Surat lamaran marketing punya satu pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan CV: menjelaskan peran Anda di balik angka yang tertulis di riwayat. CV bisa menyebut kenaikan pengikut atau jumlah kampanye, tetapi tidak punya ruang untuk menjelaskan bagian mana yang Anda tangani, bagaimana angka itu diukur, dan mengapa hasilnya berubah. Surat lamaran memberi ruang itu, dan perekrut marketing membacanya untuk memeriksa apakah angka di CV Anda berdasar.

Halaman ini memberi contoh surat lamaran untuk posisi staf marketing digital, lalu membahas kalimat yang perlu ada di paragraf isinya. Dua hal yang paling menentukan adalah cara menyebut kanal dan cara memisahkan peran Anda dari hasil kerja tim. Keduanya sering diabaikan pelamar yang hanya menyalin ulang daftar kegiatan promosi.

Posisi marketing yang sering dibuka antara lain staf marketing, digital marketing, content marketing, dan posisi penjualan yang berhubungan dengan pemasaran. Semuanya menuntut penekanan yang sedikit berbeda, tetapi paragraf isinya bekerja dengan cara yang sama: sebut pekerjaan, sebut ukurannya, sebut peran Anda.

Contoh surat lamaran marketing

Berikut contoh untuk posisi staf marketing digital. Bagian dalam tanda kurung siku diisi dengan data Anda.

Kepada Yth. Manajer Pemasaran [Nama perusahaan] [Kota]

Dengan hormat,

Saya, [nama], membaca informasi lowongan staf marketing digital yang [nama perusahaan] buka melalui [sumber informasi]. Saya bermaksud melamar untuk posisi tersebut.

Selama [durasi] saya memegang akun media sosial [nama produk] di [nama tempat sebelumnya]. Saya menyusun jadwal konten, menulis materi tayangan, dan membaca data mingguan untuk melihat konten yang paling banyak dilihat. Selama periode itu jumlah pengikut akun bertambah dari [angka awal] menjadi [angka akhir].

Saya juga membantu menyiapkan materi untuk kampanye [jenis kampanye] yang berjalan [durasi]. Bagian yang saya tangani adalah penulisan materi dan penjadwalan tayang, sementara pengaturan anggaran iklan dikerjakan oleh anggota tim lain.

Contoh materi yang pernah saya buat saya lampirkan bersama surat ini. Saya bersedia menjelaskan angka dan cara pengukurannya dalam wawancara. Terima kasih atas perhatiannya.

Hormat saya, [nama]

Paragraf ketiga pada contoh itu sengaja memisahkan peran Anda dari pekerjaan tim. Kalimat "sementara pengaturan anggaran iklan dikerjakan oleh anggota tim lain" bukan kelemahan, melainkan tanda bahwa Anda tahu batas kontribusi Anda. Perekrut yang berpengalaman justru lebih percaya pada surat seperti ini.

Kalimat isi yang menyebut kanal dan periode

Paragraf isi surat lamaran marketing sebaiknya memuat tiga unsur dalam dua sampai empat kalimat: kanal atau lingkup yang Anda pegang, periode Anda memegangnya, dan pekerjaan yang Anda lakukan. Tiga unsur itu membuat pembaca bisa membayangkan pekerjaan Anda tanpa perlu bertanya.

Contoh kalimat: "Mengelola akun Instagram dan TikTok untuk satu lini produk selama [durasi], termasuk menyusun kalender konten dan menjawab pesan pelanggan." Kalimat itu menyebut dua kanal, lingkupnya, dan dua jenis pekerjaan sekaligus.

Kalau Anda memegang lebih dari satu kanal, sebut mana yang paling sering Anda tangani. Menulis "semua kanal media sosial" tanpa rincian membuat pekerjaan Anda sulit dinilai, karena setiap kanal punya ritme dan ukuran keberhasilan yang berbeda.

Sebut periode dengan jujur, termasuk kalau Anda memegangnya hanya beberapa bulan. Periode pendek tetap bernilai selama Anda bisa menyebut apa yang dikerjakan dan apa yang berubah. Yang perlu dihindari adalah menulis periode yang lebih panjang dari kenyataan, karena riwayat itu bisa diperiksa.

Menyebut angka tanpa membesar-besarkan

Angka yang paling aman untuk surat lamaran adalah angka yang Anda catat sendiri selama bekerja: jumlah konten yang dibuat per minggu, jumlah kanal yang dikelola, atau jumlah pesan pelanggan yang dijawab. Angka seperti ini mudah dijelaskan asalnya dan tidak bergantung pada data tim.

Angka kedua yang aman adalah perbandingan keadaan sebelum dan sesudah Anda memegang sebuah kanal. Sebut keadaan awalnya, keadaan setelahnya, dan rentang waktunya. Perbandingan menunjukkan dampak, sedangkan angka tunggal tanpa pembanding hanya menunjukkan aktivitas.

Angka ketiga adalah skala pekerjaan, misalnya jumlah materi yang diproduksi per bulan atau jumlah kampanye yang Anda ikuti. Angka skala tidak selalu mengesankan, tetapi ia jujur dan bisa diperiksa.

Yang perlu dihindari adalah persentase yang dibulatkan ke atas dan angka penjualan yang tidak pernah Anda lihat catatannya. Kalau angka itu tidak bisa Anda jelaskan cara mengukurnya, jangan masukkan ke surat. Angka yang tidak bisa dipertanggungjawabkan lebih merugikan daripada tidak ada angka, karena pertanyaan lanjutannya hampir pasti muncul.

Memisahkan peran Anda dari hasil tim

Kampanye hampir selalu dikerjakan beberapa orang. Kalau hasilnya tidak bisa dipisahkan, jangan memisahkannya secara paksa. Sebut posisi Anda di dalam tim, lalu jelaskan bagian yang Anda tangani dan bagaimana bagian itu menyumbang pada hasil bersama.

Contoh kalimat: "Menyusun naskah untuk [jumlah] materi kampanye yang kemudian dipakai tim penjualan, dan menyiapkan laporan mingguan dari data kanal untuk menentukan konten berikutnya." Kalimat itu menempatkan Anda di dalam pekerjaan nyata tanpa mengklaim hasil orang lain.

Kalau Anda kebetulan memegang anggaran iklan, sebut skalanya dan cara Anda memantau pengeluarannya. Kalau belum pernah, tidak perlu menulis apa pun tentang anggaran, karena pertanyaan lanjutannya akan menanyakan bagaimana dana itu dialokasikan.

Menulis kampanye yang tidak mencapai target

Tidak semua kampanye berhasil, dan mengarang hasil justru berbahaya. Kalau kampanyenya tidak mencapai target, sebutkan apa yang Anda pelajari dan apa yang diubah setelahnya. Cerita tentang perbaikan menunjukkan bahwa Anda membaca data dan menyesuaikan langkah, dan itu keterampilan yang dicari di posisi pemasaran.

Contoh kalimat: "Kampanye [nama] berjalan [durasi] dan tidak mencapai target jumlah prospek. Dari data mingguan terlihat jam tayang yang kurang tepat, dan pada periode berikutnya jadwal tayang digeser ke jam yang lebih ramai." Kalimat itu tidak menyembunyikan hasil dan sekaligus menunjukkan cara Anda bekerja.

Kalau Anda belum punya pengalaman kerja di bidang marketing

Kalau belum pernah bekerja di posisi pemasaran, ambil pekerjaan yang paling dekat dengan pemasaran. Mengurus akun usaha keluarga, membantu promosi kegiatan sekolah, atau menjual barang secara daring semuanya mengandung pekerjaan pemasaran. Pilih satu yang paling relevan dengan posisi yang dilamar, lalu tulis dengan pola yang sama seperti pengalaman kerja: kanal, periode, pekerjaan, dan hasil.

Proyek pribadi bisa dipakai selama ada hasil yang bisa ditunjukkan, misalnya akun yang Anda kelola sendiri beserta catatan pertumbuhannya. Sebut skalanya apa adanya dan jangan menyebutnya pekerjaan profesional. Perbedaan antara proyek pribadi dan pekerjaan akan terlihat dari pertanyaan lanjutan, dan kejujuran soal skala justru membuat ceritanya lebih meyakinkan.

Untuk lamaran pertama yang belum punya riwayat kerja sama sekali, pola umum suratnya dibahas di surat lamaran tanpa pengalaman.

Melengkapi surat dengan portofolio

Posisi marketing sering meminta contoh materi atau portofolio. Kalau lowongannya meminta, siapkan berkas terpisah dan sebutkan tautannya di surat lamaran. Buka tautan itu sendiri sebelum mengirim, karena surat yang menyebut tautan mati lebih buruk daripada surat tanpa tautan.

CV-nya dibuat di Pembuat CV jalur ATS dengan susunan satu kolom, lalu diunduh sebagai PDF A4 tanpa watermark. Kalau portofolio perlu disatukan dengan CV, Gabung PDF menggabungkan keduanya sesuai urutan di pratinjau. Periksa juga ukuran berkasnya sebelum mengirim, karena portofolio bergambar paling sering melewati batas lampiran; Kompres PDF bisa dipakai kalau ukurannya perlu diperkecil.

Kesalahan yang sering terjadi di surat lamaran marketing

Kesalahan pertama adalah menyalin daftar kegiatan dari CV tanpa menambahkan penjelasan. Surat lamaran bukan tempat mengulang riwayat, melainkan tempat menjelaskan peran dan ukurannya.

Kesalahan kedua adalah menyebut angka tanpa menyebut cara mengukurnya. Angka yang tidak bisa dijelaskan akan menjadi pertanyaan yang sulit dijawab di wawancara.

Kesalahan ketiga adalah memakai istilah pemasaran yang sedang populer tanpa bisa menjelaskannya. Istilah teknis seperti jenis iklan atau metrik tertentu akan ditanyakan, dan jawaban yang kosong merusak kepercayaan pada seluruh surat.

Kesalahan keempat adalah mengirim surat yang sama untuk jenis posisi pemasaran yang berbeda. Pemasaran digital, pemasaran produk, dan posisi penjualan menuntut penekanan yang tidak sama.

Kesalahan kelima adalah melebihkan skala pekerjaan. Menulis pengelolaan anggaran besar padahal Anda hanya membantu menyiapkan materi akan terbongkar saat wawancara.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah surat lamaran marketing wajib memuat angka? Sebaiknya ya, minimal satu. Angka menunjukkan bahwa pekerjaan Anda punya ukuran, dan angka yang Anda catat sendiri mudah dipertanggungjawabkan.

Bagaimana kalau angka hasil kerja saya kecil? Tetap tulis selama angkanya benar. Skala kecil menunjukkan cara Anda bekerja, dan yang berbahaya adalah membesarkan angka yang tidak sesuai catatan.

Apakah surat lamaran boleh menyebut kampanye yang gagal? Boleh, dan sebaiknya begitu kalau kegagalan itu yang menjelaskan pekerjaan Anda. Sebut apa yang dipelajari dan apa yang diubah, bukan hanya hasil akhirnya.

Apakah perlu menyebut nama perangkat analitik di surat? Sebut yang benar-benar Anda pakai dan yang relevan dengan lowongan. Nama perangkat membantu pencocokan kata, tetapi pekerjaan yang Anda selesaikan dengannya lebih penting.

Apakah surat lamaran marketing boleh lebih dari satu halaman? Satu halaman sudah cukup. Perekrut membaca banyak surat, dan yang diingat adalah paragraf isi yang menyebut kanal, peran, dan hasil.

Periksa angka dan tautan sebelum mengirim

Sebelum mengirim, buka kembali catatan kerja Anda dan pastikan setiap angka di surat bisa Anda jelaskan asalnya. Periksa juga tautan portofolio: buka di perangkat lain dan pastikan halamannya bisa diakses tanpa izin khusus. Buat CV-nya di Pembuat CV jalur ATS, lalu unduh sebagai PDF. Seluk-beluk CV ATS ada di CV ATS, cara menyatukan berkas lamaran ada di Lamaran Kerja, dan konteks yang lebih luas ada di Panduan CV dan Karier.