Untuk PDF, 300 dpi adalah pilihan yang aman untuk sebagian besar dokumen kantor: cukup tajam untuk dibaca di layar, cukup untuk dicetak ulang, dan masih bisa ditangani sebagian besar pemindai rumah maupun kantor. Angka 150 dpi cukup untuk salinan digital yang hanya akan dibaca di layar dan disimpan, dengan ukuran berkas yang jauh lebih ringan. Di atas 300 dpi baru masuk akal untuk bahan yang akan diperbesar, misalnya peta, gambar teknik, atau naskah tua yang tulisannya halus.

Pilihan yang salah jarang membuat dokumen gagal dibuka, tetapi punya dua akibat yang sama mengganggu: berkas terlalu berat untuk dikirim, atau tulisannya terlalu kasar untuk dibaca. Bagian di bawah menjelaskan cara memilih angka yang tepat untuk setiap keperluan, tanpa harus menebak.

Arti angka dpi pada hasil pindai

dpi adalah jumlah titik yang direkam pemindai untuk setiap inci kertas. Satu halaman A4 berukuran sekitar 8,3 kali 11,7 inci. Pada 300 dpi, pemindai merekam sekitar 2.490 titik secara mendatar untuk setiap inci, sehingga satu halaman menyimpan jutaan titik warna. Pada 150 dpi, jumlah titiknya menjadi seperempatnya, dan ukuran berkasnya ikut turun mendekati seperempat.

Perlu dibedakan antara dpi pemindaian dan dpi penyimpanan. Sebagian pemindai merekam pada angka tinggi lalu menyimpan pada angka lebih rendah. Yang menentukan ukuran dan ketajaman berkas hasil adalah angka yang dipakai saat menyimpan, bukan angka yang tertulis di kemasan pemindainya.

Perlu juga dibedakan dari ukuran tampilan. Halaman hasil pindai tidak menyimpan huruf, melainkan gambar. Karena itu memperbesar gambar hasil pindai tidak menambah ketajaman, hanya memperbesar titik yang sudah ada. Inilah bedanya dengan dokumen yang teksnya masih berupa vektor.

Memilih dpi menurut keperluan

150 dpi untuk salinan baca. Cocok untuk dokumen yang hanya akan dibaca di layar: catatan, bukti transfer, surat yang perlu diarsipkan sebagai salinan digital. Ukuran berkasnya ringan sehingga mudah dikirim lewat surel dan cepat dibuka di perangkat sederhana.

300 dpi untuk dokumen kerja. Ini titik aman untuk hampir semua keperluan: dokumen yang akan dicetak ulang, berkas pendaftaran, laporan yang harus terbaca jelas saat diperbesar, dan arsip yang mungkin dicetak lagi suatu saat. Huruf berukuran kecil masih terbaca, dan ukuran berkasnya masih wajar untuk dikirim.

400 dpi atau lebih untuk bahan khusus. Peta, gambar teknik, naskah lama dengan tulisan tangan halus, atau dokumen yang memuat detail kecil. Pada keperluan ini, ketajaman lebih penting daripada ukuran berkas. Kalau hasilnya terlalu besar untuk dikirim, salinannya bisa dikecilkan setelah pemindaian, sementara berkas aslinya disimpan utuh.

Di bawah 150 dpi untuk pemakaian yang sangat terbatas. Angka ini dipakai kalau yang dibutuhkan hanya bentuk visual halaman, misalnya pratinjau cepat atau bukti bahwa halaman itu ada. Untuk dokumen yang akan dibaca, angkanya terlalu rendah dan hurufnya cenderung bergerigi.

Yang menentukan ukuran berkas pindai

Resolusi adalah penyebab terbesar, tetapi bukan satu-satunya. Tiga hal berikut ikut menentukan.

Mode warna. Pemindaian berwarna menghasilkan berkas jauh lebih besar daripada skala abu-abu, dan skala abu-abu lebih besar daripada hitam putih. Untuk dokumen yang isinya hanya teks, mode hitam putih sudah cukup dan berkasnya paling ringan.

Ukuran kertas. Halaman A3 merekam area dua kali lipat halaman A4 pada resolusi yang sama, sehingga berkasnya juga lebih besar. Untuk dokumen berukuran besar, pertimbangkan apakah seluruh halamannya perlu dipindai pada resolusi penuh.

Isi halaman. Halaman yang penuh teks menghasilkan berkas lebih besar daripada halaman yang sebagian besar kosong, karena lebih banyak detail yang harus disimpan. Perbedaan ini terasa pada dokumen yang halamannya tidak seragam.

Menyiasati hasil pindai yang terlalu besar

Hasil pindai 300 dpi menyimpan setiap halaman sebagai gambar besar. Dua puluh halaman seperti itu bisa menghasilkan berkas puluhan MB, dan itu di atas batas lampiran surel yang umum dipakai. Ada beberapa langkah yang bisa dikerjakan tanpa memindai ulang.

  1. Periksa dulu apakah seluruh halaman memang perlu ikut. Halaman kosong dan halaman gagal pindai bisa dibuang dengan tool penghapus halaman.
  2. Kecilkan berkasnya lewat Kompres PDF. Tool ini mengoptimalkan gambar di dalam halaman tanpa mengubah teks atau jumlah halamannya.
  3. Kalau masih terlalu besar, pertimbangkan memindai ulang pada 150 dpi untuk salinan yang akan dikirim, sambil menyimpan hasil 300 dpi sebagai master.
  4. Untuk dokumen yang sangat tebal, pisahkan bagian yang sering dipakai agar tidak perlu mengirim seluruh dokumen setiap kali.

Urutan pertama dan kedua sering dibalik orang. Membuang halaman kosong lebih dulu membuat proses kompresi bekerja pada berkas yang isinya memang dibutuhkan, dan hasilnya lebih kecil daripada mengompres berkas yang masih memuat lembar-lembar kosong.

Menyimpan master dan salinan kirim

Kebiasaan yang menghemat banyak waktu: simpan hasil pindai pada resolusi tinggi sebagai master, lalu buat salinan beresolusi lebih rendah untuk keperluan sehari-hari. Master tidak pernah dikirim atau dikompres, sehingga selalu bisa dipakai ulang kalau ada kebutuhan cetak.

Dengan cara ini, pertanyaan "berapa dpi yang baik" tidak perlu dijawab sekali untuk selamanya. Pemindaian dilakukan pada angka yang cukup tinggi, dan penyesuaian untuk keperluan tertentu dilakukan pada salinan. Hasil pindai yang sudah diturunkan resolusinya tidak bisa dikembalikan ke ketajaman semula, jadi master adalah satu-satunya jaminan.

Memeriksa hasil pindai sebelum disimpan

Tiga pemeriksaan cepat ini dilakukan sebelum berkasnya dianggap selesai. Semuanya murah, dan masing-masing mencegah masalah yang lebih sulit diperbaiki setelah dokumennya dikirim.

Periksa halaman yang paling padat. Buka satu halaman yang hurufnya paling kecil, lalu perbesar. Kalau hurufnya masih terbaca tanpa memerlukan perkiraan, resolusinya cukup. Halaman yang paling menentukan biasanya yang memuat tabel, catatan kaki, atau kop dengan tulisan halus.

Periksa apakah ada halaman yang miring. Halaman yang masuk pemindai dengan posisi tidak tegak sering baru terlihat saat dokumennya dibuka. Halaman seperti ini bisa ditegakkan setelah pemindaian tanpa perlu memindai ulang.

Periksa halaman kosong dan halaman gagal. Pemindai yang menarik dua lembar sekaligus menghasilkan halaman kosong atau halaman yang hanya memuat sebagian isi. Halaman seperti ini ikut membesarkan ukuran berkas tanpa memberi isi, dan sebaiknya dibuang sebelum berkasnya disimpan.

Kapan sebaiknya tidak memakai tool online

Dokumen hasil pindai sering memuat data pribadi: KTP, kartu keluarga, rekening bank, atau berkas medis. Untuk dokumen sekategori itu, aplikasi yang berjalan di komputer sendiri lebih tepat, karena berkasnya tidak perlu meninggalkan perangkat.

Kalau berkasnya tetap harus diproses lewat peramban, sensor dulu bagian yang sensitif lewat Sensor PDF. Penyensoran menghapus isinya, bukan menutupinya, sehingga hasilnya aman dibagikan.

Berkas pindai berukuran ratusan MB juga lebih hemat dikerjakan secara lokal, karena unggahan sebesar itu lebih sering gagal di tengah jalan saat koneksi tidak stabil.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah dpi memengaruhi hasil pencarian kata? Ya, secara tidak langsung. Pencarian kata hanya bekerja pada dokumen yang punya lapisan teks digital. Dokumen hasil pindai belum memilikinya, dan OCR belum tersedia di tool ini, sehingga berkas pindai diperlakukan sebagai gambar berapa pun dpi-nya.

Apakah menaikkan dpi membuat dokumen lebih mudah dibaca? Sampai batas tertentu. Di atas 300 dpi untuk dokumen teks biasa, tambahan ketajamannya sudah sulit dibedakan mata, sementara ukuran berkasnya terus bertambah.

Apakah hasil pindai 150 dpi masih bisa dicetak? Bisa, untuk cetakan ringan. Untuk cetakan yang harus tajam, terutama pada kertas berukuran besar, gunakan master beresolusi lebih tinggi.

Bisakah mengubah dpi berkas yang sudah dipindai? Mengubah angka dpi di metadata tidak menambah detail yang tidak pernah direkam. Yang bisa dilakukan adalah menurunkan resolusi lewat kompresi, dan itu mengurangi ukuran berkas dengan mengorbankan ketajaman.

Apakah semua halaman harus dipindai pada dpi yang sama? Tidak. Halaman yang memuat detail kecil boleh dipindai lebih tinggi, sementara halaman teks biasa cukup pada 300 dpi. Hasilnya digabungkan menjadi satu berkas lewat Gabung PDF.

Untuk menyiapkan hasil pindai agar muat dikirim, mulai dari Kompres PDF. Kalau berkasnya perlu dirapikan lebih dulu, penjelasan soal membuang halaman yang tidak perlu ada di Mengoptimalkan Ukuran PDF.