Mengubah PDF ke HTML untuk web dilakukan dengan membuka PDF ke HTML, mengunggah satu berkas PDF, lalu mengunduh satu berkas HTML yang bisa langsung dibuka di peramban. Hasilnya berisi teks dokumen dengan struktur judul dan paragraf yang dipertahankan, bukan salinan tampilan halaman PDF.

Perbedaan itu perlu dipahami sebelum hasilnya ditempel ke situs. PDF menyimpan posisi setiap elemen di koordinat halaman, sedangkan HTML menyusun isi mengikuti alur teks dari atas ke bawah. Karena bentuk penyimpanannya berbeda, halaman HTML hasilnya tidak akan tampak persis seperti PDF aslinya, dan memang bukan itu yang bisa dijanjikan.

Yang dipindahkan adalah isinya: kata, urutan paragraf, dan tingkat judul. Untuk artikel, laporan, dan naskah satu kolom, hasilnya biasanya sudah layak setelah diperiksa sebentar. Untuk dokumen dua kolom, urutan bacanya bisa berbeda dan perlu dirapikan lebih dulu.

Kapan PDF ke HTML dipakai

Cara ini dipakai kalau isi dokumen perlu tampil sebagai halaman web, bukan sebagai berkas unduhan. Misalnya naskah yang sudah final dalam bentuk PDF perlu masuk ke blog, halaman bantuan, atau halaman informasi perusahaan tanpa diketik ulang.

Cara ini juga berguna saat dokumen hanya tersedia dalam bentuk PDF dan tidak ada berkas sumbernya lagi. Teks di dalam PDF tetap berupa teks, bukan gambar, sehingga bisa diambil kembali. Selama dokumennya punya lapisan teks, hasil konversinya berisi kata yang bisa disalin.

Sebaliknya, kalau yang dibutuhkan adalah tampilan yang sama persis dengan PDF, HTML bukan pilihan yang tepat. Tata letak halaman seperti posisi gambar, kotak berwarna, dan kolom bertingkat tidak ikut terbawa. Untuk keperluan itu, berkas PDF-nya sendiri yang lebih baik diunggah ke situs.

Dokumen hasil pindai juga tidak cocok untuk cara ini. Berkas pindai tidak memiliki lapisan teks, sehingga konversi tidak menghasilkan kata yang berarti. Anda bisa memeriksa apakah sebuah PDF punya lapisan teks dengan mencoba memilih dan menyalin teksnya di pembaca PDF.

Langkah mengubah PDF ke HTML

  1. Buka PDF ke HTML di peramban.
  2. Unggah satu berkas PDF dari perangkat. Kalau dokumennya masih terkunci kata sandi, buka proteksinya lebih dulu, karena berkas terkunci tidak bisa dibaca.
  3. Jalankan prosesnya dan tunggu sampai selesai.
  4. Unduh berkas HTML hasilnya.
  5. Buka berkas itu di peramban untuk melihat hasilnya sebelum dipakai.
  6. Salin isinya ke editor situs, atau unggah berkasnya kalau situs menyediakan jalur unggah berkas.

Langkah kelima sering dilewati karena hasilnya terlihat sudah berisi teks. Yang perlu diperiksa bukan hanya apakah teksnya lengkap, tetapi juga urutan bagiannya. Pada dokumen dua kolom, mesin membaca teks secara berurutan, sehingga potongan kolom kanan bisa tersisip di tengah kolom kiri. Kalau itu terjadi, rapikan urutannya di editor sebelum dipublikasikan.

Yang perlu diperiksa sebelum ditempel

Empat hal yang paling sering menentukan hasil akhir. Pertama, urutan judul. Judul dikenali dari ukuran huruf dan posisinya, jadi dokumen dengan format judul yang tidak konsisten bisa menghasilkan tingkat judul yang salah. Kedua, batas paragraf. Baris yang seharusnya menyambung kadang terpisah menjadi paragraf baru, dan sebaliknya.

Ketiga, daftar. Butir daftar yang aslinya bernomor bisa muncul sebagai teks biasa, terutama kalau penomorannya diketik manual, bukan memakai fitur daftar di aplikasi pengolah kata. Keempat, potongan tabel. Isi tabel dibaca baris per baris, sehingga urutannya bisa berbeda dari tampilan tabel di PDF. Tabel yang rumit lebih baik disusun ulang sebagai tabel HTML di editor situs.

Pemeriksaan ini memakan waktu beberapa menit, tetapi jauh lebih singkat daripada mengetik ulang seluruh isi dokumen.

Masalah yang sering terjadi

Hasilnya kosong atau hanya berisi beberapa kata. Dokumennya kemungkinan hasil pindai tanpa lapisan teks. Konversi tidak bisa mengambil kata yang tidak ada di dalam berkas. Yang bisa dilakukan terhadap berkas pindai adalah mengubahnya menjadi gambar lewat PDF ke JPG, atau memakai Ekstrak Gambar dari PDF kalau yang dibutuhkan hanya gambarnya.

Urutan teks kacau di dokumen dua kolom. Teks dibaca berurutan, bukan per kolom. Perbaiki urutannya di editor setelah hasilnya ditempel. Untuk dokumen seperti ini, hasil PDF ke Teks bisa dipakai sebagai pembanding untuk memastikan tidak ada bagian yang hilang.

Tingkat judul tidak sesuai. Dokumen dengan format tidak konsisten menghasilkan judul yang salah tingkat. Rapikan penandanya di editor situs. Kalau dokumennya masih bisa diubah, perbaiki gaya judulnya di sumber, lalu konversi ulang.

Gambar tidak ikut. HTML hasil konversi berisi teks dokumen. Gambar yang tertanam di PDF tidak dipindahkan ke dalam berkas HTML. Ambil gambarnya secara terpisah lewat Ekstrak Gambar dari PDF, lalu unggah ke situs dan sisipkan pada posisi yang benar.

Hasilnya terlalu berantakan untuk ditempel. Coba konversi ke format yang lebih sederhana dulu, misalnya PDF ke Markdown atau PDF ke Teks, lalu salin teksnya ke editor. Untuk naskah yang akan disusun ulang, dua format itu kadang lebih mudah dirapikan daripada HTML.

Berkas hasilnya tampil sebagai kode di peramban. Itu terjadi kalau berkas HTML dibuka sebagai teks, bukan sebagai halaman. Pastikan nama berkasnya berakhiran .html, lalu buka dengan peramban. Kalau tetap tampil sebagai kode, periksa apakah peramban memakai mode tampilan sumber, dan matikan mode itu.

Ukuran berkas dan pemakaian di situs

Berkas HTML hasil konversi berisi teks, bukan gambar halaman, sehingga ukurannya biasanya jauh lebih kecil daripada PDF aslinya. Ukuran itu tetap kecil bahkan untuk dokumen ratusan halaman, karena yang tersimpan hanya kata dan penanda strukturnya. Gambar yang perlu tampil di halaman web diunggah terpisah sebagai berkas gambar.

Karena isinya teks, halaman hasilnya juga bisa dibaca mesin pencari. Judul, paragraf, dan daftarnya bisa diindeks, tidak seperti teks yang terkunci di dalam gambar. Itu keuntungan utama memakai HTML untuk isi dokumen, dan alasan cara ini dipilih ketika dokumennya perlu ditemukan lewat pencarian.

Yang perlu diperhatikan, gaya tampilannya tidak ikut. Hasil konversi berupa teks dengan struktur, tanpa warna, ukuran huruf, atau tata letak dari PDF. Gaya itu diatur oleh tema situs tempat teksnya ditempel, dan itu memang cara kerja yang diharapkan.

Kapan sebaiknya tidak memakai tool online

Dokumen berisi data pribadi lengkap, laporan keuangan, atau berkas perusahaan yang belum boleh keluar dari jaringan kantor sebaiknya dikerjakan dengan aplikasi yang berjalan di komputer sendiri. Tool online cocok untuk pekerjaan cepat pada berkas yang tidak sensitif.

Untuk tool di kelompok konversi, berkas dialirkan ke pemroses dan hasilnya dikirim balik ke peramban tanpa ditulis ke penyimpanan permanen. Meski begitu, berkas tetap meninggalkan perangkat selama proses berlangsung. Keterangan lengkapnya ada di kebijakan privasi.

Batas paketnya juga perlu diperhitungkan. Tanpa akun, satu hari menerima 20 pemrosesan dengan batas 10 MB per berkas. Paket Gratis memberi 30 pemrosesan per hari, dan paket Berbayar memberi pemrosesan tanpa batas jumlah dengan batas 200 MB per berkas. Rinciannya ada di halaman harga.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah gambar di dalam PDF ikut pindah ke HTML? Tidak. Konversi ini memindahkan teks beserta struktur judul dan paragrafnya. Gambar diambil terpisah, lalu disisipkan manual di editor situs.

Apakah hasil HTML bisa langsung dipublikasikan? Bisa, setelah diperiksa. Kode HTML yang dihasilkan bisa dibuka di peramban dan disalin ke editor situs. Yang perlu dipastikan hanya urutan bagian dan tingkat judulnya sudah sesuai.

Apakah dokumen asli berubah? Tidak. Konversi membaca berkas asli dan menghasilkan berkas baru. Berkas PDF di perangkat Anda tetap utuh.

Bisakah mengubah PDF hasil pindai menjadi HTML? Tidak untuk isinya. Berkas pindai tidak punya lapisan teks, jadi tidak ada kata yang bisa diambil. OCR belum tersedia, sehingga teks di dalam gambar belum bisa dibaca mesin.

Apakah tata letak dua kolom bisa dipertahankan? Tidak. Teks dibaca berurutan, jadi urutan kolom bisa berubah. Dokumen satu kolom jauh lebih aman untuk cara ini.

Menempelkan hasilnya ke situs

Setelah hasilnya diunduh, buka berkas HTML itu di peramban, salin isinya ke editor situs, lalu rapikan urutan bagian dan tingkat judulnya. Kalau dokumennya perlu dirapikan dulu sebelum dikonversi, halaman PDF bisa disusun ulang lewat Mengatur Halaman PDF.

Untuk pekerjaan konversi lain di kelompok yang sama, dari Word, Excel, dan PowerPoint sampai pengambilan teks dan gambar, peta lengkapnya ada di Konversi Format Dokumen. Kalau dokumennya perlu diperkecil setelah dikonversi, ukurannya bisa ditekan lewat Kompres PDF.

Untuk topik PDF di luar konversi, dari menyusun halaman sampai mengoptimalkan ukuran berkas, mulailah dari Panduan PDF.