halaman KK. Kecocokan ini adalah pemeriksaan inti yang dilakukan verifikator, jadi lakukan sendiri sebelum mengunggah. Lanjut dengan memeriksa ejaan nama dan tanggal lahir di kedua dokumen, pastikan tidak ada halaman yang tertukar antara depan dan belakang.
Perbesar tiap halaman sampai 150 persen dan pastikan tidak ada pantulan cahaya yang menutup angka penting. Pantulan yang tampak samar di layar HP sering menutupi digit penuh di layar besar, jadi pemeriksaan ini tidak boleh dilewati. Pastikan juga tidak ada halaman ganda akibat foto yang sama terunggah dua kali, dengan menghitung halaman: KTP dua sisi ditambah tiap halaman KK harus sama dengan total halaman hasil.
Periksa ukuran final terhadap batas portal dan sisakan ruang di bawah batas maksimal. Berkas yang ukurannya persis di angka batas berisiko ditolak karena pembulatan sistem, jadi targetkan sedikit di bawahnya. Catat ukuran final di catatan lamaran agar mudah dibandingkan bila portal meminta unggah ulang.
Masalah yang sering terjadi
NIK tidak terbaca walaupun kartunya tampak jelas di foto kecil. Penyebabnya resolusi kurang atau fokus kamera meleset ke latar, bukan ke kartu. Ambil ulang dengan mengetuk fokus ke permukaan kartu, dekatkan sedikit, dan pastikan cahaya cukup. Jangan memperbesar foto buram secara digital karena pikselnya pecah dan angka tetap tidak terbaca.
Halaman KK terpotong di salah satu sisi karena jarak foto terlalu dekat. Ambil ulang dengan jarak lebih jauh sambil menjaga kelurusan, pastikan keempat tepi kartu terlihat di bingkai sebelum memotret. Memotret ulang satu halaman KK jauh lebih cepat daripada mengulang seluruh rangkaian gabung setelah verifikator menolaknya.
Urutan halaman tertukar antara depan dan belakang karena foto diunggah tanpa memperhatikan urutan. Perbaikannya konversi ulang dengan urutan foto yang benar, atau gabungkan ulang dengan urutan pratinjau yang diperiksa baris per baris. Jangan mengandalkan ingatan urutan unggah, baca ulang daftar pratinjau sebelum memproses.
Hasil gabungan terlalu besar karena foto asli beresolusi sangat tinggi. Kecilkan PDF sumbernya lewat Kompres PDF lalu gabungkan ulang dari sumber yang sudah dikecilkan. Teks hasil ketikan nyaris tidak berubah oleh kompres, sedangkan halaman pindaian turun signifikan, jadi pasangan identitas adalah kasus yang paling terbantu fitur ini.
Unggahan ke halaman konversi gagal di tengah jalan karena koneksi putus. Bedakan dengan penolakan format yang menampilkan pesan syarat berkas, sedangkan galat koneksi menampilkan pesan jaringan atau proses berhenti. Periksa jaringan dan ulangi dari foto yang sama.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah KTP harus dua sisi dalam satu PDF? Ikuti pengumuman, tetapi menyiapkan dua sisi adalah kebiasaan yang aman karena sebagian verifikator memeriksa elemen belakang kartu. Selama pengumuman tidak melarang, sertakan depan dan belakang dengan urutan depan dulu.
Bolehkah KTP difoto memakai HP, bukan dipindai memakai pemindai? Boleh, selama hasilnya tegak, lengkap, dan terbaca saat diperbesar 150 persen. Pemindai kantor memberi hasil lebih rata, tetapi foto HP yang diambil dengan cahaya baik dan fokus tepat diterima selama memenuhi syarat keterbacaan.
Bagaimana kalau KK lebih dari satu halaman? Potret tiap halaman terpisah dengan urutan yang jelas dan sertakan semuanya berurutan setelah KTP. Pastikan halaman pertama memuat kepala dokumen dengan nomor KK, lalu halaman lanjutan mengikuti nomor urutannya.
Apakah perlu mengompres dulu sebelum menggabung? Hanya bila ukuran melebihi batas unggah atau mendekati batas maksimal. Kalau ukuran masih longgar, gabungkan langsung tanpa kompres agar ketajaman maksimal terjaga. Kompres adalah solusi ukuran, bukan langkah wajib.
Bolehkah menutupi NIK anggota keluarga lain di KK? Jangan menutupi atau mengedit isi pindaian dengan cara apa pun. Kalau pengumuman mengatur perlindungan data tertentu, ikuti prosedurnya secara resmi, bukan dengan menyunting gambar sendiri. Imbauan Dukcapil untuk menyensor NIK ditujukan bagi foto KTP yang diunggah ke media sosial, bukan bagi berkas seleksi yang meminta data lengkap.
Simpan dan siapkan untuk diunggah
Simpan foto asli, PDF KTP, PDF KK, dan PDF gabungan dalam satu folder agar perbaikan satu halaman tidak mengulang semuanya. Beri nama yang konsisten supaya versi final mudah ditemukan di antara belasan berkas lamaran lain.
Satukan pasangan identitasmu lewat Gabung PDF setelah KTP depan belakang dan seluruh halaman KK terbaca jelas dan urutannya benar.
Sumber resmi
Diperiksa terakhir pada 20 Oktober 2026. Ketentuan bisa berubah, jadi rujuk halaman di bawah untuk aturan yang berlaku.
- Portal SSCASN BKN: portal resmi seleksi CASN yang memuat menu Formasi, FAQ, Dasar Hukum, dan Buku Petunjuk.
- UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan (JDIH BPK): Pasal 64 ayat (8) mewajibkan pemilik KTP-el melapor bila elemen data berubah, Pasal 77 melarang manipulasi data kependudukan, dan Pasal 94 mengancamnya dengan penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp75 juta.
- Dukcapil: Pembetulan Nama Karena Kesalahan Redaksional (29 Januari 2025): menyatakan salah ketik nama pada KTP-el, KK, atau akta kelahiran bisa dibetulkan di Dinas Dukcapil tanpa sidang pengadilan dan tanpa biaya.
- Dukcapil: Yuk, Jaga Kerahasiaan NIK Kamu (4 Oktober 2024): mengimbau agar foto KTP atau dokumen yang memuat NIK tidak diunggah ke media sosial tanpa menyembunyikan atau menyensor nomornya.