Warna PDF berubah setelah dicetak karena layar memakai cahaya dan kertas memakai tinta. Layar memancarkan warna, sedangkan kertas memantulkan cahaya yang jatuh ke atasnya. Dua cara itu menghasilkan warna yang tidak bisa sama persis, dan selisihnya bukan tanda berkasnya rusak. Yang bisa dilakukan bukan menghilangkannya, melainkan memahami penyebabnya dan menekan selisihnya sampai tidak mengganggu.

Berkas PDF yang dibuka di layar tidak menyimpan satu warna tunggal untuk seluruh dunia. Warna di dalamnya disimpan dalam ruang warna tertentu, dan setiap perangkat menafsirkannya dengan kemampuan masing-masing. Printer rumah, printer kantor, dan mesin percetakan memakai tinta, kertas, dan pengaturan yang berbeda, sehingga warna yang sama bisa keluar berbeda di tiga tempat. Bagian di bawah membahas bentuk perubahan yang paling sering muncul, penyebab yang bisa diperiksa sendiri, dan langkah yang masuk akal untuk menekan selisihnya.

Bentuk perubahan yang paling sering

Warna yang keluar berbeda tidak selalu dengan cara yang sama. Mengenali polanya mempersempit penyebabnya.

Biru yang berubah menjadi ungu atau keunguan adalah keluhan yang paling umum. Warna biru di layar sering berada di luar jangkauan tinta printer, sehingga printer memilih campuran terdekat yang tersedia. Hasilnya biru yang sedikit lebih merah atau lebih gelap.

Warna yang tampak pucat dan kurang pekat biasanya berkaitan dengan mode hemat tinta, jenis kertas, atau toner yang mulai menipis. Warna yang gelap dan kotor, sebaliknya, sering muncul saat tinta terlalu banyak untuk jenis kertas yang dipakai. Gradien yang bergaris, bukan halus, biasanya muncul di printer inkjet saat kepala cetaknya perlu dibersihkan. Hitam yang tampak kecokelatan atau keabu-abuan biasanya menandakan printer mencampur beberapa tinta untuk membuat hitam, bukan memakai tinta hitam murni.

Penyebab yang bisa diperiksa

Perbedaan ruang warna adalah penyebab paling mendasar. Layar bekerja dengan cahaya dan biasanya memakai ruang warna yang lebih luas daripada yang bisa dihasilkan tinta. Warna-warna cerah seperti biru terang, hijau menyala, dan oranye pekat sering tidak bisa dicetak persis, dan printer memilih warna terdekat yang masih bisa dihasilkan.

Monitor yang tidak terkalibrasi memperbesar selisih itu. Layar pabrikan biasanya datang dengan pengaturan kecerahan dan warna yang tidak sama dengan standar. Dua monitor yang menampilkan berkas yang sama bisa terlihat berbeda, dan salah satunya mungkin tidak menunjukkan warna yang sebenarnya ada di berkas. Kalau warna di layar Anda sendiri tidak akurat, perbandingan dengan hasil cetak tidak bisa dipakai sebagai patokan.

Pengaturan driver printer ikut menentukan. Driver biasanya menyediakan pilihan mode warna, jenis kertas, dan kualitas cetak. Pilihan jenis kertas yang salah membuat printer memakai jumlah tinta yang tidak sesuai. Mode warna yang salah membuat printer menafsirkan berkas dengan cara yang tidak dimaksudkan. Jenis kertas mengubah hasil akhir, karena kertas biasa menyerap tinta lebih banyak daripada kertas berlapis, sehingga warna bisa tampak lebih kusam. Kertas daur ulang yang berwarna dasar kekuningan juga menggeser semua warna yang dicetak di atasnya.

Tinta atau toner yang hampir habis menghasilkan warna yang lebih pucat, terutama pada satu saluran warna tertentu. Kalau hanya satu warna yang terlihat lemah, periksa level tinta sebelum menyalahkan berkasnya.

Cara memeriksa penyebabnya

Urutan pemeriksaan berikut dimulai dari yang paling murah dan paling cepat.

  1. Cetak satu halaman uji berisi blok warna dasar, lalu bandingkan hasilnya dengan tampilan di layar. Perbedaan pada semua warna mengarah ke pengaturan, sedangkan perbedaan pada satu warna mengarah ke tinta.
  2. Periksa pengaturan driver printer: mode warna, jenis kertas, dan kualitas cetak. Pastikan pilihan jenis kertas cocok dengan kertas yang benar-benar dipakai.
  3. Coba cetak di printer lain dengan berkas yang sama. Kalau hasilnya berbeda, penyebabnya ada di printer atau pengaturannya, bukan di berkas PDF.
  4. Periksa level tinta atau toner, terutama kalau hanya satu warna yang tampak lemah.
  5. Buka berkas yang sama di perangkat lain. Kalau tampilannya di layar juga berbeda, warna di layar Anda yang perlu dicurigai lebih dulu.

Langkah ketiga yang paling menentukan. Membandingkan dua printer memisahkan masalah berkas dari masalah perangkat, dan itu menentukan langkah berikutnya.

Langkah menekan selisih warna

Mulai dari pengaturan cetak, karena di situ perubahan paling murah dilakukan. Pilih jenis kertas yang benar di driver, pilih kualitas cetak yang sesuai keperluan, dan matikan mode hemat tinta kalau warna pekat memang diperlukan. Untuk dokumen kantor biasa, pengaturan bawaan biasanya sudah memadai.

Sesuaikan warna di dokumen sumber, bukan di berkas PDF. Kalau warna biru terlalu menyala untuk dicetak, ubah warna itu di aplikasi asalnya menjadi sedikit lebih gelap, lalu ekspor ulang. Memperbaiki warna di dalam PDF jauh lebih terbatas, karena halaman PDF sudah berupa susunan objek yang terkunci.

Untuk pekerjaan yang menuntut warna konsisten, kalibrasi monitor adalah langkah yang sepadan. Setelah monitor akurat, warna di layar mendekati warna yang akan tercetak, sehingga penyesuaian bisa dilakukan sebelum kertas terpakai. Kalau tidak ada alat kalibrasi, cetak satu halaman percobaan, lalu sesuaikan warna di dokumen sumber berdasarkan hasil cetak itu. Untuk keperluan percetakan, tanyakan format berkas dan profil warna yang diminta sejak awal, karena sebagian percetakan meminta berkas dalam ruang warna khusus cetak.

Yang tidak bisa dijanjikan

Warna yang persis sama antara layar dan kertas tidak bisa dijanjikan, dan itu bukan kekurangan berkas atau printer. Warna tertentu juga memang berada di luar jangkauan tinta. Biru terang, hijau menyala, dan beberapa warna metalik tidak bisa dihasilkan dengan tinta biasa, dan printer akan memilih warna terdekat yang selalu terlihat berbeda dari aslinya.

Kertas juga menentukan batas. Warna putih kertas menjadi dasar semua warna yang dicetak di atasnya, dan kertas yang kekuningan menghasilkan warna yang sedikit lebih hangat. Untuk dokumen resmi yang memuat logo atau warna merek, sediakan patokan warna tertulis untuk penerima, supaya warna itu konsisten antar dokumen meski tampilannya berbeda di tiap perangkat.

Kapan masalahnya bukan warna

Kalau yang berubah bukan warna, melainkan ukuran atau posisi halaman saat dicetak, penyebabnya ada di pengaturan skala, bukan di warna. Pilihan "Fit to page" dan "Actual size" di dialog cetak menentukan apakah halaman mengecil atau terpotong, dan pilihan yang salah membuat hasil cetak tampak berbeda dari yang dilihat di layar. Cara memilih halaman untuk dicetak dijelaskan di Cara Memilih Halaman PDF untuk Dicetak.

Kalau hasil cetaknya kosong di bagian yang di layar terisi, penyebabnya biasanya formulir atau anotasi yang belum dibekukan, bukan warna. Kalau halaman tercetak dengan ukuran yang tidak sesuai keinginan, periksa dulu ukuran kertas yang diatur di dokumen. Patokan ukuran kertas yang dipakai di Indonesia ada di Ukuran Kertas PDF Standar di Indonesia.

Kapan sebaiknya tidak dikerjakan lewat layanan online

Masalah warna tidak memerlukan pengiriman berkas ke layanan mana pun. Semua pemeriksaan di artikel ini dijalankan di komputer dan printer Anda sendiri, dan tidak ada berkas yang perlu diunggah. Untuk dokumen yang berisi data pribadi atau berkas perusahaan, mengerjakannya secara lokal sekaligus menghindarkan berkas keluar dari perangkat.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah warna yang berbeda berarti berkas PDF saya rusak? Tidak. Layar memakai cahaya dan kertas memakai tinta, dan dua media itu menghasilkan warna dengan cara yang berbeda. Selisih warna adalah sifat dua media, bukan kerusakan berkas.

Kenapa biru saya berubah menjadi ungu? Warna biru di layar sering berada di luar jangkauan tinta printer. Printer memilih campuran terdekat yang bisa dihasilkan, dan campuran itu bisa tampak lebih merah atau lebih gelap.

Apakah mencetak ulang dengan printer berbeda bisa memperbaiki warna? Bisa, tetapi hasilnya belum tentu lebih dekat ke yang Anda inginkan. Yang lebih pasti adalah mencetak satu halaman percobaan, lalu menyesuaikan warna di dokumen sumber berdasarkan hasil itu.

Kenapa warna terlihat pucat hanya di satu sisi kertas? Periksa level tinta atau toner, dan bersihkan kepala cetak pada printer inkjet. Kalau hanya satu warna yang lemah, penyebabnya biasanya pasokan tinta, bukan berkasnya.

Menutup dengan langkah yang paling murah

Mulai dari pengaturan cetak: jenis kertas, kualitas, dan mode warna. Kalau selisihnya masih mengganggu, cetak satu halaman percobaan dan sesuaikan warna di dokumen sumber. Untuk pekerjaan yang menuntut warna konsisten, kalibrasi monitor adalah langkah yang sepadan. Peta masalah PDF lainnya ada di Masalah PDF, dan penjelasan umum tentang mengelola dokumen PDF ada di Panduan PDF.