Format gambar untuk email marketing paling aman adalah JPG untuk foto dan PNG untuk logo, ikon, atau gambar berisi teks. WebP memang paling ringan, tetapi belum tentu didukung aplikasi email penerima, sehingga gambar bisa gagal muncul. Karena itu, JPG dan PNG adalah pilihan yang paling kecil risikonya untuk pesan yang dibuka di aplikasi email yang bermacam-macam. Berkasnya disiapkan lewat Kompres Foto, dan formatnya diubah lewat Konversi Format Gambar.

Yang membedakan email dari halaman web: di web Anda bisa menguji satu peramban dan yakin sebagian besar pengunjung memakai peramban serupa. Di email, penerima membuka pesan di aplikasi dan sistem yang berbeda-beda. Sebagian aplikasi bahkan menahan gambar sampai penerima mengizinkannya. Karena itu, keputusan format di email dibuat untuk kemungkinan terburuk, bukan untuk tampilan terbaik di aplikasi favorit Anda. Ketentuan tiap layanan email juga bisa berubah, jadi periksa pusat bantuan penyedia yang Anda pakai untuk batas ukuran pesan dan format yang didukung.

Artikel ini membahas pilihan format untuk tiap bagian email, cara mengecilkan berkasnya, dan cara memastikan pesan tetap terbaca saat gambarnya tidak muncul.

Kenapa WebP berisiko di email

WebP adalah format yang dirancang untuk web, dan ukurannya paling kecil pada mutu yang sama. Di peramban modern, ia bekerja dengan baik. Masalahnya, aplikasi email tidak seragam seperti peramban. Sebagian aplikasi menampilkan gambar dengan mesin render mereka sendiri, dan dukungan formatnya berbeda-beda. Sebagian layanan email juga memproses ulang gambar yang lewat, dan hasilnya bisa berbeda dari yang Anda lihat di layar penyunting.

Kalau gambar tidak ditampilkan, penerima melihat kotak kosong atau ikon gambar rusak. Untuk email promosi, itu kerugian yang tidak sebanding dengan penghematan beberapa kilobyte. Karena itu, untuk email marketing, pakai JPG atau PNG.

Perlu dibedakan: WebP tetap pilihan yang baik untuk gambar yang tampil di situs. Pembahasannya ada di format gambar untuk website. Yang dihindari di sini adalah pemakaiannya di dalam pesan email.

Format untuk tiap bagian email

Foto produk dan foto suasana: JPG. Ukurannya kecil, diterima luas, dan detail yang dibuang kompresinya tidak terlihat pada foto. Kalau foto berisi label bertulisan kecil yang harus terbaca, periksa hasilnya dengan memperbesar bagian itu. Kalau tulisannya mulai kabur, pertimbangkan PNG atau naikkan ukuran akhirnya.

Logo dan ikon: PNG. Logo biasanya berisi bidang warna rata dan garis tegas, dan PNG menjaga ketajamannya. Kalau logo perlu latar tembus pandang agar menyatu dengan warna latar email, PNG adalah satu-satunya pilihan di antara JPG dan PNG, karena JPG tidak menyimpan transparansi.

Gambar berisi teks, misalnya kutipan atau pengumuman: PNG. Huruf pada JPG kehilangan ketajaman, terutama huruf tipis. Kalau teks itu penting, pertimbangkan juga menulisnya sebagai teks di dalam pesan, bukan sebagai bagian dari gambar, karena teks di dalam gambar tidak bisa dibaca mesin dan tidak bisa diperbesar penerima.

Tangkapan layar: PNG, dengan alasan yang sama. Isinya teks dan garis antarmuka yang paling dirugikan kompresi JPG.

Mengecilkan berkas tanpa mengorbankan keterbacaan

Ukuran berkas email dihitung dari seluruh isi pesan, termasuk gambar dan teks. Gambar yang berat membuat pesan lambat dimuat, dan pada sebagian layanan bisa melewati batas ukuran pesan. Karena itu, gambar untuk email sebaiknya dikecilkan.

Langkahnya:

  1. Tentukan lebar tampil gambar di dalam email. Sebagian besar tata letak email memakai lebar tetap, dan gambar tidak perlu lebih besar dari itu.
  2. Buka Kompres Foto, lalu pilih Kompres JPG atau Kompres PNG sesuai format.
  3. Unggah beberapa berkas sekaligus. Hasilnya dikemas dalam arsip ZIP kalau lebih dari satu.
  4. Pilih ukuran akhir lewat chip di pratinjau. Ukuran persen tersedia dari 10 sampai 200 persen. Persen 50 pada gambar 1600x1200 menghasilkan 800x600.
  5. Periksa bagian yang paling penting: tulisan pada tombol, teks pada gambar, atau detail produk.
  6. Unduh hasilnya, lalu uji kirim ke diri sendiri di lebih dari satu aplikasi email.

Untuk foto, JPG dan WebP bisa diturunkan mutunya, dan penurunannya dipilih pada titik yang tidak terlihat. PNG tidak punya pengaturan mutu manual: PNG dipadatkan dengan merapikan struktur datanya dan menyederhanakan paletnya, dengan mutu yang dijaga, dan latar transparannya tetap utuh. PNG yang sudah dipadatkan perkakas lain bisa tidak menyusut, atau bertambah sedikit.

Menyiapkan teks pengganti gambar

Karena sebagian penerima tidak menampilkan gambar sebelum mengizinkannya, pesan harus tetap bisa dipahami tanpa gambar. Teks pengganti, atau alt text, adalah bagian yang membuat itu mungkin.

Teks pengganti diisi untuk setiap gambar yang membawa informasi. Isinya menjelaskan apa yang ditampilkan gambar itu, bukan mengulang judul pesan. Contoh yang berguna: "Sepatu lari hitam dengan sol putih", bukan "gambar sepatu".

Untuk gambar yang murni hiasan, teks penggantinya boleh kosong. Teks pengganti yang diisi tanpa keperluan hanya menambah gangguan bagi pembaca layar.

Yang juga penting: jangan menaruh informasi penting hanya di dalam gambar. Harga, tanggal, dan alamat harus tertulis sebagai teks di dalam pesan. Kalau informasi itu hanya ada di gambar, penerima yang gambarnya diblokir tidak akan melihatnya sama sekali.

Menguji sebelum mengirim

Uji kirim ke diri sendiri, dan buka di lebih dari satu aplikasi email: aplikasi di ponsel, aplikasi di komputer, dan tampilan webmail. Periksa tiga hal. Pertama, gambarnya muncul dan tidak terpotong. Kedua, teks penggantinya muncul saat gambar diblokir. Ketiga, ukuran total pesannya wajar.

Cara memeriksa teks pengganti: blokir gambar di aplikasi email Anda, atau buka pesannya di aplikasi yang memblokir gambar secara bawaan. Kalau pesan masih bisa dipahami tanpa gambar, teks penggantinya sudah bekerja.

Periksa juga tampilan di mode gelap. Sebagian aplikasi email membalik warna latar, dan logo atau gambar dengan latar putih bisa terlihat menempel seperti kotak. Untuk logo, PNG transparan lebih aman daripada gambar dengan latar putih padat.

Kesalahan yang sering terjadi

Memakai WebP karena ukurannya paling kecil. Sebagian aplikasi email tidak bisa menampilkannya, dan gambarnya gagal muncul.

Menaruh seluruh isi pesan di dalam gambar. Penerima yang gambarnya diblokir tidak melihat apa pun, dan mesin tidak bisa membaca teksnya.

Memakai gambar berukuran jauh lebih besar dari lebar tampil. Piksel berlebih hanya menambah berat pesan.

Menekan ukuran berkas lewat kompresi berulang sebelum dikirim. Setiap putaran menurunkan mutu sedikit, dan mutu itu tidak kembali. Kalau versi pertama masih terlalu besar untuk kotak masuk penerima, ulangi dari berkas asli dengan dimensi yang lebih kecil, bukan dari hasil kompres pertama.

Lupa mengisi teks pengganti. Pesan jadi tidak bisa dipahami saat gambar diblokir.

Mengganti format dari PNG ke JPG untuk gambar bertransparan. Latarnya berubah menjadi putih, dan hasilnya terlihat seperti kotak putih di sekitar logo.

Kapan tidak perlu mengompres

Kalau gambar Anda sudah berukuran wajar untuk lebar tampil di email, dan pesannya tidak terasa berat, tidak ada yang perlu diubah. Kalau jumlah gambarnya sedikit dan ukurannya sudah kecil, kompresi tambahan hanya menurunkan mutunya.

Kalau gambar akan dicetak untuk materi pendamping kampanye, simpan versi resolusi tinggi terpisah. Gambar yang cukup untuk email jauh terlalu kecil untuk cetak.

Untuk gambar yang berisi data pribadi dan tidak boleh meninggalkan perangkat, pakai aplikasi di komputer sendiri. Selengkapnya soal perlakuan berkas ada di kebijakan privasi.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah WebP bisa dipakai di email marketing? Sebaiknya tidak, karena dukungan aplikasi email tidak seragam. JPG untuk foto dan PNG untuk logo adalah pilihan yang paling kecil risikonya.

Apakah semua gambar di email harus dikecilkan? Yang perlu dikecilkan adalah gambar yang lebih besar daripada lebar tampilnya, atau gambar yang membuat pesan terasa berat. Gambar yang sudah wajar bisa dibiarkan.

Bagaimana memastikan logo tetap terlihat di mode gelap? Pakai PNG transparan, bukan gambar dengan latar putih padat. Logo yang latarnya putih akan terlihat seperti kotak saat aplikasi email membalik warna latar.

Apakah gambar email perlu disiapkan dalam dua ukuran? Untuk layar berkerapatan tinggi, gambar yang lebih besar memberi hasil lebih tajam, tetapi menambah berat pesan. Komprominya, sediakan satu versi yang cukup untuk lebar tampil di layar berkerapatan dua kali, lalu kecilkan ukuran berkasnya.

Apakah mengompres gambar menghapus metadata lokasi? Ya. Saat berkas ditulis ulang di tool ini, EXIF dan GPS terhapus, sehingga koordinat tempat foto diambil tidak ikut terkirim bersama pesan.

Mulai dari gambar utama email

Pilih gambar utama, tentukan lebar tampilnya, lalu kecilkan lewat kompres gambar. Untuk gambar bertransparan atau berisi teks, pakai Kompres PNG. Setelah semua gambar siap, uji kirim ke diri sendiri di lebih dari satu aplikasi email. Untuk pekerjaan lampiran email yang lebih umum, buka cara mengompres foto untuk lampiran email. Kumpulan panduan penyajian gambar ada di Gambar untuk Web, dan panduan besarnya di Panduan Gambar dan Foto.