Berkas pengajuan KPR adalah kumpulan dokumen yang menceritakan dua hal kepada bank: siapa yang mengajukan dan properti apa yang dibeli. Cara menyiapkannya adalah memahami pihak yang terlibat, mengumpulkan data pemohon dan data properti, mencocokkan setiap dokumen, lalu memeriksa daftar yang diminta bank. Angka, syarat, dan daftar berkas yang mengikat ditetapkan bank, jadi semuanya perlu diverifikasi langsung ke bank yang bersangkutan, bukan dari artikel ini.

KPR punya satu ciri yang membedakannya dari kredit lain: ada properti yang menjadi jaminan, dan properti itu melibatkan pihak lain, yaitu penjual atau pengembang. Karena itu, berkasnya bukan hanya tentang pemohon, tetapi juga tentang objek yang dibeli. Kelengkapan dokumen properti sering menjadi penyebab tertundanya pengajuan, bukan kelengkapan dokumen pemohon.

Kebijakan KPR berbeda antar bank, dan daftar berkasnya pun bisa berbeda untuk rumah baru dan rumah bekas. Artikel ini membahas urutan pekerjaannya, bukan ketentuan yang mengikat. Untuk rincian yang berlaku, mintakan daftar resmi langsung dari bank yang Anda tuju.

Tulisan ini juga bukan nasihat keuangan atau hukum. Kalau keadaan Anda punya hal khusus, misalnya penghasilan yang tidak tetap atau properti yang kepemilikannya melibatkan beberapa orang, sampaikan apa adanya kepada bank sejak awal. Keadaan yang disembunyikan dan kemudian terungkap justru menggagalkan pengajuan di tahap berikutnya.

Pihak yang terlibat dalam pengajuan KPR

Ada beberapa pihak yang bekerja bersamaan. Pemohon adalah Anda, yang menyiapkan data penghasilan dan identitas. Bank adalah pemberi dana, yang menilai kelayakan dan meminta berkas. Penjual atau pengembang adalah pemilik properti, yang menyediakan dokumen kepemilikan. Notaris atau pejabat pembuat akta tanah terlibat saat transaksi dan pengikatan jaminan.

Memahami peta pihak ini membantu Anda tahu dokumen mana yang datang dari siapa. Dokumen pemohon Anda urus sendiri. Dokumen properti sering harus diminta ke penjual atau pengembang, dan permintaan itu butuh waktu. Mengetahui sejak awal siapa yang harus dihubungi mencegah pengajuan tertunda hanya karena satu dokumen belum diminta.

Kalau Anda membeli rumah dari pengembang, sebagian dokumen properti biasanya disiapkan pengembang. Kalau membeli rumah bekas dari perorangan, Anda atau penjual perlu menyiapkan dokumen kepemilikannya. Pastikan siapa yang menyiapkan apa sebelum berkas mulai dikumpulkan.

Menyiapkan data pemohon

Kumpulkan dokumen identitas dan dokumen penghasilan. Untuk pemohon pekerja, sumber utamanya adalah keterangan penghasilan dari pemberi kerja dan bukti pemotongan. Untuk pemohon wirausaha, sumbernya adalah catatan usaha dan laporan keuangan. Siapkan juga dokumen yang menunjukkan kewajiban yang sedang berjalan, karena bank menilai kemampuan membayar setelah memperhitungkan kewajiban yang sudah ada.

Pastikan nama dan nomor identitas yang tertulis sama persis dengan dokumen resminya. Perbedaan ejaan nama antara kartu identitas dan dokumen penghasilan adalah temuan yang sering, dan perbaikannya memakan waktu. Periksa satu per satu sebelum berkas diserahkan.

Siapkan keterangan penghasilan yang konsisten. Bila penghasilan datang dari beberapa sumber, uraikan tiap sumbernya lengkap dengan bukti. Bank perlu memahami dari mana penghasilan datang dan apakah sumbernya berkelanjutan. Kalau ada penghasilan yang tidak rutin, jelaskan sifatnya apa adanya.

Untuk pemohon wirausaha, laporan usaha yang rapi lebih meyakinkan daripada angka penjualan yang besar tetapi tidak bisa dijelaskan. Cara menyusun laporan usaha dari catatan pembukuan dijelaskan di cara membuat pembukuan sederhana.

Menyiapkan dokumen properti

Dokumen properti adalah bagian yang paling sering tertunda. Kumpulkan dokumen kepemilikan, keterangan tentang objek, dan dokumen dari penjual atau pengembang sesuai yang diminta bank. Untuk rumah baru dari pengembang, dokumen biasanya mengikuti pola yang sudah disiapkan pengembang. Untuk rumah bekas, dokumennya bergantung pada keadaan kepemilikan penjual.

Periksa kecocokan identitas pemilik pada dokumen dengan identitas penjual. Ketidakcocokan pada nama pemilik adalah temuan serius yang bisa menghentikan proses. Kalau properti dimiliki bersama, pastikan semua pihak yang berhak ikut menandatangani atau memberi persetujuan.

Siapkan juga keterangan mengenai objek, misalnya lokasi, luas, dan keadaan bangunan, sesuai yang diminta bank. Bank biasanya melakukan penilaian sendiri terhadap properti, tetapi data awal dari pemohon tetap diperlukan untuk memulai proses. Sampaikan data itu dengan benar, karena data yang tidak cocok dengan hasil penilaian memicu pertanyaan.

Urutan pekerjaan menyiapkan berkas KPR

  1. Minta daftar resmi berkas dari bank yang Anda tuju, dan tanyakan bedanya untuk rumah baru dan rumah bekas.
  2. Buat catatan kelengkapan: dokumen mana dari pemohon, mana dari penjual.
  3. Kumpulkan dokumen identitas dan dokumen penghasilan pemohon.
  4. Kumpulkan dokumen properti dari penjual atau pengembang.
  5. Cocokkan nama, nomor identitas, dan data properti di seluruh dokumen.
  6. Lengkapi pula keterangan tambahan yang dipinta bank, kalau ada.
  7. Ubah dulu berkas yang masih berupa lembar kerja atau foto menjadi PDF.
  8. Susun berkas menurut urutan yang diminta bank, lalu satukan bila perlu.
  9. Buka kembali PDF-nya dan pastikan setiap halaman terbaca sebelum diserahkan.
  10. Serahkan berkas, dan catat tanggal serta petugas yang menerimanya.

Langkah kedelapan sering diabaikan. Berkas yang urutannya sesuai permintaan memudahkan pemeriksa, dan berkas yang mudah diperiksa lebih jarang bermasalah. Susun urutannya mengikuti daftar bank, bukan mengikuti selera Anda.

Menggabungkan dan merapikan berkas

Serahkan berkas dalam bentuk PDF, bukan lembar kerja atau foto terpisah. Kalau berkas terdiri dari banyak dokumen, satukan dengan Gabung PDF. Urutan halamannya bisa digeser lewat pratinjau sebelum digabungkan. Untuk pindaian atau foto dokumen, JPG ke PDF menyusun gambar menjadi halaman berurutan, dan orientasi berbeda tetap tampil utuh.

Untuk berkas yang perlu diperkecil sebelum diunggah, Kompres PDF menurunkan resolusi gambar berlebih dan merapikan struktur berkas. PDF berisi foto bisa menyusut sampai sekitar 90 persen, sedangkan PDF teks nyaris tidak berubah.

Kalau berkasnya memuat data pribadi lengkap, Proteksi PDF memberi kata sandi dan mengatur izin cetak, salin, dan ubah. Sampaikan sandinya kepada bank melalui saluran terpisah dari berkasnya. Sebelum berkas dikirim, bersihkan nama penulis dan nama perangkat yang menempel dengan panduan metadata PDF.

Simpan salinan lengkap dari berkas yang diserahkan, beserta dokumen aslinya. Kalau bank meminta tambahan atau koreksi, salinan itu menghemat pengumpulan ulang dari awal.

Menghindari penundaan yang bisa dicegah

Penundaan pengajuan KPR jarang disebabkan penolakan. Lebih sering disebabkan dokumen yang belum lengkap atau data yang tidak cocok. Karena itu, periksa kelengkapan berkas terhadap daftar bank sebelum menyerahkan, dan periksa kecocokan data antar dokumen.

Jangan menyerahkan berkas dalam keadaan setengah siap dengan harapan sisanya menyusul. Berkas yang tidak lengkap sering dikembalikan untuk diperbaiki, dan pengembalian itu memulai lagi antrean pemeriksaan. Lengkapi dulu, baru serahkan.

Komunikasikan perubahan keadaan dengan cepat. Kalau ada dokumen yang ternyata sulit diperoleh, tanyakan ke bank sejak awal apakah ada jalur lain, daripada menunggu sampai tenggat. Bank biasanya lebih membantu kalau diberi tahu lebih dulu.

Kapan sebaiknya meminta bantuan

Kalau transaksi propertinya melibatkan warisan, kepemilikan bersama, atau sengketa, mintakan bantuan notaris atau ahli hukum sejak awal. Masalah kepemilikan yang belum selesai hampir selalu menunda pengajuan, dan menyelesaikannya setelah berkas masuk justru lebih rumit.

Kalau keadaan keuangan Anda sedang berubah, misalnya baru pindah kerja atau usaha baru berjalan, sampaikan keadaan itu kepada bank dan tanyakan bagaimana perlakuannya. Menyembunyikan keadaan yang kemudian terungkap membuat pengajuan gagal di tahap berikutnya.

Kalau berkas pemohon dan properti belum boleh keluar dari jaringan kantor, rapikan dengan aplikasi di komputer sendiri. Layanan ini mengalirkan berkas ke pemroses lalu mengembalikan hasilnya ke peramban tanpa disimpan permanen, namun selama proses berlangsung berkas tetap keluar dari perangkat Anda. Keterangan lengkapnya ada di kebijakan privasi.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah berkas KPR sama untuk semua bank? Tidak. Setiap bank punya daftar sendiri, dan daftarnya bisa berbeda untuk rumah baru dan rumah bekas. Minta daftar resmi dari bank yang Anda tuju, karena itulah yang mengikat.

Apakah dokumen properti harus disiapkan penjual? Sebagian dokumen properti memang berasal dari penjual atau pengembang. Pastikan sejak awal siapa yang menyiapkan apa, supaya tidak ada dokumen yang tertinggal.

Bagaimana kalau nama di dokumen tidak sama persis? Perbaiki perbedaannya lebih dulu, karena ketidakcocokan nama adalah temuan yang sering membuat berkas dikembalikan. Tanyakan ke bank kalau tidak yakin cara memperbaikinya.

Apakah saya perlu menyerahkan berkas asli? Ketentuan tentang berkas asli atau salinan ditetapkan bank. Tanyakan sebelum menyerahkan, dan jangan melepaskan dokumen asli tanpa bukti serah terima.

Apakah tool di sini bisa membantu pengajuan KPR? Tool di sini merapikan berkas, misalnya menggabungkan, mengompres, atau mengurutkan PDF. Tool tidak menilai kelayakan KPR dan tidak menggantikan ketentuan bank.

Mulai dari daftar bank dan dokumen properti

Minta daftar resmi dari bank, lalu petakan dokumen mana yang Anda urus sendiri dan mana yang harus diminta ke penjual. Kumpulkan dokumen properti lebih dulu, karena itulah bagian yang paling sering memakan waktu. Setelah semuanya lengkap dan cocok, baru serahkan berkas. Pekerjaan keuangan lain ada di Dokumen Keuangan, dan peta seluruh dokumen ada di Panduan Dokumen.