Laporan keuangan untuk pinjaman bank adalah gambaran keadaan usaha yang diserahkan saat mengajukan kredit modal usaha. Bank memakainya untuk menilai kemampuan usaha membayar kembali pinjaman, bukan sekadar melihat besarnya penjualan. Cara menyiapkannya adalah merapikan catatan usaha lebih dulu, menyusun laporan dari catatan itu, mencocokkan setiap angka, lalu memeriksa daftar berkas yang diminta bank. Angka dan syarat yang mengikat tidak ditulis di sini karena kewenangannya ada pada bank, dan verifikasinya harus dilakukan ke bank yang bersangkutan.
Kebijakan kredit tiap bank disusun sendiri, sehingga rincian berkas, penilaian, dan syaratnya bisa berbeda. Artikel ini karena itu hanya membahas urutan pekerjaan menyiapkan laporan, bukan ketentuan yang mengikat. Untuk hal yang mengikat, mintakan daftar dan penjelasan resmi langsung dari bank yang Anda tuju.
Apa yang sebenarnya dinilai bank
Bank menilai dua hal utama: kemampuan membayar dan kemauan membayar. Kemampuan dilihat dari arus kas usaha, yaitu apakah uang yang masuk cukup untuk menutup cicilan setelah biaya operasional. Kemauan dilihat dari riwayat pembayaran dan kualitas pencatatan. Laporan yang rapi menunjukkan usaha dikelola dengan tertib, dan itu bagian dari penilaian.
Karena itu, laporan yang dibesar-besarkan tidak menolong. Angka penjualan yang dinaikkan tanpa bukti akan terbentur saat bank mencocokkannya dengan rekening koran dan bukti transaksi. Laporan yang jujur, lengkap, dan konsisten dengan bukti jauh lebih kuat daripada laporan yang tampak menguntungkan tetapi tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Yang juga dinilai adalah kestabilan. Usaha yang catatannya menunjukkan pemasukan tetap dari bulan ke bulan biasanya dipandang lebih siap daripada usaha yang pemasukannya melonjak sekali lalu sepi. Karena itu, catatan beberapa bulan berturut-turut lebih berguna daripada catatan satu bulan yang bagus.
Merapikan catatan sebelum menyusun laporan
Laporan yang baik dibangun dari pembukuan yang rapi. Kalau pencatatan Anda masih berserakan, rapikan lebih dulu. Kumpulkan catatan transaksi, mutasi rekening, dan bukti-bukti transaksi, lalu cocokkan satu sama lain. Laporan yang dibangun dari catatan bolong hanya memindahkan masalah ke berkas yang lebih rapi.
Pisahkan uang usaha dari uang pribadi. Pencampuran keduanya membuat arus kas usaha sulit dibaca, karena pengeluaran pribadi bisa tampak sebagai biaya usaha. Kalau pemilik mengambil uang untuk keperluan pribadi, catat sebagai pengambilan pemilik, bukan sebagai biaya.
Cocokkan total penjualan dengan uang yang benar-benar masuk rekening. Selisihnya bisa berasal dari piutang yang belum dibayar, penjualan tunai, atau transaksi yang tercatat dua kali. Telusuri selisihnya dan jelaskan penyebabnya di catatan, karena bank biasanya menanyakan perbedaan antara penjualan dan mutasi rekening.
Kalau pencatatan masih manual, susun di lembar kerja dengan kolom tanggal, keterangan, kategori, pemasukan, dan pengeluaran. Satu baris untuk satu transaksi. Kerangka dan kebiasaan pencatatannya ada di cara membuat pembukuan sederhana.
Jenis laporan yang biasanya disiapkan
Laporan arus kas menunjukkan uang yang benar-benar masuk dan keluar pada satu periode. Untuk pengajuan pinjaman usaha, laporan ini yang paling langsung menjawab pertanyaan bank tentang kemampuan membayar. Bentuknya sederhana: penerimaan di satu sisi, pengeluaran di sisi lain, lalu selisihnya.
Laporan laba rugi membandingkan pendapatan dengan biaya pada periode tertentu. Laporan ini menunjukkan apakah usaha menghasilkan laba, terlepas dari kapan uangnya bergerak. Perbedaan antara laba dan kas perlu dipahami, karena penjualan yang sudah terjadi tetapi belum dibayar tetap dihitung sebagai pendapatan, sementara kasnya belum masuk.
Daftar aset dan kewajiban mencatat apa yang dimiliki usaha dan apa yang menjadi tanggungannya pada satu titik waktu. Daftar ini membantu bank melihat posisi usaha secara keseluruhan, termasuk utang yang sudah berjalan. Catat semua kewajiban, bukan hanya yang tampak besar.
Cara menyusun laporan-laporan itu dari catatan pembukuan dijelaskan di cara membuat laporan keuangan sederhana.
Urutan pekerjaan menyiapkan laporan
- Minta daftar resmi berkas dan laporan yang diminta dari bank yang Anda tuju.
- Baca daftar itu dengan teliti, lalu buat catatan kelengkapan Anda sendiri.
- Rapikan pembukuan: catat transaksi yang belum tercatat, koreksi yang salah.
- Cocokkan penjualan dengan mutasi rekening, lalu telusuri selisihnya.
- Susun laporan arus kas, laba rugi, dan daftar aset dan kewajiban dari catatan itu.
- Periksa kecocokan angka antar laporan, terutama saldo kas dan total penjualan.
- Siapkan dokumen pendukung yang menyertai laporan, sesuai daftar bank.
- Ekspor laporan ke PDF, bukan lembar kerja.
- Periksa keterbacaan dan kelengkapan berkas sebelum diserahkan.
- Tanyakan ke bank kalau ada berkas yang tidak jelas cara menyiapkannya.
Langkah pertama tidak bisa dilewati. Daftar dari bank itulah yang mengikat, dan menyiapkan berkas yang tidak diminta hanya menambah pekerjaan. Sebaliknya, melewatkan berkas yang diminta membuat pengajuan tertunda.
Memeriksa kecocokan angka
Bank memeriksa angka yang muncul di beberapa dokumen. Total penjualan di laporan harus cocok dengan catatan penjualan, dan saldo kas harus cocok dengan saldo rekening. Selisih sekecil apa pun paling sering menjadi temuan, dan pertanyaannya menyita waktu.
Periksa juga periode laporan. Pastikan laporan mencakup periode yang diminta bank, dan tanggalnya konsisten antar laporan. Laporan dengan periode yang tumpang tindih atau berlubang menyulitkan pembaca memahami keadaan usaha.
Periksa kelengkapan dokumen pendukung. Kalau daftar bank menyebut dokumen identitas, legalitas usaha, atau bukti kepemilikan, siapkan sesuai daftar itu. Jangan menambahkan dokumen yang tidak diminta tanpa alasan, karena berkas yang berlebihan juga menyulitkan pemeriksaan.
Mengemas berkas untuk diserahkan
Serahkan laporan dalam bentuk PDF, bukan lembar kerja. Dengan PDF, tampilan tetap utuh dan rumus di dalamnya tidak ikut terbaca. Kalau laporan terdiri dari beberapa berkas, satukan dengan Gabung PDF. Susunan halamannya bisa diubah di pratinjau sebelum berkas disatukan.
Kalau berkasnya perlu dikecilkan sebelum diunggah, Kompres PDF menurunkan resolusi gambar yang berlebihan dan merapikan struktur berkas. Laporan yang berisi foto bisa menyusut jauh, sedangkan laporan teks nyaris tidak berubah ukurannya.
Kalau ada data yang tidak perlu dibaca pihak lain di perjalanan, Proteksi PDF memasang kata sandi dan mengatur izin cetak, salin, dan ubah. Kirim sandinya lewat saluran yang berbeda, dan beri tahu bank cara membukanya. panduan metadata PDF membersihkan nama penulis dan nama perangkat sebelum berkas dikirim.
Simpan salinan lengkap dari berkas yang diserahkan. Kalau bank meminta tambahan atau mengajukan pertanyaan, salinan itu memudahkan Anda menjawab tanpa menyusun ulang dari awal.
Kapan sebaiknya tidak mengajukan sendiri
Kalau laporan usaha Anda belum menunjukkan kemampuan membayar yang meyakinkan, menyerahkan berkas lebih cepat belum tentu lebih baik. Perbaiki dulu arus kas dan catatannya, lalu ajukan ketika angkanya sudah stabil. Penolakan tetap tercatat, jadi ajukan sekali dengan persiapan yang sudah matang.
Kalau usaha Anda berbentuk badan atau memiliki beberapa pemilik, urusan pengajuan biasanya melibatkan dokumen legalitas dan keputusan bersama. Libatkan pihak yang berwenang menandatangani sejak awal, bukan setelah berkas selesai.
Kalau laporan usaha belum boleh keluar dari jaringan kantor, siapkan dengan aplikasi di komputer sendiri. Berkas pada layanan ini melewati pemroses dan hasilnya dikembalikan ke peramban tanpa penyimpanan permanen, tetapi berkas tetap meninggalkan perangkat selama proses berlangsung. Keterangan lengkapnya ada di kebijakan privasi.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah laporan sederhana cukup untuk pengajuan pinjaman usaha? Tergantung bank dan jenis pinjamannya. Sebagian bank menerima laporan sederhana untuk kredit kecil, sebagian meminta laporan yang lebih lengkap. Daftar resmi dari bank itulah yang mengikat.
Apakah laporan harus dibuat akuntan? Tidak selalu. Untuk kredit usaha kecil, laporan dari pembukuan sendiri sering cukup. Kalau bank meminta laporan yang disusun atau diaudit akuntan, ikuti ketentuan itu.
Bagaimana kalau penjualan tidak semuanya masuk rekening? Jelaskan bagian yang diterima tunai, dan tunjukkan catatan serta buktinya. Bank perlu memahami mengapa total penjualan berbeda dari mutasi rekening.
Apakah saya perlu menyebut utang lain yang sedang berjalan? Perlu. Sebutkan semua kewajiban, karena utang yang tidak disebut akan terlihat saat bank memeriksa riwayat kredit, dan itu merusak kepercayaan.
Apakah tool di sini bisa membantu pengajuan pinjaman? Tool di sini merapikan berkas, misalnya menggabungkan atau mengompres PDF. Tool ini tidak menilai kelayakan kredit dan tidak menggantikan ketentuan bank.
Mulai dari daftar bank
Kunjungi atau hubungi bank yang Anda tuju, lalu minta daftar resmi berkas dan laporan yang diperlukan. Susun catatan usaha Anda agar cocok dengan daftar itu, periksa kecocokan angkanya, lalu serahkan berkas dengan rapi. Urusan keuangan lain ada di Dokumen Keuangan, dan peta seluruh dokumen ada di Panduan Dokumen.